Monthly Archives: May 2015

sampul belakang

“cinta sejati adalah kenyamanan, kepercayaan, dan dukungan. kalau kamu tidak setuju, aku tidak peduli.” (Milea, 1990) dari sampul belakang novel di toko buku, siang ini. aku cuma geleng-geleng —bukan karena itu tak tepat, sungguh.

mei

aku menuliskan ini pada tanggal 14 Mei, dan untuk orang-orang yang paham tentang atau kebetulan tinggal di Indonesia, kurasa tanggal tersebut seharusnya tidak terlalu asing. untuk alasan yang tidak selalu baik, kukira. atau lebih persisnya: 13 dan 14 Mei. kalau kuingat-ingat lagi, setahun sebelumnya pada 1997 Persemakmuran Inggris mengembalikan Hong Kong ke Republik Rakyat Cina, […]

janji dan harga diri

“kadang takut ketemu orang kayak kamu. kamu nggak pernah kompromi kalau kamu sudah bilang janji. bikin takut. takut kalau suatu saat malah aku yang lupa atau ingkar janji.” “yah. kalau aku sudah nggak bisa percaya sama omonganku sendiri, aku mau percaya sama siapa lagi?” maaf, kelas dan didikan saya beda. tolong jangan dibandingkan dengan rata-rata […]

di dapur rumah ibu

/1 kalau ada saatnya di mana hal-hal kecil sederhana membuat kekacauan yang tidak seharusnya, inilah saatnya. pagi hari libur pada¬†akhir pekan panjang, aku sedang menuangkan adonan telur ke dalam lubang-lubang kecil di loyang yang sudah tertutup lembaran daging asap. kelebihan; campuran telur garam merica dan kecap inggris merembes, menyisakan tambahan pekerjaan lengkap dengan ekstra bau […]

bisa sendiri

kesalahanmu adalah kamu ingin dimengerti. yang sebenarnya, mana bisa begitu? bodoh. kamu dikutuk peduli, tapi tak boleh punya melankoli. ceritamu jadi beban. keraguanmu jadi penghakiman. beban buat mereka. penghakiman buat kamu. makanya, diam. kamu akan selalu punya kutukan. entah itu dari sisi meja kopi dan coklat panas, atau dari cerita-cerita tak penting yang kamu keluarkan […]