clannad

Key. Visual Arts. Kyoto Animation. 2007.

…yah, apa lagi kalau bukan Clannad? :mrgreen:

Clannad adalah judul dari sebuah serial anime, yang diangkat dari visual novel dengan judul serupa yang dirilis oleh Key dan Visual Arts pada 2004. adaptasi untuk versi anime-nya diproduksi oleh Kyoto Animation, dan mulai running pada Oktober 2007. serial ini sendiri baru berakhir pada Maret 2008… jadi bisa dibilang masih lumayan baru, sih.

[clnd-05.jpg]

nama Clannad untuk serial ini diambil dari sebuah kata dalam bahasa Irlandia, yang kurang-lebih bisa diterjemahkan sebagai ‘keluarga’. dan bisa dibilang, tema tersebut adalah benang merah dari jalannya cerita sepanjang serial ini — yang tampil dengan genre romance dan drama, lengkap dengan elemen komedi dan latar berupa kehidupan siswa sekolah menengah umum.

cerita dalam serial ini berjalan di seputar kehidupan Okazaki Tomoya, seorang pemuda dengan keluarga yang bisa dibilang tidak harmonis: ibunya meninggal ketika ia masih kecil, dan hubungannya tidak akrab dengan ayahnya yang melarikan diri dengan menjadi pemabuk setelah peristiwa tersebut. menjalani tahun terakhir di SMU, ia tampak tidak memiliki harapan terhadap dunia dan kehidupan yang dijalaninya — cenderung tidak peduli peraturan sekolah dan jarang tinggal di rumah, dan dengan demikian ia dianggap sebagai delinquent alias siswa bermasalah.

sampai pada suatu saat, ia bertemu dengan Furukawa Nagisa, seorang gadis yang terpaksa mengulang tahun terakhirnya di SMU karena kesehatannya yang memburuk. hal ini membuatnya sering terlihat kesepian sehubungan dengan teman-temannya yang sudah lulus terlebih dahulu, dan Tomoya yang tidak bisa meninggalkan Nagisa yang peragu sekaligus rendah diri akhirnya memutuskan untuk menemaninya; dari titik ini, Tomoya yang semula menjalani hidup tanpa tujuan, kini mulai menemukan arahnya sendiri dalam menjalani kehidupan…

[clnd-06.jpg]

kalau bisa dikatakan, serial ini masih mengikuti ‘tradisi’ dari karya Key/Visual Arts yang diadaptasi oleh Kyoto Animation: secara visual, serial ini luar biasa. artwork yang ditampilkan dalam serial ini bisa dikatakan jauh di atas rata-rata; CG dan efek yang ditampilkan benar-benar digarap dengan maksimal, dan menjadi eye candy untuk serial ini. meskipun eksekusi visual yang luar biasa ini terlihat sedikit kurang konsisten pada beberapa bagian dari beberapa episode, namun hal ini tidak mengubah kenyataan bahwa serial ini tetap visually memorable.

nah. kalau bicara soal visual, berarti terkait artwork. dan kalau terkait artwork, berarti terkait desain karakter. dan desain karakter dari serial ini…

not less than outstanding. Furukawa Nagisa didesain dengan kepribadian yang sedikit kompleks dan ‘rambut antena’ yang jadi ciri khasnya — sama sekali tidak bisa dibilang buruk. Ibuki Fuuko didesain dengan sangat baik sebagai ‘cewek tertindas’ yang sering dikerjai, dan Ichinose Kotomi didesain dengan pas sebagai cewek yang cerdas-tapi-bingungan. pasangan kembar Fujibayashi Kyou dan Fujibayashi Ryou tampil dengan desain yang juga dieksekusi dengan baik untuk peran masing-masing, lengkap dengan tarikan garis dan ekspresi yang juga sangat pas untuk karakter dari keduanya.

karakter lain? Sakagami Tomoyo didesain sebagai cewek bertipe cool dan jago bela diri, tapi toh masih bisa bersikap ramah. Sunohara Youhei yang didesain sebagai cowok ‘hina’ (walaupun belakangan juga diperlihatkan memiliki sisi lain) tampil menghibur dalam adegan-adegan komedi yang… sudahlah, silakan nonton sendiri. kalau ada sedikit catatan sih mungkin soal desain Okazaki Tomoya sebagai tokoh utama yang digambarkan agak ‘kurang sangar’ terkait reputasinya sebagai seorang delinquent… tapi sudahlah. secara umum, desain karakter dari serial ini mungkin cukup tepat untuk dikatakan sebagai istimewa.

[clnd-02.jpg]

bagusnya, kelebihan yang ada di sisi visual tersebut juga didukung oleh eksekusi scores dan soundtrack yang juga cukup istimewa. serial ini bisa dikatakan memiliki scores yang cukup ‘berlimpah’ dari segi kuantitas maupun kualitas — hal ini berhasil dengan baik dalam mendukung suasana dan menciptakan adegan-adegan yang memorable di beberapa episode.

hal yang bisa diperhatikan adalah bahwa beberapa nomor dari scores yang ditampilkan dalam serial ini sedikit beraroma folk, khususnya dengan sedikit gaya musik tradisional Irlandia. entah kenapa, tapi mungkin ini terkait dengan tema dan inspirasi dari serial ini yang berasal dari sekitar konsep tersebut — nama Clannad sendiri berasal dari bahasa Irlandia. tidak semuanya sih, tapi saya sendiri menemukan hal ini cukup enjoyable untuk serial ini.

OST serial ini tidak banyak berubah sepanjang 23 episode, kecuali mungkin dengan tambahan tiga insert song pada episode 9, 18, dan 22. OP-nya diisi oleh Megumeru ~cuckool remix 2007~ dengan gaya yang sedikit upbeat, tapi toh cukup enak didengar. ED-nya diisi dengan lagu Dango Daikazoku yang tampil mild dan sederhana namun cukup memorable. insert song yang lain tampil cukup baik dalam mendukung scores, khususnya untuk Ana yang tampil di episode 9.

secara umum, serial ini tampil superior dari segi musik dan aransemen — baik untuk scores maupun soundtrack. tidak banyak yang bisa dikeluhkan juga sih soal ini; dua-duanya tampil baik dalam membangun suasana yang mendukung jalan cerita, dan bagian ini memang digarap dengan maksimal untuk serial ini.

[clnd-04.jpg]

nah. sekarang, bagian paling penting dari sebuah serial. tentu saja, hal ini terkait dengan konsep cerita, storyline, dan storytelling dari serial ini. dan sayangnya, serial ini malah agak jatuh di bagian tersebut… tidak sampai fatal sih, setidaknya masih cukup jauh untuk dikatakan ‘buruk’.

konsep cerita dalam serial ini berangkat dari tema yang sebenarnya menjanjikan: seorang tokoh utama dengan keluarga yang berantakan (dan dengan demikian menjadi seorang delinquent), dan seorang gadis dengan kepribadian yang sedikit kompleks berikut perasaan rendah dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain. hal ini sebenarnya potensial untuk dikembangkan menjadi luar biasa dengan eksekusi yang tepat… sayangnya, tema tersebut tidak berhasil dieksplorasi secara maksimal dalam serial ini, dan beberapa bagian seolah terasa dibiarkan menggantung.

dari segi storyline, serial ini berhasil menampilkan cerita yang cukup memikat dengan intensitas yang terjaga… sampai pertengahan serial ini. selewat pertengahan serial, intensitas cerita cenderung naik-turun: sebagai contoh, arc yang difokuskan kepada karakter Fujibayashi Kyou dan Ryou terasa agak terlalu ‘biasa’, walaupun masih cukup mencuri perhatian. di sisi lain, cerita tentang Sakagami Tomoyo jadi terasa serba tanggung… sementara arc terakhir yang di-reserve untuk Furukawa Nagisa sebenarnya potensial untuk dikembangkan dengan baik, namun malah terasa kurang greget pada klimaks cerita.

sayangnya lagi, beberapa bagian malah seolah dibiarkan menggantung; konflik antara Tomoya dan ayahnya memang berhasil tergambarkan dengan baik, namun belakangan klimaks dan penyelesaiannya malah terasa kehilangan momen. intensitas cerita yang naik-turun ini berlangsung sampai akhir serial… tidak sampai buruk sih, hanya saja agak disayangkan bahwa hal ini hanya sampai di situ saja.

[clnd-01.jpg]

tapi kalau ada satu hal yang bisa sedikit ‘mengobati’ kekurangan di bagian pengembangan cerita, hal tersebut adalah humor yang ditampilkan sepanjang perjalanan serial ini. momen-momen seperti ketika Fuuko ‘ditindas’ alias dikerjai oleh Tomoya atau ketika Sunohara Youhei melakukan perbuatan-perbuatan ‘ajaib’ cukup sukses mengantarkan adegan yang memang dimaksudkan untuk menjadi komedi… tambahkan pula kejadian-kejadian yang terjadi di rumah keluarga Furukawa, serial ini punya dosis komedi yang pas tanpa harus kehilangan muatan seriusnya.

terkait soal penyampaian komedi, serial ini… apa ya? mungkin bisa dibilang bahwa serial ini menyampaikan hal tersebut secara ngawur-tapi-serius. bagusnya lagi, pendekatan ini dilakukan dengan sangat baik dalam serial ini, dengan takaran yang pas dan tidak sampai membuatnya jatuh ke menjadi terlalu komedi.

tentu saja, serial ini punya banyak kelebihan. visual dan musik yang mendukung menjadi aset utama yang menjadikan serial ini memorable, walaupun dengan sedikit kekurangan di bagian storyline yang (bagusnya) bisa sedikit di-cover oleh muatan humor yang membuatnya tampil menghibur. desain karakter dengan kualitas yang berada di atas rata-rata turut menjadi nilai lebih dari serial ini, dan dengan demikian menjadikannya tidak dapat dilewatkan begitu saja.

dengan segala catatan tadi, toh serial ini berhasil dengan baik untuk tampil menghibur… setidaknya, serial ini masih cukup jauh di atas rata-rata.

12 Comments