belajar mengenai arti memaafkan

it hurts to be hated by someone we used to love. but, the opposite is also true. to hate someone we used to love also hurts, no matter how you look at it.

___

sebelumnya, gw menyatakan bahwa saat ini gw tidak merasa memiliki masalah dengan siapapun, baik di csui04 maupun di luar komunitas csui04. meskipun demikian, mungkin ada beberapa dari hal-hal yang akan gw tulis di sini yang ‘potensial menyinggung’ perasaan orang yang membaca (apalagi kalau anda adalah orang yang ke-GR-an =) ) dan gw menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak ditujukan seperti itu.

(tuh kan bener… masa gw harus nulis beginian setiap kali?) whatever. silakan melanjutkan hanya setelah anda memahami pernyataan di atas.

di dunia ini, kadang gw melakukan hal-hal yang menyakiti orang lain. mungkin secara tidak sengaja atau tanpa sadar. mungkin sebagai ‘balasan’ terhadap orang-orang yang gw anggap telah menyakiti gw. mungkin juga apa yang tidak gw anggap sebagai ‘tindakan yang menyakitkan’ dianggap sebaliknya oleh orang lain. dan sejujurnya, untuk hal seperti itu gw berharap bahwa gw dimaafkan. untuk tindakan yang tidak gw maksudkan, namun di-‘salah persepsi’-kan oleh seseorang atau beberapa orang.

untuk tindakan-tindakan yang gw dengan jelas ‘tahu dan menyadari’ bahwa tindakan gw itu ‘tidak benar’, maka penyelesaiannya adalah dengan memohon maaf yang sebesar-besarnya, seraya berharap bahwa gw akan dimaafkan, dan bertekad bahwa hal tersebut tidak boleh terjadi lagi. dan gw berharap (dan selalu berusaha) untuk selalu bisa melakukan hal tersebut. tapi, bagaimana dengan kesalahan yang gw lakukan ‘tanpa sadar dan tanpa dimaksudkan’? masalahnya, gw tidak pernah benar-benar tahu, mana tindakan gw yang di-‘salah persepsi’-kan, dan mana yang tidak. nah lho. jadi, kalau ada yang seperti itu, gw berharap bisa dibicarakan, atau kalaupun memang hal tersebut tidak akan (atau tidak ingin) dibicarakan, gw berharap gw dimaafkan.

di dunia ini, kadang gw merasa bahwa orang lain melakukan tindakan yang menyakiti gw. mungkin mereka melakukannya dengan sengaja. mungkin mereka sama sekali tidak meniatkan untuk menyakiti gw. mungkin juga gw cuma ‘salah persepsi dan merasa tersakiti’. mungkin juga sebagai ‘balasan’ atas tindakan yang sama sekali tidak gw niatkan untuk menyakiti orang lain. mungkin saja. ada banyak sekali kemungkinan.

tapi gw pikir, gw bisa saja menyatakan ‘i don’t care‘ seperti yang biasa gw bilang. atau membiarkan dan terus melanjutkan perasaan saling membenci dan memusuhi yang ada. gw pikir begitu. tapi tidak bisa, kan? yah, mungkin beberapa orang bisa. gw tidak merasa demikian. hidup gw ini sudah cukup berat, dan gw malas menambah berat hidup gw dengan membenci dan memusuhi orang tanpa sebab yang jelas. nggak usah begitu, deh. membenci dan memusuhi orang itu bukanlah sesuatu yang enak, tidak peduli apapun alasannya. yah, kecuali kalau anda sebegitu antisosialnya, mungkin anda akan berseberangan pendapat dengan saya =). untuk kasus yang seperti itu, gw rasa gw bisa bilang ‘i don’t care‘.

gw pikir, gw tidak ingin lagi membenci siapapun. tidak kepada orang-orang yang memang sama sekali tidak berniat menyakiti gw. tidak juga kepada orang-orang yang mungkin layak gw benci. tidak juga kepada orang-orang yang mungkin dengan sengaja membuat gw menderita di masa lalu. tidak juga kepada orang-orang yang mungkin telah berbohong dengan sangat telak dan melukai kepercayaan gw. tidak juga kepada orang-orang yang mungkin membenci gw karena kesalahan yang gw lakukan, sadar atau tidak. gw tidak ingin lagi membenci siapapun.

dan mungkin, langkah pertama yang bisa (dan harus) gw ambil adalah belajar untuk memaafkan. belajar? yah. belajar. gw tidak akan cukup sombong dengan mengatakan bahwa ‘memaafkan orang lain itu hal yang mudah dan gampang dilakukan’. dalam beberapa hal, proses memaafkan bisa seperti membuka luka lama, lalu mencoba mengobati dan menutupnya. kadang-kadang sakit. (pernah terluka karena jatuh? terus coba kasih alkohol… =) ). kadang malah kita terlalu takut untuk merasa sakit, dan memilih untuk tidak mengobati luka tersebut. tapi tidak bisa begitu, kan? setidaknya, menurut gw tidak bisa begitu. dan proses memaafkan akan selalu, selalu melibatkan saat-saat yang berat dan kadang menyakitkan.

mungkin gw terlalu banyak ngomong hal yang sok-bagus dan sok-bijaksana dari tadi. tapi gw rasa, gw bisa mengatakan hal ini, sekarang.

gw menganggap bahwa gw sudah tidak mempermasalahkan apapun terhadap siapapun, yang gw anggap pernah melakukan kesalahan kepada gw, baik secara sadar atau tidak sadar, langsung maupun tidak langsung. mungkin juga sebenarnya hal tersebut bukanlah ‘kesalahan’, dan hanya gw yang ‘salah persepsi dan merasa tersakiti’. mungkin juga ada kata-kata yang gw anggap sebagai ‘menyakitkan’, atau tindakan-tindakan yang gw anggap sebagai ‘rendah’, gw berharap bahwa hal tersebut tidak perlu terjadi lagi.

mungkin bisa dipersingkat.

gw sudah memaafkan siapapun yang gw anggap pernah menyakiti gw, dan meskipun gw menganggap bahwa ada beberapa tindakan yang ‘tidak seharusnya’ (dan gw tetap berpandangan demikian), gw sudah memaafkan, dan gw mengharapkan hal tersebut tidak akan pernah terjadi lagi.

i don’t want to hate nor to be hated. if you want to, don’t ask me then.

___

note:

terima kasih untuk seorang rekanku yang telah mencoba mengajarkan arti ‘mempercayai’, ‘memaafkan’, dan ‘tersenyum’. you know who you are.

2 Comments