buang saja feodalisme itu!

rekan-rekan yang terhormat,

saya bertanya-tanya, kenapa beberapa dari kalian merasa bahwa status kalian sebagai mahasiswa terasa ‘tidak lengkap’ karena kalian tidak memiliki pengalaman mengikuti malam keakraban. mungkin beberapa dari kalian merasa bahwa beberapa pihak memandang kalian sebagai ‘cupu’ atau ‘manja’, hanya karena kalian tidak memiliki pengalaman yang disebut mereka yang mengalaminya sebagai ‘pengukuhan kalian sebagai bagian dari kami’.

saran saya, jangan pedulikan mereka! kalian bisa menghargai diri kalian sendiri — dengan atau tanpa mengikuti acara yang penting-tidak-penting itu. apa, penting-tidak-penting? benar sekali, karena saya pernah satu kali mengalami, satu kali menjadi pelaksana, dan satu kali lagi memutuskan untuk tidak menjadi panitia. kenapa begitu, mungkin kalian akan bisa memahaminya dari tulisan ini.

jadi, kenapa kalian membutuhkan ‘pengakuan’ dari mereka yang masih berpikir dan bersikap feodal seperti itu? buang saja sampah itu! kalian adalah diri kalian sendiri. nilai kalian adalah dari apa yang kalian lakukan, yang kalian kontribusikan! bukan sekadar kenyataan bahwa kalian mengikuti suatu peristiwa penting-tidak-penting yang bisa sangat dekat dengan pembodohan massal itu.

tentu saja, adalah hak kalian untuk mengikuti ospek atau PMB atau apalah namanya itu, dan percayalah bahwa ada beberapa keuntungan yang bisa kalian dapatkan dengan mengikuti acara tersebut. ada beberapa hal menarik yang bisa kalian pelajari dari sana, demikian juga kalian mungkin akan merasakan perkembangan tertentu dari segi mentalitas dan cara berpikir — walaupun ini sifatnya relatif tergantung individu. tapi ingat, bahwa tidak ada seorangpun yang berhak memaksa kalian mengikuti acara tersebut, sama halnya dengan tidak ada seorangpun yang berhak untuk melarang kalian.

kalian adalah diri kalian sendiri, terlepas dari benda abstrak bernama ‘angkatan’ itu. buang saja label ‘angkatan’ itu, kalian tidak membutuhkannya! tidak ada syarat angkatan untuk menjadi panitia suatu acara, demikian juga tidak ada syarat angkatan untuk mencalonkan diri sebagai ketua badan eksekutif mahasiswa. kalau kalian mampu, kalian akan memperoleh kesempatan untuk melakukannya. dan tidak ada seorangpun yang berhak melarang atau memaksa kalian, hanya karena kalian adalah bagian atau bukan bagian dari suatu angkatan.

jadi kenapa kalian membutuhkan ‘angkatan’? sederhana saja, karena mereka adalah orang-orang pertama yang akan kalian kenal dengan baik di kampus ini. dan kalian akan sangat sering berhubungan dengan orang-orang ini, terutama di tahun-tahun pertama kuliah. tapi setelah itu, kalian tidak lagi tergantung kepada angkatan. rekan sekelas dalam kuliah yang kalian ikuti mungkin angkatan atas atau bawah kalian — tidak ada hubungannya. rekan kerja kalian di berbagai organisasi dan kepanitiaan mungkin terdiri atas berbagai angkatan — juga tidak ada hubungannya dengan kinerja masing-masing.

kembali ke masalah. kenapa beberapa dari kalian sepertinya berpikir bahwa angkatan kalian mungkin ‘cupu’ atau ‘manja’, atau tampaknya beberapa pihak memandang seperti itu terhadap kalian? sesungguhnya, kalian tidak membutuhkan feodalisme seperti itu! kalian yang sudah berpendidikan tinggi dan dibayar dengan pajak rakyat, masih memikirkan feodalisme? memalukan, kalau begitu. kalian adalah orang-orang cerdas, yang dibayar dengan uang rakyat! tidak seharusnya kalian menjadi penerus feodalisme, apalagi di kampus intelektual ini.

tentu saja, ada kebanggaan tertentu dengan menjadi suatu ‘angkatan’. kalian akan punya identitas kolektif, yang bisa membuat kalian dengan mudah menstigma pihak lain. kalian bisa mengatakan bahwa mereka yang ‘berbeda’ sebagai ‘cupu’ atau ‘manja’, seraya menganggap diri kalian sebagai ‘hebat’ dan ‘tangguh’. kalian bahkan bisa melawan sistem yang ada serta memusuhi yang lain, demi ‘idealisme’ kalian. kalian bisa bersikap sebagai satu ‘angkatan’ yang solid, yang kompak!

…walaupun kalau sendirian, kalian mungkin tidak akan berani berdiri dan menyatakan pendapat kalian. tapi atas nama ‘angkatan’, kalian mungkin akan lebih bisa dan berani. kenapa? memang lebih enak kalau bersama-sama, kok. demi nama angkatan, kalian mungkin akan lebih percaya diri. lagipula, memangnya kalian bisa apa kalau sendirian?

saya berharap bahwa apa yang saya tulis dalam dua paragraf terakhir di atas tidak terjadi pada kalian. saya memiliki sedikit harapan terhadap kalian yang mungkin akan melakukan perubahan… tapi semua tergantung kalian yang melakukannya, sih. itu juga kalau kalian memutuskan untuk melakukannya.

kalian tidak perlu sampai jatuh ke dalam feodalisme di kampus intelektual ini. tapi kalau kalian memang menginginkan hal tersebut, itu sih bukan urusan saya… toh saya juga tidak berencana untuk tinggal lama-lama di kampus tercinta ini.

semoga kebaikan selalu menyertai kalian.

5 Comments