ada yang lihat…

…kalender di sebelah?

satu baris kosong. dan sekarang tanggal 17 April. update terakhir tanggal 4 April.

wah. kacau deh. biasanya sih content dari website ini di-update dalam interval dua sampai tiga kali seminggu, namun tampaknya apa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan sedikit kekecualian. beberapa kesibukan sempat ‘mengganggu’ kenyamanan *halah* saya untuk menulis di sini, dan akhirnya jadi seperti itu.

jadi, pembaca. sesungguhnya, saya bukannya tidak mau lagi menulis di sini, apalagi sampai pensiun dari dunia maya. belum lagi para pembaca yang mungkin terus menunggu tulisan saya sedikit complain karena website ini tidak di-update untuk waktu yang lama, sesungguhnya saya sama sekali tidak berniat untuk pensiun dari kegiatan menulis di sini =)

oke, jadi ada beberapa hal yang membuat saya tidak sempat lagi menulis di sini. ada UTS Kriptografi dan Sekuriti Informasi laknat yang sepertinya dicerca oleh seluruh peserta kuliahnya, ada laporan Analisis dan Perancangan Sistem yang tebalnya sampai 79 halaman, dan apalah yang-lain yang bisa dilemparkan fakultas super-sibuk ini kepada mahasiswa yang biasa-biasa saja ini.

jadi, ngapain saja sih saya dari kemarin?

April 5 — UTS Manajemen Sistem Informasi

di sela-sela mengerjakan laporan untuk kuliah Analisis dan Perancangan Sistem, UTS berlangsung dengan apa-adanya saja. saya sih berharap bahwa hasilnya akan cukup bagus, tapi nggak tahu, deh.

April 8 — UTS ANAP; UTS PPBP

betul sekali, dua UTS dalam satu hari. mulai pukul 0800 untuk Prinsip-Prinsip Bahasa Pemrograman, dan 1300 untuk Analisis dan Perancangan Sistem. persiapan belajar dan main Winning Eleven dilalui dengan sedikit kebingungan karena baru kali ini saya mengalami UTS dua kali sehari. dua kali sehari? memangnya jadwal makan?

April 10 — deadline Laporan #1 ANAP

dan datanglah deadline dari laporan dari kuliah paling-bikin-capek (sejauh ini) di semester ini. 79 halaman laporan akhirnya selesai setelah nongkrong sampai jam 2100 di lab 1105. capek!

April 13 — UTS Kriptografi dan Keamanan Informasi

dikenal juga dengan akronim bahasa Inggrisnya, Cryptography and Information Security, CIS (atau CIS!) oleh peserta kuliah. dan inilah gong-nya: ujian terakhir dari rangkaian UTS yang saya jalani semester ini. UTS laknat yang satu ini sempat mendapatkan sambutan yang ‘baik’ dari banyak rekan sesama peserta. setidaknya, akhir pekan bisa dilalui dengan (maunya sih) tenang.

April 14-15 — SRT in Action!

segera setelah ujian CIS yang ‘melegakan hati’ karena disambung dengan weekend, ada panggilan dari Bandung mengenai PC yang bermasalah. kasus: PC hang berkali-kali, dan tidak lebih baik setelah install ulang OS dan format HDD. tidak untuk ditangani teknisi amatiran, Special Response Team (lagaknyaaa! =P ) dipanggil ke lokasi untuk sekalian jalan-jalan untuk melakukan troubleshooting. detail segera menyusul untuk anda yang tertarik mengenai PC troubleshooting.

April 17 — 3 Tasks Due Today

draf laporan business plan untuk kuliah Administrasi Bisnis dikumpulkan hari ini. survei perusahaan untuk kuliah Manajemen Sistem Informasi juga dilakukan hari ini. dan seolah mau ikut-ikutan, kuliah CIS juga memberikan tugas yang dikumpulkan hari ini. masalah? tidak terlalu, sih. tapi saya sempat agak ngantuk karena sedikit kurang tidur =(

April 17 — ‘shards of memories’ 1st anniversary

yah. ini tambahannya. hari ini tepat satu tahun sejak pertama kali saya mulai menulis di sini. ternyata sudah satu tahun, sudah cukup lama juga, yah =0

rencana awalnya sih mau bikin template baru untuk pemakaian satu tahun ini… tapi (sialnya!) yang ada malah lag of update seperti ini. demikian juga berbagai macam hal tampaknya jadi ‘hadiah’ yang cukup ‘berkesan’… tapi sudahlah, setidaknya ada juga berita yang menyenangkan =)

::

begitulah, dan akhirnya sampai juga anda di ujung tulisan ini… kalau anda masih membacanya =). tulisan yang agak lebih bermutu direncanakan akan dirilis setelah post yang penting-gak-penting ini.

terima kasih atas dukungannya selama satu tahun ini, dan untuk mau membaca tulisan yang mungkin kurang bermutu dari orang yang biasa-biasa saja ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

terima kasih juga atas komentar serta kritik dan saran selain permintaan traktiran dan makan-makan yang mungkin timbul setelah post ini yang telah setia memenuhi inbox e-mail saya setiap harinya, dan mohon maaf atas tulisan yang mungkin kurang berkenan selama satu tahun ini.

well, it’s a fun ride, after all.

mengerjai penipu

sekarang ini, anda tidak bisa benar-benar mempercayai orang-orang yang ada di sekitar anda. sekalipun orang tersebut kelihatannya membutuhkan bantuan anda. jangan percaya dengan apa yang anda lihat atau rasakan.

aku sudah beberapa kali melihat penipu model seperti ini: umumnya ibu-ibu, terlihat sudah agak tua, dan mengaku tidak punya uang untuk ongkos pulang. dengan dalih seperti itu, mereka mengharapkan uang ‘belas kasihan’ dari korban. dan biasanya, mereka memanfaatkan orang yang memiliki perasaan… kalau orang tersebut masih bisa ditipu. sayangnya, aku masih lebih pintar daripada yang mereka kira :mrgreen:

aku pernah ditemui seorang ibu dalam perjalanan menuju ke kampus. katanya sih beliau kehabisan uang, dan tidak bisa pulang. aku tidak benar-benar percaya, dan lantas kukatakan ‘tidak’ sambil terus berjalan. orang ini tidak bisa dipercaya, demikian pikirku.

lho, si ibu ini malah terus mengikutiku sambil memohon-mohon. tidak mempan, bu. sudah, pergi sana. orang yang benar-benar membutuhkan seperti ibu tidak akan bersikap seperti itu. aku tetap bersikap cuek, dan akhirnya si ibu menyerah.

belakangan, ternyata benar. ada beberapa rekan yang ternyata pernah bertemu dengan manusia sejenis si ibu tersebut. tuh, kan. sampah masyarakat, pikirku.

…nah. cerita tersebut adalah pengantar dari apa yang akan kuceritakan di sini.

dalam perjalanan pulang dari kampus ke rumah di suatu malam yang sedikit berangin, aku sedang menunggu bus ke arah Lebak Bulus di daerah sekitar Margonda. menjelang malam, bus memang sedikit jarang, tapi dengan sedikit kesabaran biasanya bus akan tiba setelah menunggu beberapa saat.

“dik, bisa bantu ibu, tidak?”

“apa?” aku menjawab asal. dua kemungkinan: penipu, atau memang membutuhkan bantuan.

“ibu nggak punya ongkos… (dan seterusnya),” lalu menanyakan apakah aku bisa memberikan uang.

tuh, kan. seperti diduga. aku menggumam bahwa ongkos pulangku pas-pasan, tapi si ibu tampaknya belum menyerah. dengan segala cara yang terpikirkannya, ia mencoba merayu-memelas dengan sedikit nada tidak sabar pada suaranya. aku bisa mengenali ketidaksabaran khas penipu yang mulai kesal, tapi sayangnya, aku cukup keras-kepala.

maka kami-pun jadi saling diam. tiga puluh detik, satu menit dan lewat… si ibu tampaknya mulai kehabisan kesabaran.

“gimana, adik mau bantu atau tidak?!”

siapa yang mau. eh, tapi tunggu. sebuah ide melintas di kepalaku. sedikit pengorbanan kurasa akan berguna untuk sedikit kesenangan.

“bu, ongkos saya pas-pasan!” dengan tampang dibuat setengah-sebal. “saya cuma punya dua ribu!” dan aku mulai mengeluarkan dompet dari saku.

“ya udah, gak apa-apa, deh!”, sambil menyambar uang yang baru keluar dari dompetku. sampah masyarakat, seharusnya mereka mati saja di jalanan. sudahlah, sabar dulu.

si ibu lalu pergi menyusuri jalan di sebelah kananku. sementara itu, aku hanya memandangnya. enak saja. siapa bilang aku memberikan dua ribu rupiah dengan gratis?

aku melihat jam. dua puluh detik. tiga puluh detik. empat puluh detik. akhirnya aku mulai melangkah menyusuri jalan Margonda, ke arah yang dituju oleh si ibu.

dan akhirnya, aku menemukannya.

si ibu sedang membeli makanan, bukan pergi naik bus. ia sedang berdiri menghadap ke meja. cukup bagus, bu. sayangnya, masih ketahuan olehku, kalau mau menipu…

aku melangkah mendekat. si ibu menoleh, dan kami beradu pandang.

aku nyengir kuda ke arahnya. si ibu tampak *cukup* kaget, lalu balik badan. dan selama beberapa menit yang panjang, ia tidak menyentuh makanannya. ia hanya berdiri membelakangi meja, entah apa cita-citanya… tampaknya, ada sesuatu yang dianggapnya menakutkan di balik punggungnya. kasihan betul, tampaknya ia agak cemas-campur-ketakutan.

…hal tersebut terus berlangsung sampai bus yang kutunggu tiba. ibu itu masih belum (berani?) menghadap ke meja untuk mulai menghabiskan makanannya. wah. sudah berapa menit berlalu? entahlah, aku tidak memperhatikan. kurasa aku terlalu asyik memperhatikan tingkah si ibu :mrgreen:

hidup itu keras, bu. dan aku sendiri heran bahwa penipu yang memelas sepertimu masih bisa bertahan hidup dengan cara seperti itu. tapi kurasa, kalau seperti itu, lebih baik kau jangan hidup saja. hanya orang brengsek yang mencoba mempermainkan perasaan orang demi keuntungannya sendiri.

…yeah, dua ribu rupiah untuk melihat penipu salah tingkah campur cemas. ada yang tertarik?

the days that passed quietly

berapa lama sejak saat itu berlalu?

dua tahun, tiga, ataukah lima tahun yang lalu, mungkin sudah mulai samar dan sedikit terkikis oleh guratan waktu, tapi aku masih mengingatnya dengan baik.

saat-saat aku bangun sendirian di pagi hari, dan menunggu jam tujuh-tigapuluh untuk bersiap berangkat ke sekolah yang dimulai jam delapan tepat? saat-saat sedikit-gamang dan sendirian, tapi toh akhirnya aku menikmatinya: delapan sampai empat setiap hari, lengkap dengan pekerjaan rumah dan ulangan harian yang tampaknya tidak mau menunggu.

saat-saat di mana aku membongkar lemari dan menemukan bahwa potongan seragam putih-abu-abu yang ada di lemari hanya tersisa satu potong, dan berarti sudah waktunya mencuci dan menyetrika sendiri… sementara pekerjaan rumah dari guru fisika atau kimia seolah terlupakan dalam keasyikan ini-dan-itu.

saat-saat di mana aku belajar bahwa telur dadar dan tempe goreng merupakan kombinasi sakti untuk mengatasi saat-saat kritis yang bernama ‘kehabisan uang’, dan tak lupa porsi nasi yang lebih banyak dari biasa tanpa tambahan biaya. tak lupa juga warung kopi yang buka 24-jam, menyediakan dari bubur kacang hijau sampai soda susu untuk menemani kepenatan belajar di meja kayu.

saat-saat di mana aku bisa membeli majalah komputer yang memberikan ulasan hardware terbaru, dan secara ajaib menghilangkan sebagian gizi yang seharusnya kuterima dalam makanan yang sebenarnya sudah murah itu… tapi aku tidak benar-benar peduli. setidaknya, saat itu aku sudah bisa merakit komputer sendiri.

::

berapa lama sejak saat itu berlalu?

ketika aku memandang diriku sebagai seorang yang sedikit-payah dan kurang percaya-diri? dan seseorang yang entah bagaimana tiba-tiba ada di sisiku, dan sedikit mengubah hari-hariku dengan pukulan kecil di kepala atau sedikit desisan ‘apa sih!’, dan sedikit demi sedikit membuatku belajar mengenai sesuatu yang berbeda dalam memandang hidup.

…kami berteman baik, walaupun sepertinya tidak ada seorangpun yang mempercayai hal tersebut ‘hanya seperti itu’ di kelas. entahlah, sepertinya mereka mengira hal yang lain, aku tidak terlalu mengerti juga.

atau saat-saat di mana aku merasa dengan sedikit-sombong bahwa hidupku adalah milikku sendiri. sebuah bibit dari identitas individual yang sepertinya terus terbawa sampai lama kemudian dalam perjalananku menuju kedewasaan. tapi menurutku, itu bukan hal yang buruk, kok.

tak lupa saat-saat di mana aku melangkah menyusuri tanjakan yang sedikit berdebu di senja hari, sementara lampu-lampu toko mulai dinyalakan dan matahari belum tenggelam benar. saat-saat aku pergi dan jalan-jalan, entah sekadar membeli komik terbitan-baru atau membeli tambahan persediaan makanan untuk teman belajar di malam hari. ke mana perginya saat-saat itu?

dan saat-saat aku menggelandang ke rumah beberapa orang rekan untuk bongkar-bongkar dan reparasi komputer dengan imbalan snack dan makan malam gratis, siapa yang bisa menggantikannya? dan pembicaraan penting-tidak-penting mengenai impian dan cita-cita, atau sekadar komik edisi terbaru yang akan segera terbit.

::

berapa lama sejak saat itu berlalu?

dua tahun, tiga, ataukah lima tahun yang lalu, dan mungkin sudah mulai sedikit demi sedikit kulupakan, tapi masih kuingat dengan cukup baik.

saat-saat di mana aku membaca komik shounen dengan santai di kelas dua, dan tiba-tiba muncul seorang cewek imut-imut yang bertanya apakah ia boleh meminjamnya; pertanyaan yang kadang berlanjut menjadi obrolan pendek. atau sekadar ngobrol tidak-jelas di antara jam kosong, dan pergi ke perpustakaan entah untuk akses internet gratis yang masih menjadi barang langka. atau sekadar untuk membaca buku-buku referensi yang tampaknya mahal di perpustakaan? kurasa cukup banyak pilihan untuk itu.

…ya, lengkap dengan segala perasaan rendah-diri yang kadang muncul karena ulangan matematika yang tampaknya tidak kunjung bagus hasilnya, atau hasil ujian biologi yang membuatku bersumpah bahwa aku tidak mau menjadi seorang dokter. siapa yang peduli, aku memang tidak ingin menjadi dokter, kok.

atau perasaan sedikit-puas ketika aku berhasil menghalau bola kencang yang terarah ke gawang dengan penyelamatan yang disoraki rekan-rekan dalam permainan futsal di sesi pelajaran olahraga-bebas, kurasa belum ada yang bisa menggantikannya. lagipula, aku juga bukan penjaga gawang yang jago-jago amat, kok. tapi setidaknya, aku cukup senang.

dan siapa yang menduga bahwa ketertarikanku terhadap fotografi menjadi jauh berkembang sejak aku tahu bahwa melakukan image editing dari hasil jepretan kamera SLR ternyata bisa begitu menyenangkan? juga obrolan soal penggunaan Curve, Histogram, dan Gaussian Blur di Photoshop yang membuatku ‘tersadar’ bahwa ternyata ada juga cewek yang paham soal ‘bahasa aneh’ itu dalam urusan edit-mengedit foto… dan aku belum lupa bahwa aku sempat cukup senang bahwa aku pernah menggunakan benda bagus yang bernama FinePix S7000 itu.

::

kurasa sudah hampir tiga tahun yang lalu, dan masih kuingat dengan sedikit-samar. kenangan yang sedikit-menyenangkan atau mungkin sedikit-mengharukan dan masih kuingat dengan jelas sampai saat ini.

upacara kelulusan yang formal di hall gedung serbaguna, lengkap dengan jas dan sepatu. dan pidato perpisahan dari perwakilan murid yang sedikit membuatku ingin berkata: tidak bisakah kita bertahan di sini sedikit lagi saja? sambil memandang ke arah podium dengan campuran perasaan yang tak-jelas apa sebenarnya.

dan sedikit air mata yang terlihat di antara rekan-rekan yang juga pergi dan tak kembali. beberapa tepuk tangan dari guru-guru, dan gaung obrolan yang mengambang di udara di antara para orangtua dan undangan. dan ia berada di sana: cantik dan percaya diri, di hari terakhir kami sebagai seorang ‘murid’.

tidak banyak hal yang terjadi di hari itu. sedikit foto, makan-makan dan obrolan, serta genggaman dan jabat tangan. tidak terlalu banyak yang bisa diungkapkan, tapi itulah segalanya.

___

sayonara kioku. wasure wa shinai yo.

jangan salahkan…

jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta kepadaku.

ini serius. bukan berarti aku ini pembenci-wanita atau sejenisnya, tapi jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta padaku.

…lagipula, apa sih alasannya?

aku ini tidak setampan Christian Sugiono (sumpah, aku tidak mengerti kenapa sebagian dari bangsa kalian bisa tergila-gila pada orang ini) atau secerdas Nelson Tansu (oh, beliau adalah salah satu anak muda Indonesia yang luar biasa di bidangnya, kalau kau tidak kenal dia), dan aku juga tidak tertarik soal hubungan apalah-itu yang melibatkan komitmen yang gampang dilanggar dengan senang-hati dan senang-pikiran.

aku juga tidak kaya-raya seperti para model dan bintang sinetron dalam layar kaca yang sepertinya bisa punya banyak uang tanpa banyak kerja, dan tahu-tahu merayu cewek-cewek dengan BMW keluaran-baru. kau tahu, merayu cewek itu masalah gampang kalau seorang cowok punya mobil-bagus dan tampang-bagus.

aku ini tidak romantis. sumpah. siapa yang mau merelakan sekian puluh (atau ratus?) ribu rupiah untuk buket bunga segar yang sepertinya bisa tahan tetap wangi sepanjang tahun? dan aku juga tidak biasa merayu dengan kata-kata gombal yang mungkin membuat cewek-cewek terbang ke langit ketujuh lalu melayang di atas awan. lupakan saja deh.

oh, aku juga bukan cowok bertipe ‘supir yang setia’. aku tidak suka disuruh-suruh mengemudi, apalagi kalau hujan! kalau kau mau tahu, mengemudi di waktu hujan itu menyebalkan. lagipula, mana mungkin kau mengharapkan cowok yang jalan kaki dan naik bus ke mana-mana ini mengantarmu dengan mobil ke berbagai tempat? pasti ada kesalahan di sini.

lagipula, aku ini bukan tipe cowok pemerhati-penampilan. percaya deh, kau hanya akan menemukan penampilan yang biasa saja dari seorang cowok yang juga biasa saja ini. rambut yang kayaknya kurang-disisir, celana kargo yang sudah sobek-sobek dan sepatu kets yang entah berapa tahun umurnya jelas tidak cocok. lagipula, six-pack itu apaan sih?

coba, lalu apa yang akan kau lakukan seandainya kau memang jatuh cinta kepadaku?

pertama, kau mungkin akan sedikit-menyesal. apalagi kalau kau adalah tipe-tipe cewek yang haus perhatian dan kasih sayang sepanjang-hari sepanjang-minggu sepanjang-tahun. kau mungkin akan kecewa kalau mengharapkan akan ditelepon di tengah malam untuk sebuah puisi yang menggugah-hati, atau sebuket bunga penuh cinta yang disampaikan sebulan sekali.

lalu kau akan memikirkan bahwa ternyata masih banyak cowok-cowok lain yang lebih-tampan dan lebih-manis di luar sana, dibandingkan cowok ‘salah pilih’ yang satu ini. tidak apa-apa, ketahuilah bahwa hal tersebut normal adanya. cewek selalu butuh perhatian, kan?

setelah itu, siapa yang peduli? hidup ini bebas, lho. kau bisa memilih untuk pergi dengan cowok mana-saja yang kau mau. atau bisa juga kau jalan dengan cowok pertama yang menyatakan perasaannya kepadamu. terserah kau saja, sih. hidupmu itu milikmu, lho.

nah. tidak terlalu bagus, bukan? itu kemungkinan yang ada seandainya kau memang jatuh cinta kepada cowok yang biasa-biasa saja ini.

akhirnya, ini serius. jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta kepadaku. kau sudah diperingatkan.

___

no hard feeling buat cewek-cewek, yah. =)

unfortunate streak

“hidup itu seperti roda. kadang di atas, kadang di bawah. tapi sayangnya, kadang-kadang rodanya nyangkut…”

___

percaya atau tidak, kayaknya beberapa hari ini gw persediaan keberuntungan gw menipis. atau bisa dibilang, sepertinya gw sedang mengalami serentetan kejadian berupa ‘rangkaian ketidakberuntungan yang tidak menyenangkan’.

eh… hal seperti ini biasanya disebut orang dengan ‘sedang sial’ atau ‘nggak nasib’. apalah itu, pokoknya tidak menyenangkan.

oh, oke, mari kita daftar saja satu-per-satu secara kronologis. dimulai dari kejadian di hari Senin, 12 Januari 2007, selanjutnya adalah trivial pursuit yang diharapkan akan cepat berakhir.

  1. setelah beberapa bulan, gw berencana untuk meng-upgrade engine dari website ini yang tadinya menggunakan WordPress 2.0.2. dengan rilis WordPress 2.1 yang sudah available sejak lebih dari dua minggu yang lalu, rencana siap dijalankan… tapi sayangnya, proses upgrade gagal total karena koneksi FTP yang bermasalah ke server. dicoba sekali, dua kali, dan seterusnya, upload engine baru tidak berhasil.
  2. sebelumnya, gw berencana untuk main ke tempat kos seorang rekan yang bernama Daniel Albert untuk meng-copy hasil fansub dari sebuah serial J-Drama. setelah kejadian (1) yang agak menyebalkan, akhirnya sampai di tempatnya… dan ternyata tidak ada LAN controller di komputer tersebut, mengakibatkan transfer data tidak bisa dilakukan. tadinya, transfer data direncanakan akan dilakukan dengan teknik peer-to-peer dengan menggunakan kabel LAN ke M-E-T-E-O-R- (= laptop yang hampir selalu gw bawa ke mana-mana).
  3. masih di tempat yang sama, gw dibantai berturut-turut dalam pertandingan Winning Eleven. Liverpool, Chelsea, dan Juventus terus-menerus membobol gawang Thierry Henry dan kawan-kawan, menghasilkan salah satu losing streak paling parah yang pernah gw alami dalam tiga tahun terakhir di kancah Winning Eleven.
  4. berhubung sang pemilik kamar menawarkan untuk menginap (terima kasih Albert =) ), dan dasar gw memang ‘selalu siap menggelandang’ (baca: selalu membawa perlengkapan ke mana-mana =P ), maka gw pun menginap. kuliah pagi jam 0800 di hari Selasa, dan gw-pun tidur. tapi gw bangun agak kesiangan, dan hujan turun dengan deras nggak ampun-ampun. gimana caranya jalan kaki dari Kukusan ke Fasilkom dengan hujan kayak begitu dan tetap kering? ampun deh.
  5. sampai di kampus, setelah kuliah dan berbagai hal sejenisnya, gw kembali mencoba upgrade engine website ini, dan proses upgrade gagal lagi. oh, bagus. tapi sayangnya, bukan cuma itu. dengan demikian, engine lama sudah dibuang, dan engine baru tidak bisa di-install, mengakibatkan terjadinya kerusakan sehingga engine website ini tidak bisa digunakan. untungnya, content dari website ini sudah di-backup.
  6. oke, akhirnya dengan sedikit pengetahuan yang dipelajari dari kuliah Basis Data dan pengalaman melakukan koneksi ke database, gw membuang seluruh isi dari fileserver website ini, dan mencoba untuk meng-install kembali ke engine lama. sialnya, ternyata gw tidak bisa mengakses website ini melalui browser, dan hanya menemui error berupa ‘connection timed out’. belakangan, gw mengetahui bahwa tampaknya HTTP server yang digunakan sedang down, sehingga website ini tidak bisa diakses dari mana-mana. kok jelek banget sih waktunya?
  7. malamnya, gw kembali ke kos… dan ternyata, gw baru ingat bahwa salah satu lampu yang ada di kamar tidak menyala sejak beberapa hari yang lalu. untungnya, masalah selesai dengan cepat setelah lampu diganti. lagi-lagi, kok jelek banget sih waktunya?

dan gw berharap semoga hal tersebut cukup sampai di situ saja. dan masih dengan keadaan di mana HTTP server di csui04.net sedang down, maka tulisan ini kemungkinan akan sudah tidak aktual lagi ketika anda membacanya.

sudahlah. setidaknya, pengalaman gw bertambah soal upgrade engine, koneksi FTP dan HTTP, dan pengalaman lainnya. setidaknya, sesuatu tidak sia-sia.

___

footnote:

  • peer-to-peer — menghubungkan antara dua buah komputer dengan sebuah kabel LAN (= Local Area Network, jaringan lokal). gampangnya sih kira-kira seperti jaringan mini dengan dua buah komputer.
  • LAN Controller — device untuk menghubungkan komputer ke dalam jaringan. itu lho, colokan yang kayak jack kabel telepon, tapi sedikit lebih besar di belakang komputer.
  • HTTP — HyperText Transfer Protocol, salah satu metode koneksi dalam internet (atau secara umum, jaringan komputer). umumnya digunakan ketika sebuah halaman dibuka dengan sebuah browser.
  • FTP — File Transfer Protocol, juga salah satu metode koneksi dalam internet (atau secara umum, jaringan komputer). penggunaannya biasanya untuk transfer file antar server, misalnya untuk upload materi website dan sebagainya.

___

ditulis pada hari Selasa, 13 Februari 2007. saat ini, server csui04.net masih belum bisa diakses melalui browser. kalau anda bisa membaca tulisan ini, seharusnya sih server-nya sudah jalan lagi =P

udang di balik bakwan

…coba, kapan terakhir kali gw secara sukarela menerima tugas sebagai notulen dalam sebuah rapat? sebuah pekerjaan yang membayangkannya saja gw sudah malas duluan… tapi hari ini gw kerjakan juga, akhirnya.

…atau jangan-jangan ini pertama kalinya, mungkin juga. wah, ini sejarah, kalau begitu.

***

jadi ceritanya, sebagai salah seorang pengurus di senat mahasiswa fakultas (sebenarnya sih namanya badan eksekutif mahasiswa sekarang, terserahlah =P), gw harus menghadiri rapat mingguan yang dihadiri oleh para pengurus inti (baca: ketua senat/bem, sekretaris, kepala bidang, dan sebagainya). dimulai jam 1000, dan biasanya berlangsung selama 2 jam.

terus, apa hubungannya?

nah. sebagai peserta rapat yang baik, gw memiliki sebuah ‘prinsip’ kecil-kecilan: jangan menyalakan laptop selama rapat, kecuali hal yang memang diperlukan. iyalah, menyalakan laptop selama rapat tanpa tujuan jelas sama saja dengan tidak mau mendengarkan orang yang ngomong dalam rapat!

oh, oke, jadi jujur saja. gw sudah berminggu-minggu tidak mengikuti perkembangan Suzuka (review-nya sempat gw tulis beberapa waktu lalu), sebuah manga yang dikerjakan dalam sebuah scanslations project. dan sejauh ini, gw belum melihat versi licensed-nya di toko buku di tanah air… maka gw pun ‘terpaksa'(?) men-download scanslations dari manga tersebut.

dan masalahnya lagi, M-E-T-E-O-R- (= laptop yang biasa gw pakai) tidak memiliki download manager… maka kecepatan download dari jaringan tidak bisa benar-benar cepat. entahlah, mungkin akan gw install kapan-kapan. jarang dipakai juga, sih.

jadi akhirnya, sepanjang rapat selama dua jam tersebut gw menjadi notulen secara sukarela… sambil download, tentunya. dan tentu saja, tanpa sebuah download manager, kecepatan transfer-nya tidak bisa benar-benar diharapkan, walaupun tidak benar-benar buruk juga.

sudahlah, akhirnya rapat-pun selesai, begitu juga notulen-nya, dan begitu juga hasil download gw =). tidak ada masalah, notulennya pun cukup rapi… setidaknya menurut gw. tapi sepertinya, gw belum akan menjadi notulen lagi secara sukarela, tuh =P.

dan pesan moral yang gw pelajari, ternyata utilisasi resource dengan prinsip multitasking pada satu waktu bisa mendatangkan keuntungan lebih. yang penting, tidak melanggar peraturan, kan?

___

footnote:

  • download manager — software untuk melakukan optimisasi proses download. secara gampang, bisa meningkatkan kecepatan download… bahasan teknisnya bisa panjang =)
  • multitasking proses melakukan beberapa pekerjaan sekaligus dalam satu komputer. misalnya kalau seseorang sedang mengetik sambil mendengarkan musik sambil mengecek e-mail.
  • scanslations proses melakukan scan dan menerjemahkan komik berbahasa asing secara sukarela dan tidak dibayar. hasilnya didistribusikan melalui internet, dan rilisnya di-drop begitu material yang dikerjakan di-license.

kopi, kue, dan hal-hal nggak penting

aku dan ibuku punya hobi yang sama-sama sering kami lakukan: minum kopi di depan TV di sore hari. sebenarnya bukan hal yang direncanakan juga sih, dan yang lebih sering terjadi adalah kami ‘kebetulan ketemu di depan meja makan dan mau minum kopi’. tambahkan juga kue kering, dan kami duduk di depan TV, dengan cappucino atau coffeemix di mug kecil. begitulah.

dan biasanya, saat-saat seperti ini menjadi saat di mana omong-omongan nggak-penting dibicarakan, dengan TV menayangkan serial Tom and Jerry, Danny Phantom, atau pernah juga drama berjudul Good Luck!! yang tampaknya sempat cukup populer di sini.

“kamu itu udah umur segitu kok masih aja nonton film kartun, sih?”

kira-kira begitu, beliau bertanya sementara di TV sang jagoan Danny Phantom sedang beraksi menghajar musuh-musuhnya.

“biarin. daripada infotainment, masih lebih mending nonton film kartun… ngomongin orang terus-terusan, nggak sehat tuh.” jawaban asal-asalan dan sekenanya dari si anak yang tampaknya malas-malasan saja di sore hari akhir minggu.

“kamu tahu, dulu nggak kebayang lho bakal ada anak sebesar ini, sekarang nonton TV, dan udah gede.”

wah. kayaknya beliau sedang bernostalgia membayangkan anak-kecil-lucu berusia 3-4 tahun yang memang sempat terkenal akan keimutannya di seantero kompleks… *duh*

…eh. tunggu. film kartun? memangnya apa salahnya anak muda 20 tahun nonton Danny Phantom?

hal-hal seperti itulah. dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan hal yang cukup aneh juga beliau mengatakan demikian. sudah sangat lama (kapan ya? beberapa tahun lalu?) sejak kebiasaan minum kopi di sore hari dimulai. kayaknya sudah ada beberapa seri drama dari jepang (atau korea) yang di re-run dan terlihat di TV, sambil-iseng ketika minum kopi di sore hari.

dan sebenarnya, bukan hal yang aneh juga bahwa seorang anak muda berusia 20 tahun ini masih sering nonton film kartun… sebab di komputernya sendiri sudah ada entah berapa gigabyte yang berisi anime yang sudah dan akan ditontonnya =).

sehari setelah hilangnya pesawat Adam Air KI 574, gw sedang menyeruput cappucino sambil makan kue kering. sambil iseng, ibu dan anak ini ngobrol soal kecelakaan pesawat yang baru lewat.

“serem lho, kalau mau naik pesawat itu.” katanya. “pesawat itu kan kalau jatuh pasti ke bawah, kan. kalau naik bis atau kapal, paling nyasar atau ketabrak, tapi kan nggak bakal jatuh.”

si anak ini malah mikir yang gampang saja: iyalah, masak jatuh ke atas?

“ibu terlalu kuatir,” si anak ini menjawab asal kayak biasa. “kalau orang mati kan mati aja, nggak peduli di mana.”

“lagipula, ibu kan tahu, katanya Kapten Koda…” oh, iya. Kapten Koda ini tokoh di serial drama Good Luck!! yang menceritakan soal kehidupan pilot dan awak pesawat.

“…atau siapalah itu, aku lupa. katanya begini: ‘pesawat itu bisa terbang bukan karena ada keajaiban. semua orang berusaha keras. pilot, kopilot, pramugari, mekanik, dan kru di darat berusaha demi keamanan pesawat. oleh karena itulah, pesawat dapat terbang dengan selamat.’. gitu deh.”

dasar si anak ini sedang ingat serial yang pernah ditonton ibunya di TV, maka dia ngomong hal seperti itu.

dan kalau dipikir-pikir, sebenarnya hal-hal itu bukanlah hal yang penting-penting amat. sama sekali tidak penting, tapi toh cukup menyenangkan. tapi setidaknya, dengan segala kesibukan dan apalah-itu, cukup menyenangkan kalau masih bisa menyeruput kopi di sore hari.

“nanti, kalau ibumu sudah nggak ada, kamu bakal kangen lho. dulu ibuku begini, dulu ibuku begitu…” sang ibu ini ngomong lagi dalam kesempatan lain.

“hmm,” si anak ini menggumam nggak jelas. “yaah, kalau begitu jangan mati dulu. gampang, kan?”

si ibu mengatakan ‘dasar jelek’ (sambil bercanda?) ke anak yang kayaknya memang jelek itu, lalu nyengir.

“tapi kalau memang nanti harus begitu, ya sudah. sekarang sih nikmatin saja adanya apa,” kata si anak masih dengan gaya sok-cuek-menyebalkan.

“kayaknya, istrimu nanti harus sabar banget sama kamu lho.”

si anak nyengir.

sama sekali tidak penting. tapi di antara banyak hal yang harus dijalani, dipikirkan, dan dihadapi dalam perjalanan ini, kalau di antara segala hal tersebut aku bisa berhenti sejenak untuk duduk dan minum kopi di akhir minggu, hal tersebut seharusnya tidak terlalu masalah.

lag of update… due to course stuffs

coba perhatikan sebuah kalender yang ada di sidebar di sebelah kanan website ini. ada suatu hal yang ‘tidak biasa’ di sana.

iyaa, ada dua baris dari kalender yang nyaris kosong-melompong, yang berarti nyaris tidak ada update dalam dua minggu terakhir. hal yang tidak biasa karena biasanya gw hampir selalu meng-update content dari website ini dalam interval 2-3 kali per minggu. yah, itu dalam kesibukan yang normal. masalahnya, tampaknya hari-hari ini memang ‘agak kurang normal’, setidaknya untuk gw.

jadi begini. sebenarnya, hal ini juga bukanlah sesuatu yang akan gw lakukan dengan sukarela, mengingat gw sendiri bukannya tidak punya bahan untuk ditulis di sini (sudah ada banyak banget bahan yang mengantri di kepala gw untuk ditulis, to tell the truth =) ). tapi tampaknya, berbagai macam kesibukan memang turut mengganggu keasyikan gw untuk menulis di sini.

jadi ada hal menyebalkan khas akhir semester yang lazimnya disebut sebagai ‘ujian akhir semester’. hal yang masih wajar kalau dilaksanakan dalam cara yang biasa: dua minggu ujian untuk enam kuliah dengan bentuk ujian normal. masalahnya, untuk semester ini ujian yang ada tidak bisa dikatakan ‘normal’.

ada satu minggu ujian dengan lima kuliah yang diujikan, dan minggu berikutnya (setelah libur hari Natal pada 25 Desember) satu kuliah lagi. belum selesai, karena dari enam kuliah, hanya tiga buah yang berbentuk ujian normal alias tulis-jawaban-di-kertas. tiga lagi berupa proyek dan presentasi.

sebentar. sebelum anda pembaca bertambah bingung, mari kita perjelas dulu. gw kuliah di jurusan Computer Science, dengan 18 SKS di semester ini. dan kuliah yang ada adalah sebagai berikut.

  1. Analisis Numerik — matematika tingkat lanjut untuk penerapan di bidang Computer Science. persamaan linear dan non-linear, interpolasi, dan sebagainya. tidak usah dipedulikan kalau anda tidak mendalami Computer Science atau matematika, hidup sudah cukup menyenangkan kok tanpa itu =). 18 Desember.
  2. Prinsip-Prinsip Sistem Informasi — atau disingkat sebagai PPSI, dan lebih sering lagi disebut sebagai ‘PePSI’ oleh peserta kuliahnya. tidak ada hubungannya dengan softdrink. kuliah mengenai dasar-dasar pembangunan Computer-Based Information System. 19 Desember.
  3. Teori Bahasa dan Automata — lebih banyak membicarakan soal logika dan konsep-konsep Finite-State Machine untuk melaksanakan algoritma. kira-kira sih soal bangun-membangun konsep mesin sederhana. ujian kali ini open notes. 20 Desember.
  4. Manajemen Proyek — kuliah yang khusus mempelajari mengenai Project Management. ujian dalam bentuk presentasi Project Plan, dengan dewan penguji adalah pak dosen sebagai pengajar (yang sudah sangat berpengalaman di berbagai proyek skala besar), dan asisten-asisten yang juga sudah berpengalaman soal beginian. 21 Desember.
  5. Proyek Perangkat Lunak — kuliah dengan bentuk penyelenggaraan proyek software engineering yang bersifat real project. ujian dengan bentuk presentasi final dengan menjelaskan mengenai proses pengembangan, stakeholder atau klien-klien yang terlibat, dokumentasi dari sistem, dan sebagainya. kuliah ini terutama menyita waktu karena harus mengelola proyek betulan. 22 Desember.
  6. Sistem Interaksi — kuliah yang membahas mengenai perancangan interface, khususnya Graphical User Interface. tahu kan, kalau di sistem operasi Windows misalnya ada tombol ’start’, kalau di Mac OS ada dock, dan sebagainya soal itu. ujian akhir berupa presentasi proyek perancangan sistem interaksi. 28 Desember.

hal ini agak berbeda dengan semester sebelumnya di mana ujian yang diberikan relatif lebih santai, dua minggu ujian untuk enam mata kuliah (jadi 3 di awal, 3 di akhir) dengan bentuk ujian yang ‘normal’. sekarang, satu minggu diisi 5 ujian, dengan dua ujian berupa task yang harus dipersiapkan sebelumnya (baca: presentasi dan proyek).

dan akhirnya, masa ujian kali ini sukses membuat gw hanya sempat tidur di kos satu hari saja dalam seminggu terakhir. sisanya? gw menggelandang ke berbagai tempat… untuk mengerjakan berbagai hal sehubungan dengan ujian kali ini. dan terima kasih untuk kebaikan rekan-rekan yang bersedia menerima gelandangan ini di tempat mereka.

no pain, no gain. but not all pain is gain. masalahnya, yang manakah yang akan terjadi pada gw?

___

special thanks:

  • Albert untuk tempat yang gw singgahi menjelang UAS Anum – TBA. terima kasih sangat banyak untuk anak ini.
  • Michael untuk kesediaannya menunggu kiriman dokumen yang masih gw proofread sampai lewat jam 0100.

di luar hujan

…dan saat ini, sendirian, gw sedang mendengarkan lagu It’s Gonna Rain-nya Bonnie Pink.

sebenarnya enak juga kalau bisa seperti ini setiap hari… kalau saja saat ini gw tidak sedang dikejar deadline tugas dan menjelang UAS. dan suasana yang ada sekarang cukup cozy, membuat gw semakin malas mengerjakan tugas kalau begini =).

…tugas apa yang ada? Analisis Numerik. Manajemen Proyek. Sistem Interaksi. Proyek Perangkat Lunak. masih ada cukup banyak tugas. yah, mungkin nanti gw pikirkan lagi soal itu. yang jelas, sekarang gw sedang ingin sendirian dan menikmati suasana yang ada.

hmm. sekarang di playlist gw ada lagu Yucca-nya Maaya Sakamoto. kok lagunya pada ngomongin hujan begini, sih? sementara di luar masih hujan, menyisakan angin dan bau hujan yang terasa akrab, mengingatkan akan masa kecil dulu saat-saat gw bermain di dalam rumah pada sore hari yang berhujan.

eh, sekarang hujan sudah mulai reda. mungkin gw akan balik sebentar lagi. atau mungkin juga mulai coding lagi untuk PPL, atau sekadar bongkar-bongkar persamaan untuk Analisis Numerik.

…mungkin nanti. sekarang ini gw sedang ingin sendirian dulu.

ichi-nen no yakusoku

hmm. akhirnya janji satu tahun itu tercapai juga.

September 14, 2005. gw menonton fansub Final Fantasy VII: Advent Children setelah berbulan-bulan menunggu dan mengamati perkembangan trailer-nya. saat itu juga gw bertekad bahwa gw akan menabung dan membeli DVD original-nya setelah rilis di Indonesia.

November 12, 2006. satu tahun sudah lewat. setelah menabung dan menunggu berbulan-bulan, akhirnya gw bisa membeli satu set DVD Final Fantasy VII: Advent Children. sampai sekarang belum gw buka =P.

hmm. tabungan gw berkurang (yang artinya: gw harus menabung lagi… iyalah =P), tapi nggak masalah juga, sih. untuk sebuah film yang (walaupun ada beberapa kekurangan juga, menurut gw) cukup sanggup untuk membuat gw menontonnya lebih dari tiga kali dan belum cukup bosan, dan sudah gw tunggu sejak berbulan-bulan bahkan sebelum rilisnya.

…setidaknya, akhirnya janji satu tahun itu tercapai juga =)