mantan, kok banyak?

“what’s the problem? kalau you punya banyak mantan, artinya you sering gagal dalam relationship yang you jalani. ya memang begitu, kan?”

___

jadi begini, pembaca. jadi begini. mohon maaf, sungguh bukan saya bermaksud menghakimi nan kurang ajar pun tidak menghormati. tapi… tapi, tapi, tapi. kepikiran saya kali ini, sejujurnya membingungkan!

dari dulu saya sering rada bingung kalau ketemu atau mendengar tentang para pemuda atau gadis-gadis yang punya banyak mantan pacar/partner/pasangan, dan kesannya (eh ini kesannya lho ya) kok seolah cenderung bangga benar dengan hal tersebut. bahwa mantannya banyak, maksudnya. yang artinya juga, pada dasarnya waktu tunggu per mantan anda —eh bahasa apa sih ini— tidak pernah panjang-panjang amat.

kok begitu? ya karena kalau dihitung-hitung, misalnya usia anda duapuluh-sekian dan misalnya anda punya mantan pasangan sejumlah dua atau tiga sampai empat, itu kan biasa. maksud saya, dengan demikian setidaknya hubungan anda berlangsung selama lebih dari satu tahun, untuk rata-ratanya. tapi kalau misalnya sampai tujuh, delapan, sepuluh, dua belas, lha itu kan banyak?

tentunya dengan demikian kemudian saya jadi bingung. maksud saya begini. kalau misalnya anda punya mantan banyak, apa bukan berarti jadinya anda itu sering gagal dalam hubungan yang anda jalani, ya? sungguh mohon maaf, dengan hormat, tapi kok ya malah bangga. ibaratnya kalau orang kuliah, nggak lulus-lulus kan mesti ngulang. kalau masih belum lulus juga, ya disuruh ngulang lagi. nah ya kalau sudah lewat masa studi, mau bagaimana?  masa ya tinggal nunggu dropout terus bangga pernah jadi mahasiswa…

etapi ini kalau bicara mantan lho ya. kalau cuma berdiri satu malam one night stand atau hubungan tanpa status itu kan beda urusannya. anda senang sama senang nggak pakai status itu tentu saja berarti tidak bisa didefinisikan sebagai ‘mantan pasangan’, gampang-gampangnya sih. lagipula pernah diresmikan juga nggak toh?

tapi ya saya nggak tahu juga, berhubung mantan saya insya allah nggak banyak. walaupun kalau perkara ditaksir anak gadis orang sih wallahualam. sekiranya mungkin senang juga sih kalau bisa menaklukkan hati banyak pemuda keren atau gadis cantik, itu hal yang bisa dipahami juga. nah tapi kalau jadinya terlalu sering mutusin atau diputusin itu kan artinya ada yang salah dengan hubungan yang anda jalani? entah salah planning, salah pilih, atau barangkali juga salah niat. yang mana saja kan bisa-bisa saja. lagipula yang namanya alasan putus juga kan, maaf-maaf, bisa datang dari mana saja.

masalahnya itu, kok ya salah melulu? kalau anda punya mantan sampai delapan orang gadis, misalnya, itu kan artinya anda salah sampai delapan kali berturut-turut. entah salah bersikap sampai diputusin, bosen sampai mutusin, atau mungkin sama-sama sudah tidak cocok sampai putus dari kedua belah pihak. nah terus kalau salah melulu, kan orang jadi bingung bin bertanya-tanya: ini sebenarnya kesalahan pada diri anda, atau pasangan-pasangan anda, atau keadaan yang sial-sialnya kok ya tidak pernah mendukung hubungan anda sampai bisa langgeng?

mbuh, saya juga bingung sih. barangkali nanti kalau ketemu sampel yang cocok saya bisa coba interview atau juga survei kecil-kecilan. atau barangkali mau titip komen di bawah, sumonggo, silakan.

tabik!

___

[1] sekali lagi, dengan segala hormat kepada anda pembaca yang mungkin kebetulan punya cukup banyak mantan pasangan
[2] sekali-kali nulis pakai gaya bahasa sangat tidak resmi, ternyata enak juga (LOL)

6 Comments

  1. nanda
    April 7, 2013 at 12:36 am - link to this comment

    Manusiawi sih kalo ada yg bangga punya mantan banyak, krn telah berhasil dan sukses memacari para mantan2nya regardless berapa lama bertahan , krn ada yg usaha tp ngga berhasil berhasil memacari… (jgn nunjuk gw kyk gitu sbg contoh). Yg penting bukan brp banyak mantan dan berapa lama bertahan, yg penting adl orng yg seseorang pilih utk jd mantan terakhir.

  2. April 7, 2013 at 10:04 am - link to this comment

    mbak… aku kok mendengarnya… pedih… 😥 /dikeplak

    tapi ya gimana ya. secara empiris sih kalau misalnya kita bikin proyek jalan atau bangunan atau drilling atau IT juga, misalnya PM yang sama proyeknya overbudget melulu, kalau perusahaannya bener ya pasti PM-nya bakal dievaluasi lah. belum tentu pasti salah juga sih, tapi yaa…

    well, you got the idea. :mrgreen:

  3. April 7, 2013 at 11:47 am - link to this comment

    Haha.. Padahal saya dah kepikiran pengen posting soal ini.. :mrgreen:

    Jadi, soal berpacaran ini konon ada pepatah: “pria selalu mau jadi yang pertama, wanita selalu pengen jadi yang terakhir”. Kurasa mudah dimengerti ya?

    Kalo berdasar pengalaman sih, reputasi punya banyak mantan itu cuma bisa dibanggakan pada teman2 sejenis dan fans (lawan jenis). Tapi kalo terhadap seseorang yang dicintai justru jadi malu. 🙂

  4. April 7, 2013 at 12:22 pm - link to this comment

    ^ ya tulislah. susah amat. idenya ada, medianya ada, kesempatannya juga bukan nggak ada. btw…

    Kalo berdasar pengalaman sih, reputasi punya banyak mantan itu cuma bisa dibanggakan pada teman2 sejenis dan fans (lawan jenis). Tapi kalo terhadap seseorang yang dicintai justru jadi malu. 🙂

    nah. :mrgreen:

  5. cyn
    April 8, 2013 at 7:47 pm - link to this comment

    iya ya.. punya banyak mantan kok bangga. malu ah banyakan gagal 😛

    kalo saya, justru selalu bilang gak pernah pacaran kalo ditanya orang :”)

    *kaboor*

  6. April 10, 2013 at 7:55 pm - link to this comment

    eeh, nggak boleh begitu cyn. coba ya, kalau kita ngomong sesuatu yang nggak bener ke orang lain itu namanya apaaa? :mrgreen:

    *kabur*