‘saa…’

sebagai pembelajar informal percakapan bahasa Jepang (yang karena tidak dilatih sekarang ini sepertinya semakin karatan), di antara hal-hal yang saya pelajari adalah bahwa ada aspek-aspek percakapan informal, yang, kalau bisa dibilang begitu, sedikit banyak meninggalkan kesan buat saya.

salah satunya adalah ucapan singkat: ‘saa…’

‘saa…’ (さぁぁ…) adalah ungkapan yang… apa ya? pada dasarnya seperti mengatakan sesuatu yang tidak mengatakan sesuatu. tidak ada artinya, mungkin kalau dalam bahasa Indonesia seperti penunjuk ‘nih’, ‘dong’, atau ‘deh’. walaupun tentu saja nuansanya beda, sih.

‘do you have any idea for Saturday morning?’
‘saa…’

kalau dari konteks di atas, seperti ‘entahlah, belum tahu, gimana nanti’. cenderung ke arah menegasikan, walaupun tendensinya masih netral. susah juga kalau dijelaskan begini sih.

kalau kita nonton film Jepang, misalnya, istilah ini sering diterjemahkan sebagai ‘entahlah’, atau ‘nggak tahu ya…’, walaupun saya sendiri merasa agak kurang pas kalau seperti itu. rasanya kok ya seperti ada konteks yang lebih subtil yang hilang dari penerjemahannya.

tapi mungkin lebih gampang kalau pendekatannya adalah ‘apa yang dipikirkan pembicara’ alih-alih penerjemahan kata per kata. tetap saja gampang-gampang susah, sih.

contohnya barangkali sebagai berikut.

‘I don’t know…’ ← penjelasan yang paling umum
‘I don’t want to say no but maybe no’ ← ambivalen mengarah negatif
‘I don’t really know what to say’ ← netral mengarah ragu

tentu saja tidak terbatas ke kriteria tersebut, juga mungkin saja yang terjadi adalah amalgamasi dari ketiganya. nah, bingung kan. saya juga bingung kok.

terus, kenapa pula mendadak saya jadi menulis soal ini?

bukan kenapa-kenapa juga sih. hanya saja saat-saat seperti ini, kadang, ada saatnya saya merasa tidak tahu untuk menjawab apa terhadap pertanyaan yang agak susah dijawab.

‘yud1 sendiri gimana? baik-baik, kan?’
‘saa…’

kalau ditanya artinya apa, saya sendiri juga bingung menjelaskannya.

tapi, yah, mungkin begitulah kira-kira.