utilisasi otak dan ide tulisan

saya percaya, bahwa sebenarnya otak saya ini bisa diutilisasi untuk lebih banyak memikirkan berbagai macam hal yang penting-tidak-penting: teologi, nasionalisme, filosofi, idealisme, pendidikan, psikologi, sosial, anime-manga culture, movie review, musik, sastra…

…kalau saya sedang tidak ada kerjaan.

ya, sebab selama lebih dari setahun ini menulis, tulisan saya yang (setidaknya saya anggap demikian, dan -bagusnya- beberapa pembaca lain berpendapat demikian pula) agak lebih bagus daripada yang lain terutama timbul dari pemikiran iseng ketika menganggur.

ha, jadi ketidakproduktifan saya memicu produktivitas saya menulis?

mungkin, tapi siapa yang peduli. paling cuma saya, sih. dan mungkin beberapa pembaca yang meminta update akan tulisan-tulisan terbaru saya[1]… itupun kalau saya tidak ke-GR-an. lagipula, memangnya siapa sih saya ini?

nah. kembali ke masalah. ada satu hal yang saya sadari belakangan ini, sejak berada dalam keadaan di mana saya tidak bisa menjamin keberlangsungan update tulisan saya[2]. (sok penting sekali kesannya… memangnya siapa sih saya?! :mrgreen: )

hal ini adalah kenyataan bahwa ide-ide yang biasanya saya tuangkan dalam bentuk tulisan di sini tidak mengalir selancar biasanya. bahwa sebelumnya saya sempat mengalami keadaan di mana ide-ide sampai mengantri untuk ditulis, dan tidak demikian beberapa waktu terakhir ini.

tampaknya, otak saya agak terlalu terutilisasi oleh hal lain. utak-atik code selama hampir setiap hari di setiap pekannya, dengan browsing di sela-sela waktu, dan nyaris tidak pernah jauh dari komputer.

dan saya merasakan dampaknya terhadap pikiran saya. ide tidak mengalir, dan saya mengalami kesulitan menuangkan kata-kata ke draf. dan yang lebih parah lagi, saya terlalu banyak berada di depan komputer. bah. terlalu banyak berada di depan komputer tidak terlalu baik untuk kesehatan dan pikiran, setidaknya begitulah menurut saya.

ah, padahal saya masih belum bisa melupakan kesenangan dalam berpikir untuk kemudian menuliskannya dalam bentuk tulisan; hal menyenangkan yang saya alami sejak dulu. tidak tahu juga sih, mungkin keadaannya saja yang tidak sesuai, atau mungkin ada alasan-alasan lain.

tapi entahlah, mungkin saya saja yang sedang tidak dalam keadaan untuk niat menulis, atau mood saya yang perlu diperbaiki. saya tidak bisa asal menuduh, kan?

…atau jangan-jangan, ini gejala kemandekan proses berpikir. wah, kacau kalau begitu. tapi setidaknya, (saya harap) ini seharusnya cuma sementara. seharusnya. eh… yah, seharusnya.

saya akan menulis lagi nanti.

___

[1] ada. beneran. nggak bohong. :mrgreen:

[2] selama beberapa waktu terakhir ini. tepatnya, sejak saya menuliskan salah satu entry di sini.

14 Comments