2014

seperti biasa, akhir tahun adalah waktunya refleksi. apa-apa yang sudah lewat kan perlu kita review kembali, soalnya kalau tidak bisa-bisa kita cuma terpenjara dalam peristiwa-peristiwa. sebenarnya ada sih istilahnya, ‘prisoner of events’, tapi mungkin kapan-kapan saya menulis soal itu.

ngomong-ngomong, berhubung konon katanya saya ini berkarakter teknis-kontemplatif, jadi baiklah! secara singkat tahun 2014 buat saya sebagai berikut:

kira-kira seperti ini. agaknya saya cuma keracunan spreadsheet. anggap saja tuntutan profesionalisme.

 

aduh. maaf. begini nih kalau semua-semua dibuat diagram, susah kan.

secara umum, ada beberapa aspek… tidak ada yang nilainya penuh, karena ya memang standarnya tinggi. maksud saya, nilai penuh di Personal, misalnya, cuma kalau saya sampai ketemu momen benar-benar bahagia sekali sampai meneteskan air mata haru (ceile), atau di Professional ketika semua target profesional saya terpenuhi tanpa cela, lengkap dengan pujian resmi dari tempat kerja (eh berima). sudah seharusnya memang susah, namanya juga nilai sempurna. nggak boleh protes!

 

#1: Personal

secara pribadi, 2014 bukan tahun yang sepenuhnya buruk. bukan berarti semua serba bahagia cerah ceria, tapi secara personal memang tahun ini cukup berwarna buat saya. ada yang manis, kadang asam, sedikit asin. dengan pertimbangan tersebut, agaknya cukup pantas kalau dianggap nilainya cukup di sekitar ekuilibrium saja.

major points:
senang melihat seseorang berhasil dan melompat lebih tinggi. goes to show that something I saw in her few years ago was indeed there.

minor points:
kekecewaan mendalam dan hubungan personal yang jadi… sedikit membingungkan. but we are working on it.

 

#2: Professional

ada beberapa target profesional tidak tercapai. sayang juga sebenarnya. di sisi lain, kalau tahun lalu saya punya resolusi soal ‘lebih strategis’, tahun ini bisa dianggap tercapai. rencana jangka panjang berjalan relatif baik. walaupun, ya, tidak sempurna, beberapa hal bisa lebih optimal, jadi tidak bisa nilai penuh.

major points:
setengah jalan sudah tercapai dalam perbaikan fondasi proses dan teamwork di tempat kerja. ada rencana dan harapan untuk bisa take off pada 2015.

minor points:
sempat mengalami periode konflik profesional terkait manajemen, walaupun akhirnya semua baik. sedikit ceritanya sempat saya tuliskan beberapa waktu lalu.

 

#3: Achievements

pencapaian saya tahun ini, apa ya? di luar konteks profesional, sepertinya tidak ada sesuatu yang benar-benar bisa dianggap sebagai raihan. mungkin akan menyenangkan kalau saya bisa menulis novel 400-500 halaman atau membuat konten viral seperti tetangga sebelah, misalnya.

major points:
professional achievement di tempat kerja. kerja keras yang diterima dengan baik itu selalu menyenangkan.

minor points:
tidak sempat mengeksekusi proyek yang sifatnya personal. bukannya saya ada ide yang hebat juga sih.

 

#4: Social

tahun ini, kehidupan sosial saya bisa dibilang tidak istimewa. sebagian mungkin terkait beberapa hal yang sifatnya pribadi dan keadaan yang tidak selalu mulus, sehingga ada saatnya saya cenderung menarik diri. beberapa rekan mungkin ada yang merasa bahwa saya cenderung menjauh dan jadi kepikiran, sungguh mohon maaf dan santai saja. cuma saya, bukan karena anda.

major points:
ketemu dan bertukar pikiran dengan teman-teman lama, masing-masing secara terpisah, dalam beberapa sesi tukar pikiran yang sungguh membuka sudut pandang.

minor points:
sempat mengalami periode menarik diri, baik dari media sosial maupun tatap muka.

 

#5: Leisure

baiklah, dengan lapang dada saya mengakui bahwa tahun ini saya mungkin kurang bersenang-senang. atau mungkin ada pergeseran makna ‘bersenang-senang’, entah juga. yang jelas budget saya tahun ini lebih banyak ke buku daripada travelling atau video game, misalnya.

major points:
sempat cuti dua pekan, melakukan perjalanan jauh ke tempat yang menyenangkan, juga meliputi proses menjauhkan diri dari telepon genggam dan akses internet dengan sukarela.

minor points:
sepertinya saya memang agak terlalu sibuk. atau mungkin memang tidak menganggap perlu rekreasi? saya sendiri juga bingung soal ini.

 

kira-kira demikianlah 2014 buat saya. banyak hal yang masih patut disyukuri soal itu, walaupun seperti biasa, akan selalu ada hal-hal yang bisa lebih baik.

setidaknya, sesuatu tidak sia-sia. kan begitu? 😉

4 Comments

  1. January 1, 2015 at 12:45 pm - link to this comment

    evaluasi dirinya sampai terukur dengan detail plus diagram gitu, keren. menurutku sih gpp kurang leisure yg penting menikmati hidup, toh kenikmatan bersenang2 tak hanya diperoleh dari plesiran semata (komen ini agak wagu memang) 😐 atau sesuai persepsi sendiri di atas : mungkin rekreasi memang tak dianggap perlu. So..

  2. January 2, 2015 at 5:56 pm - link to this comment

    Itu plot grafiknya mirip gelandang Arsenal di PES6… High attack, high technique, strong stamina, tapi defense/power/speednya lemah. 😕

    Walaupun to be fair, itu rada nyambung sama pribadi yud1 sih. 😆

  3. January 4, 2015 at 11:37 am - link to this comment

    so.. where have you been?

  4. January 10, 2015 at 12:37 pm - link to this comment

    @ warm:

    saa, memang belakangan ini merasa nggak terlalu ingin banyak jalan-jalan. rasanya kok semacam ‘travelling is overrated’. tapi mungkin cuma soal mood. atau barangkali saya memang lagi zen mode. :mrgreen:

    @ sora9n:

    Walaupun to be fair, itu rada nyambung sama pribadi yud1 sih. 😆

    WOY GUE TAU INI DIAM KAMU 😆

    @ chiil:

    hei, cil. lama nggak ketemu. let’s just say, sekarang ini sedang semacam membatasi diri dari komunikasi dan media sosial terutama di ranah maya. masih nulis, ya, sibuk kiri-kanan juga, but other than that, not much.

    anyway it’s been a while. apa kabar? 😉