wordpress 2.2 (codename: getz)

akhirnya, setelah satu tahun lewat menggunakan WordPress 2.0.2 (codename: Duke), engine website ini di-upgrade menjadi WordPress 2.2 (codename: Getz).

sebenarnya, sudah agak lama juga ide untuk upgrade engine ini timbul, namun karena kesibukan dan sebagainya (lagaknyaa! 😛 ) akhirnya upgrade engine dilakukan pada Rabu (13/3) lalu. yah sudahlah, dan sekarang engine website ini menggunakan WordPress 2.2 yang (katanya sih) lebih stabil dengan beberapa feature baru.

OK, lalu apa bedanya engine baru ini dibandingkan sebelumnya?

1. outside view: nothing, though

kalau dari sisi pembaca, sebenarnya relatif tidak banyak, sih. atau malah bisa dikatakan, tidak ada. feature-feature yang terlihat dari sisi pembaca tidak banyak berubah: masih ada ‘search’ di sidebar, page management yang tidak berubah, dan sebagainya.

bahkan sebenarnya, pembaca seharusnya tidak akan menyadari bahwa website ini baru saja berganti engine. apa boleh buat… kalau dilihat dari luar, memang tidak ada bedanya sih.

2. inside view: enhanced CSS, and…

di administration panel, yang terasa agak berubah adalah dashboard dengan stylesheet yang diperbaharui. CSS[1]-nya sedikit dimodifikasi, tapi secara umum tidak jauh berbeda. menu yang ada tidak jauh berubah, masih dengan nuansa biru-putih-biru muda.

fungsionalnya juga tidak jauh berubah… tapi ada perbedaan di manajemen kategori. kali ini, kategori untuk link digabungkan dengan kategori untuk post. hal ini sebenarnya agak membingungkan, mengingat pada versi sebelumnya WordPress cukup rapi dalam hal pengkategorian ini. anehnya lagi, pengkategorian yang ‘ajaib’ ini juga timbul ketika penulisan post.

…masa kategori untuk link disamakan dengan kategori untuk post? entahlah. mungkin para developer di WordPress.org punya pertimbangan sendiri untuk hal ini.

3. upgraded writing menu

salah satu upgrade yang cukup convenient adalah adanya feature autosaving yang tidak terdapat di engine WordPress 2.0.2 yang digunakan sebelumnya. sebenarnya sih feature ini sudah tersedia sejak WordPress 2.1 (codename: Ella), dan sangat membantu untuk pengguna yang sering membuat tulisan panjang… dan seringkali lupa menekan tombol ‘Save and Continue Editing’ seperti saya. :mrgreen:

wp_writepost.jpg

mode baru: mode ‘Visual’ dan ‘Code’ sebagai pengganti popup ‘Edit HTML Source’. pemilihan mode ini diletakkan di atas WYSIWYG editor.

hal yang juga berubah dari menu penulisan post (atau page… mekanisme pembuatannya sama saja, sebenarnya) adalah dua mode tampilan ‘Visual’ dan ‘Code’. mode tampilan ‘Code’ ini menggantikan popup ‘HTML code’ pada WordPress sebelumnya, dan cukup nyaman digunakan. anda yang lebih terbiasa menulis post dengan HTML code mungkin akan menemukan bahwa menulis dalam mode ‘Code’ lebih nyaman daripada menggunakan mode ‘Visual’… yah, tapi itu soal selera, sih.

hasilnya? tim developer WordPress.org bisa dikatakan cukup sukses dalam memberikan convenience dalam penulisan post maupun page dengan mekanisme yang baru.

4. widget integration

ini feature paling ditunggu-tunggu dalam rilis WordPress 2.2. feature ini memberikan kemudahan dalam kustomisasi sidebar, tanpa kebutuhan untuk menyentuh HTML code oleh pengguna. pengguna cukup melakukan drag-and-drop untuk memodifikasi sidebar-nya, dengan item-item yang telah disediakan.

wp_widget.jpg

widget integration: kini jauh lebih praktis dengan drag-and-drop. disediakan juga menu custom text widget.

sebagai contoh, untuk meletakkan search di atas calendar, yang perlu dilakukan hanyalah men-drag item yang diperlukan ke tempat yang sesuai. hal ini sangat memudahkan bagi pengguna yang tidak terbiasa dengan HTML code, dan merupakan salah satu menu paling convenient dalam penataan tampak luar halaman.

dalam widget customization sendiri terdapat cukup banyak pilihan: arsip tulisan terbaru, komentar-komentar terbaru, sampai RSS feeder untuk ditampilkan di sidebar. selain itu, disediakan juga custom text widget untuk membuat item sidebar sesuai kebutuhan. untuk saya, hal ini sangat menguntungkan sebab sebelumnya saya harus menuliskan ‘Profiles’, ‘Quotes’, dan ‘License’ dengan hardcode[2] langsung di sidebar tersebut. 🙁

…euh, memang lebih enak kalau dicoba sendiri sih, tapi secara umum feature ini tampil sangat convenient, khususnya untuk pengguna yang tidak terbiasa utak-atik code HTML.

5. privacy?

agak kaget juga sewaktu melihat menu ‘privacy’ ini, mengingat fungsinya yang cukup ‘ajaib’. tidak terlalu rumit sih, tapi dampaknya bisa besar sekali. ada dua pilihan, yaitu untuk mem-blok search engine dari membaca website, atau memperbolehkan website untuk dibaca oleh search engine.

wp_privacy.jpg

privacy options: menu sederhana yang ‘tidak biasa’. cocok untuk pengguna yang tidak menginginkan kunjungan tak dikenal ke blog pribadi.

feature ini sebenarnya cukup bagus untuk pengguna yang memang tidak ingin mendapatkan ‘kunjungan tidak dikenal’, sekaligus mengurangi pemakaian bandwidth untuk server. meskipun demikian, default option untuk hal ini adalah ‘visible to search engine’.

sebenarnya tidak susah sih. yang dilakukan oleh feature ini kira-kira meliputi editing file robots.txt[3] untuk mencegah search engine bots di server tempat engine di-deploy. tapi agak heran juga sih, ternyata ada juga feature seperti ini. 🙂

6. so…

beberapa feature baru dari WordPress 2.2 sebenarnya cukup convenient, khususnya dari segi penulisan post. widget integration menjadi feature unggulan untuk rilis ini, dan sepertinya cukup berhasil mengingat baiknya tanggapan pengguna dari diskusi di WordPress.org.

tentu saja, tidak bisa dibandingkan dengan pengguna WordPress.com yang memang selalu menggunakan engine terbaru (pengguna WordPress.com, jangan ketawa. heh, dibilangin jangan ketawa! :mrgreen: ), tapi setidaknya kali ini WordPress memberikan rilis yang lebih dari cukup memudahkan bagi pengguna engine buatannya tersebut.

___

[1] Cascading Style Sheet. secara sederhana sih, pengaturan tampilan halaman web yang meliputi penggunaan bentuk, warna, dan ukuran berbagai elemennya.

[2] maksudnya, menuliskan code langsung di file. ini merupakan teknik modifikasi paling ‘kampungan’ (tapi sekaligus paling ampuh :mrgreen: ) yang bisa dilakukan seorang programmer.

[3] file ini diletakkan di server, biasa digunakan untuk pembatasan akses search engine. sederhananya, di file robots.txt didefinisikan halaman-halaman mana saja yang tidak boleh diakses search engine.

5 Comments

  1. June 15, 2007 at 9:10 am - link to this comment

    Hmm… hmm…
    Oooh.. ini ya yang yud1 (benar nih kan tulisannya) bilang upgrade jadi wordpress 2.2 souka… souka…
    Saya gak begitu paham sih tapi kayanya benar, kalau pembaca liat overview-nya gak beda dengan sebelumnya ^^;

  2. June 15, 2007 at 9:23 am - link to this comment

    *gokil mode on*

    YUDI, LO NGGAK JADI NGAMBIL ELLA?? :mrgreen:

    Catatan Penting:
    “Ella” adalah codename untuk engine WordPress 2.1.

  3. June 15, 2007 at 9:31 am - link to this comment

    ah, langsung terasa bedanya. habis ngomen langsung di-redirect pakai page#comment-xxxx

    Dulu pas pakai Duke gw nggak pernah di-redirect model gitu habis ngomen, lho. 🙂

  4. June 17, 2007 at 7:41 pm - link to this comment

    :: jejakpena

    …begitulah. nggak banyak bedanya, sih. tapi kalau di admin panel terasa sekali bedanya. jauh lebih nyaman, sih. 🙂

    :: sora-kun

    maaf, saya… sudah ada yang lain, jadi… saya nggak bisa…

    …karena sudah ada WordPress yang lebih baru :mrgreen:

  5. June 22, 2007 at 11:42 pm - link to this comment

    iya nih, masa Ella ditinggal gitu aja… *ikutan gokil* 😀

    hmmmm, kalo gitu “2.1” bisa jadi codename juga dong…

    *kabur*