Monthly Archives: April 2014

a (literally) priceless something for someone

“memangnya apa? paling oleh-olehnya batu dan pasir. yakin mau?” “aku mau kerang,” katamu. “yang banyak. pokoknya oleh-oleh, ya.” ___ dua pekan, pikirku, sudah berlalu sejak terakhir kali aku berada di tempat ini. enam-tigapuluh pagi memasuki gerbang dan pintu kaca, kurasa agak terlalu cepat, tapi terserahlah. mengikuti ritme yang terputus dua pekan aku berjalan ke arah […]