read through

an da-cuk upper! hat @ianka- laubis, abacatu? lis anini!!

*seb (abkay) _aknya manus? iamemb! @aca. tu, lis ande& nganc @arasep. otong?! poto# @ng

g% wlag $i nget! esber/a/ paor. (ang) y! (ang) bac, atu— lis anin?! iyan glang* sungsa dar, ap?! amak +sudg+ wnu – lis? in@i.

k, atan! yas? ihm% anus \iamemb\ acatu lis!! anden. ganmemik (irkansp) asidant @andaba-ca

kal? osp… asi@dia n% gga $ppisa. hkatad, ancend & erungme!! mik-i, rka% nunt ukme-ng (art) ikansi? mbold (anta) nd ^aba^ c-a!

ehbt? wkal (auand) aud-ahn gert = isam. pais+inian. dasu -dahme $nc (obameng!) enaic araot. akbek erjada! @lammen *gola* hrente $tan k @ata d + al – amka ! lima? tda npeng /aruhn/ yater. hada? ptand _abac_ –a.

kal! auuda #hng _ertibi_ langy! ahsi $laka @n #tu# lisd icom /menttu/ ntuktu? lis anini!

wordpress feature

tahukah anda, bahwa dari segi feature, sebenarnya feature yang ada di engine WordPress itu bisa digunakan atau tidak digunakan, tergantung theme yang anda pakai? gw menyadari hal tersebut ketika mengutak-atik engine theme yang gw pakai, dan sedikit melihat-lihat (serta sedikit utak-atik) engine WordPress.

gw mencoba untuk menuliskan beberapa feature (yang ketemu dari hasil coba-coba dan utak-atik) di sini. oh, iya. perlu diperhatikan bahwa trik berikut ini hanya WordPress-compatible, dan bisa dilakukan dengan memodifikasi code PHP dari engine.

di sidebar ada sebuah kalender yang bisa digunakan untuk search post berdasarkan tanggal. yah, sebenarnya feature itu sudah ada di engine-nya WordPress, tapi gw baru tahu belakangan karena ada di theme yang gw pakai sekarang. kalau tertarik, silakan coba syntax get_calendar(). rather convenient, i think.

masih di sidebar, ada sebuah kategori ‘activity’ untuk menampilkan n post terakhir. gw sih menggunakan n = 10. sebenarnya bisa di-set sesuai kebutuhan. bisa dicoba dengan syntax

$posts=get_posts(‘numberpost=n’&offset=0’);

n-nya bisa didefinisikan sesuai keinginan. oh iya, $posts itu variabel yang dipakai untuk menampung semua post-nya. setelah itu, pakai foreach, dan pakai syntax the_permalink(). syntax yang terakhir itu me-reference ke permanent link post yang bersangkutan.

euh… sebenarnya sih ini akan lebih mudah dimengerti kalau anda sudah bongkar-bongkar code PHP-nya WordPress.

terakhir (dan agak kurang penting), sebenarnya kalau anda menyadari, WordPress bisa mengelola kategori ‘links’ secara berbeda, tergantung kebijakan yang digunakan pada theme yang anda pilih. salah satu versi tidak bisa mengelompokkan links berdasarkan kategori. tahu kan, misalnya ‘friends’, ‘sites’, atau ‘others’ dari link yang ada.

sebenarnya sih ada cara yang lebih efisien (dan gampang!) untuk melakukan hal tersebut, dan bisa dilakukan dengan syntax get_links_list(). tapi gw agak kurang suka aja, sih. masalahnya, walaupun bisa menampilkan link per kategori, tapi agak buggy: urutan yang ada di kategori bisa berubah setiap kali di-refresh. soal selera, sih. gw pribadi lebih suka menggunakan menu link standar (alias: tidak ada kategori link). but for the sake of neatness, silakan menggunakan code tersebut kalau theme yang anda pakai belum menggunakannya.

…hm. ada yang tahu hal-hal yang menarik lagi soal WordPress? sebenarnya, hal seperti inilah yang gw suka dari engine custom seperti WordPress. feature yang ada bisa dimodifikasi sesuka hati =)

‘shards of memories’ new look

akhirnya, setelah melakukan beberapa hal:

  1. ngubek-ngubek theme WordPress lama (yang tadinya nggak gw pakai karena gw anggap tidak terlalu bagus) yang ada di M-E-T-E-O-R-
  2. utak-atik code CSS dan PHP dari theme asli
  3. lihat-lihat dan sedikit utak-atik code PHP dari engine WordPress (kok… code-nya susah yah =P) buat penyesuaian feature ke theme baru
  4. edit image yang ada buat theme hasil modifikasi
  5. utak-atik code HTML buat finishing touch

…dan jadilah tampilan shards of memories versi baru. theme yang digunakan sebagai basis adalah Ocadia yang bisa ditemukan di website kreatornya di beccary.com. modifikasi yang dilakukan meliputi modifikasi code CSS, PHP, HTML, serta GIF image editing.

nuansanya kali ini didominasi warna abu-abu dan turqoise, dengan gaya simple and clean. sebenarnya sempat kepikiran untuk pakai warna biru atau biru tua dengan shade pastel, tapi berhubung warna yang disebutkan sudah banyak yang pakai, jadi batal deh =).

yah, begitulah. enjoy this new look. feel free to comment.

omong-omong piala dunia (terakhir)

akhirnya piala dunia 2006 usai juga. diakhiri dengan partai ‘hadiah hiburan’ perebutan juara ketiga pada 8 Juli dan final pada 9 Juli, kedua pertandingan menutup rangkaian piala dunia 2006. closing ceremony berlangsung apik, lengkap dengan konfeti dan kembang api yang menghiasi langit Berlin dari Olympiastadion.

Italia meraih piala dunia untuk keempat kalinya, menjadi negara Eropa yang memimpin perolehan Piala Dunia di bawah Brasil. Prancis di posisi runner-up dan bermain sangat baik. Jerman menghibur publiknya dengan tempat ketiga, dan Portugal mengakhiri turnamen sebagai semifinalis di tempat keempat.

berikut dua partai terakhir piala dunia 2006.

Jerman 3 – 1 Portugal

walaupun titelnya adalah ‘hadiah hiburan’, kedua tim memiliki alasan yang bagus untuk memenangkan pertandingan. Jerman sebagai tuan rumah menginginkan kemenangan untuk menghibur publiknya atas kekalahan di semifinal. sementara itu, generasi emas kedua Portugal menginginkan prestasi menyamai generasi emas pertama yang dipimpin Eusebio.

sayangnya, kedua tim tidak tampil secara full-team. Michael Ballack tidak bermain karena cedera. Oliver Kahn menggantikan Jens Lehmann untuk pertama dan terakhir kalinya di piala dunia 2006. Luis Figo duduk di bangku cadangan. posisinya sebagai kapten tim digantikan oleh Pauleta.

absennya beberapa pemain utama ternyata tidak membuat pertandingan menjadi tidak seru. kedua tim bermain terbuka dan saling menyerang sejak menit-menit awal. Jerman dengan pola 3-5-2 yang biasa, dengan Bastian Schweinsteiger dan Phillip Lahm di posisi sayap. di depan, duet Miroslav Klose dan Lukas Podolski masih menjadi starter. dari sisi Portugal, absennya Luis Figo dicoba dicover oleh Deco yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah. sementara itu, penyerangan dari sisi diserahkan kepada Cristiano Ronaldo dan Simao Sabrosa. pola 4-5-1, dengan Pauleta sebagai penyerang tunggal.

babak pertama tidak menghasilkan gol. penyerangan Portugal cenderung terpusat pada pergerakan Cristiano Ronaldo. disebabkan oleh absennya Figo, serangan memang seolah menjadi Ronaldo-sentris. Deco lebih banyak berperan sebagai CMF yang mengalirkan bola ke depan dan ke sisi lapangan. penyerangan Portugal lebih banyak dilakukan melalui side-attack, terutama melalui pergerakan Ronaldo dan Simao.

sementara itu, Jerman mengkombinasikan pergerakan dari tengah lapangan dan serangan dari sisi. pergerakan Lukas Podolski beberapa kali mencoba menerobos dari tengah, sementara Lahm dan Schweinsteiger dari sayap. selain itu, terdapat juga beberapa peluang yang dihasilkan dari bola mati di sekitar gawang Portugal. dari sisi pertahanan, penjaga gawang Oliver Kahn bermain sangat baik. meskipun demikian, tidak terjadi gol pada 45 menit babak pertama.

babak kedua. pergerakan Jerman masih seperti babak pertama. namun, Portugal tampak menurunkan tempo permainan. di menit ke-56, pergerakan Schweinsteiger dari sisi kiri lapangan berhasil membuka ruang tembak. satu tembakan bersarang dengan manis di gawang Portugal. 1-0.

Portugal yang tertinggal mencoba melakukan serangan balik, dan kembali menaikkan tempo permainan. sebaliknya, Jerman malah berhasil menambah keunggulan melalui gol bunuh diri Petit yang salah mengantisipasi tendangan bebas Schweinsteiger. sementara itu, pelatih Luiz Felipe Scolari memasukkan Nuno Gomes untuk meningkatkan daya serang Portugal. belakangan, Pauleta digantikan oleh Luis Figo, yang kembali menjadi kapten tim.

meskipun demikian, Jerman akhirnya mencetak gol ketiganya, kembali melalui pergerakan Schweinsteiger yang melakukan tembakan jarak jauh setelah menusuk dari sayap. sebuah gol cantik sekali lagi bersarang gawang Portugal. baru mendekati akhir pertandingan, Nuno Gomes memperkecil ketinggalan dengan mencetak gol dari assist cantik Figo dan mengubah kedudukan menjadi 3-1. kedudukan tidak berubah sampai akhir pertandingan.

Schweinsteiger menjadi man of the match. publik Jerman senang. sebagai tuan rumah, pencapaian tersebut cukup baik sebagai penghibur atas kekalahan di semifinal. Portugal kalah, tetapi prestasi kali ini merupakan lompatan bagi reputasi underachiever mereka.

Italia 1 – 1 Prancis (adu PK: Italia)

Italia membalas dendam. dua kekalahan menyakitkan dari Prancis di Prancis 98 dan Belanda-Belgia 2000 dibalaskan dengan sukses di Berlin. piala dunia kembali ke Italia.

gol cepat Prancis di menit ke-7 yang dicetak oleh Zidane dari titik penalti setelah Florent Malouda diganjal di kotak penalti Italia membuat keunggulan yang bertahan hanya selama 12 menit. di menit ke-19, Marco Materazzi mencetak gol dengan sundulan dari tendangan pojok yang dilakukan Andrea Pirlo. setelah itu, tidak terjadi lagi gol yang mengakibatkan pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

bermain dengan pola 4-5-1 (yang lebih mendekati 4-4-1-1), Italia mengharapkan permainan yang inspiratif dari Francesco Totti yang dipasang di belakang Luca Toni. sayangnya, permainan lni tengah Italia tidak berkembang baik selama pertandingan. lini tengah Prancis yang dimotori oleh Zinedine Zidane lebih mendominasi lapangan tengah, dengan di-support oleh Frank Ribery dan Florent Malouda yang bermain menyerang. sementara itu, duet Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso di lini tengah Italia dengan usaha yang baik mencoba untuk mengalirkan bola, namun tidak menghasilkan pergerakan yang baik. peran Francesco Totti yang diharapkan menjadi motor serangan ternyata tidak berjalan sesuai harapan. praktis, lapangan tengah lebih banyak didominasi Prancis.

peluang Italia lebih banyak terjadi melalui set pieces tendangan pojok dan tendangan bebas. tercatat beberapa peluang yang cukup baik terjadi dari posisi bola mati. selain gol dari Materazzi, sempat terjadi peluang yang baik dari Luca Toni yang menyambut sepak pojok, di mana bola masih membentur mistar gawang. demikian juga gol dari Toni yang dianulir karena posisi offside diperoleh dari set piece tendangan bebas. suplai bola dari lini tengah dan tusukan dari Italia memang terasa minim dalam pertandingan kali ini.

di sisi lain, Prancis yang mendominasi lapangan tengah, terutama selepas babak pertama, terus mengambil inisiatif serangan ke daerah pertahanan Italia. meskipun demikian, pertahanan Italia yang dikomandoi oleh Fabio Cannavaro mampu menahan dengan baik serangan-serangan dari Prancis. Henry, Ribery, dan Zidane mencetak peluang yang sangat baik, namun tidak berhasil menjadi gol.

memasuki perpanjangan waktu, Prancis masih terus melakukan inisiatif serangan, sementara Italia tampak lebih mengandalkan counter-attack. peluang terbaik Prancis dalam dibuat oleh Zidane dengan kerjasama satu-dua yang cantik, dan diakhiri dengan sundulan terarah ke gawang Gianluigi Buffon. sayangnya, Buffon berhasil mematahkan bola kencang dan terarah tersebut. penyelamatan yang sangat baik dan luar biasa dari Buffon.

selanjutnya, mendekati akhir perpanjangan waktu, insiden Zidane-Materazzi akhirnya mengakibatkan Zidane diganjar dengan kartu merah. Zidane yang tampak frustrasi ‘menanduk’ Materazzi dalam keadaan off the ball. kartu merah merupakan hal yang layak untuk tindakan yang disesalkan dan tidak seharusnya dilakukan oleh sang maestro.

memasuki adu PK, tampak bahwa adu PK ini lebih ke arah adu piawai penendang dibandingkan adu penjaga gawang. Buffon, walaupun melakukan berbagai penyelamatan yang baik sepanjang piala dunia, bukanlah penjaga gawang yang istimewa untuk urusan tendangan penalti. demikian juga Fabien Barthez, tidak memiliki catatan yang baik dalam menghentikan tendangan penalti. hal ini akhirnya terbukti dengan minimnya jumlah PK yang dapat ditebak arahnya dengan baik oleh kedua penjaga gawang.

adu PK yang dilakukan akhirnya membuahkan skor akhir 5-3 untuk kemenangan Italia. David Trezeguet gagal mengeksekusi PK karena membentur mistar atas gawang. Fabio Grosso menjadi pahlawan dengan PK terakhir dalam pertandingan. piala dunia pun kembali ke Italia.

___

trivia:

tahukah anda, Bastian Schweinsteiger hampir saja menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick di piala dunia 2006? sayangnya, walaupun berperan besar dalam terjadinya ketiga gol Jerman, gol kedua Jerman dihitung sebagai gol bunuh diri. dengan demikian, sampai turnamen usai, tidak terjadi satupun hat-trick di piala dunia 2006.

tahukah anda, bahwa Zinedine Zidane menjadi satu-satunya pemain yang mengakhiri kariernya di kancah sepakbola dengan pertandingan final piala dunia? sayangnya akhir dari kariernya yang cemerlang dirusak oleh kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan final.

tahukah anda, bahwa bagi publik Italia, keberhasilan menjuarai piala dunia 1982 dan 2006 memiliki sejarah yang mirip? pada 1982, di tengah kehebohan skandal suap, Paolo Rossi dan kawan-kawan menjadi juara dunia. pada 2006, di tengah skandal liga domestik, Fabio Cannavaro dan kawan-kawan sekali lagi menjuarai piala dunia.

___

see you on 2010. look forward to it.

omong-omong piala dunia (lagi-lagi…)

Jerman 0 – 2 Italia

Westfalenstadion punya aura magis buat Jerman? katanya sih begitu. tapi rekor tidak pernah kalah milik Jerman di Westfalen ternyata kandas di kaki Italia.

Italia tampil baik. Jerman tampil bagus. kedua tim sama-sama bermain keluar menyerang. dan kedua penjaga gawang tampil cemerlang. Gianluigi Buffon melakukan penyelamatan spektakuler di perpanjangan waktu. Jens Lehmann mematahkan middle shoot dari Andrea Pirlo dengan baik. sayangnya, tidak tercipta sebuahpun gol dalam 2×45 menit pertandingan yang berjalan cukup seru.

meskipun demikian, penyerangan Jerman yang lebih banyak menggunakan serangan dari sayap, dikombinasikan dengan terobosan tengah dari Michael Ballack dan dalam beberapa kesempatan oleh Lukas Podolski yang beberapa kali mencoba melakukan terobosan dari tengah.

di sisi Italia, penyerangan lebih banyak menggunakan terobosan tengah -Italia tidak banyak menggunakan pola serangan dari sisi lapangan, kecuali mungkin pergerakan dari Mauro Camoranesi di bagian kanan- yang dimotori oleh Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. di barisan depan, Luca Toni yang akhirnya digantikan oleh Alberto Gilardino tercatat mencetak beberapa peluang yang sayangnya gagal menjadi gol.

kedudukan 0-0 hampir saja membawa pertandingan ke babak adu penalti, sebelum akhirnya Fabio Grosso memecahkan kebuntuan dengan sebuah gol ke tiang jauh sebelah kanan gawang Jerman. ketertinggalan satu gol membuat Jerman menaikkan tempo dan bermain semakin terbuka di akhir perpanjangan waktu. sayangnya, counter dari Italia sekali lagi membobol gawang Jerman berkat kerjasama yang baik dari Alberto Gilardino dan Alessandro del Piero. gol kedua Italia tercipta dalam selang waktu tidak sampai tiga menit. kedudukan 0-2 untuk keunggulan Italia bertahan sampai akhir pertandingan.

dengan demikian, Italia melangkah ke final piala dunia 2006, dan akan menghadapi pemenang dari pertandingan Prancis-Portugal di pertandingan semifinal lainnya.

Portugal 0 – 1 Prancis

c’est historie repete. sejarah berulang. masih ingat semifinal Euro 2000? enam tahun lalu, Portugal bertemu Prancis di semifinal. saat itu, kemenangan Prancis ditentukan oleh tendangan penalti Zinedine Zidane di babak perpanjangan waktu. kali ini, sejarah kembali berulang. tendangan penalti Zidane sekali lagi menghempaskan Portugal di semifinal piala dunia 2006.

sama-sama menggunakan pola 4-5-1, kedua tim menumpukan permainan di lini tengah. meskipun demikian, terlihat perbedaan yang jelas dalam permainan kedua tim: Prancis lebih banyak menggunakan terobosan dari tengah yang dimotori oleh Zidane, yang di-support oleh Patrick Vieira dan Frank Ribery. sementara itu, Portugal lebih banyak bermain dari sisi dengan Cristiano Ronaldo dan Luis Figo sebagai motornya.

pelanggaran terhadap Thierry Henry di menit ke-33 akhirnya menghasilkan penalti yang dieksekusi oleh Zidane. ditebak arahnya dengan sangat baik, namun tidak berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Ricardo. satu gol hasil tendangan penalti Zidane bertahan sampai akhir pertandingan.

di babak pertama, pergerakan Cristiano Ronaldo yang menyisir lapangan dari sisi kiri (dan beberapa kali dari kanan) sempat beberapa kali membahayakan gawang Prancis, namun berhasil digagalkan berkat kerjasama yang baik dari DF Prancis yang dikomandoi oleh Lilian Thuram. tercatat juga beberapa kali Thuram melakukan intercept pada saat yang tepat sehingga tidak terjadi peluang yang berbahaya.

lini depan Portugal tampak tidak bisa mengembangkan permainan, dan lebih banyak mengandalkan middle shoot dari pemain MF-nya, terutama Maniche yang memang dikenal dengan akurasi middle shoot-nya. Cristiano Ronaldo dan Luis Figo, walaupun melakukan pergerakan yang cukup berbahaya, namun masih belum menghasilkan peluang yang cukup baik.

meskipun demikian, barisan DF Prancis bukannya tanpa cela. penjaga gawang Fabien Barthez beberapa kali melakukan kesalahan kecil, dan satu blunder yang nyaris berakibat terjadinya gol. beruntung bagi Prancis, tandukan Luis Figo masih melebar di atas mistar gawang.

secara umum pertandingan berjalan cukup imbang. di babak kedua, Prancis tampak lebih konsentrasi ke pertahanan dan menutup celah serangan dari sayap, mengakibatkan penguasaan bola lebih banyak dilakukan oleh Portugal. meskipun demikian, hanya sedikit peluang yang diperoleh Portugal. beberapa yang cukup baik mungkin tendangan jarak jauh Cristiano Ronaldo yang berhasil dipatahkan Barthez, dan sundulan Figo yang nyaris menjadi gol karena blunder penjaga gawang Prancis tersebut. di sisi lain, Prancis juga memiliki beberapa peluang, di mana salah satu yang cukup baik adalah middle shoot Frank Ribery yang berhasil digagalkan dengan baik oleh Ricardo.

keunggulan Prancis bertahan sampai akhir pertandingan. Prancis lolos ke final, dan akan berhadapan dengan Italia yang telah lebih dahulu mengantongi tiket final.

___

trivia:

tahukah anda, bahwa perjalanan Prancis kali ini mirip dengan perjalanan mereka ketika menjadi juara Euro 2000? Prancis mengalahkan Portugal di semifinal, kemudian mengalahkan Italia di final. apakah hal yang sama akan terjadi kali ini?

tahukah anda, partai semifinal Prancis-Portugal adalah partai perpisahan Luis Figo dan Zinedine Zidane? keduanya berencana pensiun dari tim nasional pasca piala dunia 2006.

tahukah anda, bahwa di Westfalenstadion, Dortmund, tim nasional Jerman tidak pernah mencatat kekalahan dalam 14 partai yang diadakan di sana? rekor tersebut kini kandas dengan kekalahan dari Italia.

___

look forward to July 9 on Berlin. enjoy this game. like many people does.

omong-omong piala dunia (lagi)

yah. saat ini piala dunia telah menyelesaikan putaran perempat final, yang berarti perjalanan ke tangga juara akan ditentukan oleh tiga pertandingan lagi (dua semifinal dan final – juara ketiga? apa itu? =P ). dapat dipastikan tahun ini piala dunia kembali ke Eropa, sehubungan dengan hasil pertandingan di perempat final.

Jerman 1 – 1 Argentina (adu PK: Jerman)

Tim Tango terpaksa mengubur impian untuk menjadi juara dunia kali ketiga. gol dari Ayala dan Klose untuk kedua tim menghasilkan kedudukan imbang 1-1. adu penalti dimenangkan oleh Jerman. gw sudah memperkirakan seperti itu ketika pertandingan memasuki adu penalti. catatan kiper Jens Lehmann memang cukup baik kalau soal tendangan penalti.

akhirnya? begitulah. Lehmann ternyata bisa membuktikan diri sebagai pengganti Oliver Kahn.

…sayang juga sebenarnya. gw cukup suka melihat permainan Argentina. tapi Lionel Messi ternyata tidak diturunkan dalam pertandingan kemarin. yah, sudahlah. adios Argentina.

Italia 3 – 0 Ukraina

…kurang apa lagi? Gianluca Zambrotta dan Luca Toni menyumbangkan gol untuk kemenangan Italia. bisa dikatakan kedua tim memang beda kelas. well, Ukraina sudah berjuang dengan baik. sebagai tim debutan, sampai ke perempat final telah melewati target awal mereka, yaitu lolos penyisihan grup.

salah satu kekurangan Ukraina adalah tidak adanya motor serangan dari lini tengah. walaupun di depan ada Shevchenko, pasokan bola tidak mengalir dari lini tengah. yah, Ukraina memang tidak punya playmaker yang mumpuni.

Luca Toni akhirnya membuktikan diri bisa mencetak gol di piala dunia. Italia ternyata tidak terlalu ‘terganggu’ dengan skandal suap di liga domestiknya. yah. Italia lolos.

Inggris 0 – 0 Portugal (adu PK: Portugal)

buat penggemar Inggris: berita buruk. God didn’t save the queen this time. dalam adu PK, ternyata penjaga gawang Alexandre Ricardo masih terlalu tangguh untuk penendang PK Inggris. sebenarnya bukannya Inggris lemah dalam adu penalti (eh.. tapi sejarahnya begitu, sih =P ), tapi memang Ricardo sedang tampil sangat baik. semua PK pemain Inggris berhasil ditebak arahnya dengan baik – walaupun tidak semua berhasil dihalau. kegagalah dua kali PK Portugal ternyata tidak membuahkan kegagalan – Portugal layak berterima kasih kepada penjaga gawang yang satu ini.

kartu merah Wayne Rooney ikut mensukseskan kemenangan Portugal. kartu merah yang tidak perlu, sebenarnya. adalah wajar ketika kartu merah diberikan kepada pemain yang dengan jelas menginjak pemain lawan. anak ini masih perlu belajar mengontrol emosi, rupanya. mengingatkan pada pengalaman Inggris di Prancis 98. kartu merah David Beckham akhirnya mengantarkan Inggris kalah dalam adu penalti. sekarang? kasus yang mirip. tapi kali ini aktornya adalah Rooney.

Portugal lolos ke babak berikutnya – generasi emas kedua akhirnya kembali membawa Portugal ke semifinal.

Brasil 0 – 1 Prancis

Zidane belum habis. Ronaldinho kehilangan sihir. dan Henry mengubur Brasil. reuni final Prancis ’98 ternyata gagal membalaskan dendam Brasil. lagi-lagi, Brasil dipaksa keok di kaki Prancis. pressing yang diterapkan Prancis ternyata sangat efektif menahan pasokan bola Brasil. Ronaldinho hampir tidak pernah dibiarkan menerima bola dengan posisi enak – kalau tidak membelakangi gawang, hampir pasti dijaga oleh dua-tiga orang. praktis, tidak banyak peluang yang diperoleh Brasil.

Prancis kembali ke pola lama 4-5-1 (akhirnya pelatih Raymond Domenech sadar juga.. =P ) yang menumpukan permainan di lini tengah, meninggalkan Thierry Henry sebagai striker tunggal. Zidane masih sebagai playmaker, dan ternyata dia membuktikan diri belum habis. pass-pass yang mengalir dari kakinya berkali-kali membuka celah di pertahanan Brasil – hal yang tidak berhasil dilakukan oleh Ronaldinho. masih dengan teknik tinggi seperti delapan tahun lalu – man of the match seharusnya cukup layak untuknya.

dan puncaknya adalah tendangan bebas Zidane yang disambut dengan baik oleh Henry. 0-1 untuk keunggulan Prancis. dan Brasil pun terpaksa pulang.

even though we’re so close together…

ini… adalah judul sebuah lagu (tepatnya: terjemahan dari judul sebuah lagu) yang sedang gw dengarkan sambil menulis post ini. lagu ini dibawakan oleh See Saw, dan ditulis oleh Yuki Kajiura. kalau tidak tahu mereka ini siapa, silakan mencari tahu… =) meskipun demikian, bila anda cukup familiar dengan J-Music, kemungkinan besar anda seharusnya sudah tahu.

well, lagu ini aslinya berbahasa jepang, jadi gw tuliskan liriknya di sini. terjemahannya gw tuliskan di bagian bawah. mohon maaf dan koreksi kalau ada salah penerjemahan, soalnya gw merasa ada beberapa bagian yang ‘harusnya nggak seperti itu’ ketika baca translation-nya, jadi gw revisi.

oh. iya. sedikit penjelasan, judul lagu ‘anna ni issho datta no ni‘ itu adalah bahasa jepang yang artinya kira-kira ‘even though we’re so close together‘. yah, pokoknya begitulah.

___

anna ni issho datta no ni
yuugure wa mou chigau iro…

arifureta yasashisa wa kimi wo toozakeru dake
tsumetaku kirisuteta kokoro wa samayou bakari
sonna kakkowarusa ga ikiru to iu koto nara
samuzora no shita me wo tojite iyou

anna ni issho datta no ni
kotoba hitotsu tooranai
kasoku shiteiku senaka ni ima wa

anna ni issho datta no ni
yuugure wa mou chigau iro
semete kono tsukiakari no shita de
shizuka na nemuri wo…

-See Saw-
-Anna ni Issho Datta no ni-

___

(even though we’re so close together,
the twilight color is no longer the same…

this mundane gentleness only alienates us
these coldly ignored hearts are just wandering around
if this awkward state is how we are to live,
then just close our eyes under the winter sky

even though we’re so close together,
not even a single word could get across
between our backs that keep drifting far

even though we’re so close together,
the twilight color is no longer the same
but, at least, under this bright moonshine,
let us sleep silently…)

-See Saw-
-Anna ni Issho Datta no ni-

___

…kenapa gw nulis ini?

well… gw sedang mencoba memaknai arti yang ada… (lho? =) )

…sambil belajar bahasa jepang sedikit.

omong-omong piala dunia

Jerman 4 – 2 Kosta Rika
Polandia 0 – 2 Ekuador
Inggris 1 – 0 Paraguay
Swedia 0 – 0 Trinidad & Tobago
Argentina 2 – 1 Pantai Gading
Belanda 1 – 0 Serbia Montenegro
Meksiko 3 – 1 Iran
Portugal 1 – 0 Angola

.

.

..ah senangnya…. =)

sebenarnya permainan tim Oranye cukup baik, tapi sayangnya winger Arjen Robben agak terlalu banyak main sendiri… tapi overall, permainan Belanda kemarin menurut gw cukup menyenangkan untuk dilihat. tidak seperti sewaktu pembukaan Euro 2000.. (waktu itu mainnya jelek) atau di partai-partai awal Euro 2004. akhirnya, Robben jadi man of the match.

___

piala dunia juga berarti ajang pamer apparel kit. ada beberapa tim yang kit-nya menurut gw keren. tim-tim yang sponsor kit-nya Adidas (misalnya Jerman, Prancis, dll) kit-nya keren-keren. seorang rekan gw malah mengatakan bahwa kit-nya Prancis keren mampus. hiperbola? mungkin… tapi memang menurut gw lumayan keren, sih. tapi gw paling suka kit-nya Inggris yang disponsori Umbro. model Red Cross di bahu-nya itu… keren.

Nike… kenapa jelek banget kit-nya untuk tahun ini? terutama di desain kit untuk tim nasional Belanda dan Portugal. Portugal agak mendingan, tapi Belanda itu… ampun, deh. jauh lebih baik desainnya sewaktu Prancis 98 atau Belanda-Belgia 2000. kenapa juga jadi begitu? -_-‘

___

setelah melihat beberapa pertandingan awal piala dunia, ada beberapa tim yang menurut gw bisa diperkirakan peluangnya untuk memenangkan piala dunia tahun ini. ini berdasarkan permainan di pertandingan pertama, sih. tentu saja, tergantung permainan di pertandingan-pertandingan berikutnya, peluangnya bisa berubah. lagipula, ini cuma prediksi amatir dari orang iseng dan kurang kerjaan…. dan sangat mungkin banyak salahnya, sih.

Jerman. gaya permainannya agak berubah dibandingkan selama ini. lebih agresif dan ofensif dibandingkan staying power yang biasanya. tapi dalam pertandingan pertama menghadapi Kosta Rika, masih ada beberapa lubang di lini belakang, yang mengakibatkan terjadinya dua gol Kosta Rika. tapi kalau main seperti itu terus, peluang piala dunia kembali ke Jerman menurut gw cukup besar.

Belanda. total football kembali ke piala dunia. melihat permainan kemarin menghadapi Serbia-Montenegro, kalau permainan seperti itu bisa dipertahankan, peluang Belanda cukup besar untuk piala dunia. sayangnya, Robben agak terlalu banyak main sendirian di sisi kiri, mengakibatkan serangan belanda menjadi Robben-sentris. kayaknya ini jadi PR tersendiri buat skuad Marco van Basten.

Argentina. juara dunia tiga kali ini juga mencetak hasil yang bagus dengan meraih tiga angka di pertandingan pertamanya. tim Tango ini juga bermain bagus, dan membuka peluangnya untuk menjadi juara dunia keempat kalinya. salah satu favorit gw setelah total football.

Portugal. permainannya… agak mengecewakan, menurut gw. agak di luar harapan gw, finishing-nya agak kurang baik, dan pasokan dari lini tengahnya praktis hanya mengalir ke Pauleta di lini depan. walaupun meraih angka penuh di pertandingan pertama, kalau bermain seperti ini terus, Portugal akan sulit mempertahankan peluang untuk Piala Dunia. pekerjaan rumah buat pelatih Scolari.

Inggris. football comes home tampaknya belum akan jadi kenyataan sejak 1966. menang 1-0 di partai pertama berkat gol bunuh diri dari Paraguay. tidak terlalu baik dalam penyelesaian akhir. Frank Lampard, Steven Gerrard, dan David Beckham di lini tengah belum cukup untuk mencetak gol. Wayne Rooney yang belum juga pulih dari cedera tampaknya ikut menumpulkan daya serang Inggris.

Brasil. belum main, tapi tampaknya menjanjikan. Ronaldinho, Ronaldo, Adriano, dan Kaka, nggak ada yang meragukan kualitasnya. yah, kecuali Ronaldo, sih. tapi Brasil bukan cuma Ronaldo. tambahan, sebagai juara piala dunia 2002, Brasil cukup difavoritkan. tapi tetap saja gw nggak suka.. =(

___

piala dunia, berarti banyaknya pecinta sepakbola mendadak. berarti banyak juga pecinta sepakbola karena taruhan -_-‘. nggak apa-apa, sih. hanya saja, kayaknya latah amat karena ada piala dunia saja banyak orang yang tadinya sama-sekali nggak tahu sepakbola (bahkan kadang nggak tahu aturan resminya) tiba-tiba jadi pendukung fanatik tim tertentu. ada juga yang ikut-ikutan karena sekedar ‘ingin rame-rame’… yah, piala dunia memang memiliki dampak sosial tersendiri.

tapi anehnya, kayaknya fasilkom adem-ayem saja. apakah karena sudah liburan dan pulang kampung, atau memang nggak tertarik? bahkan di planet csui04 hanya ada seorang rekan gw yang bernama rado yang menulis mengenai piala dunia kali ini. rekan-rekan csui04, pada nggak suka sepakbola-kah? =)

___

jadi, piala dunia sudah dimulai. mari kita nikmati pesta sepakbola yang cuma ada empat tahun sekali ini. tapi kalau anda nggak suka dan nggak tertarik sepakbola sih jangan. atau bisa juga anda memulai ketertarikan anda terhadap sepakbola dari piala dunia kali ini (seperti halnya gw bertahun-tahun lalu), silakan menikmati suatu permainan yang paling populer di seluruh dunia, yang jumlah anggota federasi-nya bahkan lebih banyak daripada jumlah anggota PBB.

.

.

anyway, enjoy this game, like many people does.

diamonds in my heart

sekarang jam 0101, dan gw sedang menulis di sini (iyalah). nggak, sih. sebenarnya lebih tepat kalau dikatakan ‘tiba-tiba gw ingin menulis’. yah, begitulah pokoknya.

anyway, sekarang ini gw sedang mendengarkan lagu ‘Diamonds in My Heart’ yang jadi ED theme dari sebuah game yang berjudul ‘Chocobo Racing’. dulu game ini dirilis di konsol Sony PSX. ada yang pernah main? really, it feels nostalgic to listen to the song. how long has it been? 7 years? 8 years? sudah lama banget, deh.

sebenarnya, dimulai dari beberapa hari yang lalu. seorang rekan gw yang bernama Wahyu Mirza (aka Wahyu, atau ‘Why’ juga boleh) bertanya ke gw apakah gw punya lagu tersebut dalam format mp3. gw punya. dan jadilah file tersebut di-copy, dan sekarang gw sedang mendengarkannya kembali setelah sekian lama. and it really brings back memories. berikut potongan dari lagunya.

i still remember the days
when we had a long, long time to share
until I saw you there
looking as tired as I used to feel

hello, I said unsurely
you smiled a little shyly
soon we knew we would go on
together on a journey to our dreams

hand in hand, forever and far more
we would run, we’d never have enough
didn’t even care to ask
how far away from home
we’d have to go

on and on, the hours tick away
so the memories can go astray
oh i miss the never-ending road
and sure
i’d rather be with you

sweet summer breeze,
or autumn leaves,
move in the sky

and blooming flowers of spring,
friends and their laughter,
precious and kind,
let all shine like diamonds in my heart….

-Vicki Bell-
-Diamonds in My Heart-

oh. iya. ini pesan dari yud1 untuk seseorang:

begin:

i’m missing the old days. do you?

:end

perhatian: anak csui04 dilarang ke-GR-an =P

…maksud gw, itu bukan untuk anak csui04.

~santai =)