current music — chao tokyo

mungkin banyak di antara pengamat J-Music yang cukup familiar dengan kelompok yang satu ini. tapi adakah pembaca yang tahu, bahwa See-Saw pertama kali memulai debutnya sekitar 15 tahun yang lalu?

mulai aktif di dunia musik Jepang pada 1993, kelompok yang dimotori oleh Chiaki Ishikawa bersama Yuki Kajiura ini awalnya terdiri atas tiga personel, ditambah dengan Yukiko Nishioka di masa awal berdirinya. sayangnya, pada 1995 kelompok ini nonaktif dari kegiatan bermusik setelah Yukiko Nishioka mengundurkan diri.

nah, barulah pada 2001, See-Saw memulai kembali kegiatan bermusik mereka, kali ini dengan Ishikawa dan Kajiura sebagai duo untuk kelompok ini. anda yang mengikuti serial Gundam SEED dan Gundam SEED: Destiny mungkin masih ingat dengan peran mereka dalam OST untuk kedua serial tersebut.

oke, jadi lagu yang akan ditulis di sini bisa dibilang sudah cukup klasik: pertama kali dirilis pada 1994, dan dirilis ulang dalam kompilasi yang diberi judul Early Best pada 2003. jadi, Chao Tokyo adalah nomor yang bisa dibilang cukup lawas juga… namun, meskipun demikian lagu ini masih sering nongkrong di playlist saya sampai sekarang.

lagunya sendiri bisa dibilang lebih ke arah pop, agak berbeda dengan rilis pasca 2001 yang mulai lebih banyak memperkenalkan gaya alternatif sebagai bagian dari karya mereka. ceritanya sih tentang seseorang yang akan meninggalkan kota Tokyo, dan dengan demikian kita tahu kenapa judulnya seperti itu. :mrgreen:

seperti biasa, lyrics dengan huruf italic, translations dengan huruf plain, dan mohon koreksi kalau ada salah penerjemahan berhubung saya mencoba menerjemahkannya sendiri. 😉

Chao Tokyo
See-Saw

chao Tokyo, chiisana APAATO ni karuku te wo furu
chao Tokyo, watashi dake no oshiro yo sayonara

chao Tokyo, I wave lightly to my small apartment
chao Tokyo, to the castle only mine I say farewell [1]

eki no HOOMU ni wa
samishigari no tabibito doushi
furui KIZU wo miseatte

on the platform of the station,
I feel lonely with fellow travelers
as I look upon the old scars

anata wo matteta
POKETTO no kagi wa mou sutete
hitori yume wo daiteitai

I was waiting for you,
with the key in my pocket tossed already
I want to hold dear that one dream by myself [2]

uwame tsukai ni miteta hitonami ima ni natte
yasashisa wo kanjiru yo fushigi ne, chao Tokyo

I turned my gaze and then I saw the crowd
then I feel the kindness, isn’t it strange? chao Tokyo

chao Tokyo hajimete kita toki yori mo kono machi wa
chao Tokyo dete yuku hou ga yuuki ga iru no ne sayonara

chao Tokyo, even from the first time I come to this town
chao Tokyo, now I have the courage, I bid a farewell [3]

namida de aruita
chikadou no sumi de kiita uta
itsuka kiita komoriuta

walking with my tears,
a song by the corner of subterranean tunnel [4]
will be the coming lullaby

daremo ga hitori wo kanjiteru
koko mo madamada
shinjirareru koto bakari

everyone feels of someone else
as of here, still
I keep on believing

mamori atteta
fuan na koi kara itsu no hi ni ka
jibun de warau koto wo
oboeta, chao Tokyo

I wanted to keep it in protection
from this uneasy love, someday
I’ll be laughing to myself
I’ll remember, chao Tokyo

sayonara,

and farewell, [5]

ai wo mitsukeraretara kono machi e to
mou ichido kaeritai

if I could find love, to this town
I want to come back

chao Tokyo nigirishimesugite shinatta kippu to
chao Tokyo miokuri wa nanairo IRUMINEESHON

chao Tokyo, and the ticket I grasp tightly
chao Tokyo, seeing me off is illumination of seven colors

chao Tokyo oh Tokyo itsumademo terashi tsudzukete ne
chao Tokyo chao Tokyo watashi no oshiro yo sayonara

chao Tokyo, oh Tokyo, keep shining forever
chao Tokyo, chao Tokyo, to the castle only mine I say farewell

 

 

___

[1] ‘oshiro’ kata dasarnya ‘shiro’ (= ‘castle’). bentuk dengan ‘o-‘ biasa ditambahkan untuk bahasa percakapan. misalnya, ‘kane’ (= ‘money’) disebut juga sebagai ‘okane’.

[2] di sini digunakan kata ‘hitori’ (= ‘one person’), bukan ‘hitotsu’ (= ‘one thing’). jadi, reference-nya bukan ke ‘yume’ (= ‘dream’) yang dibicarakan. saya sendiri menangkap maksudnya sebagai ‘hitori de’ (= ‘alone’, ‘by oneself’), tapi ini persepsi pribadi, sih.

[3] secara harfiah, seharusnya ‘now I have the courage to say my leaving words, farewell’. berhubung kalau seperti itu jadinya kepanjangan dan kurang pas, jadi secara sederhana diterjemahkan seperti itu.

[4] bingung soal ‘chikadou’ ini. lihat di kamus, ternyata artinya ‘subterranean tunnel’. kalau memperhatikan perjalanan dengan kereta (di Jepang biasanya subway), konteksnya jadi pas juga sih.

[5] kenapa bagian ‘sayonara’ ini dipisah dari lirik di atasnya? karena sebenarnya memang satu kata ini jadi semacam ‘punchline’, jadi deh dipisahkan. kata ‘and’ ditambahkan, karena masih sedikit nyambung ke bagian sebelumnya.

2 Comments