you (don’t) reap what you sow

dalam salah satu berita yang gw baca pagi ini, ada sebuah tulisan yang menurut gw cukup menarik di International Herald Tribune. tulisan ini ada di bagian Editorials and Commentary, jadi cenderung bersifat subjektif. link-nya gw sediakan di sini.

International Herald Tribune – Spy vs. Spy

intinya sih mengenai pergantian bos di CIA, dan secara umum mengenai berkurangnya pengaruh CIA di lingkungan kekuasaan Amerika Serikat.

ada hal yang menarik. sedikit kutipan gw taruh di sini.

“…What finally humbled and gutted the CIA after decades of bureaucratic infighting was a loss of support where it counted most: the refusal of the Bush White House to accept responsibility for the two great “intelligence failures” that prompted Congress to reorganize U.S. services.”

yah. semua orang (yang cukup memperhatikan keadaan dunia internasional) tahu bahwa peristiwa 9/11 mengakibatkan mosi negatif terhadap CIA – kenapa hal seperti itu bisa terjadi? seharusnya intelijen sudah bisa memperkirakan akan ada serangan. kenyataannya, hal itu memang terjadi. CIA sudah memperingatkan Gedung Putih mengenai ‘kemungkinan adanya serangan dan dari mana kemungkinan serangan itu berasal’ sejak awal 2001. sayangnya, saat itu reaksi Gedung Putih tidak cepat tanggap. hal ini kemudian akan memancing banyak lagi teori yang lain.

tapi hal yang menarik terjadi. gw kutip lagi di sini.

“…for reasons of broad national psychology, the White House’s failure to stir itself was simultaneously overlooked and forgiven by the public, while the CIA (and others) got held to strict account for failing to predict the day and the hour.”

jadi kesimpulannya? untuk mengamankan stabilitas psikologis nasional Amerika Serikat, kegagalan Gedung Putih dalam mengantisipasi warning yang telah diberikan CIA ternyata dengan cepat dilupakan (atau dibuat sedemikian hingga dilupakan) oleh publik. sementara, dalih utama yang banyak terdengar di berbagai media (terutama yang gw baca dan dengar, sih) adalah adanya intelligence failure, atau biasa disebut ‘kegagalan intelijen’.

jadi? silakan simpulkan sendiri.

yah. dulu gw pernah dengar ungkapan bahasa Inggris ‘you reap what you sow’. atau kalau versi bahasa Indonesia-nya, ada ungkapan yang mirip: ‘siapa menabur angin, maka dia akan menuai badai’. itu omongan waktu gw masih lebih muda, sih. kenyataannya? ah. nggak selalu begitu, kok. selamat datang di dunia nyata.