aku…

“do you know how to strengthen a person? he first has to learn how weak and small he is.”

-Sakuragi Kenji-

gw seringkali berpikir (bukan. lebih tepatnya: menyadari) bahwa gw ini payah. bahwa gw tidak bisa melakukan apa-apa. bahwa apa-apa yang gw lakukan tidak bisa benar-benar sesuai harapan gw. dan kenyataan bahwa ada orang-orang yang selalu berada di depan gw, dan membuat gw merasa dengan telak bahwa apa-apa yang gw lakukan sama sekali ‘nggak ada apa-apanya’.

still, it makes me think that I’m unable to do many things that well. and I’m just feeling as bad as I see some people do things better than I did.

bukannya gw membenci orang-orang seperti itu, bahkan kenyataannya orang-orang seperti inilah yang gw hormati karena kemampuan mereka dan hal-hal hebat yang mereka lakukan. hanya saja, ada perasaan tidak-biasa di mana gw merasa bahwa gw ‘tidak bisa melakukan suatu hal sebaik itu’. dan buat gw, itu tidak menyenangkan.

…and compared to them, I’m just nothing. and it makes me feel not-so-good as I just couldn’t do things as well as they did.

tentu saja, ada banyak sekali hal-hal yang tidak bisa gw lakukan sebaik beberapa orang lain di bidang yang berbeda-beda.

gw bukanlah orang yang cukup cerdas untuk mendapatkan nilai sempurna di setiap ujian di kuliah. yang bisa gw lakukan adalah mencoba belajar dengan serius, dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus. kenyataannya, gw tidak selalu berhasil. ada orang-orang hebat yang bisa meraih hasil yang istimewa, sementara gw kadang terpaksa harus puas dengan apa yang gw raih.

gw juga bukanlah orang yang cukup hebat dalam berorganisasi. kadang gw bersikap kurang profesional, kadang gw merasa kurang baik dalam melakukan sesuatu, dan sebagainya. yang bisa gw lakukan hanyalah berusaha sebaik-baiknya, sementara ada orang-orang yang bisa melakukan hal tersebut dengan lebih baik daripada gw.

gw juga belum cukup jago programming. gw belum bisa seperti rekan-rekan yang bisa memecahkan dan melakukan coding soal programming contest hanya dalam hitungan menit dengan akurasi seratus persen. gw hanya bisa terus berusaha dan memperbaiki teknik, dengan hasil yang begitu-begitu saja.

gw tidak cukup memiliki cita rasa seni: gw belum bisa seperti rekan-rekan yang melakukan digital image design dan mendapatkan penghargaan dari MiniTokyo atau rekan-rekan yang melakukan vector-imaging dan mendapatkan favorites dari DeviantArt. gw hanya bisa terus belajar dan bertanya kepada yang lebih jago. dan jujur saja, gw masih payah dibanding orang-orang seperti ini.

gw juga tidak memiliki kemampuan dan jiwa sosial yang luar biasa. gw tidak bisa seperti rekan-rekan yang bisa melakukan dan menyumbangkan banyak hal kepada masyarakat. ada orang-orang yang gw hormati karena kemampuannya dalam hal seperti ini, tapi kenyataannya gw tidak bisa sebaik itu.

…yang lainnya? banyak deh. kayaknya bakal panjang kalau mau ditulis di sini. dan secara jujur, gw tidak merasa punya kelebihan yang bisa membuat gw sedikit bangga akan hal tersebut.

and to think bluntly, kalau ada orang-orang yang mendapatkan hasil yang lebih bagus daripada gw secara fair, maka kenyataannya hanya satu: gw lebih payah dibandingkan orang-orang ini.

it’s not that I’m not grateful with what I have. gw bersyukur dengan apa-apa yang gw punya, tapi hal seperti ini selalu membuat gw berpikir bahwa gw ini ‘masih payah, dan harus meningkatkan level gw’. dan dihadapkan dengan kenyataan bahwa ada orang-orang hebat (yang gw hormati karena kemampuan mereka), gw merasa bahwa gw bukan apa-apa dibandingkan mereka. dan gw tidak suka perasaan seperti itu.

tentu saja, sekalipun gw sudah berusaha, sekalipun gw sudah bertekad kuat, kalau gagal ya gagal saja. dan alasan hanya akan jadi alasan saja. belajar dengan serius dan usaha keras tidak ada harganya kalau nilai ujian gw jelek, misalnya. lupakan kata-kata manis seperti ‘kamu sudah berusaha’ atau ‘yang penting proses’. kenyataannya, ada orang-orang yang lebih hebat daripada gw, dan gw ini masih payah.

jadi, sebenarnya gw ini hanyalah seseorang yang mengandalkan tekad dan kemauan untuk belajar. hasilnya? nanti dulu deh, kadang-kadang (sering?) malah begitu tidak bagusnya, sampai-sampai gw malas sendiri mengingatnya. apalagi dibanding orang-orang yang berada di depan gw di berbagai bidang yang berbeda. dan seperti biasa, modal tekad dan kemauan akan percuma saja tanpa hasil. jadi… yah, begitu deh.

…dan suatu saat, gw ingin berdiri se-level dengan orang-orang tersebut. entah apakah suatu hari hal tersebut akan terjadi, mungkin saja tidak. tapi satu hal yang cukup jelas: sekarang ini gw masih payah.

One thought on “aku…”

Comments are closed.