Monthly Archives: June 2007

pilkada

saya membayangkan, pada suatu saat di Jakarta. politik menjadi basi, dan pilkada kekurangan peminat. calon-calon pemimpin yang tetap bernyanyi idealisme, dan masyarakat yang semakin tidak peduli. partai-partai politik menjadi mesin dagang dukungan, dan koalisi terasa hambar di antara masyarakat acuh tak acuh. dan apa-apa yang ada di antara para ‘elite’ adalah apa-apa yang tak tersentuh […]

surat untuk kakak

kakakku yang baik, aku memperkirakan bahwa kamu sedang berada di tempat yang jauh ketika membaca surat ini. mungkin sedang bersama teman-teman dan orang-orang yang mendukungmu, atau mungkin dalam saat-saat senggang di antara hari-hari yang sibuk. apapun itu, aku senang bahwa kamu telah sekali lagi melangkah, pergi ke dunia yang jauh dan berbeda; dunia yang terasa […]

saya dan kopi

saya suka kopi. dari kopi pekat dengan ampas yang (katanya) minuman kakek-kakek, capuccino atau mocca yang gampang dan cepat, sampai kopi kaleng yang segar dan diminum dingin-dingin. pokoknya, kopi. kopi kaleng di sore hari? tidak menolak… apalagi kalau ada seorang gadis seperti Tohsaka Rin di sebelah saya tentu saja, mengecualikan kopi di kafe-kafe yang mahal […]

wordpress 2.2 (codename: getz)

akhirnya, setelah satu tahun lewat menggunakan WordPress 2.0.2 (codename: Duke), engine website ini di-upgrade menjadi WordPress 2.2 (codename: Getz). sebenarnya, sudah agak lama juga ide untuk upgrade engine ini timbul, namun karena kesibukan dan sebagainya (lagaknyaa! 😛 ) akhirnya upgrade engine dilakukan pada Rabu (13/3) lalu. yah sudahlah, dan sekarang engine website ini menggunakan WordPress […]

image upload — alternative me

akhirnya, saya bisa menggambar lagi. setelah berminggu-minggu sibuk dengan tugas dan ujian dan apalah-itu yang lain, akhirnya image ini selesai pada akhir pekan ini. setidaknya, sekarang ini sudah agak lebih santai… sebelum kesibukan yang mungkin akan semakin meningkat dengan adanya kerja praktek. ah, kapan liburnya saya kalau begitu? ide dasarnya kali ini adalah potret diri […]

revolusi

pada suatu titik, saya bertanya-tanya adakah revolusi adalah barang dagangan belaka. dibeli oleh rakyat yang mungkin sedikit bingung dan kurang-terpelajar, menjadi landasan bagi penguasa politik dan modal-modal. dan pada satu titik pula, idealisme pun mungkin mulai kehilangan makna; suara satu orang mungkin menjadi bakal revolusi, sementara suara jutaan rakyat adalah komoditi. mungkin, seperti dilagukan dalam […]

death note: the last name

sebenarnya sudah agak basi juga kalau baru membahas film ini sekarang. mau apa lagi, filmnya sendiri dirilis di negara asalnya pada 2006, tidak lama setelah prekuelnya, yaitu Death Note: The Movie (review-nya sempat ditulis di sini beberapa waktu yang lalu) yang sempat nongkrong di puncak box-office jepang dengan sambutan yang sangat baik dari publik negara […]