Author Archives: yud1

opini-opini yang tidak berguna

saya paham bahwa orang-orang bebas untuk memiliki opini. apalagi di media sosial, yang sudah macam warung kopi raksasa dengan segala macam opini warga di dalamnya. walaupun di sisi lain, yah… hal-hal seperti ini agak membuat jengah juga kadang-kadang. kadang-kadang. eh apa sering ya? yah begitu deh pokoknya.   (c) Nickelodeon “kenapa dunia penuh ketidakadilan, kenapa […]

belok kiri, dari Perth

lewat jam delapan malam waktu Australia Barat, atau lewat jam tujuh malam waktu Jakarta ketika lembaran customs —isian bea dan cukai sebelum memasuki negara tujuan— dibagikan oleh pramugari di kabin. tujuan Jakarta dalam waktu dua atau tiga jam ke depan, atau setidaknya demikian yang terakhir kuingat dari status penerbangan di layar di depan kursi. itu […]

americano dan hazelnut latte

dia duduk di dekat jendela, dengan secangkir kopi berada dalam genggamannya. anak muda, laki-laki, dua puluh tahunan awal. kacamata berbingkai setengah. rambutnya sedikit mencuat dan agak berantakan. dia mengenakan kaos dan celana kargo serta sepatu trekking, dengan ransel hitam diletakkan di dekat kakinya. aku merapi-rapikan rambut dan kacamataku dalam gerakan tanpa sadar. masih agak berantakan, […]

belakangan ini…

… saya sibuk. seperti biasa. atau mungkin lebih tepatnya menyibukkan diri. kadang-kadang bagus juga, jadi tidak sempat memikirkan hal-hal lain. … entah kenapa pada suatu episode kesambet iseng menulis fiksi yang baru lalu. rasanya agak aneh; umumnya saya menulis sudut pandang pertama hanya terkait pengalaman pribadi. … mengalami penurunan frekuensi latihan fisik dan teknik. kehilangan […]

jembatan

O/I memasuki bulan Agustus banyak hal terasa seperti melangkah dalam lumpur dan sedikit berat, tapi kalau diteruskan toh bisa-bisa saja kita mengarahkan diri ke tempat manapun itu kita mau pergi. di luar itu matahari masih bersinar terang, kalau hujan jadi sedikit kelabu, tapi ketika kita memikirkannya lagi itu semua pada dasarnya hal yang biasa-biasa saja. sesekali […]

superman (it’s not easy)

saya ingat, waktu kecil dulu saya sering menonton serialisasi Superman di salah satu televisi swasta. waktu itu Clark Kent masih muda, belum ketemu Lois Lane, dan masih dekat dengan Lana Lang. waktu itu rasanya dunia sederhana sekali. sehabis pulang mengaji, sore hari, petang menjelang maghrib, duduk di depan televisi dan rasanya beban hilang beberapa saat […]

linimasa dan saya

belakangan ini, saya merasa sedikit jenuh. bukan dengan kehidupan atau karir atau keluarga atau hal-hal lain pada umumnya —saya bersyukur saya masih bisa bangun pagi dengan tujuan dan bekerja keras untuk itu— tapi lebih ke arah hal remeh-temeh di sekitar saya. media sosial, misalnya. beberapa pembaca mungkin paham bahwa saya cenderung memiliki hubungan benci-tapi-rindu [→] dengan […]

kepikiran. iya.

“mau nangis boleh enggak? . . . ya enggak lah. anak laki-laki kok nangis. bego.” (LOL) i. because boys don’t cry and men only bleed. ii. it helps when it is raining.

akhir

“maaf.” bocah itu tercekat. suaranya keluar berat dan tersedak-sedak. genggamannya gemetar. tapi, sunyi. “maafkan aku. aku janji akan jadi anak baik. aku janji nggak akan marah-marah lagi. aku janji…” tak ada jawaban. si bocah mulai sesenggukan. rasanya mau pecah. matanya buram. basah. “aku janji. tolong jangan pergi. tolong…” sunyi. hanya genggaman yang semakin lama semakin […]

tamu

“senang dan sedih itu kan seumpama tamu saja. kalau lagi datang kita urus, kalau mau pergi kita antar. sepatutnya saja.” _ mungkin saya bertambah tua. atau mungkin saya cuma sedikit bertambah bijak. atau mungkin cuma sudah saatnya bahwa saya tidak lagi memandang hidup sebagai mencari kesenangan dan menghindari kesedihan. lho, kok?   kalau melihat orang lain […]