applied physics

fisika itu ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, lho. tentu saja, yang kayak begini biasanya nggak akan terlalu diperhatikan oleh orang-orang. apalagi mahasiswa Fasilkom, yang belajar fisika total cuma 6 sks dari total 144 sks… well, tapi yang terakhir ini nggak penting. ini pengalaman gw kemarin yang berhubungan dengan fisika elektron.

ceritanya, di suatu sore yang damai (alah), gw sedang sendirian menghirup kopi susu dan makan roti bakar di kantin. tiba-tiba, datanglah seorang teman gw bernama Reza Benaji (dia ini teman gw di Fasilkom angkatan 2004, yang ngakunya sih punya alter-ego seorang cewek yang… sudahlah) duduk di depan gw. ngobrol-ngobrol, dan iseng-iseng gw tanya dia lagi ngapain saat itu. yah, gw juga lagi nggak ada kerjaan, sih.

dan dia bilang, dia baru dapat fansub Full Metal Panic Fumoffu. ini anime yang udah agak lama, tapi gw memang lagi nyari. rei-chan…gw copy..! maka gw pun ikut ke lab. ok, nego-nego dikit di depan komputer, akhirnya disepakati untuk barter fansub Suzuka (complete, 26 ep) punya gw dan FMP: Fumoffu + Neon Genesis Evangelion Renewal (complete) punya dia. akhirnya diputuskan barter dilakukan di kos-nya di daerah Pondok Cina. ketemu Iwan Prihartono (aka Ipro) dan Candra Adhi Wibawa (Candra), dua orang lagi rekan gw di angkatan 2004 yang cukup doyan koleksi fansub.

OK. singkat kata, akhirnya empat orang nganggur ini (termasuk gw) nongkrong di kosannya Reza. copy file-file, bla-bla-bla… dan… *ZAP* tiba-tiba gw merasakan sentakan di tangan gw, yang diikuti sensasi getaran dengan frekuensi tinggi, yang terjadi karena hantaran elektron yang melewati tangan gw ke ground. yah, biasanya sih fenomena ini lazim disebut dengan ‘kesetrum’. lho? ternyata harddisk eksternal-nya Reza bisa bikin hubungan pendek… kok bisa yah? coba lagi. *bzzzt* eh, kesetrum lagi. enak juga. coba lagi. *bzzzt* yah. cukup. selanjutnya sebagai berikut.

gw : (bersandar ke tembok) eh, harddisk-nya nyetrum, nih.
candra: (duduk di kursi) gak, ah. mana, sini? …(megang pin konduktor USB dari hdd eksternal itu). gak kok.
ipro : (duduk di kasur) mana? nggak nyetrum kok.. (megang juga, gantian)
gw : apa iya… (pegang lagi) *ZAP* bener, nyetrum, kok. (untung gw nggak lemah jantung… =P)
reza : woi, kalian ini kaum masochis…(tiba-tiba kayak nyadar sesuatu) yud, coba deh lo gak nyender ke tembok.
gw : hah? (berhenti bersandar, terus coba lagi) …iya, bener.
(hm. ternyata ground-nya itu tembok, pikir gw)
(dan tiba-tiba terlintas ide *usil* di kepala gw)
gw : coba pro, tes lagi. (saat ini reza sedang bersandar ke tembok sambil mainin M-E-T-E-O-R-, laptopku tercinta =P)
(hm. ipro nggak kesetrum, wajar…)

gw : nah. coba lo pegang tembok…
*ZAP* (satu korban… =P) hmm. gw masih penasaran.
gw : coba lagi pro. (kali ini dia nggak mau megang tembok.. wajar, sih)
gw : nah. coba pegang reza sekarang.
*ZAP* (dan terdengarlah teriakan kecil dua orang yang baru saja jadi konduktor elektron dengan beda potensial < 220 V ...dua korban sekali jalan... =P)

“emang, sih. nyetrum. lumayan gede,”

tiba-tiba candra nyeletuk sambil masih megang konektor ‘sialan’ itu. lho? such unaffected look… kok bisa, ya? entah udah kebal setrum atau apa, tapi yang jelas dia cuek aja… salut deh. ada gosip yang beredar yang mengatakan bahwa konon dia itu manusia isolator, tapi hal ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

yah. setidaknya kemarin gw belajar bahwa ternyata fisika itu bisa diterapkan di mana saja (sambil sedikit senang-senang juga tentunya… kapan lagi bisa lihat orang kesetrum berantai? =P).

oh. iya. buat anda pembaca yang tidak atau kurang memiliki pengetahuan atau pengalaman dengan arus listrik AC, tidak dianjurkan untuk mencoba apa yang saya tulis di atas. demikian juga untuk anda yang memiliki jantung yang agak lemah atau pernah memiliki keluhan dengan jantung. please don’t try this at home. resikonya nggak besar, sih. kalau anda penderita kelainan jantung, paling parah cuma kehilangan nyawa…

2 Comments