tentang menjadi pemimpin

saya tidak pernah berpikir, apalagi mengatakan, bahwa menjadi pemimpin yang baik itu perkara gampang. menjadi pemimpin itu amanat, katanya. dan untuk saya (entah orang lain ya), bicara urusan amanat memimpin orang lain adalah perkara yang sungguh tidak sederhana; lebih berharga daripada barang titipan, lebih berat daripada kewajiban hutang.

dan bicara soal tanggung jawab dan kepemimpinan, tak usah pula langsung jauh-jauh soal memimpin kota atau negara. masing-masing dari kita mungkin pernah berhubungan dengan soal tanggung jawab ini; manajer toko adalah pemimpin yang membawahi pegawai tokonya. komandan kompi adalah pemimpin yang membawahi para prajuritnya, dan anda yang pernah bekerja dan membawahi staf anda adalah pemimpin untuk masing-masing dari mereka.

contoh lain? arsitek dan tukang, system analyst dan programmer, account executive dan sales admin, dan masih banyak lagi yang lain. tidak selalu harus hirarkis, yang jelas ada yang memutuskan perintah dan ada yang melaksanakan pekerjaan.

masalahnya, untuk anda yang kebetulan mendapatkan amanat sebagai seorang pemimpin: sebenarnya, seberapa bagusnya sih anda ini?

saya tidak ingin mulai dengan hal-hal klise nan kaku seperti ‘menghormati bawahan’ atau ‘tetapkan target’ atau ‘buat rencana dan timeline‘. saya ingin membicarakan hal yang lebih sederhana dan lebih mendasar daripada hal-hal tersebut.

::

menurut saya, kualitas pertama dari seorang pemimpin adalah kejujuran. jujur dalam arti pikiran dan kata-kata yang sejalan dengan tindakan. kalau anda sebagai seorang pemimpin mengatakan kepada anggota tim anda bahwa suatu pekerjaan bisa diselesaikan dalam dua bulan, anda harus jujur dan yakin dengan perkataan anda. tunjukkan bahwa anda bisa dipercaya; bahwa anda tidak memberikan jadwal yang sudah ditekan di sana-sini, dan bahwa anda tidak akan mengorbankan tim anda demi keinginan pihak lain.

anda harus jujur. ungkapkan keputusan dan dasar pemikiran anda secara gamblang dan apa adanya. jangan membohongi anggota tim anda dengan harapan palsu. tunjukkan bahwa tidak ada hal yang anda sembunyikan dari maksud perkataan anda.

karena ketika perkataan anda tidak lagi sesuai dengan tindakan anda, hati-hati; ketika bawahan anda sudah kehilangan legitimasi untuk bekerja bersama anda, semuanya akan sudah terlambat.

kualitas kedua: dengarkan setiap ‘tidak’ yang disampaikan oleh rekan kerja anda. setiap ketidaksetujuan, setiap kekurangsepahaman, dengarkan. kalau anggota tim anda mengatakan ‘ini mungkin sulit’, dengarkan. jangan berikan omong kosong ‘optimis, semangat, pasti bisa’. omong kosonglah itu, anda tidak memberikan solusi terhadap kekuatiran mereka.

dengarkan, diskusikan. kalau anda membangun rumah dan tukang anda mengatakan membutuhkan satu sak tambahan semen jenis A, jangan langsung berpikir untuk membeli setengah sak dan sisanya cukup diisi pasir dan oplosan yang lain. memangnya anda tahu apa tentang membangun rumah?

tidak selalu anda harus mengikuti kekuatiran anak buah anda. pikirkan, bicarakan, diskusikan. sisanya, serahkan ke pikiran dan nurani anda.

kualitas ketiga, adalah kemampuan untuk mengatakan ‘tidak’. kalau anda sebagai manajer pemasaran dan anda diberikan target key performance indicator yang tidak masuk akal oleh manajer divisi, diskusikan. kalau tidak memungkinkan, katakan tidak. anda tidak dipilih sebagai manajer untuk selalu mengatakan ‘ya’ kepada semua orang.

dengan kata lain; lindungi tim anda. lindungi bawahan anda. jangan berikan tugas yang tidak mungkin diselesaikan kepada anak buah anda demi menyenangkan target atasan anda. tidak berarti anda harus terlalu protektif; karena jujur saja, orang yang tidak punya keberanian untuk tidak mengatakan ‘ya’ tidak pantas menjadi pemimpin.

kualitas terakhir, yang mungkin paling sering terlupakan: sadarlah bahwa anda dan tim anda itu berada di perahu yang sama! di tengah laut, kalau perahunya rusak dan bocor, anda semua akan sama-sama tenggelam. tidak perlu ngomong manis-manis ke anak buah anda, mereka akan berpikir bahwa anda bullshit, tong kosong nyaring bunyinya. tunjukkan dengan sikap; we are in this together.

perjuangkan kepentingan anda. perjuangkan kepentingan tim anda. tidak ada yang membutuhkan pemimpin tukang-suruh bermulut-manis, dan setidaknya anda semua memiliki tujuan yang sama. ego itu kadang-kadang perlu, tapi kalau terlalu banyak, lupakan saja.

dan jangan pernah meninggalkan tim anda. jangan lari dan meninggalkan perahu anda tenggelam. karena kalau sampai terjadi, mohon maaf, anda adalah seburuk-buruknya pemimpin.

kenapa begitu? karena seorang komandan tidak meninggalkan pasukannya berantakan dan mati begitu saja dalam pertempuran. karena anda sebagai pemimpin tidak meninggalkan tim anda dan membiarkannya rusak tercerai berai begitu saja.

::

sungguh, saya bukanlah orang yang benar-benar paham mengenai ‘menjadi pemimpin’. jangankan menjadi pemimpin yang baik, menjadi manusia yang baik saja adalah hal yang susah kok. saya hanya kebetulan pernah bekerja sebagai pihak yang dipimpin, dan kadang-kadang juga sebaliknya. beberapa pemimpin yang pernah saya lihat lebih baik dari yang lain, dan beberapa lebih buruk dari yang pernah saya temui.

karena menjadi seorang pemimpin adalah tugas yang berat. karena menjadi pemimpin adalah juga amanat yang, sayangnya, banyak yang cenderung melupakan bahwa di baliknya ada hak-hak yang harus dilindungi di antara kewajiban yang harus ditegakkan.

tidak sederhana. bukan hal yang mustahil juga sih… tapi masalahnya, memangnya anda sebagus itu? 😉

3 Comments