current music — ignited

belakangan ini, gw mendengarkan lagi beberapa lagu yang dibawakan oleh T.M. Revolution. kelompok (eh… bukan kelompok juga, sih. lebih tepatnya mungkin kolaborasi, yah) yang dimotori oleh Takanori Nishikawa dan di-support oleh Akio Inoue dan Daisuke Asakura ini dikenal terutama lewat beberapa proyek yang dikerjakan dengan beberapa studio untuk beberapa serial anime, di antaranya Rurouni Kenshin dan Gundam SEED.

nah. salah satu dari hasil karya dari grup dengan kepanjangan Takanori Makes Revolution (nama yang agak narsis… atau gw saja-kah? =P ) ini adalah Ignited yang akan gw tulis di sini. musiknya sendiri bergaya alternatif dengan eksperimen electronic sound, dan mungkin akan terasa ‘agak ribut’ di telinga beberapa orang. soal selera sih, tapi gw menemukannya cukup enjoyable, tuh =)

khas T.M. Revolution, liriknya tidak mengumbar kata-kata gombal apalagi puisi manis ala cewek jatuh cinta. anda yang pernah memperhatikan lirik dari beberapa karya T.M. Revolution mungkin mengerti maksud saya =)

langsung saja deh, lyrics dengan huruf italic, translations dengan huruf plain, dan mohon koreksi kalau ada salah translate berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

Ignited
T.M.Revolution

yasashii sono yubi ga owari ni fureru toki
ima dake kimi dake shinjite mo ii darou?

when these gentle fingers reach the end
right now, only you, is it all right to trust?

daremo ga kuzureteku negai wo motome sugite
jibun ga ochite yuku basho wo sagashiteru

everyone is crumbled down by their wishes
yet I’m searching for a place to land

kizutsukete yureru shika dekinai
zawameku omoi ga bokura no shinjitsu nara

hurt and shaking, unable even to move
if this rustled emotions are the truth of our own

kowareau kara ugokenai
sabishii hane kasanete
deau hikari no nai jidai no
mabishisa wo misete

breaking each other that we can’t move
overlapping our wings of solitude
I haven’t seen the light but of the era [1]
let the radiance show

kanashii me no mama de
kuchizukete shimau tabi
motto zutto motto sotto
mamoreru ki ga shita

with that sorrowful eyes,
everytime with each kiss put away
all along with that gentleness
I learned the will to protect

kokoro shika dakishimeru mono no nai
kodoku no tochuu de miushinau sekai ga aru

there is nothing but a heart to hold
in the midst of loneliness, the unseen world appear [2]

kawareru koto ga kowaku naru
fukai kodou no saki ni
kawasu honoo ni egakareta
eien ga mieru

I become afraid of change
beyond this deep throbbing heart [3]
sketched in the turning flame,
the eternity appears

kowareau kara ugokenai
sabishii hane kasanete
deau hikari no nai jidai no
mabushisa dake

breaking each other that we can’t move
overlapping our wings of solitude
I haven’t seen the light but of the era
only the radiance

kawareru chikara osorenai
fukai kodou no saki ni
kawasu honoo yo egakareta
unmei ni todoke

being afraid of the power to change
beyond this deep throbbing heart
sketch of the turning flame
reaches the fate of our own [4]

 

___

[1] seharusnya menyambung ke baris berikutnya. berhubung gw mencoba menerjemahkan baris-per-baris, jadi akhirnya seperti itu.

[2] aru artinya ‘exist’ atau ‘is there’, tapi di sini diterjemahkan sebagai ‘appear’. ada perbedaan makna, tapi konteksnya tidak jauh berbeda.

[3] kodou artinya ‘beat’, ‘pulsation’, ‘throbbing’. pemakaiannya biasanya untuk konteks ‘heart’, jadi diterjemahkan seperti itu.

[4] bahasa jepang sering mengabaikan penggunaan subjek, jadi penerjemahannya bergantung kepada konteks. di sini diterjemahkan sebagai kata ganti orang pertama (‘…the fates of our own’).

kerja praktek

ini adalah topik yang sedang hangat dibicarakan di kampus. lebih populer dari hasil UTS Analisis dan Perancangan Sistem yang baru lewat, lebih diminati daripada paper Desain dan Analisis Algoritma yang masih agak lama deadline-nya.

…ini adalah sebuah topik hangat yang bernama ‘kerja praktek’ alias ‘KP’.

“udah dapet KP belum?”

“mau KP di mana?”

“gw lagi nyari KP, nih…”

oke, jadi Kerja Praktek adalah sebuah mata kuliah wajib yang harus diambil oleh seluruh mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer UI… kalau mau lulus. hal yang disebut oleh seorang rekan yang bernama Albert sebagai ‘stupid mandatory course’ dalam salah satu post-nya ini, entah kenapa, sempat berhasil menjadi salah satu bahasan yang hangat di kampus dan dibicarakan oleh orang-orang dengan bersemangat… termasuk saya juga, sih. tapi ada masalah kecil.

saya belum dapat KP.

wah. ini masalah besar. sementara beberapa orang yang sepertinya terburu-buru ingin meninggalkan kampus akan segera lulus sudah berancang-ancang untuk segera melakukan kerja praktek. sementara itu, perbincangan soal KP tampaknya terus menghangat.

…dan saya belum dapat KP.

sedikit mengingatkan akan sebuah commercial break di televisi, tiba-tiba keadaan yang sama seolah terjadi kepada saya. dan jujur saja, agak bingung juga menghadapi hal seperti ini.

“yud1, mau KP di mana?”

“mau KP kapan?”

“KAPAN? kapan? KAPAN?”

“Mei?”

begitulah, saya memang berencana untuk KP selepas bulan Mei, walaupun masih belum tahu tempatnya di mana.

di kampus? tidak menolak kalau ada. di luar kampus? boleh, kalau ada tempat yang direkomendasikan. di luar negeri? tidak masalah, kalau ada yang mau membayari ongkosnya =)

oke. jadi, akhirnya.

…ada yang bisa bantu mencarikan lokasi KP? =)

antara prosesor dan HSF

tulisan ini merupakan bagian dari pengalaman yang sempat ditulis di sini beberapa waktu yang lalu, dan sempat disinggung dalam salah satu post yang ada di sini. sebagai informasi, tulisan ini akan berhubungan erat dengan troubleshooting pada komputer, dan pengetahuan dasar akan hardware akan memudahkan anda dalam memahami apa yang akan saya tuliskan di sini.

jadi, untuk anda yang tertarik dan berminat dengan pembahasan mengenai troubleshooting, silakan melanjutkan membaca tulisan ini… lagipula, siapa yang perlu pergi ke service center kalau anda bisa menangani sendiri masalah pada komputer anda? =)

1. awalnya…

seorang pengguna yang bernama wiki mengeluhkan mengenai perilaku komputernya yang tiba-tiba mulai bersikap aneh: komputer menjadi sangat sering hang, khususnya ketika melakukan multitasking. fenomena hang ini meliputi seluruh komponen OS: proses berhenti berjalan, mouse menjadi tidak berfungsi, demikian juga input dari keyboard tidak dapat dikenali.

sebagai mahasiswi Informatics Engineering, beberapa asumsi langsung dipertimbangkan: serangan virus, atau error yang bersifat resident pada OS. proses instalasi ulang OS dilakukan, namun gejala yang timbul tidak juga hilang.

sebagai tambahan, beberapa orang rekan kuliah yang ditanyai pengguna menyatakan kemungkinan adanya kesalahan pada pemasangan hardware, namun hal ini belum dapat dipastikan. instalasi ulang OS format hard-disk tidak mampu menghilangkan gejala yang ada. utak-atik konfigurasi OS juga tidak membawa hasil, demikian juga utak-atik BIOS tidak berpengaruh.

ini bukan masalah untuk ditangani teknisi amatiran, maka Special Response Team (lagaknyaaa! =P ) untuk troubleshooting pun dipanggil dari Jakarta ke lokasi di Bandung untuk observasi.

2. observasi masalah!

setelah mendapatkan gambaran umum mengenai keadaan, observasi segera dilakukan di lokasi. masalah yang ada: PC sering hang dengan gejala seperti yang telah disebutkan.

proses boot berjalan tanpa masalah, demikian juga login ke OS. setelah beberapa lama, terjadilah gejala yang ditunggu: komputer hang tanpa syarat, tanpa blue screen dan tanpa peringatan. percobaan ulang dengan login ke OS dan menjalankan berbagai program secara multitasking memberikan hasil yang sama: komputer hang setelah beberapa saat, tanpa peringatan.

spesifikasi komputer terdiri atas prosesor Pentium4 @ 2.4 GHz, board dengan chipset Intel i865G, dan memori DDR-SDRAM PC-3200, 512 MB.

3. masalah memori?

asumsi pertama adalah bahwa gejala yang timbul disebabkan oleh hardware, bukan dari OS yang dipergunakan. instalasi ulang OS telah dilakukan, dan tidak menghilangkan gejala yang ada. jelas masalahnya bukan di OS. sasaran kecurigaan pertama adalah memori, yang terdiri atas satu keping DDR-SDRAM 512 MB. kemungkinan, dudukan memori yang tidak stabil mengakibatkan sistem hang di tengah jalan.

 11307.jpg

slot memori DDR: asumsi awal, pemasangan memori pada slot kurang tepat. meskipun demikian, tidak ada tanda-tanda kesalahan pemasangan memori dari BIOS

langkah pertama yang dilakukan adalah mencoba penggantian slot memori yang digunakan. percobaan di semua slot tetap tidak menghilangkan gejala, demikian juga tidak ada sinyal mengenai kesalahan pemasangan memori dari BIOS. selain itu, proses boot selalu berhasil tanpa masalah, demikian juga dengan sinyal POST dari BIOS.

kesimpulan sementara, masalah bukan disebabkan oleh kesalahan pemasangan memori.

4. penggunaan hardware monitor

setelah memori dinyatakan bebas dari dakwaan, kecurigaan beralih pada komponen lain. tapi, yang mana? sementara itu, penyebab hang belum dapat dipastikan. maka, digunakanlah tool yang hampir selalu disisipkan dalam setiap pembelian mainboard: sebuah paket hardware monitor yang meliputi kontrol terhadap suhu prosesor, board, dan putaran CPU fan serta chassis fan.

tool ini belum sempat di-install oleh pengguna, hal yang wajar sehubungan dengan penggunaannya yang memang lebih banyak dilakukan oleh power user. instalasi hardware monitor akhirnya dilakukan, dan uji ketahanan kembali dimulai. berbagai program dijalankan secara multitasking, mulai dari image editor sampai compiler dan audio player.

dan masalah-pun terdeteksi: komputer selalu hang setelah peringatan dari hardware monitor karena suhu prosesor melewati batas: 760 C, jauh di atas suhu prosesor Pentium4 pada umumnya yang berkisar antara 400 – 450 C.

5. HSF yang tidak berfungsi

setelah dipastikan bahwa tingkah komputer yang aneh ini disebabkan oleh suhu prosesor yang terlalu tinggi, masalah menjadi lebih sempit. jelas masalahnya ada pada distribusi panas yang tidak berjalan lancar dari prosesor ke sistem pendinginan yang membawa aliran udara panas keluar.

kecurigaan terarah kepada satu buah fan yang tidak tersambung pada power supply. pemasangan kabel power dari power supply ke fan dilakukan, namun ternyata suhu prosesor masih tetap tinggi, tidak ada perubahan signifikan. jelas, masalah ini tidak ada hubungannya dengan fan yang tidak menyambung.

akar masalah ditemukan setelah meletakkan board pada posisi horizontal. pencahayaan yang lebih baik dari sinar lampu langsung menunjukkan penyebabnya: kipas pada HSF berjalan normal, namun celah-celah pada HSF yang tersambung ke prosesor tertutup debu, mengakibatkan aliran udara yang digerakkan oleh HSF tidak sampai ke prosesor. ini dia masalahnya!

 image011.jpg

HSF pada Pentium4: celah-celah horizontal di bawah kipas berfungsi sebagai jalur perpindahan udara panas dari prosesor. tertutupnya celah dapat mengakibatkan panas terperangkap di prosesor.

6. akhirnya…

masalah dibereskan dengan menggunakan sikat gigi bekas (barang yang sangat murah, kalau dibandingkan dengan pergi ke service center), dan debu yang menumpuk disapu bersih dari HSF. untuk lebih memastikan, knop HSF pada prosesor dilonggarkan terlebih dahulu (lihat dua knop berwarna putih di atas fan? itu… =) ), dan debu dibersihkan.

setelah bebas-debu dan knop dikencangkan kembali, masalah-pun menghilang. suhu prosesor kembali berada di level normal 420 C, dan percobaan berikutnya dengan login ke OS dan pengujian dengan multitasking berjalan lancar tanpa masalah.

::

overall, masalah yang di-troubleshoot kali ini memang bukan masalah yang bisa diatasi oleh sembarang orang dengan sekali jalan. kalau anda membawa komputer dengan masalah seperti ini ke service center, kemungkinan komputer anda akan disuruh ‘menginap’ paling tidak semalam… lengkap dengan pemeriksaan menyeluruh dan cross-checking antar komponen, berikut fee untuk teknisi yang memperbaiki komputer anda.

..tapi kalau bisa melakukannya sendiri, buat apa pergi ke service center? :mrgreen:

ada yang lihat…

…kalender di sebelah?

satu baris kosong. dan sekarang tanggal 17 April. update terakhir tanggal 4 April.

wah. kacau deh. biasanya sih content dari website ini di-update dalam interval dua sampai tiga kali seminggu, namun tampaknya apa yang terjadi akhir-akhir ini merupakan sedikit kekecualian. beberapa kesibukan sempat ‘mengganggu’ kenyamanan *halah* saya untuk menulis di sini, dan akhirnya jadi seperti itu.

jadi, pembaca. sesungguhnya, saya bukannya tidak mau lagi menulis di sini, apalagi sampai pensiun dari dunia maya. belum lagi para pembaca yang mungkin terus menunggu tulisan saya sedikit complain karena website ini tidak di-update untuk waktu yang lama, sesungguhnya saya sama sekali tidak berniat untuk pensiun dari kegiatan menulis di sini =)

oke, jadi ada beberapa hal yang membuat saya tidak sempat lagi menulis di sini. ada UTS Kriptografi dan Sekuriti Informasi laknat yang sepertinya dicerca oleh seluruh peserta kuliahnya, ada laporan Analisis dan Perancangan Sistem yang tebalnya sampai 79 halaman, dan apalah yang-lain yang bisa dilemparkan fakultas super-sibuk ini kepada mahasiswa yang biasa-biasa saja ini.

jadi, ngapain saja sih saya dari kemarin?

April 5 — UTS Manajemen Sistem Informasi

di sela-sela mengerjakan laporan untuk kuliah Analisis dan Perancangan Sistem, UTS berlangsung dengan apa-adanya saja. saya sih berharap bahwa hasilnya akan cukup bagus, tapi nggak tahu, deh.

April 8 — UTS ANAP; UTS PPBP

betul sekali, dua UTS dalam satu hari. mulai pukul 0800 untuk Prinsip-Prinsip Bahasa Pemrograman, dan 1300 untuk Analisis dan Perancangan Sistem. persiapan belajar dan main Winning Eleven dilalui dengan sedikit kebingungan karena baru kali ini saya mengalami UTS dua kali sehari. dua kali sehari? memangnya jadwal makan?

April 10 — deadline Laporan #1 ANAP

dan datanglah deadline dari laporan dari kuliah paling-bikin-capek (sejauh ini) di semester ini. 79 halaman laporan akhirnya selesai setelah nongkrong sampai jam 2100 di lab 1105. capek!

April 13 — UTS Kriptografi dan Keamanan Informasi

dikenal juga dengan akronim bahasa Inggrisnya, Cryptography and Information Security, CIS (atau CIS!) oleh peserta kuliah. dan inilah gong-nya: ujian terakhir dari rangkaian UTS yang saya jalani semester ini. UTS laknat yang satu ini sempat mendapatkan sambutan yang ‘baik’ dari banyak rekan sesama peserta. setidaknya, akhir pekan bisa dilalui dengan (maunya sih) tenang.

April 14-15 — SRT in Action!

segera setelah ujian CIS yang ‘melegakan hati’ karena disambung dengan weekend, ada panggilan dari Bandung mengenai PC yang bermasalah. kasus: PC hang berkali-kali, dan tidak lebih baik setelah install ulang OS dan format HDD. tidak untuk ditangani teknisi amatiran, Special Response Team (lagaknyaaa! =P ) dipanggil ke lokasi untuk sekalian jalan-jalan untuk melakukan troubleshooting. detail segera menyusul untuk anda yang tertarik mengenai PC troubleshooting.

April 17 — 3 Tasks Due Today

draf laporan business plan untuk kuliah Administrasi Bisnis dikumpulkan hari ini. survei perusahaan untuk kuliah Manajemen Sistem Informasi juga dilakukan hari ini. dan seolah mau ikut-ikutan, kuliah CIS juga memberikan tugas yang dikumpulkan hari ini. masalah? tidak terlalu, sih. tapi saya sempat agak ngantuk karena sedikit kurang tidur =(

April 17 — ‘shards of memories’ 1st anniversary

yah. ini tambahannya. hari ini tepat satu tahun sejak pertama kali saya mulai menulis di sini. ternyata sudah satu tahun, sudah cukup lama juga, yah =0

rencana awalnya sih mau bikin template baru untuk pemakaian satu tahun ini… tapi (sialnya!) yang ada malah lag of update seperti ini. demikian juga berbagai macam hal tampaknya jadi ‘hadiah’ yang cukup ‘berkesan’… tapi sudahlah, setidaknya ada juga berita yang menyenangkan =)

::

begitulah, dan akhirnya sampai juga anda di ujung tulisan ini… kalau anda masih membacanya =). tulisan yang agak lebih bermutu direncanakan akan dirilis setelah post yang penting-gak-penting ini.

terima kasih atas dukungannya selama satu tahun ini, dan untuk mau membaca tulisan yang mungkin kurang bermutu dari orang yang biasa-biasa saja ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

terima kasih juga atas komentar serta kritik dan saran selain permintaan traktiran dan makan-makan yang mungkin timbul setelah post ini yang telah setia memenuhi inbox e-mail saya setiap harinya, dan mohon maaf atas tulisan yang mungkin kurang berkenan selama satu tahun ini.

well, it’s a fun ride, after all.

tulus… atau manipulatif?

dalam salah satu buku mengenai pengembangan diri yang pernah gw baca, ada suatu hal yang sempat menjadi pemikiran gw sampai lama kemudian. tidak semuanya sih, tapi hal ini menyangkut mengenai arti dari ‘bersikap tulus’.

katanya sih, bersikap tulus adalah salah satu dasar dari kesuksesan hubungan antarmanusia yang anda jalani. ucapkan terima kasih dengan tulus. hormati dan hargai orang lain dengan tulus. tersenyumlah dengan tulus. dan banyak lagi lainnya yang disebutkan, tapi intinya adalah satu hal: bersikaplah tulus, kalau anda berhubungan dengan orang lain. dan pada akhirnya, anda mungkin akan memperoleh banyak keuntungan dari hubungan sosial anda dengan orang lain.

tentu saja, hal ini tidak terbantahkan. gw tidak bisa tidak setuju bahwa ‘ketulusan adalah hal yang penting dalam pergaulan’; kenyataannya, hal tersebut tidak terbantahkan. tapi benarkah bahwa kita akan bertindak tulus, bukannya manipulatif dengan menggunakan cara-cara tersebut?

‘tulus’ dan ‘manipulatif’ adalah dua hal yang berbeda: yang satu digerakkan oleh sifat dasar manusia dan hati nurani, sedangkan yang lain digerakkan oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari hubungan dengan orang lain. yang jadi masalah, hal tersebut mungkin akan terlihat ‘begitu dekat sampai-sampai nyaris tidak bisa dibedakan’, tergantung kepada siapa anda berinteraksi. dan masalahnya: seorang manusia tidak bisa membaca pikiran orang lain!

tapi secara umum, ‘ketulusan’ (atau mungkin ‘terlihat tulus’?) adalah hal yang penting dalam hubungan antarmanusia. seharusnya sih anda setuju =)

dalam salah satu episode lama Little House in The Prairie, ada sebuah adegan di mana Laura Ingalls (ini tokoh utamanya; gadis berkepang yang cukup imut-imut itu, kalau anda masih ingat =) ) sedang berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko milik tetangganya.

ia membeli beberapa barang, lalu siap untuk membayarnya.

“aku mau membeli… (ini-dan-itu, menyebutkan barang-barangnya)”, dan terdiam sejenak sebelum berniat untuk menanyakan harganya.

“…dan beberapa butir permen,” kata sang pemilik toko sambil tersenyum, seraya memberikan beberapa butir permen gratis sebagai bonus belanja hari itu.

ia tampak terkejut, lalu tersenyum cerah dan mengucapkan terima kasih. hal yang sama dilakukan oleh sang pemilik toko, juga dengan senyum lebar yang sama cerahnya.

“salam untuk ayahmu, nak.”

contoh yang manis sekali, dan masih terkenang dalam benak gw sampai bertahun-tahun kemudian setelah menonton episode tersebut. tapi itu contoh di mana ketulusan yang ada benar-benar nyata… setidaknya, sesuai harapan sang sutradara. tapi overall, serial tersebut memang mengandung banyak nilai yang layak diikuti, kok.

masalahnya sekarang: benarkah anda sedang berhadapan dengan orang yang memang tulus dalam berinteraksi dengan anda, atau orang yang mungkin hanya bersifat manipulatif sehingga ‘terkesan tulus’? dan ini hal yang gampang-gampang susah, karena anda tidak memiliki kemampuan untuk membaca pikiran orang lain dengan tepat!

sesungguhnya, orang yang berinteraksi dengan anda mungkin memiliki tujuan tertentu: entah ia sedang membutuhkan bantuan anda, atau ia sedang membangun jaringan untuk keuntungannya sendiri. anda tidak pernah benar-benar tahu. yang jelas, anda merasa bahwa ‘orang ini sepertinya tulus’.

bahkan sesungguhnya, sulit sekali untuk memastikan orang yang benar-benar tulus: orang yang berkenalan dengan anda untuk membangun jaringan (misalnya untuk apalah-itu, hal yang seringkali diajarkan dalam latihan kepemimpinan baik di SMU maupun lembaga kemahasiswaan), mungkin tidak bisa dibilang ‘benar-benar tulus’. masalahnya: apakah ia akan mau berkenalan dengan anda, seandainya anda bukan pengurus lembaga kemahasiswaan, misalnya. oke, mungkin juga sebenarnya orang-orang ini tulus untuk membina hubungan sosial dengan anda (dan adalah hal yang kejam bila anda berpikir sebaliknya dengan seenaknya), dan hal ini tidak dapat dikesampingkan.

sekarang, skenario buruknya. bayangkan bahwa saya adalah seseorang yang menggunakan ‘ketulusan’ untuk me-‘manipulasi’ orang lain. dan perhatikan bahwa tindakan ‘manipulatif’ dan ‘tulus’ ini hampir tidak kelihatan secara kasat-mata, kecuali untuk beberapa orang yang memiliki kemampuan psikoanalisis di atas rata-rata.

contoh ini fiktif, segala kesamaan yang ada di luar kesengajaan. jangan ada yang ke-GR-an, yah =)

saya berkenalan dengan anda pada suatu kesempatan yang tepat: sebagai mahasiswa baru yang diterima pada tahun yang sama dengan anda.

dari pengamatan sekilas, saya mengetahui bahwa anda memiliki ketertarikan terhadap film kartun, komik, dan musik jepang. dengan beberapa teknik ini-dan-itu, saya bisa memastikan bahwa anda adalah orang yang cukup berkemauan keras dan mudah akrab (oh, ini bukan hal yang susah. saya sudah biasa melakukannya =) ), dan memiliki hobi bermain sepakbola.

apa yang bisa saya lakukan untuk anda? oke, kebetulan saya cukup percaya diri dengan kemampuan saya sebagai penjaga gawang, maka saya-pun sering ikut bermain sepakbola dengan anda. dan dengan demikian, saya mulai sering mengobrol dengan anda.

kemudian saya membicarakan mengenai anime dengan anda. anda tertarik, sebagaimana sudah saya ketahui sebelumnya. dan saya mengatakan kepada anda bahwa saya memiliki fansub serial anime yang saya rekomendasikan sebagai ‘sangat bagus’ dan menanyakan apakah anda mau meng-copy-nya.

belakangan, anda mungkin akan menjadi partner saya bertukar-fansub. dan inilah tujuan saya: tentu saja, saya bukannya berniat tulus! saya mengincar serial fansub yang ada di harddisk anda, kok… berikut ‘pertemanan jangka panjang’ untuk mendapatkan serial baru yang mungkin akan lebih dulu anda dapatkan :mrgreen:

…kalau benar begitu, bagaimana? untungnya, saya bukanlah tipe orang yang seperti itu :mrgreen:. tapi jelas, bahwa sejak awal niat saya tidak tulus untuk berinteraksi dengan anda, kalau memang benar begitu! dan anda mungkin tidak akan tahu — tergantung sejauh mana saya bisa menjaga ‘keyakinan’ anda bahwa saya sedang bersikap ‘tulus’.

tentu saja, ada juga orang-orang yang memang dengan tulus bersedia membagikan fansub sesuai dengan kaidah penggunaan fansub tanpa mengharapkan imbalan seperti halnya saya yang sebenarnya, tapi sekali lagi: anda mungkin tidak akan tahu apakah saya sedang bersikap tulus, atau malah sedang mengharapkan sesuatu dari anda!

mungkin akan lebih mudah ketika seseorang dikenali sebagai dirinya yang apa-adanya: bukan sebagai mahasiswa angkatan X atau asisten pengajar mata kuliah Y atau pengurus lembaga Z. juga bukan seorang jago programming, mahir desain grafis, atau memiliki tulisan yang bermutu (lho, kok seperti saya semua sih kriterianya 😛 ) dan sebagainya.

bebas dari konflik kepentingan, maksudnya. dan mungkin adalah hal yang menyenangkan kalau seseorang bisa berinteraksi dengan baik dengan seseorang lain, dengan alasan kepentingan yang minimal: bukan karena perlu ini atau perlu itu, atau untuk mendapatkan bantuan apalah-itu.

…tapi sepertinya, itu cuma ada di utopia, yah. mungkin mimpi, kalau dibandingkan dengan keadaan yang mungkin seringkali dihadapi manusia. dan mungkin mengharapkan ‘ketulusan’ dari orang lain itu lebih banyak bersifat tebak-tebakan: manusia tidak pernah mengerti — mereka hanya berpikir bahwa mereka mengerti.

tapi setidaknya, secara pribadi gw lebih suka memandangnya secara sederhana: kalau dalam suatu interaksi kita bisa sama-sama bersenang-senang dengan orang lain, seharusnya itu cukup.

perasaan kenyataan

“itu dua hal yang berbeda. dia suka sama kamu, itu perasaan. tapi dia sudah punya pacar, itu kenyataan.”

___

sebenarnya, sudah agak lama sejak terpikirkan untuk menulis di sini mengenai topik ini… namun karena satu dan lain hal, baru sekarang tulisan ini bisa dimuat di sini.

oh. iya. hal ini menyangkut apa-apa yang dipersepsikan manusia sebagai ‘perasaan’ dan ‘kenyataan’… atau secara mudah, bisa didefinisikan sebagai ‘apa yang diinginkan’ dan ‘apa yang terjadi’. mungkin agak kurang pas, tapi kira-kira seperti itulah.

jadi masalahnya begini. sebagaimana yang mungkin telah banyak diketahui, manusia memiliki dua bagian yang berbeda dalam pikiran mereka: satu yang dikenal sebagai ‘akal’, dan yang lain dikenal sebagai ‘perasaan’. dua bagian ini, dalam prosesnya, kadang sering menciptakan ‘kontradiksi yang membingungkan’ dalam pikiran manusia.

…jangan tanya bagaimana hal tersebut terjadi, sebab hal tersebut akan termasuk ke dalam bahasan psikologi ilmiah yang mungkin bukan konsumsi orang awam =).

misalnya begini.

dalam sebuah kunjungan iseng-iseng ke toko komputer, terlihat sebuah monitor TFT dengan layar datar 17? terpasang di display. modelnya stylish, serta ramping dengan resolusi supertajam. pokoknya bagus, deh. dan reaksi pertama: pengen… =P

tapi bandrol harga untuk monitor tersebut membuyarkan keinginan. eh, tidak deh. keinginannya tidak buyar, kok. hanya ’sedikit tertahan’…

…tapi yang jelas, akhirnya monitor tersebut tetap berada di sana untuk waktu yang cukup lama lagi.

oh, oke. gw ingin punya monitor TFT 17?, itu perasaan. dan adalah hal yang akan membuat gw senang, kalau gw bisa mendapatkan benda tersebut. tapi gw tidak punya cukup uang, dan itu kenyataan. harga kurang-tapi-sangat-mendekati dua juta rupiah jelas bukan jumlah yang akan dengan mudah dikeluarkan mahasiswa sederhana *alah* seperti gw.

dan akhirnya, tentu saja gw tidak bisa memiliki monitor tersebut. tidak peduli seberapa kuatnya keinginan dan perasaan yang ada, tetap saja kenyataannya gw tidak punya uang! dan akhirnya, ‘perasaan’ harus kalah oleh ‘kenyataan’.

…sedih? ah, tidak. biasa saja, kok =).

manusia bertindak berdasarkan perasaannya. percaya atau tidak, dan entah anda mau mengaku atau tidak =). percaya deh, anda nyaris tidak mungkin bergerak atau memutuskan sesuatu hanya dengan berdasarkan rasio yang anda perhitungkan. akan selalu ada bagian di mana ‘perasaan’ ikut mengambil bagian, entah anda sadari atau tidak.

kalau anda hendak memutuskan untuk memakan roti dengan selai kacang atau dengan kismis, anda tidak mempergunakan pikiran anda: sesungguhnya, anda tidak memikirkan mengenai kadar gizi kismis dan selai kacang, demikian juga anda tidak terlalu memikirkan faktor ekonomi dalam pertimbangan anda. pokoknya anda mau kismis! atau selai kacang, terserah anda. tapi anda tidak melakukan pertimbangan yang mendetail mengenai hal tersebut.

yah, itu contoh kalau ‘perasaan’ anda tidak dihalangi oleh ‘kenyataan’. bagaimana kalau sebaliknya yang terjadi?

bayangkan anda adalah seorang cowok berusia 20 tahun, dan seorang mahasiswa yang biasa-biasa saja. dan tiba-tiba, anda (dengan sombongnya =P ) ‘menyadari’ keberadaan seorang cewek manis dari kelas sebelah yang kayaknya naksir anda.

wah. tapi dia sudah punya pacar, dan dengan demikian anda berpikir bahwa anda ‘mungkin ke-GR-an tingkat parah’, dan demikian anda bersikap biasa-biasa saja. tapi percayakah anda, bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah bahwa anda mungkin salah?

…mungkin, lho. jangan ke-GR-an. tapi bagusnya, anda tidak terlalu peduli, dan dengan sedikit-sombong mengatakan kepada diri sendiri: aku tidak suka barang bekas!

tapi siapa yang tahu? seandainya anda berdua sama-sama sedang single, mungkin hubungan anda bisa dimulai dan mungkin akan terus berlanjut. tapi kenyataannya tidak begitu, bukan?

hmm. contoh tersebut seharusnya sudah cukup menjelaskan. perasaan seringkali terbentur oleh kenyataan, dan pada dasarnya kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda. anda tidak bisa berharap bahwa kenyataan berubah untuk mengikuti perasaan anda. dalam banyak kasus, hal tersebut jarang sekali terjadi… walaupun bukannya tidak mungkin, sih. hanya saja, akan perlu usaha cukup keras agar hal tersebut bisa terjadi =).

dan percaya atau tidak, manusia adalah makhluk yang ‘menarik’, kalau anda memandangnya berdasarkan masalah ‘perasaan’ dan ‘kenyataan’ ini. siapa bilang bahwa ‘perasaan’ harus selalu kalah oleh ‘kenyataan’, dan bukan sebaliknya? tidak selalu begitu, kok.

anggap saja ada seorang cewek yang cukup-menarik, dan sepertinya sih akan ada beberapa cowok yang akan mengajaknya kencan dan-sebagainya, tahu sendiri-lah. tipe yang akan dikejar-kejar (sebagian besar =P ) cowok.

oke, ada cowok W yang tampan dan cerdas. pemikirannya bermutu, tapi dia kadang terlalu serius. lagipula, dia tidak punya mobil.

ada juga cowok X yang romantis dan bersedia mengirimi buket bunga sebulan sekali lengkap dengan puisi romantis, tapi ia tidak terlalu tampan.

ada lagi cowok Y yang mapan dan sudah bekerja, serta memiliki sifat dewasa dan melindungi. tidak terlalu romantis, tapi bisa diandalkan deh.

dan ada juga cowok Z yang tidak punya apa-apa dan biasa banget, lagipula awalnya dia tidak tertarik kepada cewek ini… sudahlah, ini sih nggak usah diperhitungkan. kenyataannya cowok ini tidak punya sesuatu yang kelihatannya bisa dibanggakan, kok.

percaya tidak, kalau akhirnya cewek itu jalan dengan si cowok Z yang ‘biasa banget’ itu? tapi itulah yang terjadi.

manusia bertindak berdasarkan perasaan mereka. dan kadang, manusia tidak mau (dan tidak perlu) berpikir akan kenyataan yang ada — entah apakah secara materi seorang cowok sebenarnya mungkin biasa-biasa saja, atau secara penampilan tidak terlalu istimewa. seringnya lagi, hal tersebut malah berada ’seolah di luar kontrol’: dan tiba-tiba anda mungkin bingung sendiri mengenai sesuatu yang telah terjadi!

sesungguhnya, hal tersebut adalah wajar adanya. dan hal tersebut adalah hal yang secara mudah bisa disebut sebagai ‘impuls’. atau secara sederhana, ’sesuatu yang dilakukan tanpa melibatkan pikiran’. lho, anda memang tidak berpikir kok kalau sedang di-drive oleh impuls anda! dan dalam keadaan ini, ‘perasaan’ jauh lebih efektif dalam menggerakkan anda, dibandingkan pertimbangan akan ‘kenyataan’.

tergantung individu juga, sih. tapi dalam banyak kasus, impuls karena ‘perasaan’ seringkali mengalahkan pertimbangan logis akan ‘kenyataan’. tentu saja hal ini tidak bisa digeneralisasi secara umum, namun tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut memang banyak terjadi.

susah juga, sebenarnya. mungkin juga hal ini merupakan salah satu sifat dasar yang dimiliki manusia, namun tampaknya hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

…oke. jadi kesimpulannya?

kata siapa ‘perasaan’ harus selalu kalah oleh ‘kenyataan’? sesungguhnya, tidak selalu seperti itu, kok =).

image upload — benvenuto a san siro

gambar baru lagi… dan sepertinya, ini akan menjadi image terakhir yang di-upload untuk sementara waktu, berhubung semakin dekatnya ujian tengah semester untuk semester berjalan ini. meskipun demikian, wallpaper yang dikerjakan dengan Adobe Photoshop CS2 ini akhirnya selesai juga (dan bagus sih begitu) di antara tugas-tugas kuliah yang tampaknya belum bosan menghampiri peserta kuliahnya ini.

sudahlah. cukup basa-basinya.

wallpaper ini menampilkan Tohsaka Rin dari serial Fate/Stay Night, dengan apparel berupa seragam tim AC Milan dan latar belakang stadion Giuseppe Meazza, San Siro. tidak lupa juga bola Teamgeist produksi Adidas yang juga menjadi sponsor apparel dari AC Milan, dan nomor punggung ’22’ dari tim yang berlaga di Serie-A ini.

Benvenuto a San Siro

posted in:
image upload – benvenuto a san siro

download:
1280×960 – 4:3

note:
1600×1200 – 4:3 in Benvenuto a San Siro – MiniTokyo

material untuk foreground-nya diperoleh dari hasil scan, namun (sayangnya) material aslinya memiliki sedikit kekurangan di bagian color-levelnya. hal ini akhirnya menciptakan pekerjaan tambahan :mrgreen: , namun akhirnya berhasil diakali dengan kombinasi teknik contrast enhancement, curve balance, dan color burn. bagus sih begitu.

seragam yang dikenakan pada gambar tersebut dibuat dari scratch (dan lumayan bikin capek… atau cuma gw saja-kah?). setelah begini-dan-begitu, akhirnya jadilah seragam tim AC Milan, dengan nomor punggung 22 – Tohsaka. seragamnya sendiri merupakan hasil sedikit eksperimen dan kreativitas antara gaya Adidas-nya AC Milan dan seragam tim nasional Italia yang disponsori oleh Puma. meskipun demikian, gw lebih suka hasilnya yang seperti itu, tuh. :mrgreen:

terakhir, stadion San Siro yang ada di latar belakang menggunakan hasil fotografi sebagai bahan dasarnya. sayangnya (lagi), kualitas material aslinya tidak terlalu bagus, dan berbagai enhancement sempat dilakukan sebelum akhirnya jadi seperti itu.

hasilnya? silakan lihat sendiri… sejak kapan San Siro di-cat dengan warna putih? sebagai informasi, di material aslinya warna cat stadion-nya adalah abu-abu kusam, dengan ketajaman gambar yang juga tidak istimewa.

wallpaper dengan resolusi 1280×960 dapat di-download di section Gallery. seperti biasa, anda harus memahami dan menyetujui ketentuan yang ada di section tersebut sebelum mulai men-download.

sebagai informasi, preset 4:3 dari image tersebut dengan resolusi 1600×1200 dapat di-download di MiniTokyo pada submission entry yang bersesuaian.

dan daun-daun pun gugur

setiap helai daun yang gugur selalu memiliki cerita. di sini, di antara matahari sore dan angin semilir yang disapu jingga kemerahan. dan di antara pohon tua dan padang rumput di sisi kota. agak dingin dan tak terlalu-nyaman, dan tak ada yang peduli.

setiap helai daun yang gugur selalu memilki cerita: mengenai harap yang kandas dan hati yang mungkin sudah mengeras; mengulang sepi dan cerita lama, dan ditampik dengan setengah-hati; dan di antara senja dan daun-daun gugur, mencoba berdiri dengan sedikit-sombong di antara retak-retak hati yang ada di dalam apa-apa yang tak dapat disapa angin atau ditemui daun gugur.

kamu dulu sering tertawa. berada di sana dan tersenyum, di antara angin senja hari dan pemandangan kota di bawah sana. apakah kamu masih ingat?

aku sudah lupa. jawabku, dengan sedikit sinis menentang desau angin yang tiba-tiba menohok tenggorokanku.

setiap helai daun yang gugur adalah harapan; asa yang terjaga di pagi hari dan terbang menguap di senja hari. daun yang gugur dan angin yang meniupnya, dan itulah yang terjadi: begitu rapuh dan lemah, lalu meranggas dan jatuh. tak tertangkap, tak teraih. dan tak ada yang peduli.

kamu tidak percaya lagi, bukan?

aku hanya diam. sehelai daun yang gugur dan jatuh. begitu rapuh dan tidak berdaya.

kamu tahu, kataku. itu tidak ada bedanya dengan ini.

sehelai daun yang kering, entah sejak kapan telah gugur. tak teraih, tak terpedulikan. aku hanya memandangnya. lalu menginjaknya, merasakan patahnya tulang-tulang yang rentan di kakiku. begitu lemah dan tak berdaya. dan hancur di ujung kakiku, begitu mudah dan sekaligus sedikit-mengharukan. mungkin, tapi aku tak peduli.

kamu selalu mengharapkan hal-hal manis tidak berguna, kataku. pada akhirnya, yang kamu bicarakan itu sia-sia. hancur, seperti ini.

angin bertiup melewati sela-sela lengan dan rambutku, dan aku tetap berdiri di sana, seolah menggugat. keberadaannya yang menurutku impian kosong. apa yang dibicarakannya yang menurutku angan-angan muluk.

manusia bisa saling mengerti satu sama lain, katanya. seharusnya kamu juga mencoba. bukankah kamu dulu juga begitu?

ya, dan aku bodoh karena memikirkan hal tersebut. mimpi. manusia dengan mudah memusuhi; dengan atau tanpa alasan. mereka senang memusuhi, kalau kamu tidak cukup bebal untuk menyadarinya. siapa yang tahu? dari acara unjuk eksistensi dan sok-hebat, orang-orang teladan bisa saling berselisih. kamu bilang itu pengertian? menyedihkan.

lagipula, kamu tahu, manusia menyakiti yang lain, untuk alasan apa? mencari eksistensi? bagus. kalau manusia memiliki musuh, mereka merasa hidup. mereka merasa punya identitas. mereka memang membutuhkan itu, tahu. kamu mengerti? mungkin tidak. kamu, yang hidup terlalu tinggi di antara dunia idealisme tanpa-bukti itu?

sunyi lama. sedikit koak beberapa ekor camar dan desau angin meningkahi kesunyian. dan wangi rumput serta beberapa kerlip lampu jalan kota yang mulai menyala.

kamu tahu kata ‘sahabat’? orang-orang kepada siapa kamu bisa membagi rahasiamu yang terdalam?

aku tertawa, sinis. dan menyergah. kamu bilang, ‘membagi rahasiamu yang terdalam’? oh, kamu bisa membagi rahasiamu dengan mereka, kamu bahkan bisa menyuruh mereka menodongkan pisau di punggungmu, dan kamu mungkin tidak kuatir bahwa mereka akan menikammu… tapi kamu tahu, sesungguhnya, itu harapan kosong. mereka mungkin akan menikammu atau membuang rahasia berhargamu ke lautan, atau lebih parah lagi, ke orang-orang lain.

ada juga orang-orang yang dengan mudahnya menggunakan sesuatu yang bernama ‘perasaan’ untuk bersenang-senang. sedikit main-main dan akhirnya puas, dan orang lain akan menderita. dan tak ada yang peduli. masih kurang? tambahkan bahwa kamu tidak merasa pernah menyakiti mereka.

…jadi apa alasan mereka untuk menyakitimu? jangan tanya! mereka senang melakukannya, kok. dan kamu tahu bahwa orang-orang brengsek seperti ini ada. lalu kenapa? memang seperti itulah keadaannya, bukan? aku menyergah.

daun-daun gugur menari di atas tanah. semburat jingga menyapaku dari samping, dengan angin yang mengacak-acak rambutku; lembut sekaligus sedikit kasar, dan kersak daun-daun yang mulai mengering jauh di atas kepalaku. dan terasa pedas di mataku, semilir angin sore yang kembali menohok tenggorokanku.

…kamu tidak menyukainya, bukan? ia bertanya, pelan.

aku hanya akan menjalaninya. aku menjawab singkat, dan kami tidak bicara lagi.

setiap helai daun yang gugur selalu memiliki cerita. mengenai harapan yang pergi dan asa yang tak kembali. seperti halnya helai-helai daun yang gugur, begitu rapuh dan tidak berdaya.

dan di antara helai-helai daun yang menari dan semilir angin sore, aku berada di sana: mencoba untuk berdiri dengan sedikit-sombong, dengan retak-retak hati yang tak tersentuh oleh sinar matahari senja dan tak terlalui oleh wangi angin padang rumput.

aku dan diriku, dan daun-daun pun gugur.

image upload — on the remnant of fate

…sebenarnya, sudah agak lama juga sejak keinginan untuk membuat sebuah wallpaper yang ‘tidak biasa’ ini terpikirkan untuk pertama kali. sayangnya, karena satu dan lain hal (lagaknya =P ) ide tersebut tampaknya terpaksa mengendap menjadi ide saja… untuk waktu yang cukup lama.

image yang ditampilkan kali ini adalah wallpaper dengan format JPEG, dengan proses pembuatan dilakukan dengan menggunakan Adobe Photoshop CS2. ada dua jenis preset yang disediakan, yaitu 4:3 dan widescreen. ide dasarnya secara umum sama, walaupun ada sedikit penyesuaian tata letak yang dilakukan untuk versi widescreen sehubungan dengan preset-nya yang memang pada dasarnya berbeda.

On The Remnant of Fate

posted in:
image upload – on the remnant of fate

download:
1280×960 – 4:3
1280×800 – 8:5

note:
1600×1200 – 4:3
in On The Remnant of Fate – MiniTokyo

menampilkan karakter Yuzuriha Nekoi dari serial manga dengan judul X (aka: X/1999), wallpaper ini menggunakan material yang diperoleh dari hasil scan. editing dan enhancement terhadap material yang digunakan antara lain meliputi penyesuaian color level dan blending antara latar depan dan latar belakang.

huruf ‘X’ ditampilkan dengan teknik inner shadow untuk menampilkan efek ‘paper-cut’, tapi nggak tahu deh apakah akan terlihat seperti itu untuk orang lain =). efek red-line di sekitar ‘X’ sedikit terinspirasi dari opening theme serial TV-nya, dan akhirnya jadi seperti itu.

wallpaper untuk preset 4:3 (1280×960) dan widescreen (1280×800) bisa di-download di section Gallery, yang juga bisa diakses melalui sidebar di sebelah kanan halaman ini. perhatikan juga bahwa anda harus memahami dan menyetujui ketentuan yang berlaku di section tersebut sebelum mulai men-download.

sebagai informasi, preset 4:3 untuk image tersebut dengan resolusi 1600×1200 dapat ditemukan di MiniTokyo pada submission entry yang bersesuaian.

mengerjai penipu

sekarang ini, anda tidak bisa benar-benar mempercayai orang-orang yang ada di sekitar anda. sekalipun orang tersebut kelihatannya membutuhkan bantuan anda. jangan percaya dengan apa yang anda lihat atau rasakan.

aku sudah beberapa kali melihat penipu model seperti ini: umumnya ibu-ibu, terlihat sudah agak tua, dan mengaku tidak punya uang untuk ongkos pulang. dengan dalih seperti itu, mereka mengharapkan uang ‘belas kasihan’ dari korban. dan biasanya, mereka memanfaatkan orang yang memiliki perasaan… kalau orang tersebut masih bisa ditipu. sayangnya, aku masih lebih pintar daripada yang mereka kira :mrgreen:

aku pernah ditemui seorang ibu dalam perjalanan menuju ke kampus. katanya sih beliau kehabisan uang, dan tidak bisa pulang. aku tidak benar-benar percaya, dan lantas kukatakan ‘tidak’ sambil terus berjalan. orang ini tidak bisa dipercaya, demikian pikirku.

lho, si ibu ini malah terus mengikutiku sambil memohon-mohon. tidak mempan, bu. sudah, pergi sana. orang yang benar-benar membutuhkan seperti ibu tidak akan bersikap seperti itu. aku tetap bersikap cuek, dan akhirnya si ibu menyerah.

belakangan, ternyata benar. ada beberapa rekan yang ternyata pernah bertemu dengan manusia sejenis si ibu tersebut. tuh, kan. sampah masyarakat, pikirku.

…nah. cerita tersebut adalah pengantar dari apa yang akan kuceritakan di sini.

dalam perjalanan pulang dari kampus ke rumah di suatu malam yang sedikit berangin, aku sedang menunggu bus ke arah Lebak Bulus di daerah sekitar Margonda. menjelang malam, bus memang sedikit jarang, tapi dengan sedikit kesabaran biasanya bus akan tiba setelah menunggu beberapa saat.

“dik, bisa bantu ibu, tidak?”

“apa?” aku menjawab asal. dua kemungkinan: penipu, atau memang membutuhkan bantuan.

“ibu nggak punya ongkos… (dan seterusnya),” lalu menanyakan apakah aku bisa memberikan uang.

tuh, kan. seperti diduga. aku menggumam bahwa ongkos pulangku pas-pasan, tapi si ibu tampaknya belum menyerah. dengan segala cara yang terpikirkannya, ia mencoba merayu-memelas dengan sedikit nada tidak sabar pada suaranya. aku bisa mengenali ketidaksabaran khas penipu yang mulai kesal, tapi sayangnya, aku cukup keras-kepala.

maka kami-pun jadi saling diam. tiga puluh detik, satu menit dan lewat… si ibu tampaknya mulai kehabisan kesabaran.

“gimana, adik mau bantu atau tidak?!”

siapa yang mau. eh, tapi tunggu. sebuah ide melintas di kepalaku. sedikit pengorbanan kurasa akan berguna untuk sedikit kesenangan.

“bu, ongkos saya pas-pasan!” dengan tampang dibuat setengah-sebal. “saya cuma punya dua ribu!” dan aku mulai mengeluarkan dompet dari saku.

“ya udah, gak apa-apa, deh!”, sambil menyambar uang yang baru keluar dari dompetku. sampah masyarakat, seharusnya mereka mati saja di jalanan. sudahlah, sabar dulu.

si ibu lalu pergi menyusuri jalan di sebelah kananku. sementara itu, aku hanya memandangnya. enak saja. siapa bilang aku memberikan dua ribu rupiah dengan gratis?

aku melihat jam. dua puluh detik. tiga puluh detik. empat puluh detik. akhirnya aku mulai melangkah menyusuri jalan Margonda, ke arah yang dituju oleh si ibu.

dan akhirnya, aku menemukannya.

si ibu sedang membeli makanan, bukan pergi naik bus. ia sedang berdiri menghadap ke meja. cukup bagus, bu. sayangnya, masih ketahuan olehku, kalau mau menipu…

aku melangkah mendekat. si ibu menoleh, dan kami beradu pandang.

aku nyengir kuda ke arahnya. si ibu tampak *cukup* kaget, lalu balik badan. dan selama beberapa menit yang panjang, ia tidak menyentuh makanannya. ia hanya berdiri membelakangi meja, entah apa cita-citanya… tampaknya, ada sesuatu yang dianggapnya menakutkan di balik punggungnya. kasihan betul, tampaknya ia agak cemas-campur-ketakutan.

…hal tersebut terus berlangsung sampai bus yang kutunggu tiba. ibu itu masih belum (berani?) menghadap ke meja untuk mulai menghabiskan makanannya. wah. sudah berapa menit berlalu? entahlah, aku tidak memperhatikan. kurasa aku terlalu asyik memperhatikan tingkah si ibu :mrgreen:

hidup itu keras, bu. dan aku sendiri heran bahwa penipu yang memelas sepertimu masih bisa bertahan hidup dengan cara seperti itu. tapi kurasa, kalau seperti itu, lebih baik kau jangan hidup saja. hanya orang brengsek yang mencoba mempermainkan perasaan orang demi keuntungannya sendiri.

…yeah, dua ribu rupiah untuk melihat penipu salah tingkah campur cemas. ada yang tertarik?