tulisan yang meyakinkan

apa yang membedakan antara tulisan di majalah berita dengan tulisan di majalah wanita, atau majalah cewek ABG? dan apa yang membedakan antara tulisan seorang mahasiswa dengan tulisan seorang pakar di sebuah harian terkemuka?

anda mungkin sudah tahu jawabannya, walaupun mungkin hal tersebut terasa ‘agak susah dijelaskan secara konkret’. pokoknya anda tahu, itu beda!

jadi begini. sebenarnya, kalau anda memperhatikan, ada hal-hal yang membuat sebuah tulisan terlihat ‘meyakinkan’, dan membuat anda bersedia membacanya sampai habis. lupakan saja teori-teori yang mungkin dipelajari di masa sekolah dulu — mereka mungkin benar (dan silakan dibaca, berguna lho), tapi kita tidak berpijak ke sana dalam kasus ini.

1. paragraf pertama

apa yang pertama kali dibaca orang dalam sebuah kolom opini di media massa? jawabannya jelas. paragraf pertama. dengan sekali baca, seorang pembaca yang sudah expert dapat menentukan bahwa tulisan tersebut akan dibacanya atau tidak, dari paragraf pertamanya saja.

misalnya begini. tulisan berikut adalah sebuah contoh, dan bukan merupakan berita yang valid.

Thierry Henry dan kawan-kawan akhirnya menyelesaikan pertandingan lanjutan Premiership. Manchester United dijamu di Emirates Stadium, dengan menurunkan formasi 4-4-2. di babak pertama, permainan berlangsung seru, sementara Gary Neville akhirnya kembali bermain untuk MU. sementara itu, pelatih Arsene Wenger tampaknya tidak terlalu dipusingkan oleh cederanya Cesc Fabregas.

kalau seperti ini, orang biasanya malas membaca lanjutannya. apa yang menjadi poin utama dari tulisan tersebut? tidak jelas dari paragraf pertama. kita hanya tahu bahwa akhirnya Arsenal selesai bertanding melawan Manchester United. di mana? Emirates Stadium, dengan informasi yang agak telat keluarnya. yang lebih penting: siapa yang menang? malah tidak dijelaskan.

sekarang coba yang ini. perhatikan juga bahwa tulisan berikut bukan berita yang valid.

dalam lanjutan Premiership hari Minggu (7/1) kemarin, Arsenal berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor 2-1 di hadapan publik Emirates Stadium. Thierry Henry menyumbangkan satu gol di menit ke-19, disusul gol untuk MU oleh Wayne Rooney di menit ke-43 sebelum akhirnya Robin Van Persie mencetak gol kemenangan di menit ke-54.

paragraf pertama dalam sebuah tulisan memiliki fungsi yang mirip abstraksi dalam sebuah karya ilmiah. apa yang hendak disampaikan oleh tulisan tersebut? dan hal ini memegang peranan penting. paragraf pertama akan membuat pembaca membaca lanjutan tulisan tersebut — atau tidak membacanya. dan tentu saja, pembaca yang sudah expert mungkin akan sedikit-sebal ketika bertemu jenis pertama: apa sih maunya berita ini?

tentu saja, detail itu perlu. tapi pembaca harus tahu terlebih dahulu: apa sih intinya? dan jangan mengharapkan pembaca untuk membaca lebih dalam dengan susunan seperti itu: yang ada, mereka memutuskan untuk tidak membacanya, kecuali tulisan tersebut memiliki nilai berita yang sangat tinggi.

2. fakta atas opini

ini biasanya berlaku untuk penulis kolom opini di media massa. dan hal ini yang biasanya membedakan antara tulisan seorang mahasiswa dengan tulisan seorang pakar. maksudnya? cukup jelas. opini tanpa didukung fakta tidak akan berarti apa-apa. alias, sama saja dengan orang ngomong di pasar!

kita ambil contoh, misalnya mengenai bencana banjir yang melanda Jakarta.

bencana banjir yang melanda Jakarta sudah sedemikian parahnya. hal ini tidak dapat lagi dipandang sebagai sebuah siklus lima tahunan seperti yang dikatakan oleh Gubernur Sutiyoso. harus ada tindakan yang lebih konkret lagi untuk mencegah bencana ini terulang lagi. masyarakat harus disadarkan agar tidak membuang sampah di sungai…

hmm. dari sepotong tulisan tersebut kita bisa mengetahui bahwa banjir di Jakarta sudah cukup parah, dan harus dilakukan tindakan tertentu. tapi, kok isinya opini semua?

meskipun demikian, dalam banjir yang melumpuhkan Jakarta baru-baru ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. sebagai contoh, proyek Banjir Kanal Timur yang seharusnya disertakan dalam masterplan pembangunan kota belum diterapkan secara maksimal. demikian juga peranan Bogor dan Depok sebagai kota satelit yang memiliki keterbatasan dalam menahan aliran ke Jakarta…

apa bedanya? secara mudah dapat terlihat. potongan tulisan pertama kebanyakan berisi opini (…tidak dapat lagi…, harus ada…), sedangkan potongan tulisan kedua berisi lebih banyak fakta. terlepas dari validitas opini dalam tulisan, tulisan kedua lebih meyakinkan.

3. saat bingung, tambahkan data

apa yang membedakan tulisan yang ‘meyakinkan’ dan ‘tidak meyakinkan’? jelas, anda perlu data. misalnya anda membicarakan mengenai hardware komputer, anda harus membuktikan bahwa anda mengerti apa yang sedang anda bicarakan dalam tulisan anda.

misalnya begini.

harga sparepart komputer saat ini bisa dikatakan sudah semakin murah. anda bisa membeli mainboard dengan harga jauh lebih murah dibandingkan setengah tahun sebelumnya. demikian juga harga graphic card untuk kebutuhan anda bermain game saat ini sudah jauh lebih terjangkau.

tulisannya tidak bohong. sparepart komputer semakin murah, dan hal tersebut memang benar. tapi tidak informatif, dan tidak meyakinkan.

harga sparepart untuk komputer saat ini bisa dikatakan sudah semakin murah. sebagai contoh, sebuah mainboard produksi ASUS dengan chipset i975PE kini dibandrol dengan harga sekitar Rp. XXXX, sekitar 80% dari harga pada pertama kali rilisnya November tahun lalu.

kedua tulisan tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama: harga sparepart komputer semakin murah. tapi mana yang lebih meyakinkan?

jelas contoh kedua, karena disertai contoh yang valid. masih kurang? tambahkan saja data yang valid dari hardware yang lain. graphic card ATI X1300, misalnya. jelaskan juga lokasi di mana harga tersebut berlaku.

4. saat bingung, kurangi data

anda bisa saja menggunakan ‘data-data yang sepertinya valid’ dalam tulisan anda (di mana saja: bahkan di blog), dan tulisan anda mungkin terlihat meyakinkan. tapi ingat bahwa anda tidak sedang menulis karya ilmiah.

misalkan anda menulis di blog anda mengenai hipotesis bahwa penggemar lagu-lagu Bryan Adams tampaknya memiliki kecenderungan untuk juga mendengarkan lagu dari Michael Learns To Rock.

berdasarkan survei yang dilakukan pada Februari-Maret 2006, survei dilakukan dengan hipotesis H0 di mana penggemar lagu Bryan Adams cenderung sama atau lebih menyukai lagu dari kelompok Michael Learns To Rock.

(lalu anda menggambarkan diagram sebaran normal)

dari sini, dengan perhitungan nilai mutlak dan standar deviasi (bla-bla-bla), dengan metode one-tailed (bla-bla-bla)

tambah gambar lagi untuk distribusi ‘nilai kesukaan’ untuk masing-masing Bryan Adams dan MLTR)

…(dan seterusnya)

bagus, sih. dan dampak bagusnya, kemungkinan besar orang yang membaca akan kehilangan niat untuk mendebat anda (karena mungkin nilai kuliah Statistika-nya tidak sebagus anda!). tapi lupakan itu, sebab hal tersebut lebih tepat untuk konsumsi karya ilmiah.

akan jauh lebih mudah membuat pembaca anda (yang mungkin tidak semuanya mengerti Statistika) bila anda menggunakan data-data ‘biasa’: jumlah responden, metode (misalnya dengan penggunaan ‘faktor nilai kesukaan untuk Bryan Adams atau MLTR’), dan persentase. dan akhirnya, hasil bahwa H0 tidak dapat ditolak, misalnya.

metode ilmiahnya ke mana? itu perlu… tapi tidak harus dibeberkan semua, kan? jangan lupa pakai bahasa yang dipahami manusia secara umum, yah.

5. jadi…

sebenarnya, masih bisa panjang sekali kalau mau ditulis di sini. bisa dikatakan, banyak sekali hal yang membuat sebuah tulisan bisa terlihat ‘lebih meyakinkan’ dibandingkan tulisan yang lain, bahkan sekalipun ide yang disampaikan sama.

dan perlu diperhatikan juga, bahwa apa-apa yang ditulis di sini tidak bersifat mutlak, dan ditujukan untuk tulisan yang memiliki nilai informasi: entah berupa opini, berita, atau sejenisnya. untuk bentuk tulisan yang lain (misalnya cerpen, atau bahkan katarsis anda di blog =) ) bentuknya sih bisa terserah-anda.

…yah, sebenarnya yang penting kan bagaimana caranya anda bisa membuat tulisan anda dibaca sampai habis. sederhana saja, kok.

4 Comments