chrno crusade

sebenarnya, ini serial manga yang sudah agak lama. penerbitan di negara asalnya sendiri berakhir pada 2004, dan serial ini juga sudah di-license dan diterbitkan di tanah air, juga sejak 2004.

…terus, kenapa baru sekarang gw menulis mengenai serial ini?

hal ini sebenarnya terjadi karena proses penerbitan versi licensed-nya di sini ternyata hanya sampai volume #7 dari 8 volume. sementara itu, baru pada akhir Februari ini gw mendapatkan scanslations dari project yang mengerjakan serial ini untuk volume #8, setelah sebelumnya scanslations project untuk serial ini sempat vakum untuk waktu yang lama.

jadi, setelah membaca sampai habis (dan setelah menunggu dua tahun lewat =P), akhirnya gw bisa menuliskan mengenai serial ini di sini.

berlatar pada kehidupan di Amerika Serikat pada awal abad 20, serial ini mengangkat tema mengenai perburuan monster dengan sedikit kemasan religius. pada saat ini, diceritakan bahwa manusia kerap mengalami serbuan dari para demon, yaitu sosok monster yang kerap menyerang manusia.

untuk menghadapi serangan para demon, Gereja membentuk satuan khusus di Magdalan Order yang bertugas untuk membasmi para demon yang muncul. Magdalan Order ini beranggotakan para pendeta dan biarawati, dengan di antara pasukan Magdalan Order adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang bernama Rosette Christopher dan partnernya yang bernama Chrno, seorang demon yang memutuskan untuk memihak manusia dengan bergabung dengan Magdalan Order.

di antara perburuan demon yang dilakukan oleh Magdalan Order, Rosette yang bertugas sebagai seorang exorcist tiba-tiba dihadapkan dengan kemungkinan akan keberadaan Joshua, adik laki-lakinya yang telah bertahun-tahun menghilang dari panti asuhan tempat tinggal mereka. belum lagi Chrno yang tampaknya menyimpan suatu rahasia di balik masa lalunya sebagai seorang demon…

dikerjakan oleh Daisuke Moriyama sejak 1998, serial ini memiliki latar yang tidak umum digunakan dalam pengembangan sebuah manga: tahun 1920 di Amerika Serikat, ketika Perang Dunia I baru saja berakhir. hal ini merupakan taruhan yang cukup berani, mengingat bahwa tidak banyak serial manga lain yang menggunakan latar di luar Jepang.

meskipun demikian, serial ini tampak tidak terlalu memiliki masalah dalam menanggulangi hal tersebut. penggambaran di atas kertas untuk suasana Amerika Serikat di awal abad 20 tampak cukup pas, dan tidak banyak ditemukan hal-hal yang ‘aneh’ dan ‘mendahului zaman’. well… ada sih, tapi bisa dikatakan cukup minor dan tidak mengurangi kenikmatan membaca untuk pembaca yang seringkali ‘kritis’ terhadap hal-hal yang sepertinya ‘tidak masuk akal’.

ide ceritanya sendiri relatif sederhana: pertempuran antara manusia dan demon. tapi jangan membayangkan bahwa tokoh utama kita akan sering menggunakan kekuatan supranatural yang berkesan mistis — jauh dari itu. ada beberapa elemen seperti tersebut, namun tidak terlalu banyak. kenyataannya, serial dengan genre action ini lebih banyak menawarkan pertempuran fisik, adu pedang, bahkan baku tembak dan ledakan yang eksplosif sepanjang pertempuran.

jangan pula membayangkan bahwa tokoh utama kita kali ini adalah seorang cewek Jepang imut-imut dan perlu-dilindungi… karena tokoh utama yang bernama Rosette Christopher ini adalah seorang gadis Amerika, berambut pirang, dan selalu membawa handgun berikut pelurunya ke mana-mana… lengkap dengan sifat yang sedikit meledak-ledak dan kenyataan bahwa ia adalah seorang biarawati di Magdalan Order.

desain tokoh utama yang lain adalah Chrno, seorang demon yang di-seal dalam wujud seorang anak laki-laki berusia belasan tahun atas kemauannya sendiri. sifatnya cenderung kalem dan lebih perhitungan dibandingkan Rosette dalam melaksanakan misi perburuan para demon… meskipun demikian, masa lalunya sebagai seorang demon dan hubungannya dengan Rosette ternyata menyimpan rahasia yang diungkap sedikit demi sedikit seiring perjalanan serial ini.

secara umum, desain karakter dilakukan dengan sangat baik. character development digambarkan dengan rapi, lengkap dengan masa lalu dari hampir setiap karakter yang memiliki peran signifikan dalam cerita. meskipun demikian, karakter yang paling banyak digali dalam serial ini adalah Rosette yang ternyata tidak selalu ganas-dan-semau-gue, baru kemudian Chrno sebagai partner satu timnya. karakter lain dieksplorasi secara relatif berimbang, misalnya Azmaria Hendric atau Stella Harvenheit yang juga memegang peran yang signifikan dalam perjalanan cerita.

dari segi cerita, serial ini tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru — namun meskipun demikian, serial dengan genre action ini tetap tampil menghibur. diawali dengan perburuan demon, kemudian intrik-intrik yang terjadi dalam perjalanan cerita memang menawarkan plot-twisting yang cukup baik, namun tidak menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan serial lain dengan genre sejenis. meskipun demikian, hal yang di-cover dengan sangat baik adalah bahwa serial ini tidak sampai jatuh ke dalam action yang bersifat ‘terlalu pop’, dan tetap dengan storyline yang mengalir dengan mulus.

salah satu hal yang juga menarik perhatian adalah artwork yang digambarkan dengan rapi dalam serial ini. tidak terbatas kepada penggambaran karakter, detail-detail dan latar belakang dalam panel komik digambarkan dengan rapi, dan dalam beberapa bagian sukses menghasilkan scene yang memorable. teknik pewarnaan yang dilakukan untuk bagian-bagian yang berwarna juga dilakukan dengan baik, dan hal yang jarang diperhatikan oleh serial lain pada umumnya ini sukses menghasilkan artwork yang memang enak dilihat.

secara umum, serial ini tampil menghibur. artwork yang dikerjakan dengan sangat baik menjadi nilai tambah bagi serial ini, didukung dengan storyline yang mengalir dengan mulus dan tetap terjaga sampai akhir cerita.

selain itu, penggarapan action yang dilakukan dengan sangat baik turut berperan dalam menghasilkan kombinasi yang pas antara action yang menghibur dan storyline yang berbobot, menghasilkan sebuah serial yang layak diikuti oleh anda yang mengharapkan sebuah serial manga yang memorable.

4 Comments

  1. March 2, 2007 at 3:57 pm - link to this comment

    kok nggak ada snapshot-nya ya? =0

    Kasih dong dikit2 ‘perwakilan’ dari komik ini… 🙂

    ~jadi inget pas review MintNaBokura 😛 ~

  2. March 6, 2007 at 10:09 am - link to this comment

    …gimana, yah?

    soalnya kalau memasukkan satu atau dua halaman komik, takutnya malah jadi spoiler… soalnya satu halaman saja bisa menceritakan cukup banyak, lho.

    paling bisa dimasukkan itu sampul dari tankoubon-nya, atau artwork dari serial tersebut. nggak banyak pilihan, sih.

  3. December 23, 2009 at 10:25 am - link to this comment

    seru banget ceritanya aku hanya punay edisi 6 and 1
    endingnya sedih banget dia mati(dua2nya) T^T

  4. pseudolokian
    March 27, 2010 at 3:18 pm - link to this comment

    ngak lah, Chrono ngak mati kok.

    1. Demon yg mati harusnya jadi debu (vanished).
    2. Ngak ada peti atau jenazah Chrno di pemakaman Rossete.
    3. Nyawa Rossete ngak mungkin disia-siakan oleh Chrno. Buat apa “memakan” nyawa itu kalo dia juga akhirnya mati?
    4. Yg nulis pesan di nisan Rosette kan Chrno.

    “A dedicated believer who dashed through the brilliant light of life. Chrno – Dearest friend and dedicated protector”

    atau mungkin endingnya itu “ALTERNATE” artinya fans disuruh menafsirkan sendiri…kalo dilihat-lihat sih 2 kemungkinan itu bisa benar (apakah Chrno itu mati atau nggak)