current music — ignited

belakangan ini, gw mendengarkan lagi beberapa lagu yang dibawakan oleh T.M. Revolution. kelompok (eh… bukan kelompok juga, sih. lebih tepatnya mungkin kolaborasi, yah) yang dimotori oleh Takanori Nishikawa dan di-support oleh Akio Inoue dan Daisuke Asakura ini dikenal terutama lewat beberapa proyek yang dikerjakan dengan beberapa studio untuk beberapa serial anime, di antaranya Rurouni Kenshin dan Gundam SEED.

nah. salah satu dari hasil karya dari grup dengan kepanjangan Takanori Makes Revolution (nama yang agak narsis… atau gw saja-kah? =P ) ini adalah Ignited yang akan gw tulis di sini. musiknya sendiri bergaya alternatif dengan eksperimen electronic sound, dan mungkin akan terasa ‘agak ribut’ di telinga beberapa orang. soal selera sih, tapi gw menemukannya cukup enjoyable, tuh =)

khas T.M. Revolution, liriknya tidak mengumbar kata-kata gombal apalagi puisi manis ala cewek jatuh cinta. anda yang pernah memperhatikan lirik dari beberapa karya T.M. Revolution mungkin mengerti maksud saya =)

langsung saja deh, lyrics dengan huruf italic, translations dengan huruf plain, dan mohon koreksi kalau ada salah translate berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

Ignited
T.M.Revolution

yasashii sono yubi ga owari ni fureru toki
ima dake kimi dake shinjite mo ii darou?

when these gentle fingers reach the end
right now, only you, is it all right to trust?

daremo ga kuzureteku negai wo motome sugite
jibun ga ochite yuku basho wo sagashiteru

everyone is crumbled down by their wishes
yet I’m searching for a place to land

kizutsukete yureru shika dekinai
zawameku omoi ga bokura no shinjitsu nara

hurt and shaking, unable even to move
if this rustled emotions are the truth of our own

kowareau kara ugokenai
sabishii hane kasanete
deau hikari no nai jidai no
mabishisa wo misete

breaking each other that we can’t move
overlapping our wings of solitude
I haven’t seen the light but of the era [1]
let the radiance show

kanashii me no mama de
kuchizukete shimau tabi
motto zutto motto sotto
mamoreru ki ga shita

with that sorrowful eyes,
everytime with each kiss put away
all along with that gentleness
I learned the will to protect

kokoro shika dakishimeru mono no nai
kodoku no tochuu de miushinau sekai ga aru

there is nothing but a heart to hold
in the midst of loneliness, the unseen world appear [2]

kawareru koto ga kowaku naru
fukai kodou no saki ni
kawasu honoo ni egakareta
eien ga mieru

I become afraid of change
beyond this deep throbbing heart [3]
sketched in the turning flame,
the eternity appears

kowareau kara ugokenai
sabishii hane kasanete
deau hikari no nai jidai no
mabushisa dake

breaking each other that we can’t move
overlapping our wings of solitude
I haven’t seen the light but of the era
only the radiance

kawareru chikara osorenai
fukai kodou no saki ni
kawasu honoo yo egakareta
unmei ni todoke

being afraid of the power to change
beyond this deep throbbing heart
sketch of the turning flame
reaches the fate of our own [4]

 

___

[1] seharusnya menyambung ke baris berikutnya. berhubung gw mencoba menerjemahkan baris-per-baris, jadi akhirnya seperti itu.

[2] aru artinya ‘exist’ atau ‘is there’, tapi di sini diterjemahkan sebagai ‘appear’. ada perbedaan makna, tapi konteksnya tidak jauh berbeda.

[3] kodou artinya ‘beat’, ‘pulsation’, ‘throbbing’. pemakaiannya biasanya untuk konteks ‘heart’, jadi diterjemahkan seperti itu.

[4] bahasa jepang sering mengabaikan penggunaan subjek, jadi penerjemahannya bergantung kepada konteks. di sini diterjemahkan sebagai kata ganti orang pertama (‘…the fates of our own’).

chrno crusade

sebenarnya, ini serial manga yang sudah agak lama. penerbitan di negara asalnya sendiri berakhir pada 2004, dan serial ini juga sudah di-license dan diterbitkan di tanah air, juga sejak 2004.

…terus, kenapa baru sekarang gw menulis mengenai serial ini?

hal ini sebenarnya terjadi karena proses penerbitan versi licensed-nya di sini ternyata hanya sampai volume #7 dari 8 volume. sementara itu, baru pada akhir Februari ini gw mendapatkan scanslations dari project yang mengerjakan serial ini untuk volume #8, setelah sebelumnya scanslations project untuk serial ini sempat vakum untuk waktu yang lama.

jadi, setelah membaca sampai habis (dan setelah menunggu dua tahun lewat =P), akhirnya gw bisa menuliskan mengenai serial ini di sini.

berlatar pada kehidupan di Amerika Serikat pada awal abad 20, serial ini mengangkat tema mengenai perburuan monster dengan sedikit kemasan religius. pada saat ini, diceritakan bahwa manusia kerap mengalami serbuan dari para demon, yaitu sosok monster yang kerap menyerang manusia.

untuk menghadapi serangan para demon, Gereja membentuk satuan khusus di Magdalan Order yang bertugas untuk membasmi para demon yang muncul. Magdalan Order ini beranggotakan para pendeta dan biarawati, dengan di antara pasukan Magdalan Order adalah seorang gadis berusia 14 tahun yang bernama Rosette Christopher dan partnernya yang bernama Chrno, seorang demon yang memutuskan untuk memihak manusia dengan bergabung dengan Magdalan Order.

di antara perburuan demon yang dilakukan oleh Magdalan Order, Rosette yang bertugas sebagai seorang exorcist tiba-tiba dihadapkan dengan kemungkinan akan keberadaan Joshua, adik laki-lakinya yang telah bertahun-tahun menghilang dari panti asuhan tempat tinggal mereka. belum lagi Chrno yang tampaknya menyimpan suatu rahasia di balik masa lalunya sebagai seorang demon…

dikerjakan oleh Daisuke Moriyama sejak 1998, serial ini memiliki latar yang tidak umum digunakan dalam pengembangan sebuah manga: tahun 1920 di Amerika Serikat, ketika Perang Dunia I baru saja berakhir. hal ini merupakan taruhan yang cukup berani, mengingat bahwa tidak banyak serial manga lain yang menggunakan latar di luar Jepang.

meskipun demikian, serial ini tampak tidak terlalu memiliki masalah dalam menanggulangi hal tersebut. penggambaran di atas kertas untuk suasana Amerika Serikat di awal abad 20 tampak cukup pas, dan tidak banyak ditemukan hal-hal yang ‘aneh’ dan ‘mendahului zaman’. well… ada sih, tapi bisa dikatakan cukup minor dan tidak mengurangi kenikmatan membaca untuk pembaca yang seringkali ‘kritis’ terhadap hal-hal yang sepertinya ‘tidak masuk akal’.

ide ceritanya sendiri relatif sederhana: pertempuran antara manusia dan demon. tapi jangan membayangkan bahwa tokoh utama kita akan sering menggunakan kekuatan supranatural yang berkesan mistis — jauh dari itu. ada beberapa elemen seperti tersebut, namun tidak terlalu banyak. kenyataannya, serial dengan genre action ini lebih banyak menawarkan pertempuran fisik, adu pedang, bahkan baku tembak dan ledakan yang eksplosif sepanjang pertempuran.

jangan pula membayangkan bahwa tokoh utama kita kali ini adalah seorang cewek Jepang imut-imut dan perlu-dilindungi… karena tokoh utama yang bernama Rosette Christopher ini adalah seorang gadis Amerika, berambut pirang, dan selalu membawa handgun berikut pelurunya ke mana-mana… lengkap dengan sifat yang sedikit meledak-ledak dan kenyataan bahwa ia adalah seorang biarawati di Magdalan Order.

desain tokoh utama yang lain adalah Chrno, seorang demon yang di-seal dalam wujud seorang anak laki-laki berusia belasan tahun atas kemauannya sendiri. sifatnya cenderung kalem dan lebih perhitungan dibandingkan Rosette dalam melaksanakan misi perburuan para demon… meskipun demikian, masa lalunya sebagai seorang demon dan hubungannya dengan Rosette ternyata menyimpan rahasia yang diungkap sedikit demi sedikit seiring perjalanan serial ini.

secara umum, desain karakter dilakukan dengan sangat baik. character development digambarkan dengan rapi, lengkap dengan masa lalu dari hampir setiap karakter yang memiliki peran signifikan dalam cerita. meskipun demikian, karakter yang paling banyak digali dalam serial ini adalah Rosette yang ternyata tidak selalu ganas-dan-semau-gue, baru kemudian Chrno sebagai partner satu timnya. karakter lain dieksplorasi secara relatif berimbang, misalnya Azmaria Hendric atau Stella Harvenheit yang juga memegang peran yang signifikan dalam perjalanan cerita.

dari segi cerita, serial ini tidak menawarkan sesuatu yang benar-benar baru — namun meskipun demikian, serial dengan genre action ini tetap tampil menghibur. diawali dengan perburuan demon, kemudian intrik-intrik yang terjadi dalam perjalanan cerita memang menawarkan plot-twisting yang cukup baik, namun tidak menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan serial lain dengan genre sejenis. meskipun demikian, hal yang di-cover dengan sangat baik adalah bahwa serial ini tidak sampai jatuh ke dalam action yang bersifat ‘terlalu pop’, dan tetap dengan storyline yang mengalir dengan mulus.

salah satu hal yang juga menarik perhatian adalah artwork yang digambarkan dengan rapi dalam serial ini. tidak terbatas kepada penggambaran karakter, detail-detail dan latar belakang dalam panel komik digambarkan dengan rapi, dan dalam beberapa bagian sukses menghasilkan scene yang memorable. teknik pewarnaan yang dilakukan untuk bagian-bagian yang berwarna juga dilakukan dengan baik, dan hal yang jarang diperhatikan oleh serial lain pada umumnya ini sukses menghasilkan artwork yang memang enak dilihat.

secara umum, serial ini tampil menghibur. artwork yang dikerjakan dengan sangat baik menjadi nilai tambah bagi serial ini, didukung dengan storyline yang mengalir dengan mulus dan tetap terjaga sampai akhir cerita.

selain itu, penggarapan action yang dilakukan dengan sangat baik turut berperan dalam menghasilkan kombinasi yang pas antara action yang menghibur dan storyline yang berbobot, menghasilkan sebuah serial yang layak diikuti oleh anda yang mengharapkan sebuah serial manga yang memorable.

Fate/Stay Night OST — Kirameku Namida…

berhubung sudah agak lama sejak terakhir kali, jadi kali ini gw akan menuliskan mengenai lagu yang sedang cukup sering berada di playlist gw beberapa waktu terakhir ini.

lagu ini memiliki judul lengkap berjudul Kirameku Namida wa Hoshi ni (jp: the sparkling tears in the stars), dan dibawakan oleh Tainaka Sachi yang juga sempat mengisi OST dari serial Fate/Stay Night yang review-nya sempat ditulis di sini beberapa waktu yang lalu.

lagunya sendiri bernuansa techno dan sedikit menghentak, dan sedikit mengingatkan kepada kelompok High and Mighty Color… tapi ini sifatnya subjektif, sih. meskipun demikian, lagu ini cukup memorable sebagai salah satu OST dari serial yang juga mendapatkan sambutan yang sangat baik di negara asalnya.

seperti biasa, lyrics dengan huruf italic, translations dengan huruf plain, dan mohon koreksi kalau ada salah translate =)

Kirameku Namida wa Hoshi ni
Tainaka Sachi

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

massugu na reeru ga iyade
yamikumo ni kakedashita
akirame wo ketsui ni kaete
surihetta kakato hokoru

I don’t like the straight rails
while running ahead blindly,
surrender changes into determination
and I’m proud of this worn-out heels

michi wa tsudzuku nishi e higashi e
hi wa shizundemo

the road continues, to the west and east
along with the sunset

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

koremade to taore kon de
kuyashisa ni furuetemo
kogetsuita shatsu wo nuge ba
hadaka no jibun no kagayaki shiru

up until now, i still owe this soul
yet this regret feels shaking me
if this burning color is to worn out
then my true self will shine

uta wa hibiku umi no kanata e
koe wa karete mo

this song will echo over the coasts
and this voice will run out, but

kirameku namida wa niji ni
azayaka na hashi wo kakeru
kurai mori mayoi tsuzuke temo
asu wo sasu

the sparkling tears in the rainbow
is running through the vivid bridge
even if I’m being lost in the dark forest,
I’ll strike for tomorrow [1]

kirameku namida wa hoshi ni
nagare yuki negai hakobu
tachidomari sou na boku
tsukiugokasu kibou

the sparkling tears in the stars
keep on flowing, carry these wishes
even if I have to stop here, [2]
these wishes will arouse

kirameku namida wa hoshi ni
kaze ni nori sora wo kazaru
tsukiakari kumo ni togiretemo
boku wo terasu

the sparkling tears in the stars,
ride the wind and decorate the sky
even if the clouds block the moonlight,
it still shines upon me

 

___

footnote:

[1] sasu secara harfiah artinya ‘to strike’, jadi seharusnya ‘strike towards tomorrow’. orang jepang seringkali tidak menggunakan subjek dalam kalimat, jadi ditambahkan subjek ‘I’ dalam translation, sesuai konteksnya.

[2] bahasa jepang juga kadang-kadang meninggalkan klausa ‘if’ untuk conditional sentence. secara harfiah seharusnya tidak ada ‘even if…’. ini berdasarkan konteksnya, sih.

kurosagi

sebenarnya, ini ‘taruhan’ yang agak berbahaya: memadukan pendekatan romance dan suspense dalam sebuah drama. dengan sedikit kesalahan, drama ini mungkin akan jatuh menjadi ‘terlalu manis’, atau sebaliknya, mungkin malah jatuh menjadi ‘terlalu gelap’.

meskipun demikian, J-Drama sepanjang 11 episode dengan judul Kurosagi ini ternyata sukses menangani hal tersebut. dengan storyline yang cukup kompleks, lengkap dengan plot-twisting yang sangat baik dan musical scores yang mendukung, serial ini tampil luar biasa.

serial ini mengisahkan perjalanan seorang Kurosagi (= black swindler) yang bernama Kurosaki, yang secara khusus mengincar para Shirosagi (= white swindler) yang melakukan penipuan terhadap orang-orang awam dan kejahatan kerah putih.

di tengah intrik-intrik dan konflik tingkat tinggi dalam dunia para penipu profesional yang lengkap dengan kejaran polisi, Kurosaki tiba-tiba mendapat ‘gangguan kecil’: seorang mahasiswi jurusan hukum bernama Yoshikawa Tsurara yang secara kebetulan baru pindah tempat tinggal di sebelah kamarnya, yang mengenalnya ketika Kurosaki ‘membantu’ mengembalikan uang pamannya yang ditipu oleh seorang Shirosagi.

Yoshikawa yang tidak setuju dengan cara-cara Kurosaki yang dianggapnya sebagai ‘kriminal’ tiba-tiba menghadapi benturan terhadap keyakinannya akan sistem hukum: di satu sisi, ia tidak setuju dengan cara Kurosaki melakukan penipuan terhadap para Shirosagi, sementara di sisi lain korban dari para Shirosagi merasa terbantu oleh perbuatan Kurosaki sebagai seorang Kurosagi…

dengan pendekatan berupa suspense dengan paduan drama dan sedikit humor, serial ini berhasil menampilkan storyline yang apik dengan storytelling yang baik pula. dan bagusnya, serial ini tidak sampai jatuh ke dalam drama romance yang ‘terlalu manis’, atau drama suspense yang ‘terlalu gelap’. bisa dikatakan, serial ini sangat baik dalam menangani hal tersebut. storyline yang kompleks, lengkap dengan pendekatan bergaya suspense, namun tetap tidak kehilangan unsur drama di dalamnya.

hal yang juga perlu diperhatikan dari serial ini adalah dari sisi pengembangan karakter yang dilakukan. karakter-karakter yang ada dieksplorasi dengan baik, lengkap dengan masa lalu dan alasan masing-masing untuk menjalani peran yang ada saat ini. penggunaan kilasan-kilasan flashback maupun potongan-potongan dialog singkat yang ditampilkan secara terpisah-pisah berhasil dengan baik dalam karakterisasi, tanpa perlu banyak dialog yang mubazir.

masih dari soal cerita, storytelling dalam serial ini menjadi salah satu kekuatan serial ini. plot-twisting yang dilakukan dengan sangat baik menghasilkan cerita yang tidak terduga, lengkap dengan trik-trik dalam pertarungan antara Kurosagi dengan para Shirosagi yang dipaparkan dengan sangat baik. meskipun dengan pendekatan yang tidak langsung dalam penyampaian cerita, serial ini tetap tidak kehilangan greget dan kompleksitas dari storyline yang ada.

hal lain yang juga perlu diperhatikan dari soal storyline adalah bahwa serial ini mampu menghadirkan drama yang apik, di luar suspense yang memang digarap dengan cukup baik. beberapa adegan berhasil menjadi memorable, dan tanpa perlu jatuh menjadi cengeng, serial ini berhasil dengan baik menyajikan adegan-adegan yang menyentuh.

dari segi musical scores, serial ini juga berhasil tampil dengan sangat baik. penggunaan scores yang tepat menghasilkan drama yang menyentuh, demikian juga hal tersebut turut berperan dalam membangun suspense dalam pengembangan cerita. kalau anda memperhatikan, serial ini juga memiliki main theme yang sangat memorable yang bisa ditemukan dalam setiap episode.

sementara itu, serial ini menampilkan OST dengan judul Daite Senorita (= hold me, Senorita!) yang cukup catchy, dibawakan oleh Yamashita Tomohisa yang juga berperan sebagai Kurosaki dalam serial ini. lagunya sendiri memang cukup enak didengar, dan sempat menghuni #1 di Oricon Chart di negara asalnya. kalau anda memperhatikan juga, lagu ini juga beberapa kali muncul sebagai insert song dalam beberapa episode.

bisa dikatakan, dalam soal musical scores, serial ini sangat baik. demikian juga OST yang catchy turut menyumbangkan nilai tambah terhadap penggarapan sound dalam serial ini.

nah. terakhir, soal casting. secara umum, cast yang ada menjalankan perannya dengan sangat baik, dan diperankan dengan cukup pas pula. karakter Kurosaki tampak diperankan dengan sangat baik, lengkap dengan segala pergantian karakternya dalam menjalankan perannya sebagai seorang Kurosagi. Kashima Masaru tampil dengan sangat baik sebagai seorang inspektur polisi yang berambisi untuk menyeret Kurosaki ke hadapan hukum.

yang lainnya? Yoshikawa Tsurara cukup cemerlang dalam mengimbangi Kurosaki. Mishima Yukari… entah kenapa, terasa terlalu ‘biasa’ di serial ini. karakter yang juga cukup bersinar adalah Katsuragi Toshio dengan perannya sebagai ‘mentor’ sekaligus man behind the scene, lengkap dengan posisinya sebagai pemasok informasi bagi Kurosaki. overall, cast dalam serial ini bisa dikatakan cukup baik dalam menjalankan perannya.

suspense, drama, dan sedikit humor… dengan komposisi tersebut, serial ini mampu tampil dengan luar biasa. didukung oleh storyline dan plot-twisting yang memang sangat baik serta musical scores yang juga digarap dengan maksimal, serial ini layak menjadi pilihan untuk anda yang mengharapkan tontonan yang berada di atas rata-rata.

akhirnya, untuk anda penggemar drama yang mengharapkan sesuatu yang memorable, serial ini dapat menjadi pilihan yang sangat baik. dengan sedikit humor dan pendekatan yang realistis, serial ini berhasil dengan baik dalam memadukan suspense dan drama dalam sebuah tontonan yang menghibur.

death note: the movie

apa yang akan terjadi bila seorang manusia tiba-tiba bisa menentukan saat kematian orang lain sesuka hatinya?

tema yang tidak biasa ini dicoba untuk diangkat dalam sebuah film berjudul Death Note, yang diadaptasi dari serial manga dengan judul yang sama. dipadukan dengan pendekatan bergaya suspense dan thriller, film ini mencoba mengangkat serial manga tersebut ke dalam sebuah film yang mendapatkan sambutan sangat baik di negara asalnya ini.

cerita dalam film ini diawali dengan kilasan kehidupan Yagami Raito, seorang mahasiswa yang juga merupakan putra dari seorang inspektur polisi di Tokyo, yang merasa frustrasi akan sistem penegakan hukum di tempatnya berada. rasa frustrasinya semakin memuncak ketika ia dihadapkan kepada kenyataan bahwa banyak kriminal yang seharusnya dihukum berat malah bebas dari hukuman, mengakibatkannya semakin kecewa kepada sistem hukum yang berlaku.

pertemuannya dengan seorang Shinigami (=angel of death) yang bernama Ryuk dan sebuah buku berjudul Death Note membuka jalan bagi rasa frustrasinya: ia kini bisa menentukan kematian orang-orang yang diincarnya, yaitu para kriminal yang lolos dari jerat hukum hanya dengan menuliskan nama mereka ke dalam Death Note.

di pihak lain, seorang detektif misterius yang dikenal sebagai ‘L’ tidak tinggal diam melihat fenomena terjadinya kematian misterius orang-orang di seluruh dunia yang dilakukan oleh KIRA, sebuah nama yang diberikan untuk pembunuh tak terlihat yang menghabisi para kriminal di seluruh dunia.

di tengah ‘idealisme’ untuk menghabisi para kriminal, perseteruan antara KIRA dan L semakin memanas, serta mengarah ke adu superioritas dan saling buru antara keduanya. Raito sebagai KIRA dengan Death Note-nya, sementara L sebagai detektif yang bersumpah untuk menangkap KIRA…

anda yang familiar dengan serial manga yang berjudul Death Note (yang juga sudah bisa dinikmati oleh para pecinta manga di tanah air) seharusnya cukup familiar dengan apa yang ditawarkan dalam film ini: konspirasi, intrik tingkat tinggi, sekaligus adu cerdas antara detektif dan buruannya. dan memang, hal tersebut ditangani dengan sangat baik dalam film ini, menghasilkan thrill yang cukup membuat anda betah duduk berlama-lama sampai film ini usai.

ceritanya agak absurd? memang. bayangkan saja ada seorang Shinigami, tiba-tiba bukunya jatuh, dipungut seorang mahasiswa, dan tiba-tiba seorang pembunuh tak terlihat dianggap sebagai ‘dewa keadilan’ oleh masyarakat. semakin absurdnya lagi, tiba-tiba FBI dan Interpol ikut-ikutan dalam penyelidikan ini. sesungguhnya, kalau anda berpikir bahwa ide cerita dari film ini agak absurd, sebenarnya anda tidak sendirian =).

meskipun demikian, film ini ternyata mampu menjadi hiburan yang cukup seru. adu cerdas antara KIRA dan L dipaparkan dengan baik… lengkap dengan thrill yang cukup mampu membuat penasaran sampai film berakhir. demikian juga adu kemampuan dan saling pasang trik antara KIRA dan L dituangkan dengan sangat baik, memancing pemikiran dan tebak-tebakan sepanjang film akan apa-apa yang akan dilakukan oleh KIRA maupun L dalam perseteruan mereka.

yah, walaupun ide dasarnya cukup absurd, setidaknya film ini cukup mampu menghasilkan thrill yang memikat. demikian juga minus beberapa bagian di mana logika yang ditampilkan terasa agak kurang pas, namun film ini tetap memberikan thrill yang cukup membuat anda bertahan di tempat duduk sambil berpikir dan menebak-nebak.

sebagai sebuah film yang diangkat dari sebuah manga, film ini cukup berhasil dalam menerjemahkan ide yang ada dalam coretan manga menjadi sebuah film dengan pemeran nyata. ada beberapa perbedaan, namun secara umum film ini cukup baik dalam hal tersebut. Yagami Raito digambarkan secara lebih manusiawi dibandingkan dalam versi manga-nya, lengkap dengan alasan yang digambarkan lebih manusiawi untuk menjalani peranan sebagai KIRA. visualisasi L sebagai tokoh nyata cukup mendekati versi manga-nya, walaupun dalam versi yang sedikit berbeda dan gaya yang sedikit lebih serius.

visualisasi karakter lain dari versi manga ke pemeran nyata juga dilakukan dengan cukup rapi, walaupun tidak terlalu signifikan. meskipun demikian, dalam film ini visualisasi tokoh dari versi manga yang paling sukses malah peranan Ryuk sebagai Shinigami yang mendampingi Raito. penggunaan CG sukses menghasilkan karakter yang bisa dikatakan hampir persis sama dengan karakter Ryuk yang ada di versi manga.

demikian juga kenyataan bahwa film ini diangkat dari sebuah manga tidak berarti film ini taat seratus persen kepada jalan cerita dari versi manga-nya. beberapa bagian dibuat lebih sederhana, dan ada beberapa bagian yang memberikan perbedaan dibandingkan versi manga-nya. hal yang cukup wajar juga, namun meskipun demikian secara garis besar ide cerita yang disampaikan tidak jauh berbeda dari versi manga-nya, demikian juga anda yang tidak mengikuti serial manga-nya seharusnya tetap bisa menikmati film ini dengan baik.

oh, well… terlepas dari beberapa catatan tadi, film ini sebenarnya tampil menghibur, dan toh tidak ada gunanya juga meng-‘gugat’ film ini, karena film ini berada di puncak box office di negara asalnya selama dua minggu berturut-turut. bagian kedua dari Death Note yang diberi judul Death Note: The Last Name (dirilis tidak terlalu lama setelah film ini) malah berada di puncak box office Jepang selama empat minggu, dengan sambutan yang sangat baik dari publik negara asalnya.

untuk anda penggemar film dengan genre suspense dan thriller yang lengkap dengan intrik-intrik yang membuat anda memutar otak, film ini merupakan pilihan yang sangat tepat… meskipun demikian, anda mungkin perlu sedikit meminggirkan dulu pikiran yang mungkin memandang ide cerita dari film ini sebagai ‘agak absurd’ sebelum anda memutuskan untuk menonton film ini.

fate/stay night

gw pertama kali mendengar tentang serial ini kira-kira kurang dari setahun yang lalu, saat serial ini baru mulai running di negara asalnya. running-nya sendiri berakhir pada Juni 2006 di negara asalnya, dan baru belakangan ini gw mendapatkan hasil fansub dari serial ini. meskipun demikian, serial yang mendapatkan sambutan sangat baik di negara asalnya ini memang memberikan sesuatu yang ‘tidak biasa’ dibandingkan serial lain dengan genre sejenis.

cerita dalam serial ini berfokus kepada War of Holy Grail yang berlangsung antara 7 orang Master dengan Servant masing-masing yang saling bertentangan dalam pertempuran tersebut. para Servant ini adalah heroic spirit yang di-summon oleh seorang Master, yang memiliki kekuatan khusus yang berbeda-beda antar kelasnya. para Servant ini mengabdi kepada Master masing-masing, dan berperan sebagai partner para Master dalam pertempuran tersebut.

sementara itu, Emiya Shirou adalah seorang siswa SMU yang kehilangan keluarganya dalam kebakaran besar yang melanda kota tempat tinggalnya 10 tahun yang lalu. ia kemudian tinggal bersama Emiya Kiritsugu, orang yang menyelamatkannya dari bencana tersebut, yang kemudian menjadi ayah angkatnya. Kiritsugu akhirnya meninggal 5 tahun setelah bencana tersebut, meninggalkan Shirou bersama seluruh hartanya yang diwariskan kepada anak angkatnya tersebut.

di lain pihak, Tohsaka Rin adalah seorang keturunan magi yang juga merupakan rekan satu sekolah Shirou. dengan melakukan summon terhadap Servant yang bernama Archer, ia mempersiapkan diri sebagai salah seorang Master dalam War of Holy Grail.

kehadiran Tohsaka yang sempat menyelamatkan nyawanya setelah ia nyaris terbunuh dalam salah satu pertempuran bukanlah masalah bagi Shirou… sampai ia secara ajaib melakukan summon terhadap seorang Servant yang bernama Saber. Shirou yang tidak tahu-menahu mengenai War of Holy Grail tiba-tiba terseret sebagai salah satu Master ke dalam perang yang membingungkan ini…

diangkat dari sebuah game dengan judul yang sama, Fate/Stay Night dikerjakan oleh Studio DEEN yang bekerjasama dengan TYPE-MOON, di bawah nama Fate Project. versi game-nya sendiri merupakan sebuah eroge [wiki?], namun versi anime-nya yang ditujukan untuk segmentasi pemirsa remaja tampaknya membuang jauh-jauh elemen tersebut dari serial ini, tanpa meninggalkan kompleksitas dari storyline yang menjadi salah satu keunggulan dari game-nya. bagus sih begitu.

artwork dan desain karakternya bisa dikatakan sangat baik — kalau tidak bisa dikatakan luar biasa. Saber digambarkan sebagai seorang ksatria zaman medieval, lengkap dengan pernak-pernik yang memang sesuai zamannya. Tohsaka Rin sebagai sorceress berkemampuan tinggi, lengkap dengan sifat yang agak bossy. Emiya Shirou… yah, tipe cowok baik yang selalu membantu orang lain dan kadang sedikit naif tidak banyak berubah sampai akhir cerita.

karakter lain juga didesain dengan rapi, termasuk karakter-karakter di luar para Master dan Servant yang memang menjadi karakter inti dalam perjalanan cerita. soal artwork yang memang sangat baik ini juga bisa diperhatikan di bagian penggambaran karakter, baik para Master maupun Servant yang memang digambarkan dengan cukup istimewa.

visual effect yang ditampilkan dalam serial ini juga bisa dikatakan sangat baik. adegan battle yang menjadi salah satu keunggulan utama dari serial ini digarap dengan maksimal. pertarungan digambarkan dalam tempo tinggi, dengan efek-efek yang juga enak dilihat. demikian juga penggambaran angle yang unik dalam penggambaran animasinya turut menyumbang nilai lebih dari sisi visual serial ini.

secara keseluruhan, dari segi visual anime ini memang bisa dikatakan cukup luar biasa. artwork, visual effect, dan adegan battle yang digarap dengan sangat baik sukses membuat serial ini visually memorable.

salah satu poin yang sebenarnya juga cukup potensial dalam memberikan nilai tambah dari serial ini adalah konsep cerita yang disajikan. storyline yang ada dibuat dengan baik dan cukup kompleks, dan menjelaskan hampir segala aspek dari cerita yang dijelaskan dalam serial sepanjang 24 episode ini. meskipun demikian, hal ini agak kurang diimbangi dengan storytelling yang terasa ‘cukup biasa’. beberapa bagian dalam cerita malah terasa agak terlalu lambat dan sedikit kurang signifikan, terutama selepas episode 19 di mana proses pengembangan cerita menjadi terasa tidak terlalu istimewa dibandingkan episode-episode sebelumnya.

masih dari soal cerita, character development dilakukan dengan cukup baik di serial ini… untuk beberapa bagian. bagian di mana Tohsaka dan Shirou yang awalnya sempat hendak saling bunuh, lalu menjadi sekutu, dan akhirnya menjadi tim yang kompak memang cukup menarik perhatian… tapi yang lainnya, tidak. demikian juga karakter seperti Matou Sakura dan Ilyasviel von Einzbern tampaknya menjadi agak tersia-sia dengan pengembangan yang ‘seperti itu saja’.

bagusnya, hal tersebut di-cover dengan musical scores dan OST yang sangat baik. musical scores di serial ini ditangani oleh Kenji Kawai, yang sukses menghasilkan scores yang memang luar biasa untuk serial ini. penggunaan scores yang sangat baik ini dapat diperhatikan pada hampir setiap event yang terjadi pada beberapa episode. demikian juga karakter seperti Saber dan Archer memiliki theme masing-masing yang juga cukup memorable dalam serial ini.

OST yang diusung serial ini juga cukup memorable. opening theme-nya dibawakan oleh Tainaka Sachi dengan lagu disillusion yang cukup enak didengar, dan belakangan digantikan oleh lagu Kirameku Namida wa Hoshi ni yang dibawakan oleh penyanyi yang sama, yang — meskipun dengan tempo tinggi yang cukup menghentak — sebenarnya cukup khas dan memorable.

untuk ending theme-nya, lagu Anata ga Ita Mori yang dibawakan oleh Jukai terasa cukup ‘biasa’, tapi toh cukup enak didengar. meskipun demikian, salah satu insert song yang berjudul Hikari yang juga dibawakan oleh Jukai di episode 14 terasa cukup memorable, dan secara umum OST dari serial ini bisa dikatakan cukup baik.

secara umum, serial ini digarap dengan sangat baik, dan tidak mengherankan juga bahwa serial ini memperoleh sambutan yang sangat baik di negara asalnya. storyline yang dikembangkan juga cukup kompleks, walaupun dengan storytelling yang sayangnya masih kurang mampu mengimbangi konsep cerita yang sebenarnya bisa berkembang lebih baik lagi.

meskipun demikian, serial ini mampu tampil menghibur, walaupun masih dengan beberapa kekurangan yang membuatnya tidak sempurna. setidaknya, serial ini cukup jauh di atas rata-rata.

Kamen Rider Kabuto OST — NEXT LEVEL

dari serial Kamen Rider Kabuto yang review-nya sempat gw tulis beberapa waktu yang lalu, kali ini gw akan menuliskan mengenai opening theme-nya yang dibawakan oleh Yu-Ki, yang diberi judul NEXT LEVEL.

lagu ini mengisi opening theme dari serial tersebut sejak episode pertama, dan sampai saat ini masih belum tergantikan di serial yang sejauh ini masih running di negara asalnya tersebut. nuansanya yang upbeat dengan gaya yang agak-agak techno sebenarnya cukup pas untuk opening theme dari serial Kamen Rider modern, dan menurut gw cukup enak untuk didengarkan… tapi ini sifatnya subjektif, sih. anda yang agak kurang suka lagu yang upbeat dengan tempo tinggi dan gaya yang agak techno mungkin akan berpendapat lain.

oh, iya. yang gw tulis di sini adalah versi aslinya, jadi ada bagian-bagian yang tidak ada di TV-version-nya. lyrics dengan huruf italic, dan translation-nya dengan huruf plain. mohon koreksi kalau ada salah translate, berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

NEXT LEVEL
Yu-Ki

kimi ga negau koto nara
subete ga genjitsu ni naru darou
erabareshi mono naraba
bousou wo hajimeteru
sekai wo moto ni modosu ni wa mou
jikan ga nai

if you wish for it,
then everything will come true
if you are the chosen one
things are getting out of control,
but the world is already back to normal
there is no time

MOVING FAST kokoro no tokei hashirase
ashita no sono saki e

moving fast, run the clock in your heart [1]
go past tomorrow [2]

kimi no tonari tatakau tabi umarekawaru
me ni mieru SPEED koeteku MOTION
ittai jibun igai, dare no tsuyosa
shinjirareru

everytime I’m fighting by your side, I’m reborn
seen in my eyes, a speed-exceeding motion
unless yourself, the strength of the others
can you trust them?

kousoku no VISION minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the light-speed vision
if you can follow it

hikari ga sagashiteiru
atsui kumo no aida kagayaku
erabareshi mono dake wo
kimi ga souzou shiteta
mirai ga arukidashita michi ni
mirai wa nai

looking for the light
with the glowing space of the warm cloud
you are the only chosen one
as I saw your figure [3]
walking the path of future,
there is no tomorrow

TAKE A CHANCE kokoro ga motometsuzuketa
shunkan koko ni aru

take a chance, keep on searching for a heart
which has been here by the moment

dare mo inai jikuu hitori shinkashiteku
mitaiken AREA de hajimaru REAL
zettai jibun dake ga kono jidai wo
kaete yukeru

there is no one, I’m alone in this silent space
this area is beginning to become real
you are absolutely the only one in this era
who is changing it

saikyou no LEGEND minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the ultimate legend [4]
if you can follow it

kimi no tonari tatakau tabi umarekawaru
me ni mieru SPEED koeteku MOTION
ittai jibun igai dare no tsuyosa
shinjirareru

everytime I’m fighting by your side, I’m reborn
seen in my eyes, a speed-exceeding motion
unless you, the strength of the others
can you trust them?

kousoku no VISION minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the light-speed vision
if you can follow it

dare mo inai jikuu hitori shinkashiteku
mitaiken AREA de hajimaru REAL
zettai jibun dake ga kono jidai wo
kaete yukeru

there is no one, I’m alone in this silent space
this area is beginning to become real
you are absolutely the only one in this era
who is changing it

saikyou no LEGEND minogasu na
tsuite koreru nara

don’t miss the ultimate legend
if you can follow it

 

 

___

footnote:

[1] bisa juga diartikan ‘speed up the clock in your heart’, tapi gw lebih suka menuliskan arti harfiahnya saja di sini.

[2] saki artinya ‘destination’, jadi seharusnya ‘go to tomorrow’s destination’ tapi supaya lebih enak gw tulis sebagai ‘go past tomorrow’. sama saja, sih.

[3] souzu artinya ‘illustration’. di sini gw menuliskannya sebagai ‘figure’. seperti halnya [2], konteksnya tidak jauh berbeda.

[4] sempat bingung mau mengartikannya sebagai ‘strongest’ (ini arti harfiah dari saikyou) atau ‘ultimate’. berdasarkan pertimbangan penerjemahan bahasa Inggris yang enak, akhirnya jadi seperti itu.

___

dedicated to: those who seek the lyrics and translation
message: go check it (and tell me if you find any mistake) =)

current music — yucca

kalau ada lagu yang betul-betul pas menggambarkan apa yang terjadi pada gw beberapa hari terakhir ini, maka lagu ini adalah salah satunya. tadinya gw tidak terlalu memperhatikan, tapi setelah beberapa lama tidak memasang lagu ini (dulu gw masih nggak ngerti lagu ini ngomongin apa =P), gw memasangnya kembali sambil mendengarkan lyrics-nya.

lagunya sendiri bernuansa mild, dan dirilis sebagai salah satu track dari album DIVE yang dibawakan oleh Maaya Sakamoto, yang merupakan salah seorang penyanyi dan voice actress yang sudah cukup lama dikenal di J-Music dengan berbagai album dan single sejak 1996. perannya sebagai pengisi OST antara lain dilakukan untuk serial Escaflowne, Cardcaptor Sakura, Wolf’s Rain dan Tsubasa Reservoir Chronicle.

oh, iya. kalau anda pernah menonton Final Fantasy VII: Advent Children, ia juga berperan sebagai voice actress untuk karakter Aerith Gainsborough. demikian juga kalau anda masih ingat dengan karakter Lunamaria Hawke di Gundam SEED: Destiny, dan masih ada beberapa lagi yang lain.

dan walaupun sudah agak lama sejak DIVE dirilis (masih ada beberapa album setelah itu, dengan yang terakhir adalah Yunagi Loop yang dirilis pada 2005), menurut gw lagu ini masih cukup enak untuk didengar… walaupun ini sifatnya subjektif, sih.

jadi lagunya bercerita mengenai… sudahlah. silakan baca sendiri translation-nya, dan mohon koreksi kalau ada salah translate berhubung gw mencoba menerjemahkannya sendiri.

Yucca
Maaya Sakamoto

nakushita mono bakari itsumo mochi aruiteita
omoide wa egao ya nukumori ya shiawase made motteru
hoshii mono subete ga nemuru kinou no hibi ni
tada hitotsu tarinai mono ga aru
boku wa yatto kidzuita

keep on losing things, but I keep on walking
smiles, warmth and happiness were fading memories
things that I want lay asleep back on those days
there is only one thing, still it’s not enough
but finally, I realized

mirai wa yatte wa konai
kono mama ja yatte konai
jibun no chiisana kara nukedasa nakucha ikenai

future will not come
at this rate, it just won’t come
I have to go out from this small shell of mine

futatsu no me wo hiraite
futatsu no te wo hirogete
sorikaeru SHINBARU no you ni

open my own two eyes
spread my own two hands
throw it out like cymbals [1]

kokoro wo yusaburu you na nani ka
sakebi dashita kunaru you na
jibun no naka no jibun ga toki wo matteru

something feels like shaking my heart
makes me want to shout it out
the one inside myself is waiting for the time [2]

sutesaru koto de mou ichido hajimari wo shiru
shukufuku wo shiteru you ni mabushii ame ga mado wo tataku yo

by leaving things behind, I learn to start once again [3]
I learn a blessing as the dazzling rain strikes upon the window

dou ni mo naranai koto ya
doushi you mo nai kimochi
sonna mono ga kitto michi wo kimete yuku
LOVE IS GLOWING

nothing can be done about it
nothing can be done about this feeling
such things will surely go on its own path[4]
love is glowing

tewatasareta kanashimi
sore wa nori koeru tame ni aru to
sora miage omou

the sorrow of surrender, [5]
that is the reason for keep on going
and that’s what I think as I look up to the sky

daremo hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

everyone goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

ooki na hitomi ga sekai no doko ka no hate de
mitsumete kureteru

somewhere in the end of the world, those eyes
are watching over me

SHINBARU no you ni
kokoro wo yusaburu you na nani ka
sakebi dashita kunaru you na
jibun no naka no jibun ga toki wo matteru

just like cymbals
something feels like shaking my heart
makes me want to shout it out
the one inside myself is waiting for the time

tewata sareta kanashimi
sore wa nori koeru tame ni aru to
sora miage omou

the sorrow of surrender,
that is the reason for keep on going
and that’s what I think as I look up the sky

daremo hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

everyone goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

hitori de shinde yuku kedo
hitori de ikite yukenai
itsuka dare ka to boku mo aishiau darou

goes dying only by their own, but
no one goes living only by their own
someday, someone, maybe I will fall in love again

 

___

footnote:

[1] SHINBARU ini sebenarnya kata serapan dari bahasa inggris ‘cymbals’, dan ditulis dengan huruf katakana. seharusnya ditulis ‘…CYMBALS no youni…‘ tapi untuk menghindari kebingungan karena nadanya nggak masuk, jadinya seperti itu.

[2] jibun no naka no jibun ga… secara harfiah berarti ‘myself inside myself…‘. berhubung jadinya nanti aneh dan membingungkan, gw menuliskannya sebagai ‘the one inside myself…’

[3] sutesaru secara harfiah berarti ‘to abandon’. di sini gw menuliskannya sebagai ‘leaving things behind’. walaupun konteksnya tidak jauh berbeda, di sini gw menambahkan kata-kata tersebut supaya lebih pas.

[4] michi wo kimete yuku (michi = ‘path’, kimeru = ‘to decide’, yuku = ‘to go’), jadi bisa juga dikatakan ‘…go on the decided path’, atau bisa juga ‘decide its path’. daripada bingung-bingung, gw menuliskan ‘go on its own path’.

[5] tewatasareta ini agak membingungkan, tapi ternyata asal katanya dari tewatasu (=’to surrender’). kanashimi adalah bentuk kata benda dari kanashii (=’sorrowful’), jadi akhirnya seperti itu.

___

someday, someone, maybe I will fall in love again.

…maybe.

kamen rider kabuto

Shibuya, 7 tahun lalu. sebuah meteor jatuh, dan mengakibatkan kerusakan dan korban jiwa yang luar biasa. sejak saat itu pula serangan makhluk-makhluk yang disebut sebagai Worm terhadap manusia semakin ganas, dengan kemampuan untuk me-mimic manusia yang menjadi korbannya. sebuah organisasi rahasia yang dinamakan ZECT dibentuk untuk menanggulangi akibat dari serangan Worm terhadap manusia.

Tokyo, 7 tahun setelah insiden Shibuya. Tendou Souji adalah seorang pemuda yang hidup bersama adiknya, Juka, di pusat kota Tokyo. tampaknya memiliki hubungan erat dengan insiden Shibuya 7 tahun lalu, Tendou dan adiknya hidup normal di kota tersebut… dengan keyakinan dalam dirinya bahwa ia adalah orang yang ‘terpilih’.

di saat yang sama, Kagami Arata adalah seorang anggota baru ZECT, yang merangkap sebagai pekerja sambilan di sebuah restoran yang sama dengan Kusakabe Hiyori, seorang gadis introvert dan tidak banyak bicara yang kehilangan orangtuanya dalam insiden Shibuya.

di tengah semakin gencarnya serangan para Worm, cerita berjalan di seputar kehidupan ketiga orang ini. Kagami yang bekerja untuk ZECT, sementara di sisi lain tampaknya Tendou dan Hiyori memiliki hubungan yang misterius sehubungan dengan insiden Shibuya 7 tahun lalu…

dibuat sebagai peringatan 35 tahun pembuatan Kamen Rider, TOEI tampaknya tidak ingin tanggung-tanggung dalam membuat kelanjutan franchise yang melegenda ini. dan hasilnya adalah serial yang sejauh ini masih running di negara asalnya. bagus? nanti dulu.

masih mengusung konsep dasar Kamen Rider yang sudah dirilis dalam berbagai versi selama 35 tahun, TOEI tidak menghadirkan perubahan yang radikal dalam serial ini. masih ada konsep henshin yang biasa, dengan sedikit penyesuaian. desain Rider masih mempertahankan bentuk serangga, hanya saja kali ini diberi tambahan kemampuan Clock-Up untuk memperlambat waktu dalam pertarungan dan dua bentuk dasar: Masked Form dan Rider Form.

hal yang agak menarik perhatian adalah pengolahan adegan battle-nya. dalam serial ini, penggunaan slow-motion lebih banyak dieksplorasi untuk menghasilkan efek-efek battle yang cukup enak dilihat. koreografi battle-nya sendiri tidak terlalu istimewa, kecuali mungkin beberapa teknik yang cukup unik… tapi tidak terlalu banyak. meskipun demikian, adegan battle-nya secara keseluruhan digarap dengan cukup baik.

hal yang juga menarik di sini adalah penyajian storyline-nya bisa dibilang ‘tidak biasa’ dibandingkan serial dengan genre sejenis. konspirasi dan rahasia menjadi salah satu menu yang disajikan dalam serial ini, terutama setelah episode 25+… dipadukan dengan pendekatan bergaya humor. demikian juga banyak pertanyaan seperti asal mula keberadaan Worm atau Masked Rider Project tampaknya sengaja belum dibiarkan terjawab sampai episode-episode lanjut sebagai bagian dari plot-twisting yang dilakukan oleh serial ini.

tapi itu belum semuanya. kalau anda berpikir bahwa serial ini menggunakan pendekatan yang berat-dan-serius dalam storytelling-nya, anda salah besar. bisa dikatakan, porsi humor dan ‘omong-omongan nggak serius’ mendapatkan porsi yang cukup besar dalam serial ini. meskipun demikian, serial ini cukup mampu menyajikan tema yang cukup berat tanpa meninggalkan sisi humornya.

kalau ada yang istimewa dari serial ini, hal tersebut adalah desain karakternya. setiap karakter dibuat dengan khas dengan desain yang istimewa pula. karakter Tendou Souji, misalnya, dibuat dengan gaya yang semau-gue dan ego yang sangat tinggi. atau karakter Kagami Arata yang berkembang dari seorang yang sedikit lugu-dan-naif menjadi lebih decisive dalam perkembangan cerita. demikian juga karakter seperti Daisuke Kazama dan Kamishiro Tsurugi juga didesain dengan… yah, silakan nonton sendiri, deh. nanti juga mengerti kok apa maksudnya =)

desain karakter yang ‘istimewa’ tersebut didukung pula oleh cast yang bisa dibilang cukup baik dalam membawakan perannya. dan bisa dibilang, karakter yang ada memang cukup pas… misalnya kalau anda mengatakan bahwa Tendou itu ‘pas sengak-nya’, atau mungkin anda akan sedikit-sebal melihat Shun Kageyama, atau merasa speechless kalau melihat Daisuke Kazama… yah, itu wajar, kok. cast-nya memang cukup mendukung soal ini.

oh, iya. kalau anda memperhatikan perkembangan j-drama dan tokusatsu, anda mungkin familiar dengan Tendou Souji yang tampangnya pernah terlihat di Gokusen 2. demikian juga Kagami Arata pernah ‘nongol’ di 1 LITRE no Namida sebagai Keisuke Asou. Shun Kageyama juga pernah main di Ultraman Nexus… dan sebagainya.

nah. sekarang soal musik. opening theme-nya yang dibawakan oleh Yu-Ki dengan lagu NEXT LEVEL dengan sentuhan upbeat dan tempo yang tinggi dirasakan cukup pas sebagai intro sebuah serial Kamen Rider. sementara itu, insert song dalam battle diisi oleh The Rider Chips dengan lagu Full Force untuk episode-episode awal. belakangan, The Rider Chips juga mengisi dengan lagu Lord of The Speed dengan nuansa yang tidak jauh berbeda.

selain itu, kalau anda perhatikan lebih lanjut, beberapa karakter juga memiliki theme sendiri. sebagai contoh, theme yang selalu muncul setiap kali Tendou mengatakan ‘obaa-chan ga itteta…’ (= ‘grandma said…’), atau theme dari Hiyori yang sedikit sendu. meskipun demikian, sayangnya scores dalam serial ini tidak bisa dikatakan sangat istimewa. dalam banyak kesempatan, adegan-adegan yang potensial menjadi memorable malah terasa kurang greget dengan score yang ada.

kalau anda memperhatikan juga, anda akan menemukan bahwa scores dalam serial ini juga disisipi beberapa nomor musik klasik dalam beberapa episode. ada Air dari Bach, Lohengrin-nya Wagner, dan juga beberapa yang lain dalam beberapa episode yang berbeda. meskipun demikian, masalah scores ini tampaknya memang agak kurang maksimal dalam serial ini, walaupun tidak bisa dikatakan buruk juga.

sebenarnya, ada cukup banyak kelebihan dari serial ini. dan bisa dibilang, aspek-aspek tersebut berperan besar dalam serial yang mendapatkan sambutan sangat baik di negara asalnya ini. walaupun dengan sedikit kekurangan (yang tidak terlalu signifikan, sebenarnya), serial ini bisa dikatakan cukup enak dinikmati dan menghibur, walaupun tidak benar-benar luar biasa juga… kecuali mungkin bagi para penggemar Kamen Rider yang memang selalu menunggu perkembangan terbaru dari franchise yang satu ini.

…well, it’s a fun ride, after all.

current music — life goes on

kali ini, gw akan menuliskan mengenai lagu Life Goes On yang dibawakan oleh Arisaka Mika. tadinya, gw tidak terlalu tahu (baca: tidak pernah mendengar =P ) mengenai penyanyi yang satu ini, kecuali sebagai salah satu pengisi OST dari serial Gundam SEED: Destiny yang merupakan sekuel dari Gundam SEED yang fenomenal itu.

nonetheless, walaupun serial SEED: Destiny dianggap tidak se-fenomenal pendahulunya, tapi tetap saja OST dari serial ini banyak yang cukup enak didengar, termasuk yang satu ini =).

sebagai informasi, lagu ini langsung menempati #4 di Oricon Weekly Chart di minggu pertama rilisnya. lagunya lumayan enak, dan intronya sedikit khas. selidik punya selidik, ternyata composer-nya itu Yuki Kajiura… (sialan, pantesan bagus!).

nah. seperti biasa, liriknya dengan huruf italic, translations-nya dengan huruf plain. mohon koreksi kalau ada salah translate =)

Life Goes On
Arisaka Mika

namida de nijinda kono sora wo miageru tabi
hakanai aosa ga mune wo shimedzuketeku

blurred by tears everytime I look up the sky,
a fleeting blue feeling so tight in my chest [1]

sadame nara kanashimi no hate made
tatakaitsudzuketa hibi wo ato ni

if this is fate, then until the end of this sadness
I will leave the days of fighting behind

LIFE GOES ON moeagaru
inochi ga aru kagiri
shinjitsu no jibun sae
miushinaisou soredemo

life goes on, keep on flaring
as long as there is life
even if my own self
is to be lost, even so

LIFE GOES ON mamoritakute
kokoro wa kudakarete
hontou no kanashimi wo shita hitomi wa
ai ni afurete

life goes on, the will to protect
shattered this heart
the eyes that have known real sorrow
now overflowing with love

fuyu ni saku hana ga kasumu keshiki irodoru
tsuyosa wa yasashisa, sou utaikaketeru

winter-blooming flowers paint the hazy scene [2]
strength is kindness, that’s what I sang

nan no tame dare no tame ni kimi wa
tatakaitsudzukeru no darou ima

for what sake, for whose sake, are you
keep on fighting until now?

LIFE GOES ON umarekawari
itsushika deaeru nara
kore ijou mou nido to ushinaitaku wa nai demo

life goes on, and rebirth
if we are to meet again,
i don’t want to lose for the second time

LIFE GOES ON kono toki ni
umaretekita kagiri
kono ude de kono mune de ima uketomeyou
ai wo shinjite

life goes on, at this time
as long as I’m reborn
i will accept it in this arm and chest,
believe in this love

LIFE GOES ON moeagaru
inochi ga aru kagiri
itsu no hi ka mou ichidou
hikari wo wakachiaitai

life goes on, keep on flaring
as long as there is life
on that day, once again
I want to share that light

LIFE GOES ON mamoritakute
inori wo sora ni hasete
hontou no kanashimi wo shitta hitomi wa
ai ni afurete…

life goes on, the will to protect
send this prayer to the sky [3]
the eyes that have known real sorrow
now overflowing with love…

 

 

___

footnote:

[1] hakanai aosa ini gw rada bingung juga mengartikannya. kalau kata aoi artinya kan ‘blue’, dan bentuk -sa itu menyatakan kata benda… jadi gw terjemahkan sebagai ‘fleeting blue feeling’. kalau melihat konteksnya sih pas. tapi, setelah gw melihat fansub-nya SEED: Destiny, ternyata translation-nya tidak jauh beda. sudahlah =)

[2] fuyu ni saku hana itu artinya ‘flower blooming in winter’. supaya pas dan nyambung dengan kalimat selanjutnya, gw tulis seperti itu.

[3] haseru arti harfiahnya ‘to drive’ atau ‘to ride’. tapi di sini digunakan sebagai ungkapan ‘the will to protect drives the prayer to the sky’ (menyambung ke baris sebelumnya). supaya gampang, gw tulis sebagai ‘send this prayer to the sky’.