tapi kenapa? (tentang bima satria garuda)

seperti biasa, Minggu pagi ini saya duduk di depan TV untuk nonton Bima Satria Garuda. agak lebih spesial karena pekan ini adalah finale setelah berjalan selama setengah tahun, dan kemudian setelahnya saya jadi kepikiran.

‘kenapa sih saya suka nonton Bima?’

Bima Satria Garuda. images and characters courtesy of RCTI, Ishimori Production.

dipikir-pikir lagi, iya, kenapa ya?

saya tidak bisa bilang bahwa visual serial ini bagus luar biasa, saya tidak bisa bilang bahwa jalan cerita film ini hebat dan tidak terduga, saya tidak bisa bilang bahwa akting dan dialog sepanjang serial bagus dan merata, saya tidak bisa bilang bahwa serial ini lepas dari momen-momen yang beberapa kali membuat saya meringis di depan televisi.

tapi saya suka nonton Bima. entah kenapa.

mungkin saya suka konsep pahlawan yang bisa berubah wujud. di mata saya, duo Satria Garuda Bima dan Azazel itu keren.

mungkin saya suka soundtrack-nya. saya menganggap lagu Seperti Bintang-nya Ungu itu catchy dan enak didengar.

mungkin saya suka koreografi untuk film ini. senang rasanya melihat adegan pukulan, tendangan, bantingan dibuat dengan sungguh-sungguh.

mungkin saya suka bahwa ada sekelompok orang yang tidak suka melihat siaran televisi di Indonesia seperti itu-itu saja, kemudian memutuskan untuk membuat sesuatu yang baru.

mungkin saya suka bahwa ada orang-orang yang bekerja keras, dan dengan segala kekurangan dan keterbatasan bisa menghasilkan tontonan yang menghibur.

mungkin saya suka bahwa Bima, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, di mata saya tampak seperti pernyataan sederhana: ‘kalau mau, kita bisa!’

atau mungkin memang tidak perlu banyak alasan. tapi apapun itu, saya tidak bisa tidak mengapresiasi kerja keras tim produser, sutradara, pemain, semua pihak yang terlibat dalam Bima.

salut!

One Comment

  1. December 22, 2013 at 3:35 pm - link to this comment

    Sudaaah aku temukan arti nafas ini untuk siapa~