ternyata, harddisk notebook saya…

pembaca, masih ingat tentang cerita mengenai notebook saya yang mendadak bermasalah beberapa waktu yang lalu? ini kelanjutan ceritanya.

untuk anda yang masih belum nyambung, cerita ini berawal sejak beberapa waktu yang lalu, di mana notebook saya (aka: M-E-T-E-O-R-[1] ) mendadak bermasalah. di antara pekerjaan yang semakin menumpuk dan deadline yang masih belum bosan mengejar, notebook saya crash, mengakibatkan hilangnya sebagian besar data yang akhirnya tidak dapat di-recover.

…bagusnya, tidak sampai ada masalah berarti gara-gara itu, sih. tapi untuk seterusnya sampai akhir semester, praktis saya meminimalkan penggunaan M-E-T-E-O-R- sampai waktu yang tidak ditentukan.

::

nah. itu cerita pengantarnya. silakan lihat link di bawah untuk detailnya kalau berminat. sekarang, saya akan menceritakan kelanjutannya.

insiden tersebut akhirnya baru bisa ditindaklanjuti setelah saya benar-benar punya waktu luang yang cukup layak. ya, ya, apa lagi kalau bukan liburan akhir semester!

…apa, service center? nanti dulu. itu pilihan terakhir, pembaca. :mrgreen:

1. observasi masalah…

observasi kali ini dilakukan terhadap M-E-T-E-O-R-, sebuah laptop alias notebook Acer TravelMate 4020NWLCi. memori SODIMM[2] DDR2 256 MB, prosesor Pentium M 715 1.5 GHz, harddisk 60 GB. tidak pernah jatuh, terinjak, apalagi sampai terbanting dari atas tempat tidur. sumpah, saya nggak bohong. :mrgreen:

gejalanya agak susah dideteksi, mengingat kemunculannya yang tidak menentu. kadang OS berjalan lancar untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya terjadi blue screen. di lain kesempatan, komputer tidak bisa melakukan boot… tapi kemunculan gejala ini tidak memiliki pola yang jelas sehubungan dengan penggunaan aplikasi tertentu pada OS.

2. memori atau harddisk?

berhadapan dengan gejala berupa blue screen, kecurigaan langsung terarah ke dua komponen calon tersangka: memori, atau harddisk. berdasarkan pengalaman, masalah pada komponen lain (misalnya modem atau sejenisnya) paling parah hanya menyebabkan komputer hang dan tidak bereaksi terhadap input mouse atau keyboard. mungkin juga saya saja yang kurang pengalaman sih, tapi asumsi sementara adalah bahwa kemungkinan masalahnya berada di antara dua komponen tersebut.

[harddisk notebook]

ini harddisk notebook saya. covernya dua sisi, jadi isinya tidak bisa dilihat. ada juga yang covernya satu sisi, sih.

kecurigaan terhadap memori berkurang setelah ditemukan bahwa setiap kali proses boot, tidak ditemukan gejala berupa BIOS beep[3] untuk masalah memori. hal ini menyisakan kecurigaan terhadap harddisk yang kini menjadi tersangka utama.

kecurigaan semakin diperkuat oleh timbulnya gejala lain yang terlihat belakangan: pesan Delayed Write Failed[4] yang ditampilkan oleh OS. selanjutnya, pengecekan BIOS ketika boot gagal memastikan sumber masalah: harddisk tidak dikenali untuk setiap proses boot yang gagal.

sekarang, diketahui bahwa masalahnya ada pada komunikasi harddisk dengan komponen lain. tapi, di mana? fisik harddisk? sambungan ke board? atau yang lain?

3. pertolongan pertama

asumsi sementara, masalah terletak pada harddisk atau sambungannya dari atau ke board. ada tiga kemungkinan: masalah pada board (terutama pada port interface ke harddisk), masalah pada harddisk (fisik harddisk memang sudah menurun fungsinya), atau masalah pada sambungannya (kabel kurang kencang? mungkin saja). mengingat bahwa hanya kemungkinan terakhir yang bisa ditangani secara mandiri, maka notebook pun dibongkar. sambungan kabel diperkencang, dan pengujian dilakukan kembali.

setelah beberapa kali utak-atik, gejala serupa masih terjadi. meskipun demikian, penggunaan pengganjal kertas untuk menstabilkan dudukan harddisk ternyata mampu mengurangi jumlah kemunculan gejala secara cukup signifikan.

[mount hdd]

dudukan harddisk di notebook saya. pengganjal kertas dipasang di bawah dudukan, tidak kelihatan di gambar. tidak menyelesaikan masalah, tapi bisa meredakan gejala.

4. dan diagnosisnya adalah…

segera setelah urusan kabel dan sambungannya dipastikan beres, kecurigaan langsung terarah ke harddisk yang jadi korban. penggunaan ganjalan yang mengubah karakteristik gejala jelas bukan karena masalah di board. kemungkinan besar, masalahnya ada pada fisik harddisk: entah pada jarum, atau pelat magnetik, atau yang lain.

untuk yang ini, saya angkat tangan. jeroan harddisk sudah bukan mainan yang bisa dioprek sembarangan… untuk yang seperti ini, biasanya solusinya satu: ganti saja harddisknya! :mrgreen:

sayangnya, diagnosis ini tidak dapat dipastikan karena tidak adanya pemilik notebook lain yang mau merelakan notebooknya untuk dipreteli harddisk-nya bisa dicoba ke notebook saya.

5. akhirnya, service center

tadi saya menyebutkan soal ‘service center itu upaya terakhir’? benar sekali. akhirnya, saya memang pergi ke sana, pembaca. :mrgreen:

yah, akhirnya saya pergi ke service center untuk Acer, dengan tujuan utama untuk mengganti harddisk. pelayanannya oke, teknisinya lumayan ramah dan membumi (baca: tidak terkesan sombong atau sok tahu :mrgreen: ), dan saya pun menitipkan notebook saya… lengkap dengan obrolan mengenai perkiraan saya mengenai komponen yang mungkin rusak berikut gejala-gejala yang timbul.

akhirnya saya ditelepon, bahwa ternyata masalahnya terletak pada harddisk tersebut (sesuai perkiraan), tepatnya pada pembaca pelat magnetik yang memang sudah lemah (tuh kan) dan kenyataan bahwa harddisk saya harus diganti (sudah diduga).

6. akhirnya…

saya kembali mendatangi service center, kali ini dengan notebook saya sudah menggunakan harddisk baru. sekalian sambil jalan, sekeping SODIMM DDR2 sebesar 1 GB jadi penghuni baru notebook saya. harga memorinya sendiri cukup oke, tapi harddisk baru ini terpaksa agak mahal… sehubungan dengan kurs dolar AS yang memang sedang tinggi. tapi secara umum, harga yang ditawarkan masih masuk akal, sih. overall, untuk harga komponen tidak ada masalah.

dan bagian terakhirnya adalah… charge untuk jasa servis. ongkos sekian rupiah akhirnya dikeluarkan untuk sebuah jasa servis dari teknisi ofisial, dengan pemeriksaan sampai ke fisik komponen dan pemasangan komponen baru berikut instalasi ulang OS. sudah sewajarnya sih, tapi agak sayang juga… mengingat sebenarnya saya bisa membeli komponen baru saja tanpa urusan servis yang lain.

…tapi belakangan, saya jadi berpikir-pikir lagi. ternyata, skill saya itu mahal juga, ya? mungkin asyik juga kalau saya bisa kerja sambilan sebagai teknisi spesialis notebook. :mrgreen:

___

[1] Mobility-Enhanced, TFT-Equipped with Optimized Resource… entah kenapa, saya jadi agak-agak terbawa semangat singkatan ala Gundam di sini. :mrgreen:

[2] ini jenis memori yang biasa digunakan untuk notebook. dilihat sepintas, bentuknya agak lebih kecil daripada memori untuk desktop.

[3] kalau ada komponen yang tidak terpasang dengan benar, komputer akan mengeluarkan bunyi beep yang bervariasi, tergantung komponen yang bersangkutan. beep untuk memori berbeda dengan beep untuk video adapter, misalnya.

[4] Delayed Write Failed terjadi ketika OS tidak bisa menulis informasi ke harddisk. disebut ‘delayed write’ karena data tidak langsung ditulis ke disk, melainkan di-buffer dulu. alasannya sih demi efisiensi akses I/O, tapi mekanisme ini tergantung OS, sih.

___

baca juga:

11.03.07 | lag of update… due to some ‘accident’

10 Comments