memperalat tuhan?

ada sebuah pertanyaan yang menarik yang menjadi pemikiran gw hari-hari ini.

benarkah Tuhan, dengan segala ketidakterbatasan dan ketidakterjangkauannya, adalah solusi instan bagi segala masalah manusia?

kenapa gw bertanya seperti itu? sebab banyak sekali contoh di mana manusia kerap menggunakan sesuatu yang mereka sebut sebagai ‘Tuhan’ sebagai sebuah senjata yang satu dan satu-satunya: yang membedakan ‘kita’ dan ‘bukan kita’. yang membedakan antara ‘mukmin’ dan ‘fasik’, atau yang ‘beriman’ dan ‘tidak beriman’. dan yang membedakan antara ‘kita yang benar’ dan ‘mereka yang salah’.

hal ini termasuk gerakan neokonservatisme — yang kadang menjadi terlihat sulit dibedakan dengan ‘fasisme agama’, atau ‘fundamentalisme’ yang bisa jadi berujung ke ‘terorisme’.

dan sayangnya, keadaan yang disebut oleh Karen Armstrong dalam bukunya A History of God sebagai ‘teologi yang mengerikan’, dalam taraf yang lebih rendah tampaknya masih terjadi di berbagai tempat di belahan dunia. di Amerika Serikat dengan neokonservatisme berbasis ajaran Kristen (atau dikenal juga dengan sebutan ‘Kristen kanan’) sampai gejala sejenis di Indonesia dengan jargon ‘penerapan asas Islam untuk kemajuan bangsa’ (yang disebut sebagai penerapan Islam yang kaffah oleh pembicaranya) adalah hal yang sama saja: penggunaan agama sebagai tembok pemisah benar-dan-salah, yang dianggap mutlak adanya.

maka agama menjadi alasan untuk mengatakan: kamu bukan bagian dari kami, maka pergilah ke neraka. dan dengan demikian mereka yang bukan-kita seolah menjadi layak diperangi, sembari harap-harap cemas bahwa kebersamaan kita dengan mereka mungkin akan diakhiri dengan pemurtadan atau fitnah yang sembunyi-sembunyi.

…ya, itu saat-saat di mana seorang muslim mengatakan bahwa ‘mereka yang bukan Islam tidak akan menjadi penghuni surga’, sebuah kalimat yang cukup sering terdengar, dan entah kenapa bisa cukup populer di beberapa kalangan. betapa Tuhan yang satu dan tak terjangkau seolah telah diperalat menjadi stempel: kami benar dan kalian salah. dan dengan demikian sebuah agama menjadi seolah kehilangan esensi: dari sebuah keberkahan untuk seluruh umat manusia menjadi senjata untuk memprasangkai yang bukan-kita.

dan dengan demikian manusia berharap: bahwa di tengah dunia yang tidak sempurna, Tuhan menjadi sebuah jawaban: jawaban bahwa dengan melakukan apa yang seolah perintahNya, segala masalah akan usai, dan bahagia yang abadi akan datang: sebuah ajakan yang sekaligus berbahaya untuk memusuhi Setan yang termanifestasi dalam bentuk ‘mereka yang bukan-kita’.

…ya, seperti halnya yang terjadi dengan sikap seorang muslim terhadap Palestina: bahwa siapapun yang bukan-kita adalah musuh Tuhan, dan harus diperangi. seperti halnya ketika seorang muslim mengatakan ‘dunia indah tanpa Israel’, tanpa pengetahuan bahwa gerakan anti-Zionisme eksis di Israel, atau fakta bahwa mereka mungkin telah termakan propaganda Zionisme yang mencampuradukkan antara ‘anti-Semit’ dengan ‘anti-Zionis’: dua hal yang jauh berbeda dan dianggap sama — sebuah propaganda yang berhasil, dan tampaknya masih laris sampai saat ini.

atau seperti halnya Irak dan Afghanistan, di mana ‘mereka yang bukan-kita’, demi nama Tuhan, dihajar habis dan dijatuhkan: sebuah bentuk dari neo-konservatisme berbasiskan agama di Gedung Putih yang kini semakin kehilangan daya tariknya: Tuhan ternyata tidak menang di Irak, dan hanya meninggalkan kehancuran dan korban perang.

Tuhan adalah senjata: dengan nama Tuhan terjadi pembantaian pada 1965-1966, Poso, Maluku, dan sebagainya. Tuhan adalah senjata: dengan nama Tuhan terjadi peledakan bom Bali, teror di WTC, dan sebagainya.

sebuah dunia yang tidak sempurna, dan dicoba untuk diubah demi nama Tuhan — yang satu, maha kuasa, dan tak terjangkau. dan menghasilkan diskriminasi, saling curiga, bahkan pembantaian. dan dengan demikian menghasilkan kesombongan bahwa agama adalah solusi yang harus ditegakkan dengan segala-cara: demi terciptanya ‘kehendak Tuhan’.

Tuhan, yang satu dan berkuasa, dengan segala ketidakterjangkauannya oleh akal manusia. dan dengan menggunakan Tuhan sebagai senjata, manusia telah ‘memperalat’, sekaligus menjatuhkan Tuhan: bahwa bila memang demikian benar adanya, maka Tuhan tidak menang di Irak, juga berarti bahwa Tuhan mengajarkan untuk memusuhi mereka yang bukan-kita.

…dan dengan demikian, Tuhan telah dinilai sebagai begitu rendahnya: alat menuju kesombongan, tempat berjualan tiket menuju surga, atau bahkan alasan untuk memusuhi. dan dengan demikian, manusia sekaligus telah mengebiri Tuhan: memaksakannya ke dalam kehidupan manusia yang tidak-sempurna, sekaligus memberinya kontradiksi yang bertentangan dengan segala sifatnya yang menjadi esensi dari agama.

pintunya bohong…

anda tentu tahu sesuatu yang bernama ‘pintu’. yah, sesuatu yang hampir selalu digunakan manusia untuk masuk atau keluar dari suatu ruangan.

sekarang, pertanyaannya. pernahkah anda memperhatikan bahwa pintu yang anda masuki mungkin kadang-kadang ‘berbohong’? hal ini berlaku terutama pada pintu-pintu yang berada di tempat-tempat umum. ATM, supermarket, rumah sakit, dan sebagainya… kadang-kadang ruang pertemuan atau auditorium juga, walaupun tidak selalu.

dalam pintu-pintu yang ada di tempat-tempat umum, kita sering menemukan tulisan di pegangan pintu: TARIK atau DORONG, tergantung dari sisi mana kita memasuki ruangan. normalnya sih pintu seperti ini terbuka-ke-dalam, alias kalau anda dari luar, anda harus mendorong pintu ke arah dalam ruangan, dan sebaliknya kalau anda hendak keluar dari ruangan.

…yah, setidaknya hal tersebut yang gw pelajari sebagai konvensi pembangunan rumah atau pertokoan kalau melihat denah yang sedang dikerjakan oleh seorang arsitek.

kembali ke masalah TARIK dan DORONG (atau PULL dan PUSH, kalau versi bahasa Inggrisnya. meskipun demikian versi bahasa Indonesia lebih umum terlihat di sini, sih). ada kenyataan yang agak ‘menarik’ bahwa pintu-pintu tersebut kadang-kadang (seringkali?) ‘tidak jujur’ alias ‘bohong’: mereka tidak bertingkah seperti apa yang mereka ‘katakan’. hal ini berlaku terutama pada pintu yang agak ‘modern’ (baca: pintu kaca dengan kerangka besi atau aluminium), sementara pintu-pintu yang agak lama (baca: pintu kayu, atau beberapa jenis dari pintu kaca) masih lebih ‘jujur’.

jadi begini. masalahnya adalah, kalau anda pergi ke ATM atau supermarket atau tempat-tempat yang sudah gw sebutkan tadi, kemungkinan anda akan menemukan pintu yang bersifat dua-arah. maksudnya, anda bisa masuk dari luar dengan mendorong pintu, sementara anda juga bisa keluar dari dalam dengan mendorong pintu. jadi sebenarnya, tulisan TARIK dan DORONG itu tidak jujur.

well, tidak sepenuhnya bohong, sih. mereka memang akan terbuka kalau anda menarik pintu dari sisi yang bertuliskan TARIK, dan akan terbuka juga kalau anda mendorong pintu dari sisi yang bertuliskan DORONG. tapi sebenarnya, hal yang sama juga berlaku kalau anda melakukan hal yang sebaliknya: iyalah, pintu itu memang dua arah!

jadi sebenarnya (setidaknya menurut penglihatan gw), tidak ada gunanya juga dipasang TARIK dan DORONG seperti itu, padahal pintunya memang dua arah.

yah, memang tidak semua pintu seperti itu, sih. kalau anda perhatikan, pintu-pintu kayu atau pintu kaca yang dilengkapi penutup pintu hidrolik yang ada di tempat-tempat umum (misalnya rumah sakit) memang bertuliskan TARIK dan DORONG, tapi lebih ‘jujur’: pintu-pintu tersebut memang hanya terbuka ke satu arah. kalau anda mencoba menarik pintu tersebut keluar, pintu tersebut memang tidak akan terbuka.

jadi kalau dipikir-pikir, kenapa juga pintu dua arah itu harus ditulisi TARIK dan DORONG? padahal sebenarnya hal tersebut tidak perlu. dan dengan demikian, terjadi inefisiensi di mana tambahan biaya dikeluarkan untuk penulisan papan TARIK dan DORONG tersebut, yang sebenarnya tidak perlu.

hmm. pintu tidak selalu jujur, ternyata.

printStackTrace()

percayakah anda, bahwa hal yang kelihatannya sepele kadang-kadang bisa meningkatkan coding speed? saya sih percaya. apalagi kalau hal tersebut berkaitan dengan ‘menemukan salah apa di mana’ dalam program yang panjangnya bisa sampai ratusan baris (atau bahkan bisa ribuan, kalau dihitung dari semua file yang ada). yah, pokoknya program yang bisa berlembar-lembar kalau di-print semuanya.

euh… anda yang tidak atau kurang familiar dengan programming mungkin agak bingung dengan judulnya yang ‘aneh’. jadi sebelumnya, mari kita bicarakan dulu apa yang akan saya tulis di sini.

dalam programming, seorang programmer menuliskan perintah-perintah dalam sebuah file. anggap saja file ini kayak daftar perintah yang harus dikerjakan oleh komputer, jadi sang komputer ini bisa bertindak sesuai kemauan kita. bahasa-bahasa yang digunakan bisa dibilang ‘kaku’ dan ‘aneh’ untuk ukuran manusia ‘normal’, jadi sebaiknya tidak usah dipikirkan kalau anda memang tidak berkepentingan dengan hal tersebut =P.

jadi, dalam program yang jumlahnya bisa sampai ratusan atau ribuan baris (yang sekarang sedang gw kerjakan sih 800an baris, dan ada file lain 200an baris, dan masih ada beberapa file lagi yang lain, jadi kayaknya 1000 baris lewat tuh =P), perlu ada suatu pengecekan per bagian: ada yang salah nggak sih?

nah, kadang-kadang, sebagian (besar?) programmer lebih suka untuk (atau secara tidak sadar) melakukan pengecekan error yang tidak menjelaskan error-nya ada di mana, misalnya dengan penggunaan kata-kata seperti “salah tuh” atau “hoiii” yang dicetak ke layar. atau ketika ada kesalahan query dalam input ke database, pesan error-nya hanya “query-nya salah tuh”.

dan sejujurnya, gw termasuk yang demikian juga… kadang-kadang =).

dan gw berakhir dengan bingung sendiri, karena akhirnya harus sering-sering ctrl+F (ini fungsi find , tahu kan, misalnya untuk mencari kata tertentu di notepad atau sejenisnya) untuk mencari kesalahan pada program yang sedang gw kerjakan.

yah, gw sih merasa lebih terbantu kalau misalnya query database yang bermasalah ditampilkan ke layar (soalnya mungkin saja gw kurang tanda kutip atau sejenisnya, jadi kan salah tuh).

dan yang lebih mengganggu lagi, kalau anda menggunakan try-catch dalam Java (ini salah satu bahasa pemrograman, banyak kok yang lain =) ). hal yang menyebalkan bisa terjadi, misalnya sebagai berikut.

try {

//…blok program

} catch (Exception e) { }

ada masalah kecil. ketika ada exception (yang biasanya terjadi karena kesalahan dalam programming, walaupun tidak selalu) yang terjadi di program tersebut. kenapa? jelas, kan. ketika terjadi exception, tidak ada pesan yang ditampilkan! mau NumberFormatException, IOException, atau NullPointerException juga akan terasa baik-baik saja… kecuali sebegitu fatalnya sampai program yang dibuat menjadi crash.

jadi mungkin ada baiknya kalau pesan yang diberikan lebih jelas. kalau query-nya salah, tuliskan query yang salah itu apa-adanya. kalau ada percabangan, tuliskan dengan jelas status dan variabel yang ada. pokoknya apapun yang ada sejelas mungkin, sehingga rekan programmer anda cukup terbantu untuk memperbaiki program yang anda kerjakan.

dan yang jelas, sebagai programmer, dengan demikian anda akan menguntungkan rekan anda yang bertugas untuk membenahi program yang anda buat. iyalah, rekan anda mungkin masih harus belajar dulu mengenai istilah “hoii” “wahh” atau “lewat sini” yang anda buat. dan percayalah, rekan anda mungkin akan sedikit frustrasi kalau harus membolak-balik ratusan baris program demi mengetahui arti dari ‘kata-kata sakti’ yang anda tuliskan =).

kembali ke contoh tadi, sebenarnya lebih efisien dengan menggunakan printStackTrace(). iyalah, dengan demikian anda langsung tahu anda salah apa, di mana, bahkan sampai ke baris berapa. jauh lebih informatif dibandingkan dengan contoh pertama tadi.

try {

//…blok program

} catch (Exception e) { e.printStackTrace(); }

jadi sebenarnya, hidup itu bisa dibuat mudah. setidaknya, lebih mudah untuk rekan anda yang mungkin masih harus memperbaiki program yang masih harus di-debug, dengan atau tanpa ‘kata-kata sakti’ yang anda tuliskan.

___

footnote:

  • bug – kesalahan pada program, mengakibatkan hasil yang dikerjakan komputer tidak sesuai harapan programmer.
  • query – perintah yang dimasukkan pada database, misalnya untuk mencari data dengan kriteria yang diinginkan.
  • exception – hal yang terjadi karena perintah yang tidak dapat di-handle oleh komputer, misalnya input alfabet atau huruf untuk variabel yang diolah secara numerik.

___

pengalaman pribadi. mari kita budayakan programming yang bertenggang-rasa =)

Kamen Rider Kabuto OST — NEXT LEVEL

dari serial Kamen Rider Kabuto yang review-nya sempat gw tulis beberapa waktu yang lalu, kali ini gw akan menuliskan mengenai opening theme-nya yang dibawakan oleh Yu-Ki, yang diberi judul NEXT LEVEL.

lagu ini mengisi opening theme dari serial tersebut sejak episode pertama, dan sampai saat ini masih belum tergantikan di serial yang sejauh ini masih running di negara asalnya tersebut. nuansanya yang upbeat dengan gaya yang agak-agak techno sebenarnya cukup pas untuk opening theme dari serial Kamen Rider modern, dan menurut gw cukup enak untuk didengarkan… tapi ini sifatnya subjektif, sih. anda yang agak kurang suka lagu yang upbeat dengan tempo tinggi dan gaya yang agak techno mungkin akan berpendapat lain.

oh, iya. yang gw tulis di sini adalah versi aslinya, jadi ada bagian-bagian yang tidak ada di TV-version-nya. lyrics dengan huruf italic, dan translation-nya dengan huruf plain. mohon koreksi kalau ada salah translate, berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

NEXT LEVEL
Yu-Ki

kimi ga negau koto nara
subete ga genjitsu ni naru darou
erabareshi mono naraba
bousou wo hajimeteru
sekai wo moto ni modosu ni wa mou
jikan ga nai

if you wish for it,
then everything will come true
if you are the chosen one
things are getting out of control,
but the world is already back to normal
there is no time

MOVING FAST kokoro no tokei hashirase
ashita no sono saki e

moving fast, run the clock in your heart [1]
go past tomorrow [2]

kimi no tonari tatakau tabi umarekawaru
me ni mieru SPEED koeteku MOTION
ittai jibun igai, dare no tsuyosa
shinjirareru

everytime I’m fighting by your side, I’m reborn
seen in my eyes, a speed-exceeding motion
unless yourself, the strength of the others
can you trust them?

kousoku no VISION minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the light-speed vision
if you can follow it

hikari ga sagashiteiru
atsui kumo no aida kagayaku
erabareshi mono dake wo
kimi ga souzou shiteta
mirai ga arukidashita michi ni
mirai wa nai

looking for the light
with the glowing space of the warm cloud
you are the only chosen one
as I saw your figure [3]
walking the path of future,
there is no tomorrow

TAKE A CHANCE kokoro ga motometsuzuketa
shunkan koko ni aru

take a chance, keep on searching for a heart
which has been here by the moment

dare mo inai jikuu hitori shinkashiteku
mitaiken AREA de hajimaru REAL
zettai jibun dake ga kono jidai wo
kaete yukeru

there is no one, I’m alone in this silent space
this area is beginning to become real
you are absolutely the only one in this era
who is changing it

saikyou no LEGEND minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the ultimate legend [4]
if you can follow it

kimi no tonari tatakau tabi umarekawaru
me ni mieru SPEED koeteku MOTION
ittai jibun igai dare no tsuyosa
shinjirareru

everytime I’m fighting by your side, I’m reborn
seen in my eyes, a speed-exceeding motion
unless you, the strength of the others
can you trust them?

kousoku no VISION minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the light-speed vision
if you can follow it

dare mo inai jikuu hitori shinkashiteku
mitaiken AREA de hajimaru REAL
zettai jibun dake ga kono jidai wo
kaete yukeru

there is no one, I’m alone in this silent space
this area is beginning to become real
you are absolutely the only one in this era
who is changing it

saikyou no LEGEND minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the ultimate legend
if you can follow it

 

 

___

footnote:

[1] bisa juga diartikan ‘speed up the clock in your heart’, tapi gw lebih suka menuliskan arti harfiahnya saja di sini.

[2] saki artinya ‘destination’, jadi seharusnya ‘go to tomorrow’s destination’ tapi supaya lebih enak gw tulis sebagai ‘go past tomorrow’. sama saja, sih.

[3] souzu artinya ‘illustration’. di sini gw menuliskannya sebagai ‘figure’. seperti halnya [2], konteksnya tidak jauh berbeda.

[4] sempat bingung mau mengartikannya sebagai ‘strongest’ (ini arti harfiah dari saikyou) atau ‘ultimate’. berdasarkan pertimbangan penerjemahan bahasa Inggris yang enak, akhirnya jadi seperti itu.

___

dedicated to: those who seek the lyrics and translation
message: go check it (and tell me if you find any mistake) =)

lag of update… due to course stuffs

coba perhatikan sebuah kalender yang ada di sidebar di sebelah kanan website ini. ada suatu hal yang ‘tidak biasa’ di sana.

iyaa, ada dua baris dari kalender yang nyaris kosong-melompong, yang berarti nyaris tidak ada update dalam dua minggu terakhir. hal yang tidak biasa karena biasanya gw hampir selalu meng-update content dari website ini dalam interval 2-3 kali per minggu. yah, itu dalam kesibukan yang normal. masalahnya, tampaknya hari-hari ini memang ‘agak kurang normal’, setidaknya untuk gw.

jadi begini. sebenarnya, hal ini juga bukanlah sesuatu yang akan gw lakukan dengan sukarela, mengingat gw sendiri bukannya tidak punya bahan untuk ditulis di sini (sudah ada banyak banget bahan yang mengantri di kepala gw untuk ditulis, to tell the truth =) ). tapi tampaknya, berbagai macam kesibukan memang turut mengganggu keasyikan gw untuk menulis di sini.

jadi ada hal menyebalkan khas akhir semester yang lazimnya disebut sebagai ‘ujian akhir semester’. hal yang masih wajar kalau dilaksanakan dalam cara yang biasa: dua minggu ujian untuk enam kuliah dengan bentuk ujian normal. masalahnya, untuk semester ini ujian yang ada tidak bisa dikatakan ‘normal’.

ada satu minggu ujian dengan lima kuliah yang diujikan, dan minggu berikutnya (setelah libur hari Natal pada 25 Desember) satu kuliah lagi. belum selesai, karena dari enam kuliah, hanya tiga buah yang berbentuk ujian normal alias tulis-jawaban-di-kertas. tiga lagi berupa proyek dan presentasi.

sebentar. sebelum anda pembaca bertambah bingung, mari kita perjelas dulu. gw kuliah di jurusan Computer Science, dengan 18 SKS di semester ini. dan kuliah yang ada adalah sebagai berikut.

  1. Analisis Numerik — matematika tingkat lanjut untuk penerapan di bidang Computer Science. persamaan linear dan non-linear, interpolasi, dan sebagainya. tidak usah dipedulikan kalau anda tidak mendalami Computer Science atau matematika, hidup sudah cukup menyenangkan kok tanpa itu =). 18 Desember.
  2. Prinsip-Prinsip Sistem Informasi — atau disingkat sebagai PPSI, dan lebih sering lagi disebut sebagai ‘PePSI’ oleh peserta kuliahnya. tidak ada hubungannya dengan softdrink. kuliah mengenai dasar-dasar pembangunan Computer-Based Information System. 19 Desember.
  3. Teori Bahasa dan Automata — lebih banyak membicarakan soal logika dan konsep-konsep Finite-State Machine untuk melaksanakan algoritma. kira-kira sih soal bangun-membangun konsep mesin sederhana. ujian kali ini open notes. 20 Desember.
  4. Manajemen Proyek — kuliah yang khusus mempelajari mengenai Project Management. ujian dalam bentuk presentasi Project Plan, dengan dewan penguji adalah pak dosen sebagai pengajar (yang sudah sangat berpengalaman di berbagai proyek skala besar), dan asisten-asisten yang juga sudah berpengalaman soal beginian. 21 Desember.
  5. Proyek Perangkat Lunak — kuliah dengan bentuk penyelenggaraan proyek software engineering yang bersifat real project. ujian dengan bentuk presentasi final dengan menjelaskan mengenai proses pengembangan, stakeholder atau klien-klien yang terlibat, dokumentasi dari sistem, dan sebagainya. kuliah ini terutama menyita waktu karena harus mengelola proyek betulan. 22 Desember.
  6. Sistem Interaksi — kuliah yang membahas mengenai perancangan interface, khususnya Graphical User Interface. tahu kan, kalau di sistem operasi Windows misalnya ada tombol ’start’, kalau di Mac OS ada dock, dan sebagainya soal itu. ujian akhir berupa presentasi proyek perancangan sistem interaksi. 28 Desember.

hal ini agak berbeda dengan semester sebelumnya di mana ujian yang diberikan relatif lebih santai, dua minggu ujian untuk enam mata kuliah (jadi 3 di awal, 3 di akhir) dengan bentuk ujian yang ‘normal’. sekarang, satu minggu diisi 5 ujian, dengan dua ujian berupa task yang harus dipersiapkan sebelumnya (baca: presentasi dan proyek).

dan akhirnya, masa ujian kali ini sukses membuat gw hanya sempat tidur di kos satu hari saja dalam seminggu terakhir. sisanya? gw menggelandang ke berbagai tempat… untuk mengerjakan berbagai hal sehubungan dengan ujian kali ini. dan terima kasih untuk kebaikan rekan-rekan yang bersedia menerima gelandangan ini di tempat mereka.

no pain, no gain. but not all pain is gain. masalahnya, yang manakah yang akan terjadi pada gw?

___

special thanks:

  • Albert untuk tempat yang gw singgahi menjelang UAS Anum – TBA. terima kasih sangat banyak untuk anak ini.
  • Michael untuk kesediaannya menunggu kiriman dokumen yang masih gw proofread sampai lewat jam 0100.

fungsi cinta yang invertible

sebenarnya, gw tidak terlalu suka membicarakan hal seperti ini… tapi mungkin, kali ini akan jadi sedikit perkecualian. kenapa begitu, sebenarnya lebih karena beberapa orang di sekitar gw tampaknya menjadi ‘korban infotainment’ dengan membahas masalah seperti ini, yang menurut gw sudah jelas sekali masalahnya, setidaknya untuk gw.

well, anggap saja ada seorang tokoh x yang tampaknya cukup populer tiba-tiba melakukan sesuatu, dan tampaknya beberapa orang di sekitar gw agak terguncang-begitu-deh. dan sejujurnya, gw agak sebal juga melihat kenyataan bahwa orang-orang di sekitar gw ini begitu mudah terguncang hanya karena masalah sepele seperti ini.

hmm. gw malah tidak terlalu peduli soal itu. menurut gw, ini cuma soal perbedaan prinsip saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan =).

jadi begini. sebenarnya, masalahnya sederhana saja. menurut gw, cinta (atau secara formal: komitmen) adalah hal yang seharusnya bersifat sebagai fungsi yang invertible. dalam matematika, hal tersebut dinyatakan sebagai fungsi yang memiliki fungsi invers di mana fungsi invers tersebut akan menghasilkan nilai variabel yang sama ketika hasil dari fungsi pertama dimasukkan.

definisi fungsi invers ini lebih enak kalau ditulis saja. lupakan bagian ini kalau anda sudah cukup memahami matematika masa SMU.

misalnya gw punya fungsi f(x), maka bila fungsi tersebut invertible gw akan memiliki fungsi f'(x) yang merupakan invers dari f(x).

jadi, misalkan f(yud1) = seseorang, maka f'(seseorang) = yud1. kira-kira seperti itu. yud1 dan seseorang adalah variabel di sini.

jadi kalau f(yud1) memiliki hasil lebih dari satu, maka fungsi tersebut tidak valid, dan sebaliknya, f'(seseorang) seharusnya menghasilkan nilai yud1, sesuai definisi fungsi invers di atas.

…perhatikan bahwa gw menulis f'(x) bukan f[pangkat-minus-satu](x) karena gw malas mengetik superscript. jangan anggap itu turunan, definisinya itu invers.

dan dengan demikian, gw sangat tidak menghargai orang-orang yang melakukan poligami atau selingkuh atau apalah-sebagainya, tidak peduli laki-laki atau perempuan, karena menurut gw hal seperti itu sangat menyedihkan. iyalah, apa yang bisa diharapkan dari seseorang yang memegang komitmennya sendiri saja tidak bisa?

kembali ke masalah. jadi sebenarnya, masalah fungsi cinta yang invertible ini tampaknya tidak berlaku dalam banyak contoh dalam kehidupan di dunia ini. kalau dipikir-pikir, hal ini mungkin sebenarnya sejalan juga dengan materi yang gw terima dalam kuliah Aljabar Linear dan Analisis Numerik, di mana fungsi-fungsi yang berupa sistem persamaan seringkali tidak invertible alias singular.

tapi ada hal yang sedikit kontradiksi di sini. orang-orang yang mendalami psikologi mungkin sudah agak lama memahami bahwa proses memandang manusia dan perbuatannya tidak bisa dimodelkan sesederhana persamaan matematis, karena pada dasarnya persamaan matematis sendiri hanyalah sebuah model yang mencoba memetakan fenomena yang lebih kompleks.

…yah, gw sih nggak peduli, pokoknya gw lebih suka memandang cinta sebagai fungsi yang seharusnya invertible =).

ngomong-ngomong, ada quote dari kuliah Teori Bahasa dan Automata yang sudah cukup terkenal di kalangan mahasiswa yang telah mengambil kuliah tersebut:

“setiap pekerjaan algoritmik yang dapat dilakukan oleh manusia dapat dilakukan oleh mesin Turing”

tidak ada yang membantah. tapi ada quote lain yang juga cukup terkenal.

“salah satu masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh mesin Turing adalah masalah percintaan.”

oh, iya. untuk anda yang mungkin belum pernah mendengar mengenai mesin Turing, definisinya sebagai berikut.

Mesin Turing: model mesin sederhana yang mampu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang bersifat algoritmik. digambarkan sebagai sebuah konsep mesin, dan dikenal juga sebagai cikal-bakal sistem komputer.

hmm. jadi kesimpulannya, sesuatu yang bernama ‘cinta’ itu bukanlah hal yang dapat diselesaikan oleh mesin Turing, karena tidak ada algoritmanya. demikian juga hal tersebut tidak bisa dimodelkan sesederhana persamaan matematika… walaupun bisa dipetakan, walaupun tidak persis benar.

…tapi entah kenapa, gw masih lebih suka memandang cinta sebagai fungsi yang seharusnya invertible =).

jadi dengan demikian, pesan moral yang gw pelajari dari kuliah-kuliah tersebut adalah bahwa ada hal-hal dalam kehidupan ini yang tidak bisa diduga dan diprediksi dalam sudut pandang yang sedikit-kaku seperti itu. dan mungkin saja dalam kehidupan ini gw menemukan banyak sekali fungsi-fungsi — beberapa yang disebut sebagai ‘cinta’ — yang sayang sekali sifatnya non-invertible alias singular. dan kenyataannya, tampaknya demikianlah yang terjadi.

…yah, selamat datang di dunia nyata.

hari itu hujan

hari itu juga hujan.

suatu saat di mana lampu-lampu tampak kabur dan kurang-jelas, sudah menyala namun langit juga tampak belum gelap benar. suatu hari di masa lalu yang jauh, dan sudah begitu lama seolah hendak kulupakan saja — dan dengan menyebalkannya datang kembali setiap kali aku berjalan di malam hari yang sedikit berhujan.

dan hari ini, setiap langkah yang ada menjadi begitu menyiksa seiring dengan titik-titik hujan yang jatuh di kepala, menyisakan rambut basah dan pandangan buram padaku — dan kenangan akan masa yang dulu itu.

lampu-lampu jalan tampak tidak bersemangat, menyinari kampus dengan ogah-ogahan: beberapa malah mati sama-sekali, menyisakan jalanan temaram dan masih dengan hujan yang menimpa kepala dan membuatku sedikit-pusing — entah karena hujan itu sendiri… atau masih ada yang lainnya, aku tidak terlalu peduli.

semua orang punya kenangan; semua orang punya masa lalu. tapi tidak ada yang bisa dilakukan dengan hal itu; dan seketika letupan emosi menggelegak, menyisakan sekat tak kasat mata yang kurasa menohok tenggorokan dan dadaku — pelan, tapi telak dan mengganggu.

hari itu juga hujan.

saat-saat pandangan terasa kabur — entah karena hujan itu sendiri… atau masih ada yang lainnya, aku tidak terlalu peduli. air mata hanya akan pergi bersama tetes hujan, lepas dari peduli yang ada… seandainya hal tersebut memang demikian adanya.

aku mencoba memandang, dan terasa buram; hujan rintik-rintik menghalangi pandangan, menyisakan kilau dan cercah cahaya di yang tak tampak jelas di ujung mata. dan pijakan con-block yang basah dan terasa sedikit-licin di trotoar yang semakin sepi setelah gelap. dan sedikit gelegak ketidaknyamanan yang seolah mencoba menyiksa perlahan-lahan.

hujan tidak bisa menghapus kenangan; dan hal itu mungkin akan sedikit baik — tidak, kurasa itu menyebalkan. dan hujan turun, mengembalikan kenangan yang seharusnya sudah terkubur lama dan tak kembali lagi.

di hari itu, hujan turun. meninggalkan kenangan layaknya paku di pintu kayu. dan pandangan buram entah oleh hujan atau yang lainnya.

hari ini, hujan turun. membuka kembali kenangan akan masa lalu yang terharap untuk tidak pernah kembali. dan pandangan buram entah oleh hujan atau yang lainnya.

menghindar (bukan lari) dari masalah

tadinya, gw berpikir bahwa dalam kehidupan ini manusia mendapatkan masalah karena ketidakberuntungan mereka, sehingga hal-hal yang tidak menyenangkan terjadi. dengan demikian, sebenarnya keadaan di mana manusia tertimpa masalah ini sifatnya cenderung chaos, alias tidak tentu asal-usul dan pola kejadiannya.

…belakangan, gw menyadari bahwa hal tersebut ternyata tidak selamanya demikian; bahwa ternyata masalah-masalah dalam kehidupan manusia bisa dipandang secara lebih sederhana daripada yang gw kira semula.

percaya atau tidak, sebenarnya banyak orang memilih untuk tidak menghindari masalah yang mungkin timbul, dan baru belakangan meratapi nasibnya karena ditimpa masalah yang tidak menyenangkan. dan percaya atau tidak, sebenarnya masalah-masalah yang ada seringkali merupakan akibat dari apa yang dilakukan oleh manusia tersebut sendiri. dan (ini anehnya) manusia cenderung bersikap bahwa masalah yang mereka hadapi adalah ‘kesialan yang kebetulan datang kepada mereka’.

hmm. anda mungkin tidak percaya.

beberapa waktu yang lalu, terjadi gelombang kehilangan flashdisk di sekitar kampus Fasilkom UI. bukan gelombang juga, sih, mengingat kasusnya juga tidak terlalu banyak. tapi yang jelas, ada beberapa kasus yang signifikan.

ternyata, ada satu kesamaan yang mendasar: dari semua kasus tersebut, nyaris semuanya terjadi karena flashdisk tersebut ditinggalkan tanpa penjagaan. dan sebenarnya, masalah tersebut bisa dihindari: keluarkan flashdisk hanya ketika akan melakukan transfer data, dan lakukan unplug segera setelah transfer data selesai. dan yang paling penting: cek kembali sebelum pergi, apakah sang flashdisk sudah ada pada tempat yang seharusnya.

…sekarang, pertanyaannya: apakah hanya faktor nasib buruk yang berperan dalam kasus flashdisk yang hilang seperti itu? jelas tidak. masalah tersebut bisa dihindari, kok.

contoh lain. anda yang pernah atau masih menjadi mahasiswa tentu memahami paradoks antara nilai akademis dan kegiatan organisasi kemahasiswaan. ini adalah sebuah paradoks yang sebenarnya tidak mutlak tapi sangat populer, di mana ada perbandingan terbalik antara IPK dan keaktifan mahasiswa di organisasi. kenyataannya tidak selalu demikian, tapi entah kenapa paradoks ini populer sekali.

tentu saja, ada beberapa kasus di mana keduanya tidak dapat berjalan seiring-sejalan, dan kadang dengan imbas bahwa IPK mungkin turun karena terlalu aktif di organisasi, atau sedikit kurang ‘beredar’ karena terlalu konsentrasi ke kuliah. dan kadang, hal tersebut menjadi masalah bagi beberapa orang. misalnya, keadaan di mana IPK menjadi turun karena keaktifan di organisasi yang sangat tinggi.

padahal sebenarnya, masalah tersebut bisa dihindari. sebelum memutuskan untuk terjun ke aktivitas kemahasiswaan, pahami terlebih dahulu bahwa IPK anda mungkin turun, misalnya. dan apakah anda akan siap untuk membagi waktu secara cerdas karena mungkin akan ada masa-masa yang sibuk dan kadang terasa berat.

siapkah anda untuk itu? kalau tidak, tidak usah mengambil pilihan tersebut. dan anda tidak akan mendapatkan masalah bahwa IPK anda akan turun karena anda mungkin terlalu aktif di organisasi kemahasiswaan. iyalah, akar masalahnya saja tidak ada!

contoh lain? adaa… dan ini hal yang sangat jamak terjadi pada mahasiswa pada umumnya.

dulu, sewaktu tingkat satu, gw sering bertanya-tanya: kenapa sepertinya mahasiswa senang sekali menunda-nunda dalam melaksanakan pekerjaan, khususnya tugas yang diberikan oleh dosen? sementara waktu yang ada dihabiskan dengan browsing di lab, atau chatting, atau sekedar nongkrong di forum online.

tentu saja, tugas yang diberikan biasanya berupa programming, dan jangka waktunya biasanya cukup panjang. dan berhubung gw ini orang yang lebih suka menghindari masalah, maka gw pun mengerjakannya duluan… dan akhirnya mengumpulkan tugas duluan pula (iyalah). sementara itu, beberapa (banyak? tahu deh =O ) orang rekan masih tampak santai-santai (mulai saja belum! padahal sudah mulai dekat deadline) di sekitar lab kampus.

dan akhirnya, pada H-2 dan H-1 deadline, lab menjadi ramai oleh para mahasiswa yang baru mengerjakan tugas. masalah? jelas. lab menjadi penuh, dan anda mungkin harus berebut komputer kosong. belum lagi kenyataan bahwa anda harus berpacu dengan waktu mengejar deadline. belum lagi kalau ternyata ada bug dalam program anda yang baru ketahuan belakangan.

padahal, masalah tersebut bisa dihindari. kenapa juga harus menunggu sampai deadline? kalau sudah selesai duluan, anda malah bisa santai-santai di hari tersebut. atau kalau mau beramal, anda juga bisa membantu rekan-rekan yang belum berhasil dalam menyelesaikan tugasnya. dan sebenarnya, dengan demikian, anda sama sekali tidak kehilangan waktu santai-santai anda: anda cuma men-shift-nya saja ke arah menjelang deadline.

jadi sebenarnya, masalah seperti itu bisa dihindari. jangan salahkan nasib buruk kalau begitu, sebab sebenarnya masalah seperti itu bisa dihindari dengan baik.

tentu saja, ada perbedaan besar antara menghindari masalah dengan lari dari masalah. kalau anda menghindari masalah, anda tidak punya beban akan masalah yang memang pada dasarnya tidak ada. iyalah, anda sudah menciptakan suatu keadaan di mana suatu masalah memang tidak mungkin (atau setidaknya, kemungkinannya kecil sekali) untuk muncul.

lain soal bila di tengah perjalanan tiba-tiba anda menghadapi suatu masalah. dalam kasus ini, anda tidak punya pilihan lain kecuali menghadapi dan menyelesaikannya. dan kalau anda memilih untuk tidak menyelesaikan masalah tersebut (dengan cara membiarkannya terjadi, tidak menyelesaikannya, atau malah meninggalkan masalah tersebut), maka anda sama saja lari dari masalah. tindakan yang menyedihkan: lari dari masalah dan menjadi pengecut dalam satu tahap kehidupan anda.

beberapa orang cukup pintar untuk menghindari masalah-masalah yang mungkin timbul dalam hidupnya. beberapa juga cukup pintar untuk memilih jalan mereka sendiri dan memutuskan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang datang kepada mereka. tapi hanya orang-orang menyedihkan yang lari dari masalah dan memilih untuk tidak menghadapinya.

…termasuk yang manakah anda?

di luar hujan

…dan saat ini, sendirian, gw sedang mendengarkan lagu It’s Gonna Rain-nya Bonnie Pink.

sebenarnya enak juga kalau bisa seperti ini setiap hari… kalau saja saat ini gw tidak sedang dikejar deadline tugas dan menjelang UAS. dan suasana yang ada sekarang cukup cozy, membuat gw semakin malas mengerjakan tugas kalau begini =).

…tugas apa yang ada? Analisis Numerik. Manajemen Proyek. Sistem Interaksi. Proyek Perangkat Lunak. masih ada cukup banyak tugas. yah, mungkin nanti gw pikirkan lagi soal itu. yang jelas, sekarang gw sedang ingin sendirian dan menikmati suasana yang ada.

hmm. sekarang di playlist gw ada lagu Yucca-nya Maaya Sakamoto. kok lagunya pada ngomongin hujan begini, sih? sementara di luar masih hujan, menyisakan angin dan bau hujan yang terasa akrab, mengingatkan akan masa kecil dulu saat-saat gw bermain di dalam rumah pada sore hari yang berhujan.

eh, sekarang hujan sudah mulai reda. mungkin gw akan balik sebentar lagi. atau mungkin juga mulai coding lagi untuk PPL, atau sekadar bongkar-bongkar persamaan untuk Analisis Numerik.

…mungkin nanti. sekarang ini gw sedang ingin sendirian dulu.

current music — yucca

kalau ada lagu yang betul-betul pas menggambarkan apa yang terjadi pada gw beberapa hari terakhir ini, maka lagu ini adalah salah satunya. tadinya gw tidak terlalu memperhatikan, tapi setelah beberapa lama tidak memasang lagu ini (dulu gw masih nggak ngerti lagu ini ngomongin apa =P), gw memasangnya kembali sambil mendengarkan lyrics-nya.

lagunya sendiri bernuansa mild, dan dirilis sebagai salah satu track dari album DIVE yang dibawakan oleh Maaya Sakamoto, yang merupakan salah seorang penyanyi dan voice actress yang sudah cukup lama dikenal di J-Music dengan berbagai album dan single sejak 1996. perannya sebagai pengisi OST antara lain dilakukan untuk serial Escaflowne, Cardcaptor Sakura, Wolf’s Rain dan Tsubasa Reservoir Chronicle.

oh, iya. kalau anda pernah menonton Final Fantasy VII: Advent Children, ia juga berperan sebagai voice actress untuk karakter Aerith Gainsborough. demikian juga kalau anda masih ingat dengan karakter Lunamaria Hawke di Gundam SEED: Destiny, dan masih ada beberapa lagi yang lain.

dan walaupun sudah agak lama sejak DIVE dirilis (masih ada beberapa album setelah itu, dengan yang terakhir adalah Yunagi Loop yang dirilis pada 2005), menurut gw lagu ini masih cukup enak untuk didengar… walaupun ini sifatnya subjektif, sih.

jadi lagunya bercerita mengenai… sudahlah. silakan baca sendiri translation-nya, dan mohon koreksi kalau ada salah translate berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

Yucca
Maaya Sakamoto

nakushita mono bakari itsumo mochi aruiteita
omoide wa egao ya nukumori ya shiawase made motteru
hoshii mono subete ga nemuru kinou no hibi ni
tada hitotsu tarinai mono ga aru
boku wa yatto kidzuita

keep on losing things, but I keep on walking
smiles, warmth and happiness were fading memories
things that I want lay asleep back on those days
there is only one thing, still it’s not enough
but finally, I realized

mirai wa yatte wa konai
kono mama ja yatte konai
jibun no chiisana kara nukedasa nakucha ikenai

future will not come
at this rate, it just won’t come
I have to go out from this small shell of mine

futatsu no me wo hiraite
futatsu no te wo hirogete
sorikaeru SHINBARU no you ni

open my own two eyes
spread my own two hands
throw it out like cymbals [1]

kokoro wo yusaburu you na nani ka
sakebi dashita kunaru you na
jibun no naka no jibun ga toki wo matteru

something feels like shaking my heart
makes me want to shout it out
the one inside myself is waiting for the time [2]

sutesaru koto de mou ichido hajimari wo shiru
shukufuku wo shiteru you ni mabushii ame ga mado wo tataku yo

by leaving things behind, I learn to start once again [3]
I learn a blessing as the dazzling rain strikes upon the window

dou ni mo naranai koto ya
doushi you mo nai kimochi
sonna mono ga kitto michi wo kimete yuku
LOVE IS GLOWING

nothing can be done about it
nothing can be done about this feeling
such things will surely go on its own path[4]
love is glowing

tewatasareta kanashimi
sore wa nori koeru tame ni aru to
sora miage omou

the sorrow of surrender, [5]
that is the reason for keep on going
and that’s what I think as I look up to the sky

daremo hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

everyone goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

ooki na hitomi ga sekai no doko ka no hate de
mitsumete kureteru

somewhere in the end of the world, those eyes
are watching over me

SHINBARU no you ni
kokoro wo yusaburu you na nani ka
sakebi dashita kunaru you na
jibun no naka no jibun ga toki wo matteru

just like cymbals
something feels like shaking my heart
makes me want to shout it out
the one inside myself is waiting for the time

tewata sareta kanashimi
sore wa nori koeru tame ni aru to
sora miage omou

the sorrow of surrender,
that is the reason for keep on going
and that’s what I think as I look up the sky

daremo hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

everyone goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

 

___

footnote:

[1] SHINBARU ini sebenarnya kata serapan dari bahasa inggris ‘cymbals’, dan ditulis dengan huruf katakana. seharusnya ditulis ‘…CYMBALS no youni…‘ tapi untuk menghindari kebingungan karena nadanya nggak masuk, jadinya seperti itu.

[2] jibun no naka no jibun ga… secara harfiah berarti ‘myself inside myself…‘. berhubung jadinya nanti aneh dan membingungkan, gw menuliskannya sebagai ‘the one inside myself…’

[3] sutesaru secara harfiah berarti ‘to abandon’. di sini gw menuliskannya sebagai ‘leaving things behind’. walaupun konteksnya tidak jauh berbeda, di sini gw menambahkan kata-kata tersebut supaya lebih pas.

[4] michi wo kimete yuku (michi = ‘path’, kimeru = ‘to decide’, yuku = ‘to go’), jadi bisa juga dikatakan ‘…go on the decided path’, atau bisa juga ‘decide its path’. daripada bingung-bingung, gw menuliskan ‘go on its own path’.

[5] tewatasareta ini agak membingungkan, tapi ternyata asal katanya dari tewatasu (=’to surrender’). kanashimi adalah bentuk kata benda dari kanashii (=’sorrowful’), jadi akhirnya seperti itu.

___

someday, someone, maybe I will fall in love again.

…maybe.