alasan untuk menulis

beberapa waktu yang lalu, seorang rekan menanyakan mengenai alasan saya untuk menulis di sini. bukan kenapa-kenapa sih, tapi saya kira ini lebih ke arah ‘kenapa sesuatu terjadi’ daripada ‘kenapa sesuatu harus terjadi’… tapi berhubung topik seperti ini tampaknya rawan terseret ke ranah filosofi yang bisa tidak jelas bahasannya, jadi mari kita fokus ke pertanyaan utamanya saja, pembaca.

jadi, pertanyaannya adalah: sebenarnya, apa sih alasan saya untuk menulis di sini? dan memangnya, apa sih yang menguntungkan bagi saya, kalau saya menulis di sini?

whoa. yang terakhir itu adalah pertanyaan yang sangat pragmatis. lengkap dengan aroma asas manfaat dan niat cari keuntungan ala sekrup kapitalisme. halah, kacau bener! memangnya saya melakukan sesuatu hanya kalau ada untungnya? :mrgreen:

siapa yang peduli. tapi karena saya adalah seorang pemuda yang sederhana, maka jawabannya pun sederhana pula:

“saya menulis karena saya mau menulis. hal gampang kayak begini, ngapain sih dibikin susah?” :mrgreen:

begitulah. saya menulis karena saya memang mau menulis. kalau dibaca, ya syukur. kalau nggak dibaca, ya nggak apa-apa. yang penting tulisan saya bisa diakses orang banyak — mau lewat search engine, chat via YM atau meebo, atau apapunlah. dari situ, mau dibaca atau tidak sih sudah bukan urusan saya.

::

tapi… belakangan ini, saya kembali memikirkan hal ini. dan sambil iseng, saya mencoba untuk menganalisis (haiyah!) mengenai masalah ‘alasan untuk menulis’ ini… selain alasan utama yang sangat sederhana itu tentunya. hmm, mari kita runut satu per satu.

saya menulis di sini, karena saya mencintai kebebasan. dengan menulis di sini, saya menjadi entitas yang independen; saya tidak terikat batas, saya adalah hanya saya sendiri. saya bisa menyatakan dan menuliskan apapun sejauh ujung pemikiran saya — dengan segala kebebasan saya, dengan segala tanggungjawab saya.

saya menulis di sini, karena saya ingin jujur kepada diri saya sendiri. saya ingin tetap bisa menuliskan apa-apa yang saya pikirkan di sini; termasuk namun tidak terbatas kepada sikap untuk mengatakan tidak terhadap apa-apa yang tidak saya setujui, serta menyatakan dukungan terhadap apa-apa yang sejalan dengan pikiran dan nurani saya. karena saya tahu, bahwa dalam kesempatan-kesempatan saya tidak selalu akan bisa bersikap jujur — dan kalau sampai ada saatnya saya sudah tidak bisa bersikap jujur di sini, saya kira saya sudah tamat sebagai manusia.

saya menulis di sini, untuk meletakkan keping-keping kenangan; sekalipun kabur, kadang tak jelas, dan seringkali rapuh. tempat ini adalah tempat keping-keping kenangan yang menjadi bukti atas keberadaan saya; dan dengan alasan yang sama, adalah nama yang ditetapkan ketika saya mulai menulis di sini dulu. karena sebagian dari diri saya ada di tempat ini, dan karena kenangan-kenangan yang saya tuliskan di sini (setidakberguna apapun itu), adalah bagian dari keberadaan saya — yang cuma sebentar, fana, dan mungkin tidak bermakna di dunia yang semakin tua ini.

::

eh… kok tone-nya jadi agak serius ya? tapi sudahlah… itu kan alasan bagusnya! untuk saya sendiri, ada alasan yang lebih sederhana penting daripada itu semua.

saya menulis di sini, karena saya menginginkannya — dan saya memiliki kebebasan untuk melakukannya. karena tidak ada seorangpun yang memiliki hak untuk melarang saya menulis di sini… selama masih ada yang membayari biaya domain dan hosting tentunya.  😛

lagipula, memangnya apa alasannya saya melakukan ini semua? sederhana saja, kan. karena saya mau! :mrgreen:

12 Comments