komputer itu ‘bego’

dulu, gw berpikir bahwa komputer adalah benda yang hebat.

betul. coba bayangkan, apa yang bisa dilakukan oleh komputer anda saat ini. memutar musik mp3? nonton film? memproses persamaan matematika yang rumit pakai Matlab? melakukan perhitungan rumit mengenai lighting dan shadow dalam 3D-model? main game dengan AI yang membuat anda kadang-kadang malah kalah dari komputer? silakan dilanjutkan.

tapi itu dulu. sekarang, gw menyadari sepenuhnya bahwa komputer itu ‘bego’. alias, dia hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan oleh orang yang menyuruh dia. kalau orang yang memberi perintah itu jago, maka dia akan melakukan hal yang baik. kalau tidak? dia bahkan tidak akan bertindak untuk mengingatkan. parah deh.

beberapa hari yang lalu gw mengikuti IPSC. IPSC ini kepanjangannya adalah Internet Problem Solving Contest, sebuah kontes adu jago di bidang menyelesaikan masalah, khususnya dengan menggunakan komputer. dengan kata lain, proses menyuruh komputer untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. peserta dibagi dalam tim. waktu itu gw berada dalam tim yang sama dengan Daniel Albert dan Abdul Arfan, dua orang rekan gw yang bisa dibilang ‘tertarik dan jago’ dalam programming. gw? gw hanya ‘tertarik’. ‘jago’? gw sama sekali nggak merasa jago. berusaha untuk ke arah situ sih iya. ya sudahlah, kira-kira seperti itu.

waktu itu, Arfan datang ke tempat gw dan bilang begini.

“yud, IPSC! sekarang!”

“hah? jam 8 kan?”

“bukan, tapi jam 7!”

dan saat itu jam 1912 kalau nggak salah. gw langsung online dari hotspot dan membaca soal. soal A.

“lho? ini kan gampang. cuma bagi-bagi permen, terus di-modulo n…”

“masa? cek lagi!”

“… iya, benar kok. coba aja.”

akhirnya kami turun ke lab 1101-03 dan mengambil komputer di baris paling depan. Arfan yang coding. tuh, benar, kan. e-mail kiriman ‘correct answer‘ untuk easy input dan hard input muncul beberapa saat kemudian. lanjut. pertanyaan B. pertanyaan ini mengenai ‘distribusi rasa senang’. yah, kalau bingung, silakan lihat sendiri contoh soalnya di website resmi IPSC.

gw coba coding. lho? kok salah? apa algoritma gw salah? coba lagi. salah lagi. ganti algoritma. salah lagi. apa gw salah algoritma lagi? tapi apa iya…

“bert, coba deh kerjain yang ini. menurut gw algoritma-nya itu… (begini-dan-begitu). apa gw salah algo, yah?”

dia bilang bahwa algo gw masuk akal. dan dia coba coding. kirim jawaban lagi. eh, salah. waduh.

dan gw masih mencoba memahami cara mengerjakan soal B untuk beberapa lama. dan akhirnya menyerah. pindah ke soal lain.

tapi gw kemudian mengetahui bahwa algoritma yang gw pakai ternyata ada celahnya, yaitu bahwa algoritma tersebut akan menghasilkan output yang berbeda untuk urutan data yang berbeda. sebenarnya sih Albert yang menemukan. tapi waktunya sudah terlalu sempit, dan nggak ada yang kepikiran algoritma lain.

selanjutnya terjadi beberapa hal, dan akhirnya tim kami berhasil mendapatkan beberapa poin hasil dari jawaban benar terhadap beberapa soal. perlombaan selesai jam 0000.

begitulah. akhirnya IPSC 2006 berakhir. terima kasih untuk rekan-rekan satu tim gw atas bantuannya kali ini.

dan tahukah anda? sekarang gw semakin percaya bahwa komputer adalah benda yang ‘bego’. padahal, kalau orang disuruh melakukan hal seperti soal B, besar kemungkinan orang tersebut akan bisa menemukan jawaban yang tepat dalam waktu relatif singkat. mungkin dalam beberapa kasus akan agak lama, tapi gw tetap berpendapat bahwa komputer itu ‘lebih bego’.

dan gw berharap (dan selalu berusaha agar) gw bisa lebih jago lagi dalam bidang programming dibandingkan saat ini.

3 Comments