garo

GARO yang akan gw tulis di sini kali ini adalah salah satu serial jepang yang bergenre tokusatsu (=live action hero). ada yang pernah dengar? kalau nggak sih kayaknya wajar… =)

oh iya. buat yang belum tahu ‘tokusatsu’ itu apa, tokusatsu adalah salah satu genre dalam serial jepang yang intinya adalah live action hero, atau gampangnya ‘pahlawan berubah wujud’. bentuknya biasanya drama (bukan animasi atau kartun), dan biasanya temanya ‘jagoan vs monster’. kalau tahu Kamen Rider, kira-kira seperti itu-lah. sebenarnya gw nggak terlalu doyan genre kayak begini (karena biasanya target pemirsanya anak-anak, dan ceritanya gampang ditebak), tapi yang satu ini berbeda dari yang lain.

langsung saja deh. GARO adalah serial tokusatsu yang bercerita mengenai para Makai Knights (=underworld knights) yang bertugas membasmi Horror (=monster pengganggu hidup manusia, biasalah di serial kayak begini) secara rahasia. jadi intinya sih anggap saja ada Makai Knights (anggap saja ini jagoannya =) ) dan Horror (ini penjahatnya =) ). gampangnya sih begitu, walaupun plotnya juga sebenarnya tidak sesederhana itu. belakangan, plotnya memang berkembang ke arah agak tak terduga… begitulah pokoknya.

ceritanya berjalan di sekitar kehidupan Saejima Kouga sebagai seorang Makai Knight yang bertugas memburu Horror yang menjadikan manusia sebagai makanan. Kouga adalah seorang Makai Knight yang memiliki sebutan ‘Garo’, yaitu seorang Makai Knight first line (ada beberapa line Makai Knight di sini) yang berhak mengenakan Golden Armor dalam pertarungannya dalam membasmi Horror.

dalam salah satu pertempuran, Kouga bertemu dengan Mitsuki Kaoru, seorang gadis yang sepertinya memiliki ingatan aneh mengenai golden knights dari masa kecilnya. dalam pertempuran tersebut, Kaoru yang terkena semburan darah dari Horror yang dibunuh seharusnya dihabisi di tempat. meskipun demikian, Kouga akhirnya memutuskan untuk membiarkannya hidup, yang mengakibatkan berbagai pertentangan dari pihak Makai Knights tempatnya bekerja…

biasanya sih, tokusatsu itu untuk anak-anak. tidak untuk yang ini. ada agak banyak content yang menurut gw tidak sesuai untuk anak-anak. menurut gw sih ratingnya paling tidak 13+ atau T. kenapa begitu? well, ada kata-kata kasar, beberapa adegan kekerasan, perilaku menyimpang, dan dalam beberapa kasus, pertarungan yang agak berdarah-darah.

dari segi visual, serial ini membawa suasana yang agak gothic dan gelap, walaupun setting-nya di Jepang. yah, event-event yang ada memang kebanyakan menggunakan latar yang gelap, jadi suasananya bisa dibilang agak muram, walaupun tidak selalu demikian juga. desain latar dan karakternya agak-agak gothic. hal ini terlihat jelas dari desain pakaian beberapa karakter, misalnya Saejima Kouga dan Suzumura Rei. tempat-tempat berlangsungnya event juga cenderung bernuansa gelap dan muram. yah, pokoknya nuansanya agak ‘gelap’.

VFX? special effect jadi keunggulan utama serial ini. nggak usah ditanya, deh. penggunaan VFX, terutama dalam adegan battle, sukses menyajikan tontonan yang seru. bantuan CG untuk menyajikan beberapa dunia cukup sukses membawa suasana ‘dunia lain’. efek-efek yang ada dalam pertarungan pun mengalir mulus. top-lah pokoknya.

kelebihan lainnya ada di adegan battle. koreografi digarap dengan sangat baik, dan menumpukan sisi martial arts dari masing-masing karakter. gaya bertarung Saejima Kouga yang menggunakan katana atau Suzumura Rei yang menggunakan dual katana digarap dengan baik. monster yang ada juga berbentuk humanoid, memungkinkan penggarapan martial arts dalam pertarungan secara maksimal.

storyline… lumayan baik, tapi masih ada kekurangan. penyampaian cerita di beberapa poin terasa agak hambar dan tergesa-gesa, walaupun ada juga bagian-bagian yang digambarkan dengan baik. masa lalu dari karakter-karakter yang membentuk kepribadian mereka dijelaskan dengan baik, walaupun kadang terasa agak kurang pas dalam penyampaian. plot yang ada sebenarnya berpotensi untuk jadi ‘kompleks dan bagus’, tapi sayangnya dalam pengembangannya jadi terasa agak datar.

…apa lagi yah? sound… FX-nya sih lumayan. tapi soundtrack-nya biasa-biasa. tidak buruk, tapi tidak terlalu bagus juga. tidak istimewa. desain armor-nya lumayan keren, walaupun agak kurang sesuai dengan tren tokusatsu yang ada. bagus sih begitu.

yah. akhirnya. bila anda adalah penggemar tokusatsu dan menyukai action dan VFX yang keren, silakan menonton GARO. kemungkinan sih anda akan terpuaskan. tapi kalau anda mencari storyline yang kompleks, mungkin akan merasa agak-gimana-gitu ketika menyaksikan serial ini sampai akhir.

oh. iya. satu lagi, kalau anda agak kurang suka suasana yang muram, dan mungkin agak kurang suka dengan content yang agak angsty dan sedikit berat, sebaiknya anda jangan nonton. dan yang cukup penting: jangan biarkan adik atau saudara anda yang masih di bawah umur menonton ini. ada beberapa content yang bukan untuk anak-anak. termasuk, perilaku menyimpang, kekerasan, dan sedikit gore.

…well, mungkin beberapa orang akan mengatakan cukup bagus. tapi bukan untuk selera semua orang, sih.

2 Comments

  1. Agus W
    August 24, 2006 at 4:46 pm - link to this comment

    nice one… but…
    mungkin sedikit cutscene dari film ini dapat menambah dramatis ulasannya..

  2. yud1
    August 25, 2006 at 7:59 am - link to this comment

    > Agus W
    >
    >> nice one… but…
    >> mungkin sedikit cutscene dari film ini dapat menambah
    >> dramatis ulasannya..

    terima kasih masukannya. untuk review-review berikutnya akan diusahakan screenshot dari beberapa adegan film atau serial yang bersangkutan =)

    anyway, thanks for the comment