sudahlah

hari ini, saya ingin sendirian saja.

entahlah, saya kira saya lelah dengan banyak hal yang terjadi belakangan ini. mungkin juga terlalu banyak, tapi entahlah. setiap kehidupan selalu punya cerita sendiri — baik dan buruk, dan apapun yang berada di antara keduanya.

mungkin, saya memang masih belum dewasa. mungkin saya memang masih seperti anak kecil — tapi sudahlah, bukankah dalam beberapa hal anak kecil adalah sebaik-baiknya manusia? anak-anak yang dengan rela berbagi dan memberi, tanpa prasangka dan mau menerima. anak-anak yang dengan mudah tersenyum, hilangkan secungkup resah dan muak atas dunia yang tidak sempurna?

entahlah, saya kira saya lelah. mungkin benar, banyak hal-hal yang tidak bisa diraih oleh manusia dalam kehidupan yang serba tidak sempurna ini. mungkin benar, bahwa akan selalu ada pengorbanan untuk setiap sesuatu yang didapatkan. mungkin benar, bahwa kadang pengorbanan itu terlalu banyak, terlalu mahal — dan mungkin benar, bahwa sesal tak pernah datang di awal waktu.

apa artinya ini semua, saya bertanya-tanya. hal-hal yang hilang dari diri saya. hal-hal yang ingin saya lakukan dan tidak bisa. idealisme yang babak-belur di hadapan realita. kesempatan yang tiba-tiba menjadi tak teraih. rasa lelah yang melanda, dan membuat saya hanya bisa diam dan berpikir — sudahlah.

saat itu tidak ada kata-kata penghiburan. tidak perlu, mungkin. tidak ada tempat untuk benar-benar bersandar. juga tidak perlu, mungkin. hanya sebaris kata-kata yang terungkap pada saat yang lewat — ketika saya hanya bisa duduk dan mendengarkan, dengan pikiran yang letih dan tubuh yang lelah.

“sudahlah, yud. mungkin itu memang bukan buat kamu…”

saya hanya diam. dan hari ini, saya ingin sendirian saja.

15 Comments