Category Archives: Scraps

trust issues

“…dulu juga seperti itu. nggak ada bedanya.” aku menjawab asal. “cuma agak lebih terbiasa sekarang.” aku tidak mau memandangnya. aku tidak mau menemui siapa-siapa. tapi beberapa hal —beberapa sesuatu— memang tidak pernah, tidak akan pernah bisa dihindari. kurasakan tekanan darahku merayap pelan-pelan naik ke titik didih. “kamu goblok.” aku merasakan pikiranku mendadak kosong. tadi… apa? […]

21 April

ah, kamu sih nggak usah masak. itu aku juga bisa. kamu pergilah sana, kejar karir dan taklukkan dunia. … tapi cuci piringnya nanti gantian, ya.   p.s.: eh, selamat hari Kartini?

cerita kemarin

— beberapa bulan sudah berlalu, cukup banyak hal sudah berubah. [→]   pagi hari yang sedikit kurang tidur kurasa bukanlah waktu yang tepat untuk berada dalam rapat yang kurasa tidak tepat guna benar. baiklah pada dasarnya aku tidak perlu menuliskannya detail benar, tapi cukup kurasa kalau kukatakan bahwa pada akhirnya, pembicaraan beralih kepada tugas yang sedang […]

tentang melankoli yang dibenci sabtu pagi

aku berangkat setelah shalat subuh tadi. kepalaku terasa berat, mungkin karena kurang tidur atau hal-hal lain. sepuluh menit jalan kaki aku sudah memasuki halte, dan kalau berangkat seperti ini kita tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan bus. perjalanan panjang sendiri di pagi hari seringnya adalah tempat diri sendiri mengajak konfrontasi. hal-hal yang lewat, keinginan-keinginan, tujuan-tujuan […]

deja vu

/ 14:00 (FRI)   “intinya sih, dia tidak senang. dan cukup keras, kalau bukan keras banget.” demikian seorang manager departemen tetangga mengatakannya kepadaku —seorang laki-laki muda, usianya tiga-empat tahun di atasku dan sudah berkeluarga— pada siang hari di lantai sekian-puluh dari salah satu gedung tinggi di daerah sibuk perkantoran tengah kota. pada saat itu aku […]

tentang kehilangan

“sudah tahu nggak bisa, kenapa masih diterusin?” — kamu; seorang pemuda, duapuluh-sekian, dia; seorang gadis kira-kira seusia denganmu. . kehilangan itu, kadang terasa sebagai paradoks yang aneh. seperti sesuatu yang baru kamu rasakan karena ada yang alpa, yang tak terasa; seperti gula yang ketinggalan pada teh seduhan di sisi meja, atau kunci kamar kos yang ketinggalan […]

wejangan sifu Toph

  dikutip dari Avatar: The Last Airbender — The Promise.

kamu, bintang jatuhku. sekali dulu.

“masa lalu itu ada buat jadi cermin. kamu bisa memandang ke baliknya, tapi tidak melangkah ke dalamnya.” ___   /prolog . . . sepotong kertas berbentuk persegi sore ini, aku sedang mengeluarkan dan mensortir isi ransel dan hal-hal yang berada di dalamnya —kartu asuransi dari tempat kerja, berkas penilaian, amplop dan tagihan lama— ketika sebuah […]

dear partner

I’ll be frank about this: you are annoying. it was just another once; you got on my nerves, I did the same God knows whatever else you’re telling me not to judge others, I’m telling you to listen to people, and suddenly we seem better off without each other okay, fine! I have only one […]

a (literally) priceless something for someone

“memangnya apa? paling oleh-olehnya batu dan pasir. yakin mau?” “aku mau kerang,” katamu. “yang banyak. pokoknya oleh-oleh, ya.” ___ dua pekan, pikirku, sudah berlalu sejak terakhir kali aku berada di tempat ini. enam-tigapuluh pagi memasuki gerbang dan pintu kaca, kurasa agak terlalu cepat, tapi terserahlah. mengikuti ritme yang terputus dua pekan aku berjalan ke arah […]