nukilan akhir pekan

“tulis tentang hari ini, ya. onegaishimasu.

“jangan kuatir. it’s a promise.”

.

“kenapa kamu berjalan di belakangku?”

“bukan seperti itu juga. biasanya aku berjalan setengah langkah di belakang seorang gadis. kalau seperti ini, aku bisa dengan cepat tahu kalau terjadi sesuatu —tersandung, sakit kepala, apapunlah— anggap saja ini rencana mitigasi. contingency plan.

“memangnya aku segampang tersandung itu?”

“mana aku tahu.”

.

“dibilang seperti itu juga, memang beberapa hal itu tidak bisa dirasionalkan, kok. termasuk di antaranya adalah rokok, cinta, dan agama.”

.

“memangnya aku seterkenal itu ya?”

“nggak perlu terkenal kok yud, untuk bisa diketahui oleh orang lain.” (tertawa)

“definisi ‘terkenal’ menurutku sih kalau ada orang lain bisa tahu tentang diriku tanpa aku tahu dari mana asalnya dia tahu…”

“kalau definisinya begitu ya memang terkenal, sih.”

“heh?”

.

“menurutmu, semua sudah selesai?”

“yah, kurasa aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan…”

“menurutmu, semua sudah selesai?”

“…”

.

“enaknya makan apa, ya. apa kira-kira yang ada di sini dan nggak ada di sana…”

“kamu, yang nggak ada di sana, yud.”

.

(memain-mainkan garpu) “coklat. coklat hangat yang pahit. sepahit pengkhianatan.”

“aduh.”

.

“aku lihat tadi, kamu berhenti di depan Haagen-Dazs?” (tertawa)

.

“kalau mau cari pasangan, carilah di toko buku, yud. tuh, kamu suka yang kacamata, kan?”

“tahu nggak, kayaknya di dekat sini, dari sisi lain ada yang ngomong hal serupa. ‘tuh, kamu suka yang kacamata, kan?'” (nyengir)

(sunyi sejenak) “wuahahahaha!”

.

“eh, memangnya ada apa sih antara yud1 dan Haagen-Dazs strawberry?”

“tidak. tidak ada apa-apa. mungkin.”

.

dari beberapa tempat dan berbagai sumber. anda tahu siapa anda. 😉

3 Comments