dasar cowok…

ini cerita beberapa waktu yang lalu, sih. penting-nggak-penting, dan lumrah terjadi dalam kehidupan dan pergaulan saya — setidaknya, yang saya amati.

ini berhubungan dengan fenomena di mana ‘cowok-cowok ternyata senang sekali membicarakan cewek’. apalagi, kalau cewek ini, menurut mereka, cantik. halah. terserah saja sih, yang jelas saya nggak ikutan.

saya sedang nongkrong bersama beberapa orang rekan — yang kebetulan, semuanya cowok. halah, jelaslah! topik ini biasanya muncul hanya kalau semua peserta ‘konferensi’ adalah cowok.

“menurut lo, di angkatan X[1], yang cakep siapa?” seseorang memulai pembicaraan.

tentu saja, maksudnya cewek. apa lagi yang bisa dibicarakan cowok soal ‘makhluk cakep’? yang jelas sih mereka tidak mungkin membicarakan cowok ganteng atau model dengan perut six-pack :mrgreen:

beberapa langsung memberi jawaban. kemudian obrolan lanjut terus… yah, terserahlah. bagian ini saya nggak ikutan deh.

saya menguap. bakal lama, nih.

ah, begini, begini. saya bukanlah seorang cowok yang senang membicarakan seorang cewek, apalagi hanya karena seorang cewek itu cantik. menurut saya, itu hal yang tidak-terlalu-penting untuk dipikirkan, apalagi dibicarakan.

bukannya salah, sih. itu kan hal yang wajar? mungkin lebih tepat bahwa itu ‘bukan termasuk hal-hal yang menjadi interest saya untuk menjadi bahan pembicaraan’. yah, begitulah kira-kira.

hmm. entah ya, jangan-jangan saya ini cowok yang agak ‘kurang normal’. entah kenapa, saya tidak terlalu tertarik untuk membicarakan makhluk berjenis ‘cewek’ yang berada di sekitar saya. mana saya tahu? menurut saya sih, kalau ada cewek cantik, ya biarkan saja. nggak diomongin juga, kalau memang cantik ya cantik saja. iya kan?

itu masih normal. kalau cowok-cowok ini lagi ‘kumat’ atau ‘keluar sakitnya’, topiknya bakal lebih aneh lagi. percaya deh, anda kaum hawa tidak ingin mendengar pembicaraan mereka. apalagi, kalau anda yang sedang dibicarakan. percayalah, anda tidak ingin tahu.

…entah, ya. saya sendiri tidak pernah ingin berlama-lama nongkrong dalam pembicaraan seperti itu[2]. bukan kenapa-kenapa, saya memang tidak tertarik, sih. mau diapain lagi? kalau sudah begitu sih paling saya cuma bisa mendengarkan saja.

menurut saya, cewek itu kalau cantik ya cantik saja. ada banyak hal yang membuat seorang cewek kelihatan cantik. maksud saya, hal yang meliputi sikap, kepribadian, kecerdasan, dan sebagainya. tapi tetap saja, topik ini bukan komoditi yang akan dengan mudah jadi bahan pembicaraan untuk saya.

mungkin, (mungkin lho 😛 ) sebagian hal tersebut adalah karena saya sendiri tidak punya ketertarikan terhadap hal tersebut. dalam konteks membina hubungan dengan seorang cewek, maksudnya.

jujur deh, sebenarnya saya ini tidak tertarik untuk berhubungan secara serius dengan seorang cewek, sampai saat ini. entah dalam konteks ‘pacaran’ (atau ‘taaruf’, atau sebutan yang lain 😛 ), tunangan (ini kan lazim juga yah), atau ‘pernikahan’, tapi yang jelas untuk saat ini saya tidak tertarik. entah nanti, yah. siapa yang tahu? :mrgreen:

…aneh? mungkin. bodo amat ah, suka-suka saya saja, kan?

kali ini, kesempatan lain lagi. saya sedang nongkrong dan menikmati suasana ketika beberapa ‘rekan seperngobrolan’ di sebelah saya memulai topik tersebut.

“eh, siapa tuh itu cewek? lumayan manis tuh…”

“tauk, nggak pernah lihat. anak mana ya? bukan anak sini, tuh.”

[bla-bla-bla]

saya hanya memandang sambil geleng-geleng.

“kenapa, yud? ” 😀

saya nyengir.

“duuh, dasar cowok.” saya ‘mengumpat’ dengan cengiran sepenuh-hati. :mrgreen:

*siiiinggg*

“…yud1, lo nggak homo, kan?”

…aaargh.

oh, well… setidaknya (untuk topik tersebut) saya masih menjadi pendengar yang baik saja, sampai saat ini. setidaknya, ada hal-hal yang saya pelajari; sesuatu tidak pernah sia-sia, bukan? :mrgreen:

___

[1] classified by author. nggak penting juga, sebenarnya :mrgreen:

[2] beneran. saya tidak suka membicarakan orang lain, apalagi cewek yang (katanya) cantik.

47 Comments