kekuatan untuk menangis

“maybe… but there is also a strength to cry when someone needs to cry.”

-Fye D Flourite-

sudah lama sekali sejak terakhir kali gw menangis. kalaupun ada yang gw ingat, mungkin hanyalah sekadar ingatan samar yang tak jelas benar. sekali dulu, satu yang gw ingat dengan jelas di suatu saat yang telah lama berlalu. entahlah. mungkin masih ada setelah itu, tapi gw tidak ingat benar.

tentu saja, menangis itu tidak ada gunanya — setidaknya, ia tidak menyelesaikan masalah apa-apa. kalau kita punya masalah dan menangis, lalu berharap bahwa masalah kita akan selesai dengan sendirinya, itu adalah hal yang salah besar.

dan tentu saja, kalau anda beruntung, anda mungkin dikelilingi beberapa orang baik yang akan mendengarkan segala keluh-kesah dan tangisan anda. syukur-syukur kalau orang lain tersebut bisa memberikan bantuan untuk menyelesaikan masalah anda.

…yah, itu kalau anda beruntung.

ada juga keadaan di mana anda tidak bisa menemukan orang lain yang bisa memahami anda di saat-saat anda merasa perlu menangis. dan kalau anda menangis, anda hanya akan dianggap sebagai ‘cengeng’. kalau anda merasa ‘ingin diperhatikan’, anda hanya akan dianggap sebagai ‘aneh’. begitulah. apakah ini keadaan di mana seseorang ‘tidak beruntung’? entah. tergantung sudut pandang anda dalam memandang hal tersebut.

sampai saat ini, gw telah melihat orang lain meneteskan air mata di depan gw. dan mungkin juga banyak yang lain di mana air mata tersebut hanya ada di dalam hati. hanya seperti itu, dan gw tidak bisa menjawab ketika gw ditanya: kenapa gw hanya lebih banyak diam, sedikit mengatakan ini-dan-itu dan mencoba mengerti, padahal gw bahkan tidak pernah meneteskan air mata di depan orang lain?

dan gw selalu berpikir bahwa jawabannya adalah ‘gw tidak ingin menangis karena gw ingin menjadi kuat’. dan gw cukup yakin bahwa hal tersebut adalah jawaban yang ‘benar’.

kenyataannya, hal tersebut tidak selalu benar. mungkin sebenarnya kita hanya tidak ingin ‘mengakui bahwa kita juga bisa menangis’. mencoba bersikap kuat dan tangguh, dan didukung dengan kondisi ‘kita tidak boleh menjadi orang cengeng’ dari lingkungan kita. dan kita memilih untuk bersikap bahwa ‘kita tidak akan menangis bagaimanapun sakit dan sedihnya apa yang kita alami’.

dan mungkin, beberapa dari kita akan mencoba untuk ‘selalu tersenyum apapun yang terjadi’. mencoba untuk selalu tersenyum, sekalipun kita memiliki masalah yang mungkin cukup berat. dan mencoba untuk selalu tersenyum, walaupun mungkin dengan tidak mudah dan kadang-kadang dengan susah-payah.

mungkin sebenarnya mengabaikan rasa sakit dan menolak untuk menangis itu tidak banyak gunanya. mencoba mengebaskan rasa sakit dan sedih untuk sementara hanya akan membuatnya lebih sakit lagi ketika kita harus mengingat kembali rasa sakit dan sedih tersebut. dan satu-satunya cara adalah mencoba menerima kenyataan. mungkin kita akan menangis dalam prosesnya, dan mungkin juga tidak.

mungkin, sebenarnya akan jauh lebih baik ketika seseorang bisa menangis di saat ia memang benar-benar perlu (perlu, bukan ingin) menangis. dan mungkin, sebenarnya sikap ‘tidak ingin menangis’ tersebut hanyalah sebuah sikap keras kepala yang sebenarnya tidak terlalu menguntungkan bagi kita.

…tampaknya, gw memang agak terlalu keras kepala.

___

saat ini sih sedang bahagia… hidup ini menyenangkan, kok. silakan menangis kalau memang perlu. tapi jangan lama-lama =)

One Comment

  1. rie
    December 20, 2006 at 8:11 am - link to this comment

    tertwalh jika kau bahgia
    marahlah jika kau marah
    dan menangislh jka kau sedih
    bila kau tertawa saat kau merasa sedih akan berbeda
    jika kau tertawa ketika kau bahgia…

    nb : setiap orang punya hak untuk menangis di kala sedih, cow atopun cew