07.15.08

ohshi—

Posted in Personal at 6:05 pm by yud1

hari ini saya ke kampus.

setelah sebelumnya mengumpulkan laporan tugas akhir pada 10 Juli lalu.

dan menikmati liburan singkat yang cuma tiga hari.

dan sekarang tanggal 15 Juli.

+ “jadwal sidang saya sudah ada?”

*beberapa pertanyaan administratif*

- “sebentar… oh, ada, ada!”

+ “kapan…”

- “hari Kamis! 17 Juli, yud!”

*siiiiiiii~~~~~~ngngng*

lolwut?

*omgwtfbbqlol*

07.12.08

saya…

Posted in Personal at 3:33 am by yud1

saya termasuk orang yang meyakini bahwa peer review adalah salah satu mekanisme evaluasi diri yang baik. dan tentu saja, karena saya adalah manusia biasa yang punya banyak kekurangan, maka saya pun terikat ‘kewajiban’ untuk introspeksi diri, bukan? :D

dan setelah sedikit blogwalking

Gw heran. Bagaimana mungkin seorang yud1 nggak punya cewek sekarang ini? Algoritma menanggapi curhat aja udah bisa dibikin kok sama dia; masa nggak satupun yang… :lol:

sora-kun
–kenal di dunia nyata, ketemu di dunia maya

agonizingly true. oh well. setidaknya saya ini cukup pengertian dalam menghadapi wanita. :mrgreen:

kenapa kamu bersin? :-? duh ni anak bedua sama aja. narsis!! :twisted:

chika
–’kakak’ yang dengan memaksa menganggap saya sebagai adiknya

ah, salah ini. bukan ‘narsis’, tapi lebih tepatnya ‘percaya diri’. pasti itu! :mrgreen:

yud1 itu tidak setampan Christian Sugiono, tidak sepintar Nelson Tansu, dan banyak lagi tidak se- se- lainnya
he :mrgreen:
tulisan mu bagus juga loh..
coba deh merayu cewek pake’ ini tapi ga’ tanggung akibatnya loh..

lily
–ketemu di dunia maya, datang dan menghilang di tempat saya.

iya. saya tidak tampan. saya tidak pintar. saya juga tidak kaya banget-banget. oh well… :|

Yup, kita harus berikan applause bagi Wartawan no 1 kita, yang lagi-lagi adalah bang yud1 yang sudah meningkatkan popularitas csui04.net dengan ilmu dan pengalamannya yang luar biasa.

cybill
–rekan seperjuangan di csui04

waks… bil, apa nggak terlalu berlebihan nih? xD

ckck, ga nyangka yud1 narsis abis!
*ngebayangin yud1 dgn gaya narsis biasanya*
:lol:

grace
–cewek yang menganggap saya narsis, offline dan online. duh.

heeeii! itu bukan narsis! itu percaya diri! :mrgreen:

[...] yud1, sosok misterius yang baik hati.. Smel, sosok manusia yang hangat dan dicintai banyak orang.. Arya, salah satu [...]

ilman
–rekan di BEM, ketemu di dunia maya

…apa iya, saya semisterius itu? I’ll take this as compliment anyway. :mrgreen:

Tunggu saja pembalasannya, saat yud1 ujian dan saya sedang lapang-lapangnya… *membayangkan yud1 yang begitu tersiksa, mhuahahaa…*

jejakpena
–gadis tertindas yang enak dikerjain
xD

kayaknya anak ini punya dendam sama saya. bingung, saya punya salah apa ya sama dia? :roll:

bujubuneng… nih orang emang bener2 propokatip… :lol:

rifu
–rekan SMU dulu, blogger part-time belakangan

saya ini cinta damai. sungguh. kecuali kalau lagi pengen ngerjain orang sih. :mrgreen:

[...] terima kasih sarannya. anda memang cocok dan berbakat jadi HR (loh !?)

apratz
–full-time fangirl, part-time junior analyst

…apa iya? mungkin bener juga, hoho! apa saya apply jadi HRD aja ya? :D

[...] Yes, you’re kinda rude but also sweet in some levels. :’)

meltarisa
–rekan satu kampus yang nggak pernah ketemu

waks… hands down, I’m done for. xD

07.06.08

kara no kyoukai #1: overlooking view

Posted in J-Stuff at 4:47 am by yud1

biasanya, saya tidak membuang waktu untuk menulis tentang film atau serial yang saya review. sayangnya, kesibukan belakangan ini tidak mengizinkan saya untuk menulis sesegeranya, dan mengakibatkan review untuk film ini jadi terlambat satu bulan setelah saya pertama kali menontonnya.

benar, satu bulan. dan sebagai akibatnya, saya terpaksa menonton ulang film ini sebelum memulai review. tapi, yah… sebenarnya nggak rugi juga sih bahwa saya nonton film ini sampai dua kali. :mrgreen:

review kali ini menyajikan bagian pertama dari adaptasi Kara no Kyoukai ke layar lebar; Kara no Kyoukai sendiri adalah sebuah serial light novel yang pertama kali dirilis oleh TYPE-MOON pada 1998. secara khusus, film ini adalah installment pertama dari rangkaian tujuh film yang direncanakan untuk proses adaptasi ini. distribusi untuk format DVD-nya sendiri baru dirilis pada Juni 2008, jadi bisa dikatakan masih cukup baru juga.

[kank-01]

pertama kali dirilis untuk konsumsi bioskop di negara asalnya pada Desember 2007, Kara no Kyoukai: Fukan Fuukei (jp: Boundary of Emptiness: Overlooking View) sudah punya lebih dari cukup modal untuk menjadi tontonan dengan kelas tersendiri: pengisi suara papan atas (Sakamoto Maaya, Suzumura Kenichi, Tanaka Rie), aransemen dan OST dari komposer yang menjanjikan (Kajiura Yuki, untuk Project Kalafina), dan konsep cerita yang dikembangkan oleh TYPE-MOON (Nasu Kinoko, Takeuchi Takashi). sejujurnya, saya sendiri memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap adaptasi yang ditangani oleh ufotable ini.

Overlooking View diawali dengan terjadinya serangkaian kasus bunuh diri yang dilakukan oleh sejumlah siswi SMU di kota. rangkaian peristiwa bunuh diri ini dilakukan dengan cara yang sama, yaitu dengan melompat dari Fujyou Building di tengah kota; korban tidak meninggalkan wasiat, dan seluruh korban tampak tidak memiliki alasan untuk bunuh diri.

perkenalkan Ryougi Shiki, seorang gadis dengan kekuatan misterius; Aozaki Tohko, seorang magus dengan filosofi tersendiri; Kokutou Mikiya, seorang pemuda dengan insting dan kemampuan penyidikan. di antara kasus bunuh diri yang terus terjadi di kota, Mikiya yang bekerja untuk Tohko menemukan bahwa tampaknya rangkaian kasus yang terjadi bukanlah peristiwa bunuh diri biasa…

…karena sesuatu yang tidak normal sedang terjadi di antara kehidupan yang tampaknya berjalan seperti biasa.

[kank-00]

Overlooking View adalah bagian pertama dari sebuah serial yang disusun secara anachronic.[1] dan sehubungan dengan penceritaan yang disajikan dengan gaya tersebut, adalah hal yang wajar bahwa pemirsa mungkin akan sedikit bingung bahwa terdapat banyak referensi yang belum terungkap pada episode pertama ini. adalah hal yang wajar bahwa beberapa pemirsa mungkin akan sedikit bertanya-tanya mengenai siapa sebenarnya Ryougi Shiki atau mengenai kasus Asagami Fujino yang sempat disebut-sebut oleh Tohko… yah, sebenarnya hal ini akan terungkap dalam episode-episode selanjutnya.[2]

film ini, kalau bisa dikatakan, memiliki pendekatan yang unik dari segi storytelling: tidak banyak dialog, dan tidak banyak karakter untuk konsep cerita yang cukup kompleks. tentu saja, pendekatan seperti ini cukup beresiko; dengan dialog yang cukup minim (dan banyak sekali penafsiran filosofis), film ini beresiko jatuh menjadi membingungkan bagi sebagian pemirsa. bagusnya, film ini berhasil dengan baik dalam menyajikan cerita yang kohesif tanpa banyak dialog yang tidak perlu — dengan intensitas cerita yang tetap terjaga dalam film sepanjang 50 menit ini.

bicara karakter, film ini memfokuskan cerita kepada empat karakter utama, secara berturut-turut adalah Aozaki Tohko (magus yang didesain dengan cukup funky), Kokutou Mikiya (tipikal smart, nice guy), Ryougi Shiki (cool-badass-but- a-girl-nonetheless)[3], dan Fujyou Kirie (bedridden-girl yang memiliki peran tersendiri). bagusnya, penyajian cerita dalam film ini berhasil mempertahankan fokus eksplorasi terhadap seluruh karakter, dengan pembagian tempat yang juga pas. hal yang cukup wajar sih, bahwa dengan fokus karakter yang tidak terlalu banyak, eksplorasi dan character development dapat dilakukan secara merata.

[kank-02]

terlepas dari soal konsep cerita dan storytelling, nilai lebih dari film ini terletak dalam eksekusi musical scores dan soundtrack yang bisa dikatakan luar biasa. aransemen yang ditampilkan sukses dalam membangun suasana untuk sebuah film dengan genre thriller — tapi bagian paling mengesankan adalah aransemen yang disajikan untuk adegan pertempuran di atap Fujyou Building. hasilnya? sudahlah. tidak perlu banyak kata, salut untuk hasil karya yang brilian dari Kajiura Yuki.

soundtrack dari film ini dibawakan oleh Kalafina, yang juga didukung oleh Kajiura Yuki — menjelaskan nama Project Kalafina yang sempat disinggung di awal tulisan ini. nomor dengan judul Oblivious ini tampil dengan gaya alternatif dengan racikan khas Kajiura-san[4], dan berhasil menjadikannya memorable sebagai penutup dari film yang juga memorable ini.

secara visual… film ini juga tidak kurang dari luar biasa. artwork dan desain karakter dirancang ulang dari desain untuk ilustrasi novel, dengan perombakan yang cukup signifikan terhadap gaya dari artwork sebelumnya. terdapat beberapa ‘kontroversi’ juga sih, misalnya bahwa Aozaki Tohko dalam film digambarkan dengan rambut coklat (di ilustrasi novelnya, biru). meskipun demikian, terlepas dari hal tersebut serial ini tampil lumayan dari segi artwork — ada perbedaan gaya, namun secara umum keduanya sama-sama enak dilihat.

namun kekuatan utama pada visual film ini adalah eksekusi latar dan pengambilan sudut yang dilakukan dengan sangat baik. detail seperti percikan air dan semburan darah digambarkan dengan manis, dengan pengambilan sudut yang kreatif. didukung dengan efek khusus yang juga istimewa, hal ini berhasil dengan baik dalam memberikan pengalaman visual tersendiri dalam film — khususnya dalam adegan-adegan yang menjadi klimaks dari cerita.

[kank-03]

film ini adalah bagian pertama dari sebuah rangkaian film sepanjang 7 episode. dengan penyajian cerita yang dilakukan secara anachronic, sebagian pemirsa mungkin akan sedikit bingung mengenai referensi yang belum terjelaskan pada bagian pertama ini. tentu saja, tidak boleh dilupakan bahwa film ini tampil ‘gelap’ (animated violence, lengkap dengan gore yang mungkin agak mengganggu), dan dengan demikian film ini bukanlah tontonan untuk semua umur.

secara umum, film ini memenuhi semua ekspektasi saya sebagai hasil adaptasi dari Kara no Kyoukai dalam versi layar lebar. beberapa pemirsa mungkin akan menemukan bahwa film ini ‘agak membingungkan’ dan ‘terlalu gelap’… yah, bisa dikatakan memang begitulah adanya.

oh well… tapi saya memberi nilai tinggi untuk film ini. memang bukan untuk selera semua orang, sih.

___

[1] anachronic: urutan cerita tidak disajikan secara kronologis. timeline-wise, urutan episode Kara no Kyoukai adalah #2 - #4 - #3 - #1 - #5 - #6 - #7.

[2] saya sempat mengikuti versi novelnya sebelum menonton versi adaptasinya untuk layar lebar, makanya bisa bilang begitu. :mrgreen:

[3] Ryougi Shiki? cool, badass… but still a girl nonetheless. tidak banyak bicara, dan tidak perlu banyak dialog untuk menggambarkan hubungannya dengan Mikiya. FYI, mbak ini sukses mengkudeta posisi Tohsaka Rin sebagai karakter favorit saya. :mrgreen:

[4] kalau anda familiar dengan FictionJunction dan beberapa lagu dari See-Saw, gayanya mirip-mirip seperti itu… wajar sih, FictionJunction kan salah satu kolaborasi dari Kajiura Yuki juga.

06.30.08

a piece of an evening

Posted in Scraps at 10:58 pm by yud1

there I met this girl,
wishing she would fall no more
along those lines she said,
‘is it being in love a curse for me?’

what love is all about anyway,
but forgotten things went awry;
be it intertwining feelings of solitude,
or fate that let us meet to begin with?

there I met this girl,
truth was told I never knew;
learning days of silent tears,
and despair within the silence of solitude

what mistakes are all about, I wonder
of those words of her saying,
‘it’s not falling for you is a mistake,
but this me who fall for you is mistake’

perhaps she would never know
that my heart was also breaking
when I told her I’m sorry;
that I can’t return her feeling


—June 30, 2008
—it’s almost July already…

___

[1] true story. don’t ask about the details.

[2] you know who you are; thanks for the Sara Teasdale’s piece. I’m keeping it.

06.25.08

tsundereism, and some talks

Posted in Graphics at 3:41 am by yud1

seharusnya saya istirahat.

tapi entah kenapa, keisengan kreativitas saya kayaknya sedang agak kumat, dan entah bagaimana akhirnya jadilah sebuah not-a-motivational-poster berikut. :mrgreen:

…and without further ado, here goes the not-a-motivational-poster. click on the image for original image resolution.

[tsundereism]

some FAQs:

Q: tsundereism? apa itu?
A: tsundereism, secara etimologi terdiri atas dua bagian, yaitu tsundere dan sufiks -ism. secara bebas, kata ini bisa diterjemahkan sebagai ‘tsundereisme’. silakan ikuti link di bawah kalau anda penasaran tsundere itu sebenarnya apa. :mrgreen:

Q: oh, begitu. lalu kenapa tsundere? bukankah ada yandere, megane, imouto…
A: sebenarnya sih tidak ada alasan khusus; saya sendiri memang cenderung tertarik dengan tipe-tipe tsundere. sayangnya trait seperti ini sangat langka di dunia nyata… oh well, tidak terlalu langka juga sih, saya pernah ketemu satu yah, tapi saya kira memang karakteristik seperti ini agak susah ditemukan.

Q: anda bilang begitu, tapi… memangnya apa sih yang menarik dari seorang tsundere?
A: begini. secara umum, sebenarnya itu bukanlah trait yang begitu ‘unik’ atau ‘ajaib’… hanya saja, ada hal-hal yang membuatnya istimewa. bagaimana seseorang yang awalnya dingin dan tidak bersahabat akhirnya memperlihatkan sisi lembutnya; selain itu ekspresi blushing ketika salah tingkah itu priceless, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata! tapi, yah, anda tahu, saya kira ini masalah preferensi saja, sih.

___

check the following links for definitions:

[1] Tsundere on English Wikipedia. general definition, nothing special… should suffice for general audience, though.

[2] Tsundere definition at TV Tropes. recommended for more comprehensive understanding. :mrgreen:

06.22.08

broken code of conduct

Posted in Opinion at 12:06 am by yud1

“when I was a child, I was taught about ethics. when I am an adult, I am told otherwise.”

___

years back, I was a child. believing in what was taught to me, while seeing those so-called adults as generous people whose steps I was to follow.

years then, I am (supposedly) an adult. believing in what was taught to me, broken one by one; ironically enough, throughout years of living in this very world I detest.

yeah, it’s not a perfect world. and stupidly enough, I refused to let go of them.

  1. be honest on your words and deeds
  2. be responsible on your own deeds
  3. respect other people
  4. keep your promise
  5. never cheat on other people
  6. never steal anything from anyone
  7. be kind and generous to others
  8. keep your friends close

4 items throughout those years… the world is surely a nice place to stay.

___

detesting the way the world works. what’s so good about it anyways? =P

06.16.08

orange is better than blue…

Posted in Posts at 7:35 pm by yud1

TWICE. :cool:

[kuyt-toulalan]

blue? what blue? …oh, LES BLEUS.

[kuyt-goal]

but, but… ORANGE!! :lol:

[sneijder-goal]

eh… what blue was it, again? IL AZZURRI?

[nistelrooy-mathijsen]

but, but… ORANGE!! the future refuses to change! :lol:

well… I do believe that blue outfits are cool — but orange is also cute. that being said, I prefer orange anyways.[1] :wink:

___

[1] unfortunately, I haven’t managed to find one particular girl wearing the orange-themed jersey. don’t get unnecessarily distracted, readers. :mrgreen:

[2] photographs courtesy of the EURO 2008 official homepage.

06.12.08

jadi programmer, kenapa…

Posted in Opinion at 12:12 am by yud1

—untuk rekan-rekan yang sedang memikirkan cita-cita sebagai programmer

___

rekan-rekan yang saya hormati,

dulu, sewaktu saya masih seusia anda, saya sering menemukan bahwa banyak rekan-rekan di sekitar saya menganggap bahwa menjadi programmer adalah sebuah pekerjaan yang keren. dan sejujurnya, saya juga berpikir demikian; saya berpikir bahwa bisa melakukan banyak hal dengan komputer adalah hal yang sangat hebat, dan saya cukup yakin bahwa sebagian (cukup besar?) dari kalian memiliki pemikiran yang serupa.

saya pertama kali mengenal komputer sejak kelas satu SD, dan dengan demikian saya mulai tertarik terhadap benda ‘ajaib’ ini — tapi ini cerita untuk saat lain. beberapa dari anda mungkin malah sudah mengenal komputer sejak usia yang lebih muda lagi, dan dengan demikian anda mungkin berpikir bahwa menjadi seorang yang bisa melakukan pemrograman terhadap komputer adalah hal yang keren. dan dengan demikian, beberapa dari anda mungkin memiliki cita-cita untuk menjadi seorang programmer. atau system analyst. atau technical support. atau sejenisnya, terserah anda.

saran saya, sebaiknya anda memikirkan kembali pandangan anda itu.

::

menjadi programmer itu bukanlah hal yang keren banget-banget. sungguh. mungkin kelihatannya begitu, tapi percayalah bahwa tidak demikian halnya; sesungguhnya, menjadi seorang programmer adalah area penuh resiko dan ujian mental. saat ini mungkin anda belum dapat membayangkan, tapi sudahlah. biarkan saya melanjutkan cerita ini dulu.

jadi, menurut anda menjadi programmer adalah sebuah pekerjaan yang keren. mungkin memang, tapi sesungguhnya tidak terlalu. anda mungkin pernah membayangkan akan bisa membuat game? memang bisa kok. anda mungkin pernah membayangkan akan bisa membuat halaman web seperti friendster? memang bisa kok.

kalau anda tanya saya, menjadi seorang programmer adalah area penuh resiko dan ujian mental. siap-siap capek, kurang tidur, dan dipanggil sewaktu-waktu. anda mungkin akan kekurangan hari libur. waktu pengembangan mungkin memang didesain pada hari kerja, tapi pada dasarnya anda akan merasa (atau ‘dibuat merasa’? entahlah) perlu dan ingin bekerja pada hari libur. dan percaya atau tidak, konon katanya pekerja-pekerja di bidang IT adalah orang-orang yang mengalami tekanan cukup tinggi dibandingkan dengan bidang lain — saya pernah baca artikelnya, tapi sayangnya saya lupa di mana.

…tidak percaya? silakan bertanya kepada kakak atau mungkin kerabat yang bekerja di bidang IT. atau lebih spesifik lagi, sebagai programmer.

::

menjadi programmer, berarti harus siap untuk di-assign ke dalam berbagai macam proyek terkait rekayasa perangkat lunak alias software engineering. maksudnya, anda membuatkan sesuatu untuk orang lain — aplikasi, program, website, apapun sejenisnya. dan dengan demikian, hal ini terkait dengan kebutuhan untuk berinteraksi secara intens dengan orang lain — supervisor, klien, dan mungkin juga yang lain. dan ‘orang-orang lain’ ini bisa bermacam-macam ‘bentuk’ dan ‘rupa’-nya, jadi anda harus siap-siap sedikit ‘kaget’ kalau tidak terbiasa soal ini.

ada yang berpikir bahwa menjadi programmer berarti cuma perlu berpikir logis dan analitis, serta sedikit cara berpikir ala matematika? sayangnya salah. software engineering adalah ilmu sosial. surprise. dan sebagaimana lazimnya konteks dalam ilmu sosial, anda bisa menemukan banyak ‘mahzab’; dari yang mengutamakan total-quality-management sampai serabutan-pokoknya-jadi. dan apa yang terjadi, anda jelas perlu punya kemampuan dan kepekaan sosial yang tinggi untuk bisa beradaptasi dengan keadaan yang kadang bisa serba-mengejutkan ini.

itu baru satu hal. kadang-kadang, anda mungkin harus memperbaiki hasil kerja programmer sebelum anda — yang sialnya, hasil kerjanya bisa jadi tidak sebagus harapan anda. alur program yang entah kemana, dan dokumentasi yang bahkan tidak memenuhi syarat… kalau ada. seringnya malah tidak ada, sih. jangan lupa bahwa anda biasanya akan dikejar tenggat waktu. sudahlah, hal ini susah diceritakan. mungkin memang harus dialami sendiri sih, entahlah.

ada lagi? ada! dengan menjadi programmer, anda harus siap dengan fluktuasi emosi dan sikap yang bisa jadi mempengaruhi orang-orang di sekitar anda. bukan hal yang aneh bahwa seorang programmer bisa diam lama ketika ngobrol dengan anda, sebelum kemudian berkata ‘oh iya!’ dan kembali ke depan komputer. bukan hal yang aneh pula bahwa anda bisa menemukan seorang programmer yang keluar ruangan dengan tampang penat setelah beberapa jam, dan kemudian sudah cerah-ceria lagi dalam beberapa jam setelahnya.

::

menjadi programmer juga berarti berkurangnya aktivitas fisik. jangan bandingkan dengan orang-orang geologi atau elektro yang sering ke lapangan kalau sedang di proyek — kadang-kadang mungkin sedikit membuat iri bahwa mereka bisa jalan-jalan di lapangan. menjadi programmer adalah duduk (hampir) seharian di depan komputer, biasanya dengan akses internet. dan akibatnya? programmer itu pekerjaan rawan obesitas! apalagi kalau di dekat anda ada kantong keripik atau kue kering. jangan lupa mata anda. sebagian besar programmer yang saya kenal menggunakan kacamata atau lensa kontak — saya sendiri sudah menggunakan kacamata sejak belasan tahun lalu, tapi apakah hal ini berhubungan dengan pekerjaan, entahlah.

salah satu hal yang mungkin akan menimpa anda dengan pekerjaan sebagai programmer adalah ’stigma’ yang ada di masyarakat. di satu sisi, anda mungkin dianggap hebat karena punya skill apalah-itu (yang sebenarnya tidak hebat-hebat amat juga), namun di sisi lain, anda harus siap dengan pandangan ‘programmer == nerd’ yang sepertinya cukup umum. ya ampun.

pernah mendengar ungkapan tentang ‘tampang anak komputer’? ya, itu salah satunya. tidak semua seperti itu, tapi entah kenapa sepertinya pandangan ini cukup populer. anda bisa saja bersikap cool atau ramah dengan gaya yang relatif sesuai trend — dan dengan pekerjaan anda sebagai programmer. dan orang mungkin akan terkaget-kaget ketika anda mengatakan bahwa anda adalah seorang programmer. oh well… apakah ini berkah atau kutukan, entahlah.

…dan sebagai tambahannya, bukan hal yang aneh bahwa anda bisa menemukan seorang programmer yang tidak kunjung punya pasangan. bukan, biasanya bukan karena mereka ini tidak bisa bersosialisasi (percayalah, programmer tidak akan bisa hidup tanpa kemampuan sosial), tapi karena mereka (biasanya) memang punya kesibukan dan tekanan yang cukup tinggi — apalagi kalau sedang dalam masa pengembangan software!

::

tentu saja, bukan berarti semua hal tentang menjadi programmer itu tidak menyenangkan adanya. tergantung tawaran yang datang (dan mungkin kemampuan negosiasi anda), pekerjaan sebagai programmer bisa memberikan penghasilan yang lumayan bahkan sebelum anda lulus kuliah. menjadi seorang programmer juga bisa memberikan kepuasan untuk orang-orang yang memiliki minat dalam menganalisis dan membangun ide. juga hal-hal seperti kepuasan ketika sebuah komponen selesai dibangun, atau ketika berhasil melakukan optimasi program — hal-hal seperti ini yang sepertinya agak susah ditemukan di tempat lain.

saya panjang lebar menulis soal ini bukan karena saya tidak ingin anda menjadi programmer, sih. ada juga hal-hal yang menyenangkan, kok. anda mungkin berpikir bahwa menjadi programmer adalah hal yang keren, dan mungkin memang demikian halnya… mungkin saja, kalau mempertimbangkan apa-apa yang sempat saya tuliskan di paragraf sebelumnya. tapi entahlah, saya sendiri tidak terlalu memikirkan itu untuk saat ini, sih.

tapi kalau dipikir-pikir lagi, mungkin sebenarnya menjadi programmer itu bukanlah hal yang keren-keren amat… walaupun, yah, sewaktu seusia anda saya juga berpikir seperti itu, sih.

06.01.08

lag of update… due to bandwidth limit exceed

Posted in Posts at 8:09 pm by yud1

sebelumnya, saya hendak memohon maaf terlebih dahulu, pembaca.

kenapa begitu, anda yang mencoba untuk datang ke sini dalam dua hari terakhir terakhir ini mungkin telah menemukan alasannya; sejak hari Jumat (30/5) sampai Sabtu (31/5), akses ke alamat ini (dan alamat-alamat *.csui04.net ) hanya akan menemukan pesan singkat:

509 Bandwidth Limit Exceeded

The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later.

pesannya cukup menjelaskan, bahwa ternyata jatah bandwidth bulanan saya csui04.net untuk bulan Mei ternyata sudah habis dipakai sebelum akhir bulan tersebut. :mrgreen:

bagusnya, pada saat ini csui04.net dan rumah maya saya yang sederhana ini sudah kembali online. direncanakan post berikut akan segera menyusul… dengan topik yang agak lebih bermutu dari post ini tentunya. terima kasih untuk beberapa pembaca yang sempat menanyakan soal ini kepada saya, dan dengan demikian diharapkan bahwa pertanyaan-pertanyaan terkait hal tersebut telah terjawab dengan post ini.

btw, agak bingung juga, sih. kok bandwidth-nya sampai habis begitu, ya? :roll:

05.25.08

…tapi, ‘teman’ itu apa sih?

Posted in Opinion at 12:12 am by yud1

“…it’s okay, but always keep in mind that the ones closest to you are the ones who would probably hurt you the worst way possible.”

___

gara-gara bongkar-bongkar arsip (dan sedikit kenangan) lama, tiba-tiba jadi kepikiran sesuatu. dan sambil iseng, jadi deh ditulis di sini… tapi mungkin ini bahasan yang cukup umum, sih.

oke, oke, disclaimer. tulisan ini adalah hasil dari pemikiran pribadi dan tidak memiliki tendensi negatif atau sejenisnya terhadap pihak tertentu. jangan melanjutkan membaca sebelum anda memahami dengan baik pernyataan tersebut.

…masih di sini? terserahlah. bukan urusan saya juga sih kalau anda masih mau terus membaca tulisan ini.

pembaca, pernahkah anda memiliki seorang (atau beberapa orang) ‘teman’?

mungkin pernah. kayaknya sih ini hal yang umum, yah. pada dasarnya, manusia memang punya kodrat untuk saling berbagi, kan? oke, ganti pertanyaan deh.

pembaca, pernahkah anda kehilangan seorang (atau beberapa orang) ‘teman’?

mungkin pernah. mungkin… tapi nggak tahu juga sih. memangnya ini fenomena yang cukup umum? :mrgreen:

::

dulu, saya punya seorang (eh… mungkin beberapa orang) teman. atau setidaknya, saya pikir seperti itu. nggak banyak hal yang istimewa sih, tapi setidaknya saya tidak punya masalah dengan hal tersebut, dan setidaknya kami bisa ngobrol dan menghabiskan waktu dengan cukup menyenangkan. atau setidaknya, saya pikir seperti itu.

mungkin, tapi saat-saat tersebut cukup menyenangkan… setidaknya untuk saya. entahlah, saya tidak bisa membaca pikiran orang lain juga, sih.

tapi, yah, setidaknya ada hal-hal yang menyenangkan, dan obrolan-obrolan yang nyambung. ada saat-saat menyenangkan, dan juga saat-saat bahwa saya berpikir — I have nice fellows and companions by my side.

mungkin… tapi entahlah, tampaknya dunia memang tidak seindah itu (haha), dan akhirnya terjadilah beberapa hal — dan segala sesuatu tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti dulu. dan hal-hal yang tidak pernah benar-benar bisa saya pahami bahkan sampai lama kemudian, namun entahlah; mungkin hal-hal seperti itu memang tidak dimaksudkan untuk bisa saya mengerti.

…ya, dan akhirnya saya kehilangan teman yang saya anggap berharga. dan mungkin terlalu banyak hal yang tidak akan pernah kembali lagi. dan mungkin pertanyaan-pertanyaan yang terkubur di masa lalu — tapi entahlah; manusia tidak bisa memutar ulang waktu, dan begitulah adanya.

menyedihkan, dan menyakitkan. atau setidaknya, begitulah yang saya rasakan… atau mungkin saya saja yang terlalu cengeng, entahlah.

————sayangnya, segala sesuatu tidak akan pernah benar-benar bisa kembali lagi seperti dulu.

::

saya kadang bertanya-tanya juga, sih. sebenarnya, ‘teman’ atau ’sahabat’ itu apa sih? dan seberapa berharganyakah sebuah ‘pertemanan’ atau ‘persahabatan’ itu untuk diperjuangkan?

…yah, begitulah. dan jawabannya? mana saya tahu! :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan melindungi kamu dari bahaya yang kamu hadapi!” :D

- “yeaa, dan setelah itu dia keluarin pisau, tusuk, mati deh.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan selalu ada buat kamu, di saat suka dan duka!” :D

- “ya, ya, kalau lagi ’suka’ dateng minta traktiran, kalau lagi ‘duka’ silakan menelepon; mungkin bakal ada sih.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan selalu bersikap baik sama kamu!” :D

- “…dan mungkin di belakang ngomongin serta ngegosip, haha.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu, pasti akan selalu mendengarkan keluh kesah kamu!” :D

- “dan besoknya mungkin banyak manusia mendadak tahu isi curhatnya, hebat deh.” :mrgreen:

…nah. jadi.

sekarang, ini adalah pertanyaan senilai satu milyar rupiah: sebenarnya, ‘teman’ itu apa sih? :mrgreen:

___

[1] ada yang merasa bahwa tulisan ini memiliki tendensi negatif? silakan baca disclaimer. silakan ulangi kembali apabila gejala tidak kunjung membaik.

[2] dialog sebelum paragraf terakhir di atas adalah FIKSI. harap jangan ke-GR-an yang tidak perlu, pembaca.

[3] pertanyaan senilai satu milyar rupiah… tapi memangnya ada jawaban yang benar? kenapa tanya. haha.

« Previous entries · Next entries »