kopi, kue, dan hal-hal nggak penting

aku dan ibuku punya hobi yang sama-sama sering kami lakukan: minum kopi di depan TV di sore hari. sebenarnya bukan hal yang direncanakan juga sih, dan yang lebih sering terjadi adalah kami ‘kebetulan ketemu di depan meja makan dan mau minum kopi’. tambahkan juga kue kering, dan kami duduk di depan TV, dengan cappucino atau coffeemix di mug kecil. begitulah.

dan biasanya, saat-saat seperti ini menjadi saat di mana omong-omongan nggak-penting dibicarakan, dengan TV menayangkan serial Tom and Jerry, Danny Phantom, atau pernah juga drama berjudul Good Luck!! yang tampaknya sempat cukup populer di sini.

“kamu itu udah umur segitu kok masih aja nonton film kartun, sih?”

kira-kira begitu, beliau bertanya sementara di TV sang jagoan Danny Phantom sedang beraksi menghajar musuh-musuhnya.

“biarin. daripada infotainment, masih lebih mending nonton film kartun… ngomongin orang terus-terusan, nggak sehat tuh.” jawaban asal-asalan dan sekenanya dari si anak yang tampaknya malas-malasan saja di sore hari akhir minggu.

“kamu tahu, dulu nggak kebayang lho bakal ada anak sebesar ini, sekarang nonton TV, dan udah gede.”

wah. kayaknya beliau sedang bernostalgia membayangkan anak-kecil-lucu berusia 3-4 tahun yang memang sempat terkenal akan keimutannya di seantero kompleks… *duh*

…eh. tunggu. film kartun? memangnya apa salahnya anak muda 20 tahun nonton Danny Phantom?

hal-hal seperti itulah. dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan hal yang cukup aneh juga beliau mengatakan demikian. sudah sangat lama (kapan ya? beberapa tahun lalu?) sejak kebiasaan minum kopi di sore hari dimulai. kayaknya sudah ada beberapa seri drama dari jepang (atau korea) yang di re-run dan terlihat di TV, sambil-iseng ketika minum kopi di sore hari.

dan sebenarnya, bukan hal yang aneh juga bahwa seorang anak muda berusia 20 tahun ini masih sering nonton film kartun… sebab di komputernya sendiri sudah ada entah berapa gigabyte yang berisi anime yang sudah dan akan ditontonnya =).

sehari setelah hilangnya pesawat Adam Air KI 574, gw sedang menyeruput cappucino sambil makan kue kering. sambil iseng, ibu dan anak ini ngobrol soal kecelakaan pesawat yang baru lewat.

“serem lho, kalau mau naik pesawat itu.” katanya. “pesawat itu kan kalau jatuh pasti ke bawah, kan. kalau naik bis atau kapal, paling nyasar atau ketabrak, tapi kan nggak bakal jatuh.”

si anak ini malah mikir yang gampang saja: iyalah, masak jatuh ke atas?

“ibu terlalu kuatir,” si anak ini menjawab asal kayak biasa. “kalau orang mati kan mati aja, nggak peduli di mana.”

“lagipula, ibu kan tahu, katanya Kapten Koda…” oh, iya. Kapten Koda ini tokoh di serial drama Good Luck!! yang menceritakan soal kehidupan pilot dan awak pesawat.

“…atau siapalah itu, aku lupa. katanya begini: ‘pesawat itu bisa terbang bukan karena ada keajaiban. semua orang berusaha keras. pilot, kopilot, pramugari, mekanik, dan kru di darat berusaha demi keamanan pesawat. oleh karena itulah, pesawat dapat terbang dengan selamat.’. gitu deh.”

dasar si anak ini sedang ingat serial yang pernah ditonton ibunya di TV, maka dia ngomong hal seperti itu.

dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya hal-hal itu bukanlah hal yang penting-penting amat. sama sekali tidak penting, tapi toh cukup menyenangkan. tapi setidaknya, dengan segala kesibukan dan apalah-itu, cukup menyenangkan kalau masih bisa menyeruput kopi di sore hari.

“nanti, kalau ibumu sudah nggak ada, kamu bakal kangen lho. dulu ibuku begini, dulu ibuku begitu…” sang ibu ini ngomong lagi dalam kesempatan lain.

“hmm,” si anak ini menggumam nggak jelas. “yaah, kalau begitu jangan mati dulu. gampang, kan?”

si ibu mengatakan ‘dasar jelek’ (sambil bercanda?) ke anak yang kayaknya memang jelek itu, lalu nyengir.

“tapi kalau memang nanti harus begitu, ya sudah. sekarang sih nikmatin saja adanya apa,” kata si anak masih dengan gaya sok-cuek-menyebalkan.

“kayaknya, istrimu nanti harus sabar banget sama kamu lho.”

si anak nyengir.

sama sekali tidak penting. tapi di antara banyak hal yang harus dijalani, dipikirkan, dan dihadapi dalam perjalanan ini, kalau di antara segala hal tersebut aku bisa berhenti sejenak untuk duduk dan minum kopi di akhir minggu, hal tersebut seharusnya tidak terlalu masalah.

10 Comments