mendahului zaman?

…nggak tahu juga, sih. perasaan gw saja, atau memang kadang-kadang gw itu hidup mendahului zaman? hal ini berlaku khususnya mengenai hiburan (baca: film, musik, dan sebagainya) yang berasal dari jepang.

misalnya begini. dulu, gw sudah mulai mendengarkan lagu-lagu L’Arc~en~Ciel (tapi belakangan gw nggak terlalu doyan sama yang ini =P ) atau T.M. Revolution sewaktu orang-orang masih banyak sekali yang belum tahu soal lagu-lagu jepang.

iyaa, itu masa-masa di mana orang-orang sering bertanya: ‘ini lagu apaan sih?’ kalau gw memasang lagunya Maaya Sakamoto atau Mikuni Shimokawa di playlist.

sekarang? orang-orang (setidaknya di sekitar gw) ikut-ikutan mendengarkan lagunya Laruku… (dan gw mikir: gw sih sudah tahu ini dari dulu!). yah, misalnya lagu-lagu seperti Hitomi no Juunin dan Jiyuu e no Shoutai. hmm. gw malah sudah mulai bosan sama lagu yang itu-itu saja.

contoh yang lain? First Love-nya Utada Hikaru… T__T. ya ampun, sudah berapa tahun tuh lagu? tapi lagunya memang masih enak, sih. gw juga masih suka dengerin kok kadang-kadang =).

nah. itu kalau soal musik. ada lagi yang lain.

komik, misalnya. dulu gw mengikuti serial Naruto waktu awal-awal rilisnya. (dan gw pikir: nggak doyan. ngepop… =P ) belakangan, komunitas Naruto berkembang di berbagai tempat… dan gw tetap nggak doyan =P.

nggak tahu juga sih, tapi gw memang rada kurang doyan segala sesuatu yang terlalu ngepop. menurut gw, analoginya seperti makanan ringan: enak, tapi tidak bergizi… begitulah.

contoh lain? Suzuka. gw pertama kali mengetahui mengenai serial ini dari seorang rekan, dan ternyata serial ini memang bisa dibilang cukup menarik… setidaknya buat gw. eh, ternyata beberapa bulan kemudian, gw melihat review-nya di sebuah majalah anime-dan-manga… *duh*.

drama. ini contoh yang sedang terjadi saat ini.

pertama-tama: Kamen Rider Kabuto. hmm. ada cerita menarik soal ini.

gw pertama kali tahu soal serial ini sejak fansubnya dirilis oleh TV-Nihon mulai episode-episode awal. dan gw berpikir: ah, kamen rider lagi.

gw pun bertanya kepada seorang rekan yang kebetulan maniak Kamen Rider.

“tahu Kabuto nggak?”

“apaan tuh?”

Kamen Rider baru. punya fansub-nya nggak?”

dia nggak punya. malah baru dengar, katanya. beberapa minggu kemudian dia memanggil gw lagi untuk ngomongin soal itu.

“gw udah nemu, yud. bagus deh. lo pasti bakal terpesona sama battle-nya. keren abis deh pokoknya! lo pasti bakal suka.

*WTF? gw udah nonton duluan gitu*

ya ampun.

yah, itu salah satu contoh. sekarang? makin banyak orang yang nonton itu… sebagai korban ikut-ikutan -__-‘

contoh lain? adaa…

masih ingat 1 LITRE no Namida yang sempat gw review beberapa waktu yang lalu? tiba-tiba gw merasakan bahwa kayaknya banyak orang jadi berminat untuk nonton drama yang satu ini. bukan cuma di Fasilkom atau UI, kok. banyak sekali orang. yah, pokoknya banyak, deh.

dan gw mikir: padahal gw menulis review itu kira-kira 4 bulan yang lalu, itupun setelah telat berminggu-minggu karena dikejar deadline Rekayasa Perangkat Lunak… *duh*

dan walaupun gw tahu bahwa serial ini bisa dibilang creme de la creme dari j-drama, tapi waktu itu tidak banyak yang tahu soal serial ini. dan baru sekarang mulai diomongin orang-orang.

“yud, 1 LITRE no Namida bagus nggak sih?”

“yud, copy, dong!”

“gila, film-nya bagus banget!”

…dan sebagainya.

yah, sesuai prinsip dasar per-fansub-an (apaseh), tentu saja file-file tersebut boleh di-copy… sejauh versi licensed-nya belum beredar di sini. tapi kok ada ya yang berani-beraninya jual hasil fansub? kacau deh. kalau gw yang ngerjain fansub-nya sih gw nggak bakal rela hasil karya gw dijual…

tapi gw bertanya-tanya juga, sih. apa iya, sebenarnya orang-orang yang baru-baru tertarik sekarang itu sekedar ikut-ikutan saja, atau memang benar-benar tertarik dan punya sense atau cita rasa yang tinggi soal hal seperti ini? entahlah.

dan mungkin, seperti halnya pendengar J-Music generasi baru (yang mungkin tahunya cuma Laruku atau Utada Hikaru saja!) atau penggemar komik yang ikut-ikutan saja, atau penonton j-drama yang cuma tidak ingin ketinggalan jaman, mungkin saja ada orang-orang yang memang tertarik dan ‘bukan sekadar ikut-ikutan’.

…mungkin, lho.

dan ketika orang-orang sedang heboh-hebohnya membicarakan 1 LITRE no Namida, misalnya, maka gw hanya berpikir: lho, gw kan sudah pernah menulis soal ini, dulu… begitulah. tapi sebenarnya, kalau mau jujur, gw ini tidak tergolong terlalu-cepat juga dibandingkan rekan-rekan yang lebih rapid lagi soal beginian.

tapi kadang-kadang (dengan begonya) gw berpikir: jangan-jangan gw ini sebenarnya hidup mendahului zaman (khususnya soal beginian) dibandingkan cukup banyak orang lain yang lebih awam. tentu saja, tidak! gw juga tidak sebegitunya amat.

masih ada kok orang-orang yang lebih mendahului zaman daripada gw =)

aku…

“do you know how to strengthen a person? he first has to learn how weak and small he is.”

-Sakuragi Kenji-

gw seringkali berpikir (bukan. lebih tepatnya: menyadari) bahwa gw ini payah. bahwa gw tidak bisa melakukan apa-apa. bahwa apa-apa yang gw lakukan tidak bisa benar-benar sesuai harapan gw. dan kenyataan bahwa ada orang-orang yang selalu berada di depan gw, dan membuat gw merasa dengan telak bahwa apa-apa yang gw lakukan sama sekali ‘nggak ada apa-apanya’.

still, it makes me think that I’m unable to do many things that well. and I’m just feeling as bad as I see some people do things better than I did.

bukannya gw membenci orang-orang seperti itu, bahkan kenyataannya orang-orang seperti inilah yang gw hormati karena kemampuan mereka dan hal-hal hebat yang mereka lakukan. hanya saja, ada perasaan tidak-biasa di mana gw merasa bahwa gw ‘tidak bisa melakukan suatu hal sebaik itu’. dan buat gw, itu tidak menyenangkan.

…and compared to them, I’m just nothing. and it makes me feel not-so-good as I just couldn’t do things as well as they did.

tentu saja, ada banyak sekali hal-hal yang tidak bisa gw lakukan sebaik beberapa orang lain di bidang yang berbeda-beda.

gw bukanlah orang yang cukup cerdas untuk mendapatkan nilai sempurna di setiap ujian di kuliah. yang bisa gw lakukan adalah mencoba belajar dengan serius, dan berusaha untuk mendapatkan nilai yang bagus. kenyataannya, gw tidak selalu berhasil. ada orang-orang hebat yang bisa meraih hasil yang istimewa, sementara gw kadang terpaksa harus puas dengan apa yang gw raih.

gw juga bukanlah orang yang cukup hebat dalam berorganisasi. kadang gw bersikap kurang profesional, kadang gw merasa kurang baik dalam melakukan sesuatu, dan sebagainya. yang bisa gw lakukan hanyalah berusaha sebaik-baiknya, sementara ada orang-orang yang bisa melakukan hal tersebut dengan lebih baik daripada gw.

gw juga belum cukup jago programming. gw belum bisa seperti rekan-rekan yang bisa memecahkan dan melakukan coding soal programming contest hanya dalam hitungan menit dengan akurasi seratus persen. gw hanya bisa terus berusaha dan memperbaiki teknik, dengan hasil yang begitu-begitu saja.

gw tidak cukup memiliki cita rasa seni: gw belum bisa seperti rekan-rekan yang melakukan digital image design dan mendapatkan penghargaan dari MiniTokyo atau rekan-rekan yang melakukan vector-imaging dan mendapatkan favorites dari DeviantArt. gw hanya bisa terus belajar dan bertanya kepada yang lebih jago. dan jujur saja, gw masih payah dibanding orang-orang seperti ini.

gw juga tidak memiliki kemampuan dan jiwa sosial yang luar biasa. gw tidak bisa seperti rekan-rekan yang bisa melakukan dan menyumbangkan banyak hal kepada masyarakat. ada orang-orang yang gw hormati karena kemampuannya dalam hal seperti ini, tapi kenyataannya gw tidak bisa sebaik itu.

…yang lainnya? banyak deh. kayaknya bakal panjang kalau mau ditulis di sini. dan secara jujur, gw tidak merasa punya kelebihan yang bisa membuat gw sedikit bangga akan hal tersebut.

and to think bluntly, kalau ada orang-orang yang mendapatkan hasil yang lebih bagus daripada gw secara fair, maka kenyataannya hanya satu: gw lebih payah dibandingkan orang-orang ini.

it’s not that I’m not grateful with what I have. gw bersyukur dengan apa-apa yang gw punya, tapi hal seperti ini selalu membuat gw berpikir bahwa gw ini ‘masih payah, dan harus meningkatkan level gw’. dan dihadapkan dengan kenyataan bahwa ada orang-orang hebat (yang gw hormati karena kemampuan mereka), gw merasa bahwa gw bukan apa-apa dibandingkan mereka. dan gw tidak suka perasaan seperti itu.

tentu saja, sekalipun gw sudah berusaha, sekalipun gw sudah bertekad kuat, kalau gagal ya gagal saja. dan alasan hanya akan jadi alasan saja. belajar dengan serius dan usaha keras tidak ada harganya kalau nilai ujian gw jelek, misalnya. lupakan kata-kata manis seperti ‘kamu sudah berusaha’ atau ‘yang penting proses’. kenyataannya, ada orang-orang yang lebih hebat daripada gw, dan gw ini masih payah.

jadi, sebenarnya gw ini hanyalah seseorang yang mengandalkan tekad dan kemauan untuk belajar. hasilnya? nanti dulu deh, kadang-kadang (sering?) malah begitu tidak bagusnya, sampai-sampai gw malas sendiri mengingatnya. apalagi dibanding orang-orang yang berada di depan gw di berbagai bidang yang berbeda. dan seperti biasa, modal tekad dan kemauan akan percuma saja tanpa hasil. jadi… yah, begitu deh.

…dan suatu saat, gw ingin berdiri se-level dengan orang-orang tersebut. entah apakah suatu hari hal tersebut akan terjadi, mungkin saja tidak. tapi satu hal yang cukup jelas: sekarang ini gw masih payah.

good-turn-bad-turn-good day

well. as I may say, my life today is rather unusual… and as you may say, life has its own ups-and-downs. it sure is, yet i’m feeling rather relieved that i still find that my today’s life cycle has been good-turn-bad-turn-good.

so today started with a rather good start: a 1-0 victory in a set of Winning Eleven match in the morning made me think that what will happen today would be great – and although the victory had been paid-back right away (hell, another 1-0, this time is my defeat as i played the set with 10 players for the rest of the 2nd half? but it’s a loss nonetheless) I was still thinking that it was a nice start.

yes, it is… until then. arrived late by 5 mins on the Numerical Analysis lecture held on 0800, I was somehow dragged back to sit on the nearly-rearmost seat (what?) and while attempting to comprehend the Householder Transformation, i realized that somehow (at least for me) there is a linear pattern between seat position and level of understanding in a lecture.

so it happened that i got past the Numerical Analysis stuff, and as I walked to the Student Council Office, I was told that I had to do a written report for the office that was due TODAY. crap. the 1st day back to campus, and after a deadline of a Numerical Analysis assignment (as I wrote here before, it was a due date for the assignment), then I had to make a written report for the office.

…and life sure knows when to get tough.

and as I was thinking of how I would get my written report done before today ends, there is another mess on the 1st day on. well, there were no food to eat. no. there were no food to buy, that is. the kiosks were closed, and as I walk along the path around the campus, nearly all of them were either closed or overly-crowded. and none was a choice for me.

and yet, the sun was shining (over?) brightly, leaving an unusual hot-and-dry weather. and crap, as I was thinking of buying something cold-and-nice to drink, the kiosk were also all closed. oh, not really. there was one opening, but I couldn’t find the one I wanted. how did a kind of cheap-but-nice 500ml-packed bottle of beverage become that rare?

back to the campus, as the canteen is still in silence, and along with the chronic thirst attack (and nothing to drink), I walked to the 2nd floor, before the Project Management Lecture on 1300. and should I ask a question, may I ask: had my luck left me for today?

…and it was a ‘no’ for the answer.

as finally I met a bottle of water (mineral water, but somehow tastes really good… dunno how it came) given by a friend (thanks man!), and some quick rest. not really good, but it should do a thing or more. it was not really bad, at the least.

and later then I was prepared for the Project Management lecture… guess what? that was an empty slot as the lecturer didn’t come to manage the lecture. I don’t really understand how it went, though. another luck? maybe.

OK, and it was the time to eliminate the written report. and as one-or-two hour has passed, the report was well-done and ready to submit… and then I was told that the due date was postponed. oh, good. and I have finished the report already. well, at least I wouldn’t have to stay until late tonight to submit the written report.

…and now i’m rather sleepy after writing this scrap. well, just another scrap from me. don’t mind this post too much, though.

liburan yang tak santai

di kampus ini, tidak ada kata libur.

setiap hari di kampus ini adalah perjuangan, dengan tugas-tugas yang tampaknya tidak bosan-bosannya diberikan oleh para pengajar di kampus.

…bahkan libur satu minggu menjelang hari raya tidak berarti ‘liburan’. sesungguhnya, yang terjadi adalah mahasiswa (eh… mungkin sebenarnya gw aja, sih =P) ‘pindah kuliah ke rumah’. kenapa begitu, sebenarnya lebih karena banyaknya tugas yang diberikan untuk ‘bekal liburan hari raya’.

relatif, sih. tapi bagusnya (setidaknya menurut gw =P ), apa yang ada di liburan kali ini gw rasa masih bisa gw tangani dengan baik. tentu saja, walaupun itu berarti mungkin gw akan agak kurang tidur, karena waktu yang ada harus dibagi pula dengan berbagai kesibukan di sekitar hari raya. tahu kan, misalnya mengunjungi atau dikunjungi beberapa kerabat dan tetangga. dan berhubung keluarga gw agak ‘besar’, jadi biasanya kesempatan ini dipergunakan untuk ketemu dan silaturahmi… seperti itulah.

hmm. coba kita lihat.

ada tugas Analisis Numerik, berupa analisis masalah persamaan linear dan solusinya dengan menggunakan algoritma Cholesky untuk matriks simetris dan positive-definite. tidak usah bingung dengan tulisan saya barusan kalau anda tidak mendalami Computer Science atau matematika. hidup ini cukup menyenangkan kok tanpa matematika lanjut seperti itu.

…sebagian sudah dibantai. sebagian lagi harus selesai dalam seminggu ini. bagusnya sih ini tugas kelompok, jadi load individu-nya tidak terlalu tinggi.

ada lagi tugas Prinsip-Prinsip Sistem Informasi. menuliskan makalah dengan tema tren perkembangan teknologi informasi, dengan topik yang tidak boleh sama antar mahasiswa. jadi misalnya ada rekan gw yang membahas soal prosesor, lalu ada yang membahas soal input device, dan sebagainya, maka gw harus memilih topik yang berbeda.

…bikin makalah? enteng-lah itu. satu hari (atau mentok-mentok: dua hari) seharusnya beres. gaya penulisan akademik, berikut rujukan dan referensi, seharusnya sih tidak ada masalah.

ada juga tugas Proyek Perangkat Lunak, yang sudah memasuki tahap construction alias sudah mulai coding. kalau anda tidak mendalami Computer Science, ini adalah suatu keadaan di mana orang-orang mulai sibuk melakukan programming, setelah melalui proses perancangan desain sistem, desain database, dan sebagainya.

…dari semuanya, ini yang agak potensial makan waktu. proyeknya sih kira-kira seperti membuat CMS (= Content Management System) untuk sebuah website. untuk yang belum tahu, CMS itu kira-kira semacam engine untuk website sehingga sebuah website lebih mudah untuk diatur content-nya, tanpa perlu pengetahuan akan web programming dari penggunanya.

begitulah. liburan ini agak kurang santai, sepertinya. tapi gw berharap semoga bisa mem-‘bantai’ semuanya dalam seminggu ini. eh, salah deh. gw harus bisa mem-‘bantai’ semuanya dalam seminggu ini.

___

oh. iya. berhubung sebentar lagi hari raya, gw mengucapkan selamat idul fitri bagi yang merayakan. semoga ramadhan dan idul fitri kali ini membawa perbaikan bagi masing-masing diri kita.

dan mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan-kesalahan yang pernah ada dari gw, baik disadari atau tidak disadari. demikian gw saya sudah memaafkan apa-apa yang pernah terjadi selama ini, dan semoga kita bisa sama-sama memaafkan.

selamat idul fitri bagi yang merayakan, dan semoga kita semua bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi. =)

an ordeal to pass

“you will now face your toughest ordeal. you are faced to a critical moment where you will either gain everything or drop dead to hell! now, isn’t this fun?!”

-Sagara Sousuke-

…mungkin kedengarannya agak berlebihan, yah. tapi dalam beberapa hal, itulah yang sedang terjadi pada gw saat ini… dan untuk beberapa lama ke depan. an ordeal I have to pass no matter what. dan ada dua pilihan untuk gw: gain everything atau drop dead to hell.

yah, bisa dibilang gw juga punya ‘dendam pribadi’ di sini, jadi gw punya alasan tambahan yang bagus untuk menyelesaikan ini. dan gw bersumpah untuk tidak membiarkan hal ini lewat begitu saja.

…dan saat ini, gw sedang merasa panas. oh, ya. sangat panas.

mistakes will not be forgiven. and it’s now between me and this ordeal.

now, isn’t this fun?

it sure is.

sekeping kenangan masa lalu

beberapa hari yang lalu, gw ngobrol-ngobrol dengan seorang rekan mengenai kejadian yang sudah agak lama berlalu. brings back memories, meskipun gw sendiri sudah tidak terlalu ingin mengingatnya lagi. sebagian karena saat-saat itu memang sudah lama lewat, dan sebagian lagi karena gw sudah tidak ingin lagi terlalu peduli dengan apa-apa yang terjadi dulu.

mungkin ada beberapa bagian yang tidak pas benar, tapi gw berusaha menuliskannya se-persis mungkin sesuai ingatan gw.

berawal ketika dia memulai pembicaraan yang mengingatkan akan masa lalu tersebut. terima kasih juga, gw jadi ingat lagi masa-masa dulu itu… =)

gw tau lo bisa baca pikiran gw
hah?
iya, dulu sering banget kayaknya lo tau gitu apa yang gw pikirin. apalagi jaman-jaman dulu.
ahahah. gw juga tau kok kalau lo suka coba menebak-nebak isi pikiran gw, jaman-jaman itu…
hmm. tapi kayaknya lo udah jauh lebih mendingan sekarang daripada dulu.
gw tau lo lagi ngomongin apa sekarang
tuh kan
…kan?
yah, gitu deh. dulu itu lo sampai segitunya.
yaah, di dunia ini, ada orang-orang baik. ada juga orang-orang yang brengsek. biasain aja.
oh, begitu
tapi boleh juga lo dulu. sampai tahu soal itu… padahal gw nggak pernah ngomong-ngomong.
terus sekarang lo gimana?
gw sih jalanin aja apa adanya sekarang. ngapain juga mikirin itu terus?

membuat gw berpikir kembali. mungkin benar juga, saat-saat kayak begitu sudah lewat, dan saat ini gw menjalani saja apa yang ada sekarang. tapi kalau dipikir-pikir lagi, ternyata dulu itu gw sampai berada dalam keadaan seperti itu, dan ternyata hal tersebut membawa impact yang lumayan juga terhadap kehidupan gw waktu itu. dan tentu saja, pertanyaan-pertanyaan yang muncul: kenapa? kenapa gw? kenapa harus orang itu? dan sebagainya.

teruskan saja, dan jadi orang cengeng selamanya. tapi gw tidak mau seperti itu.

sekarang, saat-saat seperti itu rasanya seperti berada di masa lalu yang jauh, dan terasa seperti kenangan yang tidak akrab. entahlah, mungkin seperti membaca koran atau menonton TV. gw ingat dan tahu saat-saat itu, tapi rasanya seperti jauh dan asing, padahal gw sendiri yang mengalaminya.

bagus sih begitu. setidaknya gw belajar beberapa hal. dan memang sih, katanya pengalaman adalah guru terbaik. dan guru terbaik seringkali dibayar dengan mahal. dan walaupun gw dulu sempat merasakan suatu hal yang mungkin disebut orang-orang sebagai ‘pengalaman tidak menyenangkan’, tapi setidaknya gw belajar. dan untuk saat ini, gw tidak ingin peduli dengan apa-apa yang terjadi di masa lalu, demikian juga gw tidak akan menyangkal bahwa gw memang pernah mengalami hal tersebut di masa lalu.

jadi mungkin, sebenarnya ada untungnya juga gw dulu mengalami saat-saat seperti itu =)

___

stay there for me, trapped in memories.

hari ini

…kucoba untuk menuliskan ini di sini, dengan pikiran yang tak kunjung diam dan tangan yang tak hendak lelah untuk mengukir keping-keping kenangan, beserta harap untuk tak hilang oleh waktu.

adakah bedanya hari ini dengan yang lain? dengan mencoba jujur dan mungkin akan kukatakan tidak; tidak juga ucapan-ucapan atau pesan pendek atau kiriman surat elektronik, dan tidak juga kesungguhan yang tidak pernah benar-benar nyata untuk benar-benar memahami dan menjalani arti dari hidup ini.

hanya sedikit dan samar-samar, jejak langkah yang telah tertinggal dan tidak akan pernah hilang dari lembaran hidup dan jiwa dari saat-saat yang telah lewat, yang tak henti bertanya dan terus-menerus meminta jawaban atas begitu banyak tanya yang terkubur di masa lalu.

…ya, terkubur di masa lalu, dan tak akan pernah terjawab dengan pasti, hanya sedikit curah hati yang berusaha mengerti — dan pemahaman akan kebodohan diri yang tak kunjung berkurang.

adakah bedanya hari ini dengan yang lain? dengan mencoba jujur dan mungkin akan kukatakan tidak; hanya sebuah hari biasa, dengan beberapa kebetulan-kebetulan. dan mungkin beberapa ucapan-ucapan dan omongan — dan akan kukatakan ini dengan sejujur-jujurnya: terima kasih yang sebesar-besarnya.

mungkin hanya sedikit kenangan akan apa-apa yang telah lewat, dan tidak akan kembali. dan hanya sedikit kenangan akan seseorang yang datang ke dunia dengan tangisan, dan telah melalui saat-saat dengan kemarahan tanpa teriakan dan tangisan tanpa air mata — ‘kamu laki-laki, kan?’. begitulah yang dikatakan, dan begitulah aku belajar.

mungkin hanya sedikit kenangan akan apa-apa yang telah lewat, dan tidak akan kembali. dan kenangan akan seseorang yang datang ke dunia disambut dengan tawa, dan telah melalui saat-saat dengan tawa yang terharap untuk tak akan pernah pergi, dengan harapan akan saat-saat menyenangkan untuk ada selamanya — tapi tidak ada yang selamanya, dan setidaknya aku menikmati saat-saat tersebut.

hari ini, aku bersyukur masih berada di sini, mencoba meletakkan keping-keping kenangan yang tampaknya tak hendak sudi untuk menjadi gambar yang lengkap benar. dan aku masih berada di sini, mencoba mengukir kenangan; tak hendak menjadi seperti merpati yang terbang tanpa meninggalkan jejak kaki, atau seperti angin dingin yang berhembus tanpa suara ke ladang kesunyian.

hari ini, tidak ada yang istimewa. mungkin hanyalah sebuah pemberhentian di mana aku meretas jalan, yang tampaknya belum hendak berhenti sebelum mungkin saatnya nanti. dan mungkin, hanyalah sebuah tempat di suatu waktu di mana aku menuliskan kepingan kata-kata yang tidak jelas maknanya — tapi untuk saat ini, kurasa itu cukup.

baka-yaro

*seeeeessssh*

hmm. kalau mau memperturutkan kata hati, mungkin saat ini gw sedang memukul-mukul tembok atau lantai, sambil teriak-teriak.

dan kalau mau memperturutkan kata hati lagi, mungkin saat ini gw sedang bersikap cuek secuek-cueknya sambil bersikap sinis dan menyebalkan.

..tapi tidak bisa begitu, kan?

sebenarnya, hari ini terjadi hal yang sangat menyebalkan, dan semua itu terjadi karena kesalahan – bukan, kebodohan gw hari ini. dan entah kenapa, kebodohan gw kali ini benar-benar kebangetan parahnya. sesuatu yang seharusnya tidak akan terjadi dalam keadaan normal. sumpah, bodoh banget deh pokoknya.

tapi setidaknya ada sisi baiknya. tidak ada orang lain yang sampai sampai terkena imbas dari kebodohan gw ini, dan bagus sih begitu. demikian juga tidak ada material yang hilang atau sejenisnya… tapi tetap saja gw kesal.

dan seperti biasa, alasan tidak akan banyak berguna untuk keadaan seperti ini – yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi. kalau salah ya salah, dan segala alasan hanya akan jadi alasan saja.

gw bersumpah bahwa gw tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi lagi.

___

maaf kalau kelihatannya nyampah.

saran untuk anda: selalu pikirkan kembali persepsi anda mengenai medan yang anda hadapi. dan selalu pikirkan kembali setiap keputusan anda untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

snif…

jangan bingung dengan judulnya.

hari ini diawali dengan bangun sahur setelah tidur kurang-lebih dua jam, setelah sebelumnya menyelesaikan material setebal 45 halaman yang rada bikin capek dalam proses pembuatannya. bukan masalah besar amat, tapi tampaknya jumlah tidur yang kurang ini berdampak cukup signifikan terhadap keadaan gw hari ini.

berangkat jam 0530 untuk kuliah Analisis Numerik dan tidak sempat tidur lagi setelah sahur dan shalat subuh, bayangan akan hari yang ‘tidak biasa’ sudah melintas di pikiran gw. biarlah, setidaknya gw bisa tidur setelah kuliah nanti. di mana? gampanglah itu. mushalla kampus, bisa. ruang senat, bisa.
balik ke kos dan tidak ikut kuliah Manajemen Proyek siang harinya bisa jadi pertimbangan kalau keadaan gw semakin tidak menguntungkan.

sampai di kampus 0710, mampir ke ruang senat sebentar, menyalakan AC dan komputer, cek e-mail, dan browsing sebentar. kayaknya tidak akan sempat untuk tidur. sudahlah. jalani saja.

maka kuliah pun dimulai jam 0800 untuk Analisis Numerik, dengan Pak Chan Basaruddin yang juga Dekan Fakultas Ilmu Komputer mengajar selama 100 menit. berposisi di baris kedua yang (sialnya) kursi di depannya kosong sehingga gw tidak bisa tidur di kelas dengan enak, tiba-tiba terjadilah serangan yang tidak terantisipasi berupa sakit kepala ringan akibat kekurangan istirahat.

dan akhirnya, satu serangan telak membuat gw bersin di kelas, membuat beberapa orang rekan berikut pengajar di kelas memandang ke arah gw sejenak – untungnya tidak terlalu mencolok. selanjutnya adalah menit-menit penuh perjuangan menahan sakit kepala dan bersin sambil mencoba memahami algoritma dekomposisi LU dengan adaptasi teknik elementary row operation untuk solusi persamaan linear dalam bentuk matriks NxN.

anda yang tidak mendalami Computer Science atau matematika mungkin agak bingung dengan tulisan saya barusan. biar saja, anda tidak membutuhkan hal tersebut, kok. hidup ini cukup indah untuk sebagian orang tanpa matematika lanjut seperti itu – tapi tidak untuk seorang mahasiswa Computer Science seperti saya.

iyaa, jadi dengan beberapa serangan bersin dan sakit kepala ringan (yang dicurigai keras karena kuantitas tidur yang sangat kurang dengan kualitas yang agak kurang pula) akhirnya saya melewati kuliah Analisis Numerik, dan akhirnya langsung tidur di ruang senat yang (katanya sih) tidak boleh digunakan untuk melakukan ‘kegiatan dalam posisi horizontal’ aka ‘tidur’, kecuali keadaan darurat. hmm, bisakah keadaan gw dikatakan sebagai ‘darurat’? entah. pokoknya akhirnya gw tidur di sana sampai 1130. dan bangun dengan masih pusing.

shalat dzuhur jam 1238 setelah browsing sebentar dan cek e-mail dari jaringan wireless Hotspot UI. dan kuliah Manajemen Proyek yang sempat mempertimbangkan untuk cabut saja, kalau tidak mengingat bahwa gw sudah absen dalam sesi terakhir kuliah tersebut.

sebagaimana yang terjadi akhirnya, saya memang melalui kuliah tersebut dengan selamat, kecuali beberapa kali bersin di kelas yang untungnya sedang dalam keadaan studium generale karena diadakan di aula fakultas. kembali ke ruang senat dengan sesekali keadaan di mana cairan pelumas hidung yang bekerja agak berlebihan. oh, iya. gejala ini lazim disebut dengan ‘hidung tersumbat karena pilek’. tidak separah kedengarannya kok, tapi yang jelas ini penyakit ringan yang agak menjengkelkan.

akhirnya, rapat koordinasi bidang II BEM Fasilkom (eh… sebenarnya ini senat mahasiswa fakultas yang baru saja berganti nama) dan baru saja selesai 1710. sekarang sedang menunggu saat berbuka puasa dengan keadaan hidung yang masih agak tersumbat, tapi bagusnya sudah jauh mendingan, kecuali sedikit pegal-pegal karena sisa-sisa pilek (emangnya ngaruh? auk ah, pokoknya begitu).

sudahlah. selamat berbuka puasa untuk anda yang menjalankan. btw, saat ini gw masih mikir mau buka puasa pakai apa di mana dan bareng siapa… (lho?)

impian masa lalu dan kenangan masa depan

dulu, gw adalah seseorang yang sempat memiliki banyak cita-cita. beberapa sekadar lewat. beberapa sempat gw pertimbangkan. satu menjadi pilihan yang gw jalani sampai sekarang.

ada beberapa yang cuma sekadar lewat.

menjadi dokter, misalnya. meskipun di keluarga gw ada beberapa orang yang berprofesi sebagai dokter dan bekerja di bidang kesehatan, tetap saja gw tidak tertarik. kenapa begitu, sebenarnya masalahnya sederhana saja. menjadi dokter itu bukanlah hal yang mudah. ada banyak hal yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dokter yang baik: kemampuan mendiagnosis dan mengingat (iyalah, daftar obatnya saja sampai se-lemari besar), ditambah kemampuan sosial yang harus sangat tinggi dalam memahami pasien. ditambah lagi kemampuan untuk bekerja secara teliti dan kemampuan untuk selalu tersenyum (dengan tulus!) di depan pasien.

wah. susah, deh. tahu sendiri gw ini orangnya seperti apa. orang yang (rada) cuek dan suka semaunya kayak begini mau jadi dokter? nggak deh, terima kasih. gw juga nggak berminat, kok. tapi mungkin, kalau ada seorang cewek dokter yang baik, gw tidak menolak. *emang ada?* *dibakar massa*

menjadi anggota militer. ide ini bahkan nyaris tidak sempat melintas. dan tidak, terima kasih. dibayar satu atau sepuluh juta rupiah pun gw tidak akan mau masuk akademi militer. gw adalah seseorang yang sangat mencintai kebebasan, dan gw paling tidak suka menghadapi situasi di mana gw harus selalu mematuhi perintah orang lain tanpa syarat. hidup gw ini adalah milik gw, dan tidak ada seorangpun yang berhak menyuruh-nyuruh gw melakukan ini-dan-itu – kecuali kalau gw memang mau melakukannya.

bagusnya sih, di Indonesia ini tidak ada wajib militer. dan kalaupun ada, gw tidak akan ikut dengan sukarela. well, mungkin tidak semua orang berpandangan demikian (dan bagus sih begitu, sebab negara ini masih membutuhkan militer). tapi yang jelas, gw merasa bahwa hal tersebut bukanlah untuk gw.

ada juga beberapa yang sempat gw pertimbangkan.

gw sempat berpikir untuk menjadi arsitek. gw cukup suka menggambar, tapi gw cukup tahu diri bahwa tarikan garis gw tidak cukup ‘berseni’. dan gw cukup suka memandangi dan mencoba memahami rumah-rumah atau gedung dengan arsitektur yang unik. yah, tahu kan. misalnya kalau gw lagi jalan-jalan dan melihat gedung apartemen yang desainnya unik, atau ketika gw main ke suatu rumah yang desainnya minimalis. dulu gw sempat berpikir: mungkin asyik juga jadi arsitek, sebab dengan demikian gw bisa menuangkan apa yang ada di pikiran gw menjadi bentuk yang nyata dan bisa dimasuki orang (baca: rumah atau gedung)

dan ketertarikan gw akan 3D-modelling, sebagian juga karena ketertarikan gw terhadap arsitektur. dan dalam banyak hal, kedua bidang ini memang berhubungan erat. kalau anda punya kenalan seorang arsitek, kemungkinan besar ia cukup akrab dengan program 3D-modelling seperti 3DsMax, Maya, atau Blender. AutoCAD? wah, itu sih wajib hukumnya!

yah, tapi mungkin sekarang ini gw hanya bisa menikmati utak-atik model 3D di 3DsMax saja, sih.

gw juga pernah berpikir untuk mendalami psikologi. dulu beberapa orang rekan mengatakan bahwa gw ‘bisa membaca pikiran orang lain’. wah, nggak tahu deh. entah bakat atau apa, tapi gw cukup bersyukur dengan hal tersebut. yah, belakangan, ketika membaca beberapa buku psikologi populer, ada saat-saat di mana gw mengatakan kepada diri sendiri: ini sih gw sudah tahu dari dulu! ketika membaca bagian-bagian tertentu.

dan kadang, kalau berhadapan dengan seorang psikolog atau psikiater (ini beda! psikiater itu dari cabang ilmu kedokteran jiwa, psikolog itu dari psikologi), gw bisa merasakan bahwa gw sedang di-‘baca’. tahu, kan, psikoanalisis itu merupakan cabang ilmu yang mencoba mem-‘baca’ perilaku orang lain dan menganalisisnya. sedihnya, kadang orang yang mem-‘baca’ itu malah ter-‘baca’ juga oleh gw… -_-‘.

eh, ada kejadian menarik. dulu seorang saudara gw -setelah melihat hasil psikotes gw di sekolah dulu- mengatakan bahwa gw ‘membohongi psikolog’ dalam psikotes tersebut. entah yah, berhubung yang ngomong ini adalah dia, jadi mungkin ada benarnya juga. yang jelas sih gw memang sudah tahu apa yang akan keluar di hasil psikotes segera setelah meletakkan pensil usai soal terakhir.

yah, tapi mungkin sekarang ini gw hanya bisa menikmati membaca buku psikologi populer saja =).

gw juga sempat memikirkan untuk menjadi wartawan atau kontributor di media. gw menyukai kehidupan media yang menurut gw ‘seru dan menantang’, di mana kebebasan berpikir dan menyatakan pendapat (secara bertanggungjawab tentunya) dijunjung tinggi. tentu saja, sesuai dengan kode etik jurnalistik yang jujur dan bertanggungjawab serta cover both sides.

dan gw sangat mengagumi hasil karya orang-orang media – terutama media cetak. gw mengagumi kemampuan mereka membuat tulisan yang berkelas, lengkap dengan layout dan tata letak yang elegan. dan jujur saja, gw sempat menginginkan bekerja di lingkungan seperti itu: suatu keadaan di mana ‘terserah bagaimana caranya, yang penting material untuk deadline jadi dengan baik’. menurut gw itu cukup menantang.

yah, sekarang sih paling gw hanya menikmati membaca media cetak (koran dan majalah – dari majalah berita sampai majalah hobi dan komunitas). dan mungkin, menyalurkan minat menulis di sini saja, sih =)

gw juga sempat memikirkan untuk mendalami Computer Science, dan itulah yang sedang gw jalani saat ini. dari dulu, gw sangat suka utak-atik komputer. dulu gw senang bongkar-bongkar ini-dan-itu dari komputer gw, dan cukup rajin mengikuti perkembangan terbaru hardware komputer. ‘prestasi’ gw dulu, mungkin sewaktu memperbaiki komputer 486DX-33 (sebelum seri Pentium… tahun berapa, tuh?) di rumah yang sering mati sendiri. akhirnya gw memperbaikinya dengan membongkar isinya… dan ternyata? kabel fan prosesor-nya tidak menyambung dengan benar.

akhirnya sih gw memasangnya dengan baik, dan setelah beberapa saat masalah-pun selesai. yah, untuk seorang mahasiswa, hal itu kelihatannya biasa banget. tapi untuk seorang anak kecil, waktu itu gw merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya bisa menangani ‘masalah serius’ pada komputer.

belakangan, ‘hobi’ ini mengakibatkan gw sering di-‘panggil’ untuk menyelesaikan masalah komputer orang-orang di SMU. dan sebagai imbalannya, biasanya makan malam dan snack gratis =9. yah, berhubung sewaktu SMU dulu gw sudah jadi anak kos, maka gw pun menerima tawaran dengan senang hati, dan akhirnya jadi sering meng-‘gelandang’ ke mana-mana.

sekarang, gw berada di sini, melanjutkan kuliah di bidang Computer Science. sejauh ini sih cukup menyenangkan =)

tentu saja, kadang gw masih berpikir bahwa mungkin asyik juga kalau gw bisa menjadi wartawan di majalah berita, atau kontributor di majalah game, misalnya. atau kenyataan bahwa membuat model 3D dari rancangan rumah atau apartemen pribadi di masa depan (wih lagaknya =P) mengingatkan gw akan betapa gw dulu pernah bercita-cita menjadi arsitek. atau misalnya, sampai saat ini gw masih sering menggunakan ‘psikologi amatir’ gw untuk tebak-tebakan. yah, misalnya mengenai sifat pasangan dari sepupu gw yang baru saja jadian (dan bagusnya sih, banyak banget tepatnya =) ), yang mengingatkan gw bahwa gw dulu sempat mempertimbangkan untuk mendalami psikologi.

ada banyak impian dari masa lalu, dan sebagian merupakan kenangan akan bagaimana gw memandang masa depan gw. gw sudah memilih jalan gw, dan itulah yang gw jalani saat ini. dan tentu saja, gw tidak bisa mundur kembali ke masa lalu dan berharap ‘seandainya begini’ atau ‘seandainya begitu’. bagaimanapun, gw sendiri yang memilih jalan ini.

tapi gw tidak menyesal dengan keputusan yang gw ambil. dan oleh karena itu, gw akan menjalani jalan ini, yang telah gw pilih sejak pertama kali menentukan jalan hidup gw.