scars from a distant day

sebenarnya… ini adalah salah satu judul score (musik pengiring film) dari salah satu anime yang baru selesai gw tonton. musiknya simpel, cukup pakai piano saja. tapi berhubung diletakkan di adegan yang tepat, dan di-aransemen dengan lumayan baik pula, maka bagian ini jadi memorable di kepala gw selesai nonton. nggak tahu kalau orang lain, sih. hal kayak begini biasanya sifatnya relatif tergantung masing-masing individu.

dan bicara soal beban dari masa lalu, gw merasa score ini –baik judul maupun musiknya– telak-telak mengena. maksudnya.. yah, watching the series reminds me of myself a while back. tentang apa-apa yang telah gw jalani selama ini. and yet, i realize that i also have such things with me. scars. from the past.

katanya sih, luka hati itu mirip luka fisik. ada yang cepat sembuh. ada juga yang setelah sekian lama baru bisa sembuh. ada juga yang walaupun sembuh, tetapi meninggalkan bekas luka yang tidak bisa hilang. nggak sakit lagi, tetapi bekasnya nggak akan hilang. and yet, it has been, and will always be a part of myself.

entahlah. kadang gw merasa juga, bahwa walaupun gw sudah berusaha untuk bear with it, dan walaupun gw tahu luka kayak begitu ternyata sudah nggak sesakit itu lagi, tapi tetap saja, ketika gw melihat lagi, gw tahu bahwa gw nggak akan bisa lari dari hal tersebut. dari masa lalu, maksudnya. bahwa hal itu juga turut membentuk gw menjadi seperti sekarang. and it lies inside me. the memories. my own past.

nggak apa-apa, kok. sudah nggak sakit lagi. setidaknya, nggak sesakit dulu, biarpun kadang-kadang masih terasa… yah, gitu deh. but it’s not such things that i have to deny. itu.. bagian dari diri gw. yang nggak akan bisa hilang, bagaimanapun kerasnya gw mencoba menyangkal hal tersebut.

beginning of the end

ada banyak hal yang gw syukuri di dunia ini. salah satunya adalah kenyataan bahwa gw punya M-E-T-E-O-R- (= laptop yang selalu gw bawa ke mana-mana) di sisi gw *doh*. eh, benar lho. banyak sekali tugas yang telah berhasil gw ‘bantai’ dengan sukses berkat bantuan ‘partner’-ku yang satu ini. sebagai tambahan, ada cukup banyak fansub dan scans yang bikin gw nggak perlu kuatir kehilangan hiburan… asyik-lah pokoknya.

nyaris berhasil sebagai pengganti lab 1101-1103 (mau pakai apa? WinSCP? PuTTY? autentikasi proxy.ui.edu? semua ada) yang bisa gw bawa ke mana-mana, tiba-tiba sekarang gw dihadapkan pada kenyataan yang ‘agak menyebalkan’ di mana gw harus kembali ke lab. nggak asyik, ah. dan masalah ini, apa lagi kalau bukan karena deadline tugas Basis Data (aka Basdat) yang semakin dekat, dan server jupiter.cs.ui.ac.id yang dipakai sebagai server database ternyata nggak bisa diakses dari Hotspot UI. benar-benar nggak asyik.

hah. dan sekarang, ada tugas Basdat. terus RPL (= Rekayasa Perangkat Lunak). terus Jarkom (= Jaringan Komputer). dan semuanya berhubungan dengan jaringan. kurang? sebentar lagi UAS. asyik. kayaknya hari-hari ini gw akan -agak- jarang nulis di sini. yah, mungkin nanti-lah gw pikirin lagi.

suatu hari nanti, gw akan mengenang masa-masa ini dan tertawa mengenang betapa gw ini ‘bego’ dan ‘serba nggak tahu’. dan suatu saat nanti, gw akan bilang “stay there for me, trapped in memories.” terhadap semua tugas-tugas gw di semester 4 ini.

mungkin nanti. dalam waktu dekat.

ima dake, hontou ni…

…setsunakute. sugokku.

understanding people

“don’t try to think that we can understand each other. never completely, never enough. people… are such sad creatures.”

-Gendou Ikari-

bertahun-tahun yang lalu, gw membaca quote itu di manga Neon Genesis: Evangelion yang ada di A-R-M-S-, komputer desktop gw di rumah. dan gw bertanya-tanya: apa iya… sebegitu rumitnya-kah keadaan di antara manusia sehingga manusia tidak bisa diharapkan untuk saling mengerti? apakah memang manusia ditakdirkan untuk tidak saling mengerti? entahlah. kadang gw juga nggak bisa mengerti banyak hal di sekitar gw yang berhubungan dengan manusia. ini pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya mungkin sederhana, tapi jawabannya mungkin akan berbeda untuk masing-masing individu.

katanya sih, mengerti orang lain itu ada gampang-gampang susah. akan lebih mudah kalau seseorang pernah melalui hal yang sama -atau mirip- dengan seseorang lain. akan lebih susah kalau dua orang dari keadaan yang benar-benar berbeda. misalnya, seseorang yang biasa hidup senang-senang dan segala-ada, akan susah mengerti keadaan di mana seseorang yang terbiasa bekerja untuk menghidupi diri sendiri. ini sesuatu yang wajar, sih. tapi ini nggak selalu. maksudnya, proses memahami manusia itu nggak seperti memecahkan masalah dengan menggunakan algoritma. selalu ada area ‘abu-abu’ yang menyisakan ruang di mana prediksi yang ada bisa berantakan. hm. gw pernah melihat hal kayak begitu. kayaknya sih sesuatu hal akan terjadi, eh ternyata gw salah besar. yah, hal-hal seperti itu-lah.

kadang gw merasa manusia itu sangat mudah dipahami. kadang-kadang, lho. maksudnya, kadang gw merasa bisa menebak apa yang akan dilakukan atau tidak akan dilakukan oleh seseorang. dan -seringnya- kebetulan benar. bagus, sih begitu. tapi ada saat-saat lain di mana gw sama sekali tidak mengerti kenapa seseorang -atau banyak orang- melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu. saat-saat di mana gw berpikir: apa ada yang salah dengan gw? apa gw sudah melakukan sesuatu hal yang salah? atau apa? dan biasanya, hal tersebut berakhir dengan gw tidak menemukan jawaban: hal tersebut hanya akan dibiarkan terkubur di masa lalu.

aneh, yah. kadang gw merasa bahwa gw sedang ‘baik-baik saja’, dan tiba-tiba seseorang mengatakan bahwa gw itu ‘kelihatannya murung’. ada juga saat-saat di mana gw ingin berbicara dengan baik-baik, dan berakhir gw dianggap ‘cari gara-gara’. ada juga saat-saat lain di mana gw mencoba belajar untuk ‘tersenyum’, dan berakhir dengan gw dianggap sebagai ‘aneh’. banyak, deh. hal kayak begini kadang-kadang agak menyebalkan. sudahlah. kayaknya nggak ada gunanya juga, sih. mungkin nggak seharusnya gw berharap ada seseorang yang mau mengerti. toh ketika gw mengharapkan pengertian, yang ada adalah gw berakhir dianggap sebagai ‘cengeng’. ketika gw mengharapkan tempat bersandar, gw berakhir dianggap sebagai ‘nggak bisa mengontrol emosi’.

sudahlah. ngapain juga jadi ngomongin ini di sini? guess i’m just moaning again. sori. nggak seharusnya gw jadi berlebihan begini.

i wish that it’s only me in the end. going through such things doesn’t have any fun to begin with. but perhaps, it’s just my mistake, after all. perhaps i shouldn’t have been wishing that someone would understand.

…whatever. it has nothing to do with anyone to begin with.

an agonizing facade

sebenarnya… gw bukanlah orang yang emosional. sumpah. gw malah nggak terlalu suka kalau ketemu orang yang emosional dalam menghadapi sesuatu. tapi kadang, dalam hidup ini selalu ada perkecualian. exception. or whatever you may name it.

agonizing. kalau ditanya satu kata yang paling menggambarkan keadaan gw sekarang, itu kata yang tepat. really, it feels so agonizing these days. nggak, bukannya gw lagi kenapa-napa, tapi ada beberapa hal yang… yah, menuntut pikiran dan perhatian gw hari-hari ini. hal ini normalnya disebut sebagai ‘masalah’. hal ini nggak ada hubungannya dengan sesuatu yang membuat gw… yah, muak sejak berbulan-bulan lalu, biarpun secara nggak langsung itu juga ikut menambah beban gw hari-hari ini. yah. begitulah pokoknya.

pernah merasa menderita karena tidak bisa melakukan sesuatu? hal ini mirip kayak begitu. bedanya, hal ini menyangkut orang-orang di sekitar gw. saat gw tidak bisa melakukan sesuatu ketika gw seharusnya bisa berbuat sesuatu. saat orang-orang di sekitar gw dalam keadaan membutuhkan bantuan dan gw tidak bisa melakukan apa-apa. the moment that the people i should have even fought to protect were in pinch, and yet i couldn’t do anything. really, it agonizes me.

i might have hated myself for not being able to do anything. seharusnya gw bisa melakukan sesuatu. dan akhirnya? gw tidak bisa melakukan apa-apa. di saat gw ingin -harus- melakukan sesuatu, gw nggak bisa melakukan apa-apa. dan hal ini membuat gw muak dengan diri sendiri.

dan tentu saja, menghajar sansak yang ada di ruang senat sampai tangan gw perih dan berbekas merah, bahkan sampai dilihat beberapa orang yang kemudian bertanya ‘lo kenapa, sih?’, nggak akan bisa mengubah keadaan. tentu saja, kadang gw berharap bahwa gw bisa melakukan sesuatu yang tepat. untuk orang-orang yang ada di sekitar gw. for the people i want to protect.

but, even with all the regrets, i could never change the past. that i was not that strong. that i could not do anything for them when they need it the most. i’m… such a failure, perhaps.

…bingung? sudahlah. it’s okay not to understand. just… perhaps i have to apologize for many things. kepada orang-orang yang mungkin merasa terganggu. honestly, i wish that i were alone, so that i won’t disturb anyone.

there were no tears. never. no matter how bitter it was, i have promised not to shed my tears anymore. it’s a promise that shall never be broken, no matter what.

shattered wish

sekali ini, izinkan gw ‘nyampah’ di sini.

i hate lies. at any cost. at any reason. yah, mungkin nggak bisa dibilang ‘at any cost’ atau ‘at any reason’ juga, sih. tentu saja ada keadaan-keadaan tertentu di mana berbohong dapat dikatakan sebagai tindakan yang ‘benar’. hal ini mencakup keadaan darurat, misalnya di mana kalau orang tidak berbohong, maka seseorang lain akan dibunuh. atau misalnya kalau ada sesuatu yang lebih penting yang harus dilindungi, dan orang tidak punya pilihan lain kecuali berbohong. kalau alasannya seperti itu sih nggak ada masalah. tapi, menurut gw, kalau alasannya adalah selain dari yang telah gw sebutkan di atas, maka hal itu sudah termasuk hal yang sangat-sangat gw benci. ok, untuk selanjutnya, mari kita batasi ‘kebohongan’ dalam tulisan ini pada keadaan-keadaan di luar ekstrem yang telah gw sebutkan tadi.

kenapa orang berbohong? jawabannya bisa macam-macam. mungkin karena takut. mungkin karena ingin terlihat kuat. mungkin karena ketidaksengajaan. mungkin karena tidak ingin menyakiti orang lain. mungkin juga karena dengan sengaja ingin membuat orang lain menderita. macam-macam, deh. dan masalah ini termasuk salah satu pertanyaan (dari banyak, banyak sekali pertanyaan gw) mengenai manusia yang sampai sekarang belum berhasil gw pahami sepenuhnya.

and once in my life, i have been through that.

i really hate lies. even a white lie. gw sangat membenci keadaan di mana gw dibohongi. rasanya seperti ada seseorang yang dengan sengaja mempermainkan gw, dan menertawakan penderitaan gw begitu gw mengetahui kebenarannya. bagus. biarkan saja cowok menyedihkan-dan-tidak-bisa-apa-apa ini menderita. nggak ada masalah, kan? siapa yang peduli? hebat.

kadang sakit sekali untuk menerima kenyataan. apalagi setelah seseorang berharap banyak. terlalu banyak, malah. tapi dengan segala sakit dan sedih itu, gw benar-benar muak ketika gw tahu bahwa selama ini gw cuma ‘dibiarkan tidak tahu’. bahwa selama ini gw dibohongi. ok, kenyataannya mungkin memang menyakitkan buat gw. lalu kenapa? i might get hurt when i learned about the truth, so what? why did i have to get hurt even worse for knowing that i have been lied all along? bagus. hebat. kalau mau bikin orang menderita, itu cara yang sangat bagus. simpan kenyataan yang menyakitkan, dan biarkan sampai orang-yang-menyedihkan ini tahu kebenarannya. ada dua keuntungan. satu, someone will get hurt for knowing the truth. dua, someone will get hurt even worse for knowing that he has been lied all along. hebat. that’s a double-blow.

someone told me that no matter how close we are to someone, no matter how much we trust someone, there is no one we can trust with all our hearts. i used to believe that. back then, many things happened, and i learned that i might be wrong. that i should try to believe once again. maybe…

unfortunately, i was (hurtfully) right. there are no such things. just when i tried to believe, my wish were shattered. with the childish look that i keep on losing in my eyes, i was wishing. and now, it shattered within the clench of my fist. a wish that will never reach. a wish that i should have thrown away long ago.

applied physics

fisika itu ternyata bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, lho. tentu saja, yang kayak begini biasanya nggak akan terlalu diperhatikan oleh orang-orang. apalagi mahasiswa Fasilkom, yang belajar fisika total cuma 6 sks dari total 144 sks… well, tapi yang terakhir ini nggak penting. ini pengalaman gw kemarin yang berhubungan dengan fisika elektron.

ceritanya, di suatu sore yang damai (alah), gw sedang sendirian menghirup kopi susu dan makan roti bakar di kantin. tiba-tiba, datanglah seorang teman gw bernama Reza Benaji (dia ini teman gw di Fasilkom angkatan 2004, yang ngakunya sih punya alter-ego seorang cewek yang… sudahlah) duduk di depan gw. ngobrol-ngobrol, dan iseng-iseng gw tanya dia lagi ngapain saat itu. yah, gw juga lagi nggak ada kerjaan, sih.

dan dia bilang, dia baru dapat fansub Full Metal Panic Fumoffu. ini anime yang udah agak lama, tapi gw memang lagi nyari. rei-chan…gw copy..! maka gw pun ikut ke lab. ok, nego-nego dikit di depan komputer, akhirnya disepakati untuk barter fansub Suzuka (complete, 26 ep) punya gw dan FMP: Fumoffu + Neon Genesis Evangelion Renewal (complete) punya dia. akhirnya diputuskan barter dilakukan di kos-nya di daerah Pondok Cina. ketemu Iwan Prihartono (aka Ipro) dan Candra Adhi Wibawa (Candra), dua orang lagi rekan gw di angkatan 2004 yang cukup doyan koleksi fansub.

OK. singkat kata, akhirnya empat orang nganggur ini (termasuk gw) nongkrong di kosannya Reza. copy file-file, bla-bla-bla… dan… *ZAP* tiba-tiba gw merasakan sentakan di tangan gw, yang diikuti sensasi getaran dengan frekuensi tinggi, yang terjadi karena hantaran elektron yang melewati tangan gw ke ground. yah, biasanya sih fenomena ini lazim disebut dengan ‘kesetrum’. lho? ternyata harddisk eksternal-nya Reza bisa bikin hubungan pendek… kok bisa yah? coba lagi. *bzzzt* eh, kesetrum lagi. enak juga. coba lagi. *bzzzt* yah. cukup. selanjutnya sebagai berikut.

gw : (bersandar ke tembok) eh, harddisk-nya nyetrum, nih.
candra: (duduk di kursi) gak, ah. mana, sini? …(megang pin konduktor USB dari hdd eksternal itu). gak kok.
ipro : (duduk di kasur) mana? nggak nyetrum kok.. (megang juga, gantian)
gw : apa iya… (pegang lagi) *ZAP* bener, nyetrum, kok. (untung gw nggak lemah jantung… =P)
reza : woi, kalian ini kaum masochis…(tiba-tiba kayak nyadar sesuatu) yud, coba deh lo gak nyender ke tembok.
gw : hah? (berhenti bersandar, terus coba lagi) …iya, bener.
(hm. ternyata ground-nya itu tembok, pikir gw)
(dan tiba-tiba terlintas ide *usil* di kepala gw)
gw : coba pro, tes lagi. (saat ini reza sedang bersandar ke tembok sambil mainin M-E-T-E-O-R-, laptopku tercinta =P)
(hm. ipro nggak kesetrum, wajar…)

gw : nah. coba lo pegang tembok…
*ZAP* (satu korban… =P) hmm. gw masih penasaran.
gw : coba lagi pro. (kali ini dia nggak mau megang tembok.. wajar, sih)
gw : nah. coba pegang reza sekarang.
*ZAP* (dan terdengarlah teriakan kecil dua orang yang baru saja jadi konduktor elektron dengan beda potensial < 220 V ...dua korban sekali jalan... =P)

“emang, sih. nyetrum. lumayan gede,”

tiba-tiba candra nyeletuk sambil masih megang konektor ‘sialan’ itu. lho? such unaffected look… kok bisa, ya? entah udah kebal setrum atau apa, tapi yang jelas dia cuek aja… salut deh. ada gosip yang beredar yang mengatakan bahwa konon dia itu manusia isolator, tapi hal ini belum dikonfirmasi kebenarannya.

yah. setidaknya kemarin gw belajar bahwa ternyata fisika itu bisa diterapkan di mana saja (sambil sedikit senang-senang juga tentunya… kapan lagi bisa lihat orang kesetrum berantai? =P).

oh. iya. buat anda pembaca yang tidak atau kurang memiliki pengetahuan atau pengalaman dengan arus listrik AC, tidak dianjurkan untuk mencoba apa yang saya tulis di atas. demikian juga untuk anda yang memiliki jantung yang agak lemah atau pernah memiliki keluhan dengan jantung. please don’t try this at home. resikonya nggak besar, sih. kalau anda penderita kelainan jantung, paling parah cuma kehilangan nyawa…

seusai hujan

sekarang jam 1452, dan gw baru saja balik dari luar. di luar hujan baru saja berakhir, membuat suasana menjadi tidak biasa, tapi menyenangkan.

gw suka ketika hari baru selesai hujan. menyisakan bau tanah dan rumput basah. sedikit sisa-sisa gerimis membasahi rambut. dan tentu saja, angin dingin yang menerpa muka… dan menciptakan suasana yang entah-bagaimana mengakibatkan suasana yang tidak biasanya ada. dan kadang, berjalan sendirian di antara gerimis dan seusai hujan mengingatkan gw akan hal-hal yang selama ini tak terpikirkan. masa lalu yang jauh. distant days. shards of memories. many things.

gw suka ketika hari baru selesai hujan. saat-saat di mana hujan yang membasahi bumi baru saja usai, dan menyisakan pemandangan indah. saat-saat yang langka, dan hanya ada sebentar. tidak lama kemudian, matahari akan datang, dan menghapus pemandangan tersebut. tapi gw suka melihatnya. those rare, yet fragile moments.

gw suka ketika hari baru selesai hujan. mengingatkan gw akan apa-apa yang gw jalani selama ini. bahwa segala mendung dan hujan dalam kehidupan gw yang singkat ini pun, ketika semuanya telah berlalu, gw bisa memandang kembali ke belakang dan tersenyum. mungkin masih dengan perasaan sakit atau sedih yang tertinggal, tapi setidaknya gw bisa memandangnya dengan tersenyum.

gw suka ketika hari baru selesai hujan. it always reminds me that those fragile moments are there. those moments that lasts only for a while, but lies forever in my heart. just like after the rain, the scenery lasts only for a while. but still, i was feeling nice of recollecting those memories.

if your enemy can see through you…

…then you’re done for.

itu benar lho. ini kejadian yang gw alami sewaktu liburan kemarin.

ceritanya, saudara gw yang biasanya kuliah di Bandung sedang pulang ke rumah. sebenarnya nggak ada masalah dengan hal itu, kecuali bahwa gw dan dia sangat-sangat sering (atau terlalu sering?) beradu WE (Winning Eleven, masa nggak tahu, sih =P ) di A-R-M-S- (komputer desktop gw di rumah, yang dilengkapi dual PSX-pad). dan biasa, main WE adalah saling membaca teknik, taktik, dan emosi lawan.

jadi ceritanya dia sudah beberapa hari di rumah, dan suatu hari ngajak gw adu WE lagi.

dia: woi, takut nih ngadu sama gw?
gw: nanda, omae wa? (gaya songong =P ) sini!
dia: oh. yud1 lagi benci seseorang, yah? kelihatan jelas dari mata lo..
gw: *crap* urusaina!
(maka pertandingan dimulai: AC Milan x Arsenal)
dia: lo nggak bakal menang kalau kayak begini terus. serius kenapa?
gw:… (trying not to be affected)
dia: (masih ngomong beberapa hal lagi)
gw:… (still trying not to be affected)
dia: ne. wasurenai zutto-zutto da ne? padahal udah lama… berapa? sekian bulan?
gw: ..!
(terjadilah sebuah gol di mana Henry menyundul crossing dari sayap kanan)

…dan akhirnya gw kalah.

seriously. don’t let your opponent see through you. otherwise, you’re done for. tapi taktik ‘kotor’ kayak begini cuma bisa mempan ke gw kalau dilakukan orang itu.. kalau orang lain sih (harusnya) nggak bakal mempan. anyway, that’s another nice match between us.

…oh. iya. ada yang mau adu WE sama gw? =)

1st Post

yah. selamat datang di sini.

akhirnya gw punya website (blog?) sendiri… biarpun sebenarnya ini bukan sesuatu yang istimewa amat, sih. setelah utak-atik template dan image, serta utak-atik code php-nya sedikit, akhirnya jadi juga website ini. feel free to look around. link-link yang mungkin menarik akan gw post di bagian misc.

seperti biasa, sekarang ini gw sedang menulis dari M-E-T-E-O-R-, dan sedang memikirkan apa yang enaknya gw tulis untuk post berikutnya. as for now, welcome here. feel free to comment.