code geass: lelouch of the rebellion

pertama kali mendengar tentang serial ini dan melihat beberapa preview-nya, saya sempat agak skeptis. kolaborasi antara SUNRISE dengan CLAMP ini memang terdengar menjanjikan, tapi nanti dulu.

belakangan, well… skeptisisme saya ternyata tidak terbukti. yah, tapi ada beberapa catatan, sih.

mulai running pada Oktober 2006 dan berakhir pada Juli 2007, Code Geass: Hangyaku no Lelouch (aka: Code Geass: Lelouch of The Rebellion) adalah serial dengan genre action dan mecha sebagai elemen utamanya. ditambah dengan intrik-intrik politik dan strategi pada masa perang, serial ini berhasil dengan baik dalam menghasilkan sebuah tontonan yang menghibur.

bscap0000.jpg

2010 ATB. Kerajaan Britania Raya sebagai satu-satunya negara adidaya dunia menyatakan perang terhadap Jepang. penggunaan teknologi perang yang jauh lebih maju mengakibatkan kekalahan pada pihak Jepang, menjadikannya daerah taklukan di bawah Britania Raya: daerah Jepang kemudian dikenal sebagai Area 11, dengan penduduknya disebut sebagai Elevens.

pada saat yang sama, Lelouch vie Britannia adalah seorang pangeran dari kerajaan Britania Raya yang meninggalkan istana setelah peristiwa pembunuhan terhadap ibunya, Ratu Marianne. meninggalkan tanah Britania, ia tinggal di Jepang bersama adiknya, Nunnally dan sahabatnya, Kururugi Suzaku pada masa penaklukan Area 11.

kebenciannya terhadap kerajaan Britania Raya semakin memuncak ketika menyaksikan penaklukan Area 11; ia kemudian bersumpah kepada Suzaku bahwa ia akan menghancurkan kerajaan Britania Raya pada pertemuan terakhir mereka.

2017 ATB. Area 11 telah menjadi bagian dari Britania Raya, namun masih dengan gerakan-gerakan pemberontakan yang kerap terjadi. menggunakan nama Lelouch Lamperouge, Lelouch menyamarkan identitasnya sebagai pangeran dan menjalani kehidupan sebagai pelajar di Ashford Academy.

terperangkap secara tidak sengaja dalam pencurian senjata rahasia milik militer Britannia Raya, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya…

…ketika ia mendapatkan Geass: sebuah kekuatan yang dapat memaksakan kepatuhan absolut kepada siapapun yang dikehendakinya.

bscap0004.jpg

sebenarnya, storyline dalam serial ini dapat dikatakan cukup kompleks. intrik-intrik politik, strategi perang, dan konflik-konflik pribadi menjadi bagian tak terpisahkan dari serial ini. intrik-intrik politik menjadi salah satu bagian utama dari serial ini: dari pertentangan para jenderal Britania Raya sampai konflik antar faksi pemberontak di Area 11.

secara umum, konflik-konflik yang ada memang dieksplorasi dengan cukup baik… dan didukung dengan tema dan storyline yang pada dasarnya cukup kompleks, serial ini berhasil dengan cukup baik dalam hal tersebut.

sayangnya, dari segi pengembangan cerita, serial ini agak kedodoran di beberapa bagian — khususnya di paruh pertama serial. pengembangan beberapa side-story menampilkan keterkaitan yang sebenarnya tidak terlalu signifikan dengan jalan cerita utama dari serial ini, dan bisa dikatakan agak kurang perlu. agak disayangkan, tapi bagusnya hal ini tidak sampai jatuh menjadi fatal.

…tapi sesungguhnya, kekuatan utama serial ini adalah pada plot-twisting yang dilakukan. mengecualikan beberapa bagian di awal cerita dan side-story yang dari beberapa aspek terasa kurang signifikan, serial ini tampil luar biasa dari segi plot-twisting. intensitas cerita dipertahankan dengan baik terutama sejak bagian awal-tengah sampai akhir serial, lengkap dengan perkembangan cerita yang nyaris tidak terduga.

…bagaimana tidak terduganya, silakan nonton sendiri. subjektif mungkin, tapi tidak banyak film yang bisa membuat saya terbengong-bengong dengan alur cerita yang tidak terduga seperti ini.

overall, dari segi cerita serial ini tampil sangat baik. ada beberapa catatan, tapi secara umum bagian ini layak dipuji dari serial ini.

bscap0003.jpg

desain karakter untuk serial ini dilakukan oleh CLAMP, jadi anda yang familiar dengan karya-karya dari CLAMP seharusnya tidak terlalu asing dengan desain dari karakter-karakter yang muncul pada serial ini. hal ini bisa diperhatikan dari proporsi dan tarikan garis yang ‘berbau’ CLAMP, walaupun proses produksi tidak langsung ditangani oleh CLAMP.

nah. bicara soal desain karakter yang ‘berbau’ CLAMP, dalam serial ini juga bisa ditemukan karakter-karakter yang ‘berbau’ SUNRISE, khususnya salah satu franchise yang terkenal ini. iyaa, apa lagi kalau bukan Gundam!

anda yang memperhatikan, mungkin akan dengan cepat menemukan bahwa desain dari beberapa karakter mengikuti ‘patron’ dari beberapa karakter dari serial Gundam yang juga diproduksi oleh SUNRISE, khususnya Gundam SEED. tidak percaya? silakan nonton dan perhatikan sendiri. setelah itu, silakan memastikan Karen Stadtfeld itu mirip siapa, Euphemia La Britannia itu mirip siapa, dan Kururugi Suzaku itu mirip siapa. :mrgreen:

OK, bicara tentang desain karakter, serial ini tampil lumayan dengan beberapa catatan tadi. tapi sayangnya, serial ini justru kurang berhasil di bagian eksplorasi karakter. terlalu banyak karakter yang ada, terlalu banyak konflik yang dikembangkan, dan jadi banyak karakter yang tidak kebagian tempat.

Shirley Fenette, Millia Ashford, dan beberapa karakter lain yang seharusnya bisa lebih dieksplorasi jadi terasa agak dangkal. karakter Karen Stadtfeld terasa lebih menjadi sekadar tempelan dari tengah sampai akhir cerita, demikian juga karakter sekelas Toudou Kyoushirou seolah jadi tersia-sia.

oh well, mungkin ini dampak dari terlalu banyaknya karakter yang dimunculkan dalam serial ini, masing-masing dengan signifikansinya terhadap alur cerita. bisa dipahami bahwa dengan pengembangan karakter yang cukup baik untuk karakter-karakter utama, karakter yang lain jadi seolah terpinggirkan.

bscap0002.jpg

nah. sekarang soal musik. secara umum, OST yang dibawakan dalam serial ini terdiri atas beberapa nomor: 3 OP dan 3 ED. banyak? memang. tambahkan juga insert song yang ditampilkan dalam beberapa episode. tampaknya ini memang ‘kebiasaan’ dari SUNRISE sih, kalau memperhatikan karya-karya terakhir mereka.

di bagian OP, secara berturut-turut ada COLORS yang dibawakan oleh FLOW, Kaidoku Funou dari Jinn, dan Hitomi no Tsubasa dari Access. COLORS tampil dengan gaya pop yang relatif easy listening dan cukup memorable, sementara Kaidoku Funou dengan gaya yang lebih rockish, tapi toh cukup enak didengar. Hitomi no Tsubasa lebih ke arah alternatif, dan seharusnya bisa menjadi OST yang juga memorable, sayangnya hanya sempat mengisi dua episode terakhir.

di bagian ED, ada Yukyou Seishunka dari Ali Project, lalu Mosaic Kakera dari SunSet Swish, dan terakhir Innocent Days dari Hitomi. Yukyou Seishunka cukup memorable, tapi sepertinya bukan selera semua orang, sih. Mosaic Kakera lebih easy listening, tapi tidak terlalu memorable. Innocent Days, entah kenapa, terasa agak ‘terlalu biasa’… yah, tapi mungkin ini relatif, sih.

yah, salah kekuatan lain dari serial ini memang pada musiknya yang di atas rata-rata. OST yang ditampilkan lumayan enak didengar dan bisa dikatakan memorable. meskipun demikian, dari sisi scores serial ini tidak terlalu istimewa. tidak jelek sih, hanya saja scores yang ditampilkan memang belum sampai pada taraf ‘luar biasa’. lagi-lagi, ini subjektif, sih.

bscap0005.jpg

untuk anda penggemar anime dengan genre action dan mecha, lengkap dengan intrik-intrik yang ‘tidak sekedar lewat’, serial ini highly recommended. dengan jalan cerita dan plot-twisting yang relatif ‘berat’, serial ini tampil luar biasa. ada beberapa catatan sih, tapi hal tersebut tidak mengurangi nilai tambah dari serial ini.

hal lain yang perlu dipertimbangkan juga adalah bahwa serial ini bukan untuk anak-anak. jalan cerita yang relatif ‘berat’, ditambah dengan adegan-adegan kekerasan, strong language, dan gore cukup banyak ditampilkan dalam serial ini, sehubungan dengan target pemirsa dengan segmentasi umur remaja-dewasa.

yah, tapi kalau ada satu hal yang perlu ‘disayangkan’ dari serial ini, adalah bahwa serial ini bukan merupakan satu kesatuan cerita yang utuh… alias, sebenarnya cerita dalam serial ini belum selesai sampai episode terakhir dari season pertamanya.

…tentu saja, ini berarti akan ada season keduanya. dan sepertinya sih, season keduanya juga tidak boleh dilewatkan, kalau begini. :mrgreen:

30 Comments