melty blood, act cadenza

sebenarnya, saya sempat kepikiran sebelum menuliskan post ini. tentu saja, tak lain dan tak bukan adalah sebuah pertanyaan sederhana.

…ada yang pernah mendengar tentang Melty Blood? 🙄

oke, mungkin ada beberapa… yang sangat sedikit, sepertinya. bukan hal yang aneh juga sih, berhubung game ini memang bisa dibilang nyaris tidak kedengaran gaungnya di luar Jepang sebagai negara asalnya.

…apa, game? Melty Blood, bukannya judul serial manga?[1] :mrgreen:

[mbac-title]

ya sudah, cukup basa-basinya. kali ini, saya akan menuliskan mengenai sebuah game dengan genre 2D fighting yang merupakan hasil kolaborasi antara TYPE-MOON dan EcoleSoft ini. tak lain dan tak bukan, Melty Blood: Act Cadenza. atau secara spesifik, Melty Blood: Act Cadenza ver. B, yang dirilis dalam versi PC setelah sebelumnya dirilis untuk arcade dan PS2.

oke, sebelum bicara tentang game-nya sendiri, ada baiknya untuk sedikit me-review mengenai karya terkait yang juga dirilis oleh TYPE-MOON, yaitu Tsukihime. karya berupa visual novel[2] yang dirilis pada tahun 2000 ini kemudian dikenal luas, dan diadaptasi untuk serial anime dan manga dengan judul Lunar Legend Tsukihime.

nah, kira-kira dua tahun setelah rilis Tsukihime, Melty Blood dirilis. Melty Blood sendiri adalah sebuah game 2D fighting yang dirancang sebagai sebuah spin-off dari Tsukihime; karakter yang ada diangkat dari Tsukihime (dengan beberapa tambahan karakter baru), namun dengan pengembangan cerita yang berlatar sekitar satu tahun dari akhir cerita sebelumnya.

…jadi? yah, secara sederhana, bisa dianggap bahwa Melty Blood adalah sebuah game yang merupakan spin-off dari Tsukihime. nah, Act Cadenza adalah rilis terbaru dari Melty Blood, yang dirilis pada Juli 2007 lalu untuk versi PC.

jadi, kali ini saya akan menuliskan mengenai Melty Blood: Act Cadenza. dan saya masih maklum kalau banyak di antara anda pembaca merasa sama sekali asing dengan judul ini. :mrgreen:

[mbac-charselect]

untuk sebuah game dengan genre 2D fighting, game ini punya lebih dari cukup modal: desain karakter yang lumayan, konsep yang cukup menjanjikan, dan nama besar TYPE-MOON[3]… tapi eksekusinya? nanti dulu.

game ini adalah sebuah game dengan genre 2D fighting. dengan demikian, pertaruhan bagi developer terletak pada dua bagian: (1) artwork, dan (2) game system. hal ini cukup jelas: artwork memegang peranan utama, terutama sprite dan desain karakter. iyalah, soalnya ke manapun anda melihat dalam game 2D fighting, semuanya terkait dengan artwork. tidak ada model 3D apalagi polygon di sini, pembaca. :mrgreen:

di tempat berikutnya? tentu saja game system, dengan peranan yang hampir setara dengan artwork. hal ini juga cukup jelas untuk sebuah game 2D fighting, dan bisa dibilang konsep ini berlaku umum. hal ini biasanya menyangkut attack gauge, cancelling, dan sebagainya. bisa dibilang, bagian ini adalah ‘nyawa’ dari game 2D fighting.

sejujurnya, game ini memiliki kekuatan dari desain karakter yang bisa dibilang di atas rata-rata. masing-masing karakter didesain dengan artwork yang lumayan, dengan implementasi dalam engine bisa dibilang cukup enak dilihat walaupun tidak sampai benar-benar istimewa. contohnya? misalnya ketika karakter mengeluarkan Arc Drive atau serangan Kyou… bisa diperhatikan implementasi artwork ke dalam engine mengalir dengan cukup mulus.

tapi sayangnya, game ini punya satu ‘cacat’ cukup fatal dari segi visual. character sprite-nya agak kasar… bisa dibilang, lebih dari sekadar ‘tidak halus’. ditambah dengan resolusi yang tidak istimewa untuk versi PC (640×480? ya ampun… 🙄 ), drawback di bagian ini jadi terasa signifikan.

[mbac-cielnrvn]

duh… sayang juga, sebenarnya. desain karakter yang ditangani oleh Takashi Takeuchi[4] dengan konsep yang sudah dikenal sebelumnya melalui Tsukihime ini sebenarnya potensial untuk menjadikan game ini luar biasa dari segi artwork… tapi sayangnya, desain karakter yang bisa dibilang lumayan oke tersebut menjadi seolah tersia-sia oleh pengolahan character sprite yang tidak istimewa.

dari segi game system, game ini tampil lumayan. kontrolnya terdiri atas 5 buah tombol selain directional pad: A/B/C untuk serangan, D untuk bertahan. E untuk mengeksekusi Heat Mode dan Blood Heat mode… penjelasan agak detailnya nanti dulu, yah.

sistem yang dikembangkan bisa dibilang relatif sederhana; kontrolnya bisa dibilang nyaris standar untuk semua karakter. sebagai contoh, seperempat putaran bawah-ke-depan atau bawah-ke-belakang ditambah A/B/C akan menghasilkan serangan dengan tipe yang sama untuk hampir semua karakter. setengah putaran belakang-ke-depan + C untuk eksekusi Arc Drive.

nah. bicara soal Arc Drive, ini maksudnya teknik spesial yang bisa dikeluarkan setelah Magic Circuit Gauge mencapai level tertentu. setelah eksekusi Heat Mode (gauge 100%) atau Blood Heat (gauge maksimal), pemain bisa mengeksekusi Arc Drive atau Last Arc… atau secara sederhana sih, serangan dengan kekuatan besar. ada juga serangan Kyou yang menghabiskan sebagian gauge tanpa perlu masuk Heat Mode atau Blood Heat.

gameplay, bisa dibilang lumayan mudah dikuasai. saya sendiri bisa langsung mengeksekusi 24-hit combo pada hari pertama main dengan menggunakan Akiha Tohno… jadi memang nggak terlalu susah, sih. overall, saya cukup enjoy dengan sistemnya.

[mbac-shikiarc]

well, that’s about it around the main issue. yang lainnya? musik untuk BGM diaransemen dengan gaya sedikit ala musik cadas, dengan beberapa karakter memiliki theme yang memorable. saya sendiri menemukan bahwa theme dari Arcueid Brunestud dan Ciel cukup enak untuk di telinga.

catatan lain… hal lain yang sempat agak bikin sebal mungkin bahwa game ini belum sempat diterjemahkan dari bahasa aslinya, jadi proses instalasi harus dilakukan dalam bahasa Jepang. bagusnya, menu yang ada dalam game ini menggunakan bahasa Inggris, jadi tidak banyak masalah berarti ketika main game ini.

…oke. jadi, akhirnya?

artwork di atas rata-rata, gameplay cukup enjoyable, musik agak ‘biasa’ tapi toh tidak buruk. sayangnya, eksekusi dalam penggambaran sprite menjadi drawback game ini.

definitely not bad. not really standing out, though.

___

[1] Melty Blood memang juga dirilis dalam versi manga. meskipun demikian, serial tersebut merupakan adaptasi dari game dengan judul yang sama… yang menjadi cikal bakal dari game ini.

[2] visual novel adalah sebuah game… bukan, mungkin lebih tepatnya sebuah novel yang dibaca dalam format sebuah game. ada percabangan cerita dan ilustrasi CG, jadi nggak bisa dibilang novel juga sih. salah satu feature-nya adalah bahwa pembaca bisa mengambil keputusan dalam cerita yang mengakibatkan arah jalan cerita yang berbeda.

[3] TYPE-MOON? Kara no Kyoukai, Tsukihime, dan Fate/Stay Night. does that ring a bell? kalau nggak, ya sudah. :mrgreen:

[4] Takashi Takeuchi ini co-founder-nya TYPE-MOON bareng Kinoko Nasu. untuk Kara no Kyoukai dan Tsukihime, beliau ini yang merancang desain karakternya.

5 Comments