‘aku berangkat, bu!’

kau belum bisa bicara, tapi aku tahu
dan kurasa, hal itu sudah cukup jelas untukku
matamu bulat memandang dunia
senyummu seolah ingin mengatakan
“aku berangkat, bu!”

ayahmu meletakkanmu di kereta bayi
siap untuk petualanganmu yang pertama
jalan-jalan di kompleks rumah
dan para tetangga berkomentar
“wah, ayahnya baik sekali!”

waktu berlalu, dan kau juga berubah

dengan seragam taman kanak-kanak
dan tas ransel serta buku gambar
percaya diri dengan gigi bayi dan sepatu baru
dan kau mengatakan
“aku berangkat, bu!”

kau berjalan melewati pagar
melambai kepada tetangga yang menyapa
petualangan baru untukmu
dan para tetangga berkomentar
“aduh, anak itu manis sekali!”

waktu berlalu, dan kau juga berubah

kau menunggu mobil jemputan ke sekolah
dengan roti bakar dan segelas susu di meja
terburu-buru dengan seragam putih-merah,
dan kau mengatakan
“aku berangkat, bu!”

matematika dan bahasa indonesia
teman-teman dan guru yang baru untukmu
dan PR yang kadang lupa kau kerjakan
“aku tidak disetrap,” katamu
“cuma disuruh berdiri di depan, kok”

waktu berlalu, dan kau juga berubah

berangkat pukul enam tiga-puluh setiap pagi
menghabiskan segelas susu, kau siap berangkat ke SMP
takut terlambat kalau sarapan, katamu
dan kau mengatakan
“aku berangkat, bu!”

aku melihatmu tumbuh dan sedikit berubah
dari dihukum karena terlambat masuk kelas
sampai cerita tentang seorang cewek manis di sekolah
yang ibunya beberapa kali mengajakmu pulang bareng
kok aku tahu? jelas, ibunya kan teman arisanku

waktu berlalu, dan kau juga berubah

sekolah dan kos di tempat yang jauh
pulang ke rumah seminggu sekali dalam perjalanan panjang
dengan seragam putih abu-abu dan ransel ABG
dan kau mengatakan
“aku berangkat, bu!”

jauh dari rumah dan keluarga
petualanganmu yang lain dimulai
belajar berdiri di atas kakimu sendiri
dan tiba-tiba, kau jadi terasa agak jauh
aku sadar, kau sudah mulai dewasa

waktu berlalu, dan kau juga berubah

kau tidak lagi memakai seragam, kini kau pergi kuliah
celana kargo, jaket dan sepatu kets menemanimu sekarang
sarapan dengan sisa makan malam kalau sempat
dan kau mengatakan
“aku berangkat, bu!”

kau menjadi teman bicaraku di akhir minggu
nonton drama jepang atau korea di TV
dan tiba-tiba kau punya uang sendiri
sedikit iseng dan cuek, kau mirip sekali dengan ayahmu
aku tahu, kau sudah semakin dewasa sekarang

mungkin nanti, kau akan berubah lagi

dengan kemeja dan kunci mobil, kau siap berangkat kerja
masih sarapan dengan makanan sisa, tapi kau sudah biasa
tidak lupa dasi yang rapi dan pantofel yang mengilap
dan kau akan mengatakan
“aku berangkat, bu!”

coba saja untuk menjadi dewasa, ini tantangan untukmu
pergilah sana dan taklukkan dunia,
tapi untukku kau akan selalu menjadi
seorang anak yang lucu dan imut-imut
yang memandang dunia melalui mata bulatnya

pada saatnya nanti, mungkin kau akan mengerti
ketika kau melihat bayangan dirimu dulu
dalam diri anak kecil yang tiba-tiba muncul di rumahmu
dan kau akan mencintainya seperti aku mencintaimu

sarkasme?

anda tentu tahu, atau minimal pernah mendengar mengenai suatu hal yang disebut sebagai ‘sarkasme’.

…yah, secara sederhana sih ‘sarkasme’ itu sebenarnya adalah sebuah teknik dalam berkomunikasi di mana ungkapan verbal disampaikan secara sinis dan memaksimalkan ironi. secara umum, teknik ini dilakukan dengan prinsip ‘jalan menikung’: anda seolah ingin menyampaikan suatu hal, padahal anda menekankan sebaliknya.

bingung? jangan susah-susah.

bayangkan anda baru datang pada pukul empat-tigapuluh pada sebuah jadwal kencan pukul empat-tepat yang anda buat dua hari sebelumya.

sudah? lalu bayangkan percakapan berikut di mana pasangan anda tiba-tiba ngomong:

“sayang, nggak apa-apa kok kalau kamu terlambat. terlambat satu jam juga nggak apa-apa, bener deh. kok kamu masih dateng juga ke sini, sih?”

intonasi tinggi, muka sedikit-ditekuk, dan dagu diangkat. wah. gawat deh.

…jelas? seharusnya gampang dimengerti, karena hal ini merupakan teknik yang umum digunakan dalam komunikasi. anda mungkin ingat bahwa anda pernah memiliki pengalaman sejenis dengan contoh di atas, dan dengan demikian anda seharusnya menyadari dengan sangat baik penggunaan dari teknik tersebut =)

ada elemen penting dalam penggunaan teknik yang bernama ‘sarkasme’ tersebut di sini: intonasi suara, ekspresi wajah, dan gesture alias bahasa tubuh. dan hal ini akan dengan mudah membuat anda memahami bahwa lawan bicara anda sedang melakukan sarkasme alih-alih memberikan pujian bila anda dihadapkan pada keadaan demikian. padahal kalau dilihat kata-per-kata, lawan bicara anda kelihatannya seperti sedang memuji anda!

coba satu kalimat berikut.

“aduuh, kamu ini baik banget, sih… aku jadi seneng banget kalau begini. makasih ya…”

anda bisa mengucapkan kalimat tersebut sambil tersenyum dengan intonasi yang tepat dan sedikit tawa, maka lawan bicara anda akan berpikir bahwa anda bersikap positif terhadapnya.

anda juga bisa mengucapkan kalimat tersebut dengan intonasi yang ‘tepat’ dan tarikan sinis pada senyuman anda, tambahkan gesture yang ‘tepat’ pula. hasilnya? silakan dicoba, dan kemungkinan setelah itu anda akan bertengkar dengan lawan bicara anda =)

dengan kalimat yang sama, sarkasme merupakan teknik yang efektif untuk mengkomunikasikan pikiran anda. tapi ini untuk komunikasi lisan, lho.

::

nah. sekarang masalah lain. bagaimana mengkomunikasikan sarkasme dalam tulisan?

kenyataannya, hal ini menjadi sedikit lebih sulit: tulisan tidak bisa mengkomunikasikan ekspresi wajah, intonasi suara, dan gesture. jelas, ini perbedaan yang signifikan. dan sebagai akibatnya, penggunaan sarkasme dalam tulisan merupakan pisau bermata-dua: tulisan anda mungkin dipahami sebagai sarkasme, dan pembaca memahami bahwa anda sebenarnya mengatakan suatu hal B bukannya A. masalahnya, mungkin saja tulisan anda tidak tersampaikan sebagai sarkasme, dan anda dianggap menyatakan A. dan pemikiran anda mengenai B tidak tersampaikan!

jangan bingung lagi dengan penjelasan di atas, langsung saja dengan contoh.

saat ini, naik kereta rel listrik di Jakarta sangat nyaman. ada pengamen-pengamen, dan anda tidak perlu kuatir dengan copet! apa itu copet? dompet anda cuma hilang secara ajaib, itu saja kok. dan masih ada pedagang asongan yang kadang dengan ramah berteriak-teriak dekat telinga anda. pokoknya menyenangkan, deh. anda harus mencobanya.

oke, dari tulisan tersebut anda bisa mengatakan bahwa kesimpulan dari tulisan tersebut adalah (1) naik kereta di Jakarta itu nyaman dan menyenangkan, atau (2) naik kereta di Jakarta itu tidak nyaman dan tidak menyenangkan.

terlihat kan, ‘resiko’ dari penggunaan teknik ini dalam tulisan? jelas! pembaca yang tidak teliti akan berpikir bahwa anda setuju akan suatu hal, padahal pendapat anda sebenarnya mungkin anti terhadap hal tersebut!

dan masalahnya, resiko untuk disalahpahami tersebut bisa menjadi begitu besar, kalau orang yang membaca tulisan anda cenderung untuk kurang teliti dalam membaca tulisan anda: tidak sampai habis, atau tidak secara menyeluruh. dan akibatnya bisa fatal: anda mungkin akan dianggap memiliki pendapat yang sebenarnya anda malah tidak setuju habis-habisan! dan hal ini jelas sangat tidak diinginkan.

jadi, kesimpulannya. hati-hati dengan penggunaan sarkasme dalam tulisan anda. pendapat anda mungkin tersampaikan untuk pembaca yang sebenarnya memahami bahwa anda menyatakan B alih-alih A, tapi persiapkan juga kemungkinan bahwa ada pembaca yang mungkin akan berpikir bahwa anda menyatakan A (dan tidak terpikirkan mengenai B), padahal anda sendiri sangat tidak setuju dengan pendapat A tersebut!

…mungkin ada benarnya juga sih, bahwa sarkasme dan satire itu hanya untuk orang-orang yang cerdas dan mau berpikir. susah juga, sebenarnya.

___

baru baca tulisannya sora-kun di salah satu post-nya. tulisan gw nongol di situ, lho =P.

tulisan yang di-refer di situ merupakan contoh sarkasme yang mudah disalahpahami, silakan dilihat. tulisan aslinya bisa ditemukan di salah satu entry di sini.

the days that passed quietly

berapa lama sejak saat itu berlalu?

dua tahun, tiga, ataukah lima tahun yang lalu, mungkin sudah mulai samar dan sedikit terkikis oleh guratan waktu, tapi aku masih mengingatnya dengan baik.

saat-saat aku bangun sendirian di pagi hari, dan menunggu jam tujuh-tigapuluh untuk bersiap berangkat ke sekolah yang dimulai jam delapan tepat? saat-saat sedikit-gamang dan sendirian, tapi toh akhirnya aku menikmatinya: delapan sampai empat setiap hari, lengkap dengan pekerjaan rumah dan ulangan harian yang tampaknya tidak mau menunggu.

saat-saat di mana aku membongkar lemari dan menemukan bahwa potongan seragam putih-abu-abu yang ada di lemari hanya tersisa satu potong, dan berarti sudah waktunya mencuci dan menyetrika sendiri… sementara pekerjaan rumah dari guru fisika atau kimia seolah terlupakan dalam keasyikan ini-dan-itu.

saat-saat di mana aku belajar bahwa telur dadar dan tempe goreng merupakan kombinasi sakti untuk mengatasi saat-saat kritis yang bernama ‘kehabisan uang’, dan tak lupa porsi nasi yang lebih banyak dari biasa tanpa tambahan biaya. tak lupa juga warung kopi yang buka 24-jam, menyediakan dari bubur kacang hijau sampai soda susu untuk menemani kepenatan belajar di meja kayu.

saat-saat di mana aku bisa membeli majalah komputer yang memberikan ulasan hardware terbaru, dan secara ajaib menghilangkan sebagian gizi yang seharusnya kuterima dalam makanan yang sebenarnya sudah murah itu… tapi aku tidak benar-benar peduli. setidaknya, saat itu aku sudah bisa merakit komputer sendiri.

::

berapa lama sejak saat itu berlalu?

ketika aku memandang diriku sebagai seorang yang sedikit-payah dan kurang percaya-diri? dan seseorang yang entah bagaimana tiba-tiba ada di sisiku, dan sedikit mengubah hari-hariku dengan pukulan kecil di kepala atau sedikit desisan ‘apa sih!’, dan sedikit demi sedikit membuatku belajar mengenai sesuatu yang berbeda dalam memandang hidup.

…kami berteman baik, walaupun sepertinya tidak ada seorangpun yang mempercayai hal tersebut ‘hanya seperti itu’ di kelas. entahlah, sepertinya mereka mengira hal yang lain, aku tidak terlalu mengerti juga.

atau saat-saat di mana aku merasa dengan sedikit-sombong bahwa hidupku adalah milikku sendiri. sebuah bibit dari identitas individual yang sepertinya terus terbawa sampai lama kemudian dalam perjalananku menuju kedewasaan. tapi menurutku, itu bukan hal yang buruk, kok.

tak lupa saat-saat di mana aku melangkah menyusuri tanjakan yang sedikit berdebu di senja hari, sementara lampu-lampu toko mulai dinyalakan dan matahari belum tenggelam benar. saat-saat aku pergi dan jalan-jalan, entah sekadar membeli komik terbitan-baru atau membeli tambahan persediaan makanan untuk teman belajar di malam hari. ke mana perginya saat-saat itu?

dan saat-saat aku menggelandang ke rumah beberapa orang rekan untuk bongkar-bongkar dan reparasi komputer dengan imbalan snack dan makan malam gratis, siapa yang bisa menggantikannya? dan pembicaraan penting-tidak-penting mengenai impian dan cita-cita, atau sekadar komik edisi terbaru yang akan segera terbit.

::

berapa lama sejak saat itu berlalu?

dua tahun, tiga, ataukah lima tahun yang lalu, dan mungkin sudah mulai sedikit demi sedikit kulupakan, tapi masih kuingat dengan cukup baik.

saat-saat di mana aku membaca komik shounen dengan santai di kelas dua, dan tiba-tiba muncul seorang cewek imut-imut yang bertanya apakah ia boleh meminjamnya; pertanyaan yang kadang berlanjut menjadi obrolan pendek. atau sekadar ngobrol tidak-jelas di antara jam kosong, dan pergi ke perpustakaan entah untuk akses internet gratis yang masih menjadi barang langka. atau sekadar untuk membaca buku-buku referensi yang tampaknya mahal di perpustakaan? kurasa cukup banyak pilihan untuk itu.

…ya, lengkap dengan segala perasaan rendah-diri yang kadang muncul karena ulangan matematika yang tampaknya tidak kunjung bagus hasilnya, atau hasil ujian biologi yang membuatku bersumpah bahwa aku tidak mau menjadi seorang dokter. siapa yang peduli, aku memang tidak ingin menjadi dokter, kok.

atau perasaan sedikit-puas ketika aku berhasil menghalau bola kencang yang terarah ke gawang dengan penyelamatan yang disoraki rekan-rekan dalam permainan futsal di sesi pelajaran olahraga-bebas, kurasa belum ada yang bisa menggantikannya. lagipula, aku juga bukan penjaga gawang yang jago-jago amat, kok. tapi setidaknya, aku cukup senang.

dan siapa yang menduga bahwa ketertarikanku terhadap fotografi menjadi jauh berkembang sejak aku tahu bahwa melakukan image editing dari hasil jepretan kamera SLR ternyata bisa begitu menyenangkan? juga obrolan soal penggunaan Curve, Histogram, dan Gaussian Blur di Photoshop yang membuatku ‘tersadar’ bahwa ternyata ada juga cewek yang paham soal ‘bahasa aneh’ itu dalam urusan edit-mengedit foto… dan aku belum lupa bahwa aku sempat cukup senang bahwa aku pernah menggunakan benda bagus yang bernama FinePix S7000 itu.

::

kurasa sudah hampir tiga tahun yang lalu, dan masih kuingat dengan sedikit-samar. kenangan yang sedikit-menyenangkan atau mungkin sedikit-mengharukan dan masih kuingat dengan jelas sampai saat ini.

upacara kelulusan yang formal di hall gedung serbaguna, lengkap dengan jas dan sepatu. dan pidato perpisahan dari perwakilan murid yang sedikit membuatku ingin berkata: tidak bisakah kita bertahan di sini sedikit lagi saja? sambil memandang ke arah podium dengan campuran perasaan yang tak-jelas apa sebenarnya.

dan sedikit air mata yang terlihat di antara rekan-rekan yang juga pergi dan tak kembali. beberapa tepuk tangan dari guru-guru, dan gaung obrolan yang mengambang di udara di antara para orangtua dan undangan. dan ia berada di sana: cantik dan percaya diri, di hari terakhir kami sebagai seorang ‘murid’.

tidak banyak hal yang terjadi di hari itu. sedikit foto, makan-makan dan obrolan, serta genggaman dan jabat tangan. tidak terlalu banyak yang bisa diungkapkan, tapi itulah segalanya.

___

sayonara kioku. wasure wa shinai yo.

chrno crusade

sebenarnya, ini serial manga yang sudah agak lama. penerbitan di negara asalnya sendiri berakhir pada 2004, dan serial ini juga sudah di-license dan diterbitkan di tanah air, juga sejak 2004.

…terus, kenapa baru sekarang gw menulis mengenai serial ini?

hal ini sebenarnya terjadi karena proses penerbitan versi licensed-nya di sini ternyata hanya sampai volume #7 dari 8 volume. sementara itu, baru pada akhir Februari ini gw mendapatkan scanslations dari project yang mengerjakan serial ini untuk volume #8, setelah sebelumnya scanslations project untuk serial ini sempat vakum untuk waktu yang lama.

jadi, setelah membaca sampai habis (dan setelah menunggu dua tahun lewat =P), akhirnya gw bisa menuliskan mengenai serial ini di sini.

berlatar pada kehidupan di Amerika Serikat pada awal abad 20, serial ini mengangkat tema mengenai perburuan monster dengan sedikit kemasan religius. pada saat ini, diceritakan bahwa manusia kerap mengalami serbuan dari para demon, yaitu sosok monster yang kerap menyerang manusia.

untuk menghadapi serangan para demon, Gereja membentuk satuan khusus di Magdalan Order yang bertugas untuk membasmi para demon yang muncul. Magdalan Order ini beranggotakan para pendeta dan biarawati, dengan di antara pasukan Magdalan Order adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang bernama Rosette Christopher dan partnernya yang bernama Chrno, seorang demon yang memutuskan untuk memihak manusia dengan bergabung dengan Magdalan Order.

di antara perburuan demon yang dilakukan oleh Magdalan Order, Rosette yang bertugas sebagai seorang exorcist tiba-tiba dihadapkan dengan kemungkinan akan keberadaan Joshua, adik laki-lakinya yang telah bertahun-tahun menghilang dari panti asuhan tempat tinggal mereka. belum lagi Chrno yang tampaknya menyimpan suatu rahasia di balik masa lalunya sebagai seorang demon…

dikerjakan oleh Daisuke Moriyama sejak 1998, serial ini memiliki latar yang tidak umum digunakan dalam pengembangan sebuah manga: tahun 1920 di Amerika Serikat, ketika Perang Dunia I baru saja berakhir. hal ini merupakan taruhan yang cukup berani, mengingat bahwa tidak banyak serial manga lain yang menggunakan latar di luar Jepang.

meskipun demikian, serial ini tampak tidak terlalu memiliki masalah dalam menanggulangi hal tersebut. penggambaran di atas kertas untuk suasana Amerika Serikat di awal abad 20 tampak cukup pas, dan tidak banyak ditemukan hal-hal yang ‘aneh’ dan ‘mendahului zaman’. well… ada sih, tapi bisa dikatakan cukup minor dan tidak mengurangi kenikmatan membaca untuk pembaca yang seringkali ‘kritis’ terhadap hal-hal yang sepertinya ‘tidak masuk akal’.

ide ceritanya sendiri relatif sederhana: pertempuran antara manusia dan demon. tapi jangan membayangkan bahwa tokoh utama kita akan sering menggunakan kekuatan supranatural yang berkesan mistis — jauh dari itu. ada beberapa elemen seperti tersebut, namun tidak terlalu banyak. kenyataannya, serial dengan genre action ini lebih banyak menawarkan pertempuran fisik, adu pedang, bahkan baku tembak dan ledakan yang eksplosif sepanjang pertempuran.

jangan pula membayangkan bahwa tokoh utama kita kali ini adalah seorang cewek Jepang imut-imut dan perlu-dilindungi… karena tokoh utama yang bernama Rosette Christopher ini adalah seorang gadis Amerika, berambut pirang, dan selalu membawa handgun berikut pelurunya ke mana-mana… lengkap dengan sifat yang sedikit meledak-ledak dan kenyataan bahwa ia adalah seorang biarawati di Magdalan Order.

desain tokoh utama yang lain adalah Chrno, seorang demon yang di-seal dalam wujud seorang anak laki-laki berusia belasan tahun atas kemauannya sendiri. sifatnya cenderung kalem dan lebih perhitungan dibandingkan Rosette dalam melaksanakan misi perburuan para demon… meskipun demikian, masa lalunya sebagai seorang demon dan hubungannya dengan Rosette ternyata menyimpan rahasia yang diungkap sedikit demi sedikit seiring perjalanan serial ini.

secara umum, desain karakter dilakukan dengan sangat baik. character development digambarkan dengan rapi, lengkap dengan masa lalu dari hampir setiap karakter yang memiliki peran signifikan dalam cerita. meskipun demikian, karakter yang paling banyak digali dalam serial ini adalah Rosette yang ternyata tidak selalu ganas-dan-semau-gue, baru kemudian Chrno sebagai partner satu timnya. karakter lain dieksplorasi secara relatif berimbang, misalnya Azmaria Hendric atau Stella Harvenheit yang juga memegang peran yang signifikan dalam perjalanan cerita.

dari segi cerita, serial ini tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru — namun meskipun demikian, serial dengan genre action ini tetap tampil menghibur. diawali dengan perburuan demon, kemudian intrik-intrik yang terjadi dalam perjalanan cerita memang menawarkan plot-twisting yang cukup baik, namun tidak menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan serial lain dengan genre sejenis. meskipun demikian, hal yang di-cover dengan sangat baik adalah bahwa serial ini tidak sampai jatuh ke dalam action yang bersifat ‘terlalu pop’, dan tetap dengan storyline yang mengalir dengan mulus.

salah satu hal yang juga menarik perhatian adalah artwork yang digambarkan dengan rapi dalam serial ini. tidak terbatas kepada penggambaran karakter, detail-detail dan latar belakang dalam panel komik digambarkan dengan rapi, dan dalam beberapa bagian sukses menghasilkan scene yang memorable. teknik pewarnaan yang dilakukan untuk bagian-bagian yang berwarna juga dilakukan dengan baik, dan hal yang jarang diperhatikan oleh serial lain pada umumnya ini sukses menghasilkan artwork yang memang enak dilihat.

secara umum, serial ini tampil menghibur. artwork yang dikerjakan dengan sangat baik menjadi nilai tambah bagi serial ini, didukung dengan storyline yang mengalir dengan mulus dan tetap terjaga sampai akhir cerita.

selain itu, penggarapan action yang dilakukan dengan sangat baik turut berperan dalam menghasilkan kombinasi yang pas antara action yang menghibur dan storyline yang berbobot, menghasilkan sebuah serial yang layak diikuti oleh anda yang mengharapkan sebuah serial manga yang memorable.

Fate/Stay Night OST — Kirameku Namida…

berhubung sudah agak lama sejak terakhir kali, jadi kali ini gw akan menuliskan mengenai lagu yang sedang cukup sering berada di playlist gw beberapa waktu terakhir ini.

lagu ini memiliki judul lengkap berjudul Kirameku Namida wa Hoshi ni (jp: the sparkling tears in the stars), dan dibawakan oleh Tainaka Sachi yang juga sempat mengisi OST dari serial Fate/Stay Night yang review-nya sempat ditulis di sini beberapa waktu yang lalu.

lagunya sendiri bernuansa techno dan sedikit menghentak, dan sedikit mengingatkan kepada kelompok High and Mighty Color… tapi ini sifatnya subjektif, sih. meskipun demikian, lagu ini cukup memorable sebagai salah satu OST dari serial yang juga mendapatkan sambutan yang sangat baik di negara asalnya.

seperti biasa, lyrics dengan huruf italic, translations dengan huruf plain, dan mohon koreksi kalau ada salah translate =)

Kirameku Namida wa Hoshi ni
Tainaka Sachi

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

massugu na reeru ga iyade
yamikumo ni kakedashita
akirame wo ketsui ni kaete
surihetta kakato hokoru

I don’t like the straight rails
while running ahead blindly,
surrender changes into determination
and I’m proud of this worn-out heels

michi wa tsudzuku nishi e higashi e
hi wa shizundemo

the road continues, to the west and east
along with the sunset

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

koremade to taore kon de
kuyashisa ni furuetemo
kogetsuita shatsu wo nuge ba
hadaka no jibun no kagayaki shiru

up until now, i still owe this soul
yet this regret feels shaking me
if this burning color is to worn out
then my true self will shine

uta wa hibiku umi no kanata e
koe wa karete mo

this song will echo over the coasts
and this voice will run out, but

kirameku namida wa niji ni
azayaka na hashi wo kakeru
kurai mori mayoi tsuzuke temo
asu wo sasu

the sparkling tears in the rainbow
is running through the vivid bridge
even if I’m being lost in the dark forest,
I’ll strike for tomorrow [1]

kirameku namida wa hoshi ni
nagare yuki negai hakobu
tachidomari sou na boku
tsukiugokasu kibou

the sparkling tears in the stars
keep on flowing, carry these wishes
even if I have to stop here, [2]
these wishes will arouse

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars,
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

 

___

footnote:

[1] sasu secara harfiah artinya ‘to strike’, jadi seharusnya ‘strike towards tomorrow’. orang jepang seringkali tidak menggunakan subjek dalam kalimat, jadi ditambahkan subjek ‘I’ dalam translation, sesuai konteksnya.

[2] bahasa jepang juga kadang-kadang meninggalkan klausa ‘if’ untuk conditional sentence. secara harfiah seharusnya tidak ada ‘even if…’. ini berdasarkan konteksnya, sih.

cara membuat blog seleb

siapa yang peduli dengan mutu tulisan? ha! mari kita lupakan saja soal mutu tulisan yang ada di blog. dan mari kita budayakan membuat blog seleb dengan traffic tinggi, dan menjamin eksistensi anda di dunia maya.

jadi mari kita buat definisi ‘blog seleb’ sebagai berikut. percayalah, anda tidak perlu bisa menulis dengan baik, anda tidak perlu memiliki pemikiran yang berharga, dan anda tidak perlu merasa bahwa tulisan anda tidak akan dibaca orang.

kenapa? karena blog anda akan menjadi blog seleb! dengan cara yang mudah, tanpa susah-susah berpikir, dan tanpa kemampuan menulis yang baik. dan hal ini akan sangat menguntungkan bagi anda yang membutuhkan eksistensi di dunia maya: yang jelas, anda akan terkenal!

oh, itu soal mudah. tapi sebelumnya, mari kita definsikan dulu apa itu blog seleb.

blog seleb, menurut yud1 (2006) dalam buku tulisannya Bagaimana Membuat Blog Bagus dan Mempengaruhi Blogger-Bloger Lain[1] menyatakan definisi dan beberapa karakteristik dari sebuah blog seleb sebagai berikut.

1. SELEBRITIS blog

sesuai namanya, sebuah blog seleb adalah sebuah blog yang terkenal dan dibaca oleh banyak orang, terlepas dari mutu tulisan dari blog itu sendiri. dalam survei yang dilakukan, tampak bahwa status sebuah blog sebagai blog seleb (definisi detail menyusul di poin-poin berikut) tidak memiliki korelasi yang signifikan terhadap mutu tulisan.

jadi, jangan kuatir! blog anda pasti bisa menjadi blog seleb. yang anda butuhkan hanyalah kemauan untuk eksis dan syukur-syukur terkenal di dunia maya, terlepas dari kemampuan menulis anda.

2. TRAFFIC adalah segalanya

ini sudah cukup jelas. untuk apa anda menulis kalau tidak ada yang membaca? ha! dan siapa yang mau mengorbankan waktu bermenit-menit untuk menghasilkan tulisan yang bagus? tapi anda ingin tulisan anda dibaca. atau dengan kata lain, ada banyak orang membuka blog seleb anda.

dan ini salah satu karakteristik blog seleb: TRAFFIC yang BESAR. perhatikan bahwa anda membutuhkan TRAFFIC, bukan traffic. huruf BESAR untuk TRAFFIC. anda butuh itu.

3. banyak sekali COMMENT

dan salah satu hal yang paling penting adalah keberadaan comment di blog seleb anda. dari mana anda tahu bahwa ada orang-orang yang memperhatikan blog anda kalau mereka tidak memberikan comment? comment di blog anda seperti pengunjung di toko: perlakukan mereka dengan baik, kalau perlu seret mereka dengan kelembutan untuk datang ke blog anda.

kalau anda mau tahu, comment adalah salah satu bukti eksistensi anda di dunia blog. lupakan mutu tulisan anda! kalau ada banyak comment, maka blog anda akan menjadi blog seleb. comment adalah simbol eksistensi anda. lakukan apa saja untuk mendapatkan comment!

4. because we’re all LINKed…

oke, ini salah satu parameter yang berguna untuk blog seleb anda. kenapa? sebab link dan comment adalah parameter eksistensi anda dalam dunia blog. kalau anda memiliki link keluar dan link masuk yang banyak, tambahkan pula orang banyak memberikan comment untuk anda dalam setiap post, maka blog anda telah menjadi blog seleb.

karena link dan comment adalah aset anda. perlakukan dengan sebaik-baiknya, dengan segala cara! sekali lagi, mutu tulisan anda? lupakan saja. kalau anda punya link banyak dan comment banyak, blog anda akan menjadi blog seleb.

::

berdasarkan definisi blog seleb yang telah disebutkan, sekarang anda setidaknya bisa mengira-ngira apa yang harus anda lakukan, demi ketenaran dan eksistensi anda di dunia maya. sudah siap?

menurut yud1 (2007) dalam buku best-sellernya yang berjudul Blog: Kekuatan Menulis Tanpa Berpikir[2], disebutkan bahwa ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah blog menjadi blog seleb, tanpa memperhatikan mutu tulisan anda.

1. perbanyak teman!

kata siapa dunia nyata dan dunia maya itu tidak berhubungan? kenyataannya, teman-teman anda adalah aset untuk membuat blog anda menjadi sebuah blog seleb. kalau anda punya banyak teman, anda bisa dengan mudah meminta mereka untuk datang dan memberikan comment.

hal ini semakin menguntungkan apabila anda dan teman-teman anda yang berharga tersebut berada di lingkungan di mana akses internet superkencang menjadi terasa ‘biasa’. perbanyak teman anda, terutama dari kalangan mahasiswa blogger yang sering browsing karena kurang-kerjaan, orang-orang kantoran yang menunggu jam 5 dengan browsing melalui koneksi kantor, dan sebagainya.

hasilnya? TRAFFIC dan comment anda mungkin akan meningkat dengan pesat. ingat, TRAFFIC itu penting, dan comment adalah bukti eksistensi anda.

2. request inlink ke teman-teman blogger anda

seperti dikatakan. anda cukup meminta link dari teman-teman blogger anda ke blog anda, dan sebagai gantinya anda akan memberikan link blog anda kepada mereka… kalau anda mau, sih. dan ini pertukaran yang bagus. parameter eksistensi anda akan meningkat!

ditolak? sepertinya nyaris mustahil. apalagi oleh teman dekat anda yang juga sesama blogger! makanya, perlakukan mereka sebagai aset anda. aset untuk menuju ketenaran di dunia maya, dan kalau perlu gunakan segala cara dengan lembut sehingga mereka tidak menyadarinya.

dan sebagai dampak sampingannya, mungkin akan ada peningkatan TRAFFIC dari blog teman anda yang menguntungkan itu. oh, yeah. TRAFFIC dengan huruf BESAR. ini kata yang penting, lho.

4. commence (baca: COMMENT) attack!

sebagai calon blog seleb, anda tentu sudah mempersiapkan daftar blog-blog seleb yang siap anda datangi — yang mungkin mutu tulisannya tidak jauh lebih bagus dari tulisan anda, walaupun hal ini tidak mutlak adanya. dan inilah yang akan anda lakukan: tebar comment di mana-mana!

dan jangan lupa untuk mengisi field URL sebelum anda comment. itu tujuan utama anda! terserah anda mau comment apa, mau OOT, pasang smiley doang, atau sekadar comment gak penting alias absen dulu, yang penting link anda nongol di blog orang!

tujuannya? jelas. anda mendapatkan link, lalu peningkatan TRAFFIC, dan syukur-syukur comment di calon blog seleb anda.

5. dan akhirnya!

kalau anda rajin melakukan hal-hal di atas sepanjang hayat anda nge-blog, seharusnya blog anda akan dengan cepat menjadi blog seleb, terlepas dari mutu tulisan anda yang mungkin ‘biasa banget’. terserah anda, tidak ada yang melarang. blog anda itu milik anda!

dan sebagai dampaknya, bahkan hal sepele yang anda tulis di blog anda seperti misalnya Belanja Tas di Katulampa atau sepatu BARU gw ILANG!![3] mungkin akan dirubung comment dari berbagai tempat.

tambahkan pula bahwa anda tiba-tiba menyadari bahwa hal tersebut terjadi untuk hampir setiap post yang anda tulis, tidak peduli setidak-penting apapun isinya. dan selamat, blog anda telah menjadi blog seleb.

::

jadi, siapa yang peduli dengan mutu tulisan anda? ha! anda tidak butuh hal tersebut, kok. eksistensi anda sudah terpetakan di dunia maya — terlepas dari kemampuan anda membuat tulisan yang menarik di blog.

…dan percayalah, anda tidak perlu takut bahwa tulisan anda tidak akan dibaca oleh orang lain. kok bisa? gampang saja, sebab blog anda sekarang adalah blog seleb! dan kalau anda mau tahu, sebagian pembaca membaca blog karena blog tersebut adalah blog seleb, bukan sebaliknya! haha!

jadi, anda tidak perlu kuatir mengenai mutu tulisan anda. lupakan saja hal tersebut, anda tidak membutuhkannya, kok.

sampai jumpa di puncak selebritas blogger!

___

[1] fiktif. silakan mencari di toko buku dan anda tidak akan menemukannya =)

[2] lagi-lagi fiktif. tapi mungkin asyik juga kalau ada =0

[3] contoh-contoh ini fiktif, kesamaan dengan dunia nyata bersifat insidental =D

jangan salahkan…

jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta kepadaku.

ini serius. bukan berarti aku ini pembenci-wanita atau sejenisnya, tapi jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta padaku.

…lagipula, apa sih alasannya?

aku ini tidak setampan Christian Sugiono (sumpah, aku tidak mengerti kenapa sebagian dari bangsa kalian bisa tergila-gila pada orang ini) atau secerdas Nelson Tansu (oh, beliau adalah salah satu anak muda Indonesia yang luar biasa di bidangnya, kalau kau tidak kenal dia), dan aku juga tidak tertarik soal hubungan apalah-itu yang melibatkan komitmen yang gampang dilanggar dengan senang-hati dan senang-pikiran.

aku juga tidak kaya-raya seperti para model dan bintang sinetron dalam layar kaca yang sepertinya bisa punya banyak uang tanpa banyak kerja, dan tahu-tahu merayu cewek-cewek dengan BMW keluaran-baru. kau tahu, merayu cewek itu masalah gampang kalau seorang cowok punya mobil-bagus dan tampang-bagus.

aku ini tidak romantis. sumpah. siapa yang mau merelakan sekian puluh (atau ratus?) ribu rupiah untuk buket bunga segar yang sepertinya bisa tahan tetap wangi sepanjang tahun? dan aku juga tidak biasa merayu dengan kata-kata gombal yang mungkin membuat cewek-cewek terbang ke langit ketujuh lalu melayang di atas awan. lupakan saja deh.

oh, aku juga bukan cowok bertipe ‘supir yang setia’. aku tidak suka disuruh-suruh mengemudi, apalagi kalau hujan! kalau kau mau tahu, mengemudi di waktu hujan itu menyebalkan. lagipula, mana mungkin kau mengharapkan cowok yang jalan kaki dan naik bus ke mana-mana ini mengantarmu dengan mobil ke berbagai tempat? pasti ada kesalahan di sini.

lagipula, aku ini bukan tipe cowok pemerhati-penampilan. percaya deh, kau hanya akan menemukan penampilan yang biasa saja dari seorang cowok yang juga biasa saja ini. rambut yang kayaknya kurang-disisir, celana kargo yang sudah sobek-sobek dan sepatu kets yang entah berapa tahun umurnya jelas tidak cocok. lagipula, six-pack itu apaan sih?

coba, lalu apa yang akan kau lakukan seandainya kau memang jatuh cinta kepadaku?

pertama, kau mungkin akan sedikit-menyesal. apalagi kalau kau adalah tipe-tipe cewek yang haus perhatian dan kasih sayang sepanjang-hari sepanjang-minggu sepanjang-tahun. kau mungkin akan kecewa kalau mengharapkan akan ditelepon di tengah malam untuk sebuah puisi yang menggugah-hati, atau sebuket bunga penuh cinta yang disampaikan sebulan sekali.

lalu kau akan memikirkan bahwa ternyata masih banyak cowok-cowok lain yang lebih-tampan dan lebih-manis di luar sana, dibandingkan cowok ‘salah pilih’ yang satu ini. tidak apa-apa, ketahuilah bahwa hal tersebut normal adanya. cewek selalu butuh perhatian, kan?

setelah itu, siapa yang peduli? hidup ini bebas, lho. kau bisa memilih untuk pergi dengan cowok mana-saja yang kau mau. atau bisa juga kau jalan dengan cowok pertama yang menyatakan perasaannya kepadamu. terserah kau saja, sih. hidupmu itu milikmu, lho.

nah. tidak terlalu bagus, bukan? itu kemungkinan yang ada seandainya kau memang jatuh cinta kepada cowok yang biasa-biasa saja ini.

akhirnya, ini serius. jangan salahkan kalau kau sampai jatuh cinta kepadaku. kau sudah diperingatkan.

___

no hard feeling buat cewek-cewek, yah. =)

tulisan yang meyakinkan

apa yang membedakan antara tulisan di majalah berita dengan tulisan di majalah wanita, atau majalah cewek ABG? dan apa yang membedakan antara tulisan seorang mahasiswa dengan tulisan seorang pakar di sebuah harian terkemuka?

anda mungkin sudah tahu jawabannya, walaupun mungkin hal tersebut terasa ‘agak susah dijelaskan secara konkret’. pokoknya anda tahu, itu beda!

jadi begini. sebenarnya, kalau anda memperhatikan, ada hal-hal yang membuat sebuah tulisan terlihat ‘meyakinkan’, dan membuat anda bersedia membacanya sampai habis. lupakan saja teori-teori yang mungkin dipelajari di masa sekolah dulu — mereka mungkin benar (dan silakan dibaca, berguna lho), tapi kita tidak berpijak ke sana dalam kasus ini.

1. paragraf pertama

apa yang pertama kali dibaca orang dalam sebuah kolom opini di media massa? jawabannya jelas. paragraf pertama. dengan sekali baca, seorang pembaca yang sudah expert dapat menentukan bahwa tulisan tersebut akan dibacanya atau tidak, dari paragraf pertamanya saja.

misalnya begini. tulisan berikut adalah sebuah contoh, dan bukan merupakan berita yang valid.

Thierry Henry dan kawan-kawan akhirnya menyelesaikan pertandingan lanjutan Premiership. Manchester United dijamu di Emirates Stadium, dengan menurunkan formasi 4-4-2. di babak pertama, permainan berlangsung seru, sementara Gary Neville akhirnya kembali bermain untuk MU. sementara itu, pelatih Arsene Wenger tampaknya tidak terlalu dipusingkan oleh cederanya Cesc Fabregas.

kalau seperti ini, orang biasanya malas membaca lanjutannya. apa yang menjadi poin utama dari tulisan tersebut? tidak jelas dari paragraf pertama. kita hanya tahu bahwa akhirnya Arsenal selesai bertanding melawan Manchester United. di mana? Emirates Stadium, dengan informasi yang agak telat keluarnya. yang lebih penting: siapa yang menang? malah tidak dijelaskan.

sekarang coba yang ini. perhatikan juga bahwa tulisan berikut bukan berita yang valid.

dalam lanjutan Premiership hari Minggu (7/1) kemarin, Arsenal berhasil mengalahkan Manchester United dengan skor 2-1 di hadapan publik Emirates Stadium. Thierry Henry menyumbangkan satu gol di menit ke-19, disusul gol untuk MU oleh Wayne Rooney di menit ke-43 sebelum akhirnya Robin Van Persie mencetak gol kemenangan di menit ke-54.

paragraf pertama dalam sebuah tulisan memiliki fungsi yang mirip abstraksi dalam sebuah karya ilmiah. apa yang hendak disampaikan oleh tulisan tersebut? dan hal ini memegang peranan penting. paragraf pertama akan membuat pembaca membaca lanjutan tulisan tersebut — atau tidak membacanya. dan tentu saja, pembaca yang sudah expert mungkin akan sedikit-sebal ketika bertemu jenis pertama: apa sih maunya berita ini?

tentu saja, detail itu perlu. tapi pembaca harus tahu terlebih dahulu: apa sih intinya? dan jangan mengharapkan pembaca untuk membaca lebih dalam dengan susunan seperti itu: yang ada, mereka memutuskan untuk tidak membacanya, kecuali tulisan tersebut memiliki nilai berita yang sangat tinggi.

2. fakta atas opini

ini biasanya berlaku untuk penulis kolom opini di media massa. dan hal ini yang biasanya membedakan antara tulisan seorang mahasiswa dengan tulisan seorang pakar. maksudnya? cukup jelas. opini tanpa didukung fakta tidak akan berarti apa-apa. alias, sama saja dengan orang ngomong di pasar!

kita ambil contoh, misalnya mengenai bencana banjir yang melanda Jakarta.

bencana banjir yang melanda Jakarta sudah sedemikian parahnya. hal ini tidak dapat lagi dipandang sebagai sebuah siklus lima tahunan seperti yang dikatakan oleh Gubernur Sutiyoso. harus ada tindakan yang lebih konkret lagi untuk mencegah bencana ini terulang lagi. masyarakat harus disadarkan agar tidak membuang sampah di sungai…

hmm. dari sepotong tulisan tersebut kita bisa mengetahui bahwa banjir di Jakarta sudah cukup parah, dan harus dilakukan tindakan tertentu. tapi, kok isinya opini semua?

meskipun demikian, dalam banjir yang melumpuhkan Jakarta baru-baru ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. sebagai contoh, proyek Banjir Kanal Timur yang seharusnya disertakan dalam masterplan pembangunan kota belum diterapkan secara maksimal. demikian juga peranan Bogor dan Depok sebagai kota satelit yang memiliki keterbatasan dalam menahan aliran ke Jakarta…

apa bedanya? secara mudah dapat terlihat. potongan tulisan pertama kebanyakan berisi opini (…tidak dapat lagi…, harus ada…), sedangkan potongan tulisan kedua berisi lebih banyak fakta. terlepas dari validitas opini dalam tulisan, tulisan kedua lebih meyakinkan.

3. saat bingung, tambahkan data

apa yang membedakan tulisan yang ‘meyakinkan’ dan ‘tidak meyakinkan’? jelas, anda perlu data. misalnya anda membicarakan mengenai hardware komputer, anda harus membuktikan bahwa anda mengerti apa yang sedang anda bicarakan dalam tulisan anda.

misalnya begini.

harga sparepart komputer saat ini bisa dikatakan sudah semakin murah. anda bisa membeli mainboard dengan harga jauh lebih murah dibandingkan setengah tahun sebelumnya. demikian juga harga graphic card untuk kebutuhan anda bermain game saat ini sudah jauh lebih terjangkau.

tulisannya tidak bohong. sparepart komputer semakin murah, dan hal tersebut memang benar. tapi tidak informatif, dan tidak meyakinkan.

harga sparepart untuk komputer saat ini bisa dikatakan sudah semakin murah. sebagai contoh, sebuah mainboard produksi ASUS dengan chipset i975PE kini dibandrol dengan harga sekitar Rp. XXXX, sekitar 80% dari harga pada pertama kali rilisnya November tahun lalu.

kedua tulisan tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama: harga sparepart komputer semakin murah. tapi mana yang lebih meyakinkan?

jelas contoh kedua, karena disertai contoh yang valid. masih kurang? tambahkan saja data yang valid dari hardware yang lain. graphic card ATI X1300, misalnya. jelaskan juga lokasi di mana harga tersebut berlaku.

4. saat bingung, kurangi data

anda bisa saja menggunakan ‘data-data yang sepertinya valid’ dalam tulisan anda (di mana saja: bahkan di blog), dan tulisan anda mungkin terlihat meyakinkan. tapi ingat bahwa anda tidak sedang menulis karya ilmiah.

misalkan anda menulis di blog anda mengenai hipotesis bahwa penggemar lagu-lagu Bryan Adams tampaknya memiliki kecenderungan untuk juga mendengarkan lagu dari Michael Learns To Rock.

berdasarkan survei yang dilakukan pada Februari-Maret 2006, survei dilakukan dengan hipotesis H0 di mana penggemar lagu Bryan Adams cenderung sama atau lebih menyukai lagu dari kelompok Michael Learns To Rock.

(lalu anda menggambarkan diagram sebaran normal)

dari sini, dengan perhitungan nilai mutlak dan standar deviasi (bla-bla-bla), dengan metode one-tailed (bla-bla-bla)

tambah gambar lagi untuk distribusi ‘nilai kesukaan’ untuk masing-masing Bryan Adams dan MLTR)

…(dan seterusnya)

bagus, sih. dan dampak bagusnya, kemungkinan besar orang yang membaca akan kehilangan niat untuk mendebat anda (karena mungkin nilai kuliah Statistika-nya tidak sebagus anda!). tapi lupakan itu, sebab hal tersebut lebih tepat untuk konsumsi karya ilmiah.

akan jauh lebih mudah membuat pembaca anda (yang mungkin tidak semuanya mengerti Statistika) bila anda menggunakan data-data ‘biasa’: jumlah responden, metode (misalnya dengan penggunaan ‘faktor nilai kesukaan untuk Bryan Adams atau MLTR’), dan persentase. dan akhirnya, hasil bahwa H0 tidak dapat ditolak, misalnya.

metode ilmiahnya ke mana? itu perlu… tapi tidak harus dibeberkan semua, kan? jangan lupa pakai bahasa yang dipahami manusia secara umum, yah.

5. jadi…

sebenarnya, masih bisa panjang sekali kalau mau ditulis di sini. bisa dikatakan, banyak sekali hal yang membuat sebuah tulisan bisa terlihat ‘lebih meyakinkan’ dibandingkan tulisan yang lain, bahkan sekalipun ide yang disampaikan sama.

dan perlu diperhatikan juga, bahwa apa-apa yang ditulis di sini tidak bersifat mutlak, dan ditujukan untuk tulisan yang memiliki nilai informasi: entah berupa opini, berita, atau sejenisnya. untuk bentuk tulisan yang lain (misalnya cerpen, atau bahkan katarsis anda di blog =) ) bentuknya sih bisa terserah-anda.

…yah, sebenarnya yang penting kan bagaimana caranya anda bisa membuat tulisan anda dibaca sampai habis. sederhana saja, kok.

a lost entry

kalau anda memperhatikan (alah, memangnya siapa yang mau memperhatikan? =P), ada sebuah post yang ‘hilang’ dari halaman ini. tadinya gw juga tidak menyadarinya… sampai gw memeriksa backup dari content website ini di server lokal (baca: offline).

agak bingung juga bagaimana hal seperti itu bisa terjadi, mungkin juga admin-nya salah klik dan akhirnya men-delete post tersebut, entahlah. meskipun demikian, setelah sedikit utak-atik akhirnya post tersebut — berikut comment yang ada — berhasil di-retrieve dan kembali online.

post yang bersangkutan bisa dilihat di entry yang bersesuaian.

unfortunate streak

“hidup itu seperti roda. kadang di atas, kadang di bawah. tapi sayangnya, kadang-kadang rodanya nyangkut…”

___

percaya atau tidak, kayaknya beberapa hari ini gw persediaan keberuntungan gw menipis. atau bisa dibilang, sepertinya gw sedang mengalami serentetan kejadian berupa ‘rangkaian ketidakberuntungan yang tidak menyenangkan’.

eh… hal seperti ini biasanya disebut orang dengan ‘sedang sial’ atau ‘nggak nasib’. apalah itu, pokoknya tidak menyenangkan.

oh, oke, mari kita daftar saja satu-per-satu secara kronologis. dimulai dari kejadian di hari Senin, 12 Januari 2007, selanjutnya adalah trivial pursuit yang diharapkan akan cepat berakhir.

  1. setelah beberapa bulan, gw berencana untuk meng-upgrade engine dari website ini yang tadinya menggunakan WordPress 2.0.2. dengan rilis WordPress 2.1 yang sudah available sejak lebih dari dua minggu yang lalu, rencana siap dijalankan… tapi sayangnya, proses upgrade gagal total karena koneksi FTP yang bermasalah ke server. dicoba sekali, dua kali, dan seterusnya, upload engine baru tidak berhasil.
  2. sebelumnya, gw berencana untuk main ke tempat kos seorang rekan yang bernama Daniel Albert untuk meng-copy hasil fansub dari sebuah serial J-Drama. setelah kejadian (1) yang agak menyebalkan, akhirnya sampai di tempatnya… dan ternyata tidak ada LAN controller di komputer tersebut, mengakibatkan transfer data tidak bisa dilakukan. tadinya, transfer data direncanakan akan dilakukan dengan teknik peer-to-peer dengan menggunakan kabel LAN ke M-E-T-E-O-R- (= laptop yang hampir selalu gw bawa ke mana-mana).
  3. masih di tempat yang sama, gw dibantai berturut-turut dalam pertandingan Winning Eleven. Liverpool, Chelsea, dan Juventus terus-menerus membobol gawang Thierry Henry dan kawan-kawan, menghasilkan salah satu losing streak paling parah yang pernah gw alami dalam tiga tahun terakhir di kancah Winning Eleven.
  4. berhubung sang pemilik kamar menawarkan untuk menginap (terima kasih Albert =) ), dan dasar gw memang ‘selalu siap menggelandang’ (baca: selalu membawa perlengkapan ke mana-mana =P ), maka gw pun menginap. kuliah pagi jam 0800 di hari Selasa, dan gw-pun tidur. tapi gw bangun agak kesiangan, dan hujan turun dengan deras nggak ampun-ampun. gimana caranya jalan kaki dari Kukusan ke Fasilkom dengan hujan kayak begitu dan tetap kering? ampun deh.
  5. sampai di kampus, setelah kuliah dan berbagai hal sejenisnya, gw kembali mencoba upgrade engine website ini, dan proses upgrade gagal lagi. oh, bagus. tapi sayangnya, bukan cuma itu. dengan demikian, engine lama sudah dibuang, dan engine baru tidak bisa di-install, mengakibatkan terjadinya kerusakan sehingga engine website ini tidak bisa digunakan. untungnya, content dari website ini sudah di-backup.
  6. oke, akhirnya dengan sedikit pengetahuan yang dipelajari dari kuliah Basis Data dan pengalaman melakukan koneksi ke database, gw membuang seluruh isi dari fileserver website ini, dan mencoba untuk meng-install kembali ke engine lama. sialnya, ternyata gw tidak bisa mengakses website ini melalui browser, dan hanya menemui error berupa ‘connection timed out’. belakangan, gw mengetahui bahwa tampaknya HTTP server yang digunakan sedang down, sehingga website ini tidak bisa diakses dari mana-mana. kok jelek banget sih waktunya?
  7. malamnya, gw kembali ke kos… dan ternyata, gw baru ingat bahwa salah satu lampu yang ada di kamar tidak menyala sejak beberapa hari yang lalu. untungnya, masalah selesai dengan cepat setelah lampu diganti. lagi-lagi, kok jelek banget sih waktunya?

dan gw berharap semoga hal tersebut cukup sampai di situ saja. dan masih dengan keadaan di mana HTTP server di csui04.net sedang down, maka tulisan ini kemungkinan akan sudah tidak aktual lagi ketika anda membacanya.

sudahlah. setidaknya, pengalaman gw bertambah soal upgrade engine, koneksi FTP dan HTTP, dan pengalaman lainnya. setidaknya, sesuatu tidak sia-sia.

___

footnote:

  • peer-to-peer — menghubungkan antara dua buah komputer dengan sebuah kabel LAN (= Local Area Network, jaringan lokal). gampangnya sih kira-kira seperti jaringan mini dengan dua buah komputer.
  • LAN Controller — device untuk menghubungkan komputer ke dalam jaringan. itu lho, colokan yang kayak jack kabel telepon, tapi sedikit lebih besar di belakang komputer.
  • HTTP — HyperText Transfer Protocol, salah satu metode koneksi dalam internet (atau secara umum, jaringan komputer). umumnya digunakan ketika sebuah halaman dibuka dengan sebuah browser.
  • FTP — File Transfer Protocol, juga salah satu metode koneksi dalam internet (atau secara umum, jaringan komputer). penggunaannya biasanya untuk transfer file antar server, misalnya untuk upload materi website dan sebagainya.

___

ditulis pada hari Selasa, 13 Februari 2007. saat ini, server csui04.net masih belum bisa diakses melalui browser. kalau anda bisa membaca tulisan ini, seharusnya sih server-nya sudah jalan lagi =P