if your enemy can see through you…

…then you’re done for.

itu benar lho. ini kejadian yang gw alami sewaktu liburan kemarin.

ceritanya, saudara gw yang biasanya kuliah di Bandung sedang pulang ke rumah. sebenarnya nggak ada masalah dengan hal itu, kecuali bahwa gw dan dia sangat-sangat sering (atau terlalu sering?) beradu WE (Winning Eleven, masa nggak tahu, sih =P ) di A-R-M-S- (komputer desktop gw di rumah, yang dilengkapi dual PSX-pad). dan biasa, main WE adalah saling membaca teknik, taktik, dan emosi lawan.

jadi ceritanya dia sudah beberapa hari di rumah, dan suatu hari ngajak gw adu WE lagi.

dia: woi, takut nih ngadu sama gw?
gw: nanda, omae wa? (gaya songong =P ) sini!
dia: oh. yud1 lagi benci seseorang, yah? kelihatan jelas dari mata lo..
gw: *crap* urusaina!
(maka pertandingan dimulai: AC Milan x Arsenal)
dia: lo nggak bakal menang kalau kayak begini terus. serius kenapa?
gw:… (trying not to be affected)
dia: (masih ngomong beberapa hal lagi)
gw:… (still trying not to be affected)
dia: ne. wasurenai zutto-zutto da ne? padahal udah lama… berapa? sekian bulan?
gw: ..!
(terjadilah sebuah gol di mana Henry menyundul crossing dari sayap kanan)

…dan akhirnya gw kalah.

seriously. don’t let your opponent see through you. otherwise, you’re done for. tapi taktik ‘kotor’ kayak begini cuma bisa mempan ke gw kalau dilakukan orang itu.. kalau orang lain sih (harusnya) nggak bakal mempan. anyway, that’s another nice match between us.

…oh. iya. ada yang mau adu WE sama gw? =)

One Comment