resolusi pasca-lebaran

dipikir-pikir, ternyata sudah hampir satu bulan sejak Hari Raya yang baru lalu. gaungnya sudah mulai berkurang juga sih, dan sebagian besar rekan-rekan (termasuk saya juga) tampak sudah kembali ke ritme kesibukan yang biasa pasca-lebaran. 

bulan puasa, katanya adalah sarana untuk belajar mengendalikan diri. dan kalau katanya orang bijak, hidup itu sia-sia kalau tidak ada perbaikan. tentu saja, hal ini juga sejalan dengan ide yang jadi caption di kartu lebaran kemarin dulu… tapi masalahnya; memangnya apa sih yang akan membedakan saya setelah hari raya kemarin dengan yang sebelumnya, atau malah yang sebelumnya lagi? 

[shiki-ver_11.jpg]

…lha iya. memang bukan cuma ketupat, kok. :mrgreen:

jadi akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah resolusi pasca-lebaran. bukan hal yang ribet, dan tak perlu pula susah-susah. ini adalah hal yang sederhana saja, walaupun (entah kenapa) tampaknya sering terlupakan dalam perjalanan saya ini… dan mungkin juga dalam perjalanan masing-masing dari kita, walaupun saya kira seharusnya anda yang lebih paham mengenai hal ini.

ya sudahlah. daripada panjang-panjang, mari kita langsung ke poin-poinnya saja, pembaca.

pertama. saya memutuskan bahwa saya akan menjadi seseorang yang bersikap jujur. saya ingin bisa bersikap jujur dan apa adanya; dalam omongan dan perbuatan, dan dalam banyak hal lain. kedengarannya sih gampang, tapi ternyata kok ya susah juga, pembaca. tapi terserahlah, siapa peduli… hei, saya ini orang jujur; tidak ada seorangpun yang berhak memaksa saya untuk bersikap sebaliknya.  

kedua. saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang sabar. atau setidaknya, lebih sabar dari sebelumnya. atau setidaknya, lebih sabar dari biasanya. sabar dalam menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan. sabar dalam menghadapi manusia yang kadang begini-dan-begitu. karena hakikat dari puasa adalah sabar dan pengendalian diri, maka sia-sia saja kalau saya masih gampang meledakkan emosi untuk hal-hal yang tidak perlu, bukan? 

ketiga. saya memutuskan untuk menjadi seseorang yang bebas dari rasa benci dan iri hati. mungkin saya memang tidak akan bisa bersikap respek apalagi menghormati terhadap beberapa kalangan dari manusia — manusia senang bertengkar, orangtua selingkuh, pegawai negeri korupsi, elite politik oportunis, polisi tukang disuap… daftarnya bisa panjang, tapi setidaknya saya tidak ingin membenci. bukan kenapa-kenapa, lagipula toh saya nggak akan dapat apa-apa dengan hal tersebut, pembaca. :mrgreen:

nah. cukup tiga poin saja, pembaca. tentu saja, saya tidak bisa mengatakan bahwa ‘saya sudah menjadi manusia yang lebih baik selepas puasa yang lalu’, kalau saya masih belum juga bisa memenuhi ketiga hal tersebut dengan lebih baik dari hari-hari sebelumnya.

karena sesungguhnya, perjalanan baru dimulai setelah shalat di Hari Raya. adakah saya akan menjadi manusia yang lebih baik, ataukah perjalanan dan latihan dan apalah-itu selama puasa yang lalu hanya akan menjadi hal yang sia-sia saja untuk saya?

saya sudah memutuskan. tapi hasilnya akan seperti apa, ya masih harus dibuktikan, sih. :mrgreen:

hal-hal yang ingin saya lakukan

  1. pergi ke kota yang jauh. sendirian. backpacking. naik kereta. tidur di penginapan tidak-terlalu-mahal. adakah pembaca yang bisa menyarankan kota yang enak untuk dikunjungi? tapi sayangnya, saat ini saya yang belum bisa pergi. duh.
  2. menyelesaikan buku-buku pinjaman yang masih belum sempat dibaca. Goenawan Mohamad. Natsume Souseki. sempat melirik bukunya Tom Clancy di toko buku, tapi apa daya. membaca saja aku sulit.™
  3. main arcade, ke game center. dan menyelesaikan sebuah game dengan menghabiskan di bawah sepuluh ribu rupiah. dulu saya bisa menamatkan Time Crisis dengan tujuh ribu lima ratus rupiah. sekarang? entahlah. mungkin skill saya dengan GunCon sudah menurun. 
  4. menonton anime. dan j-drama. dan menuliskan review. Code Geass R2 masih tersimpan dengan manis di harddisk saya. Clannad After Story sudah mulai running. review Kara no Kyoukai: Remaining Sense of Pain masih menunggu untuk ditulis. kenapa bisa begitu, entahlah.
  5. jalan-jalan. ketemu manusia dan senang-senang. menjauhkan diri dari komputer untuk beberapa lama. tapi pekerjaan yang ada, kok ya selalu berhubungan dengan komputer… kurang baik untuk kesehatan mental, sebenarnya.
  6. utak-atik WordPress. dan Sandbox. buat custom theme. kalaupun masih nggak bisa lepas juga dari programming, setidaknya saya ingin melakukan sesuatu yang agak keren untuk mempercantik ‘rumah’ saya di dunia maya ini. tapi kapan ya? 
  7. menggambar. bikin komik strip. atau vectoring. ide-ide sudah berkeliaran di kepala, tapi eksekusinya tak kunjung sempat. oh Tuhan tolonglah. dan kenapa pula saya jadi teringat lagunya Chrisye?
  8. menulis. ide-ide juga sudah mengantri, tapi posting rate saya di sini sekarang cuma satu kali seminggu — kadang-kadang dua, itu juga sudah bagus. heran, kemana perginya hari-hari yang dulu ya? 

10, 22, and some other stuffs

it’s supposedly holiday. still busy with the occasions and stuffs, but at least not as in the usual workdays — good for a change of pace I think.

this week has been busy — a number of relatives coming and staying in my house, and given the situation we were in charge of taking care of most things. no, exactly. it’s everything. hectic, but a lot of fun. and if you ask me, doing chores and washing dishes for > 10 people are way better things to do than any coding session in any software development project. no need to guess why.

today is October 5th. on which I turned 22. nothing special anyway, but I’d like to thank several people for remembering my birthday and delivering the wishes — through short messaging, Yahoo! Messenger, and Google Talk. really appreciate it. you know who you are.

by the way. few days back imairi gave me a task to do. since she wants to know me better (I’ll take that as a compliment :mrgreen: ) as well as some readers would probably do, I decided to share something for this post.

so the task was to write down 10 items about me. since today is special, I’ll share the assigned task on this post. I guess it would be all right though… ne, Ma~i~?[1] :mrgreen:

and so without further ado — the following are the 10 items requested.

1. free-spirited, independent-minded…

well… self explanatory. I put my own freedom above almost anything else. tend to dislike one-sided, chain-of-command environment; should there be one day I willingly enroll myself to Army or ROTC, it’s probably the last day of planet Earth.

on a side note. I don’t really like hierarchical structure of society. be it five years old child or fifty years old CEO, they are only humans. as I am. ahh, privileges. why are humans so cocky? 😛

2. half-hearted gentleman

I would willingly give my seat to a senior citizen on bus. I don’t part with a girl and leaving her walking home alone at midnight.

but I don’t do ‘oh-my-princess-please-get-on’ door opening ceremony for a girl. I don’t like girls (and women) who blabber about their ‘rights’ to be prioritized on the first place. well but of course, those helpless-but-cocky-and-oh-so-cute girls are men’s target of their gentlemen-like act…

…but not mine.

3. choleric and phlegmatic

as it suggests. even this got myself confused, believe it or not. :mrgreen:

I enjoy my life. I don’t really want high-salary-high-pressure kind of job, and I do things I want to do. I don’t like people ordering me around, but I put a lot of effort to perfection on things I do. I embrace my own ideals while (still) being able to shout ‘what the hell’ to whatever crosses the line. I’m not natural-born leader, but I don’t mind taking it on when necessary.

so I guess I have quite fair share portions of each — whether it’s good or not, who cares.

4. high level of individuality

some friends of mine might notice that I tend not to go with the flow… on almost everything. I don’t like to go in ‘group’ or ‘clique’. I put less care for what other people achieve, and I don’t really look up to what people say as ‘great person’.

well, it’s true that those so-called ‘great person’ may have their own quality that I could learn from, and at times I’d be willingly to. but I have mine as well… and it has nothing to do with them. :mrgreen:

5. (self proclaimedly) high quality single

Karen Kasumi[2] once said her infamous line that ‘good guys are either taken or gay’. I’ve met several types of guys though, and it’s kinda hard to admit that she might be right; truth is that most of the guys I met added up to this conjecture.

well, she is wrong. I’m good, not taken, and not gay. unfortunately, I’ll probably still be single for a long time to go… so interested applicants should probably get prepared to be turned down. :mrgreen:

6. favorite quote: ‘don’t take life too seriously…’

the whole saying goes, ‘don’t take life too seriously; nobody gets out alive anyways’. in which the last part is inarguably true. so I’m a simple person who doesn’t ask much from this world — we are not going to live forever on this superficially-sugarcoated kind of world anyways.

7. classifications: pending

I’m quite religious… to some extent. but I embrace secular perspective… also to some extent. I do fasting on Shawwal month, but I don’t like going to liqa’[3]. I read Al-Ghazali, but somehow think that Nietzsche might have his point. I use open source software, but I’d rather buy a proprietary OS to be installed on my notebook. I’m an established Arsenal fan, but I’ll be glad seeing Liverpool taking the Champions League or Premiership trophy.

secular – religious, FOSS – proprietary, etc, etc… why do people like to classify their kinds into groups? it’s a mystery.

8. (sometimes) brutally honest

I’m an honest person. really. sometimes ‘too honest’ that it’s probably mistaken as ‘rude’ or ‘cynical’. let’s just say that it’s more like ‘straight-forward that it might be interpreted as rude’.

for example. I was talking with an elder(ly) person about some marriage issue; ‘what, are you marrying a woman only to have sex? sure, there would be no problem for getting a replacement after your current wife died…’

well, that sort of things.

9. detesting the way the world works

to the extent that I don’t mind if tomorrow morning an asteroid falls down on earth and wipe away mankind’s population.

what’s so good about this world we live in anyway — people being dishonest, and humans killing each other? humans are such greedy creatures, living in this superficial heaven they create: be it classy cars, huge houses and mansions, and prostitutes being hired as political bargain. what else? corrupt cops, cheating husbands and desperate wives, cocky soldiers acting all high and mighty?

anyway. good thing is that there are still good people living on this world. let’s just call it a day then.

10. earn my respect… if you want to

I respect respectable people. no. wait. it’s confusing. well… let’s just say that I only respect those people who earns my respect for them.

I respect people who are (but not limited to): (1) honest (2) reliable (3) generous (4) hardworking. so if you have any opposite traits from the ones in the list, it’s likely that you are not going to have my respect. :mrgreen:

no, seriously. I’m not the type who solely grant my respect to something like ‘seniority’ or ‘hierarchy’ or ‘cultural values’. if people want to have my respect, they would have to show their quality. the same applies to me — sounds fair, doesn’t it? 😉

___

[1] this phrase originated from the Kanon anime series, used by Sayuri Kurata to address her friend Mai Kawasumi.

[2] originated from the manga series X by CLAMP. this series could be considered classic in present time though.

[3] an Arabic term for one kind of discussion group, usually consisted of a mentor/facilitator and a number of members. ‘focus group discussion’ is probably a closer match for this term.

sudahlah

hari ini, saya ingin sendirian saja.

entahlah, saya kira saya lelah dengan banyak hal yang terjadi belakangan ini. mungkin juga terlalu banyak, tapi entahlah. setiap kehidupan selalu punya cerita sendiri — baik dan buruk, dan apapun yang berada di antara keduanya.

mungkin, saya memang masih belum dewasa. mungkin saya memang masih seperti anak kecil — tapi sudahlah, bukankah dalam beberapa hal anak kecil adalah sebaik-baiknya manusia? anak-anak yang dengan rela berbagi dan memberi, tanpa prasangka dan mau menerima. anak-anak yang dengan mudah tersenyum, hilangkan secungkup resah dan muak atas dunia yang tidak sempurna?

entahlah, saya kira saya lelah. mungkin benar, banyak hal-hal yang tidak bisa diraih oleh manusia dalam kehidupan yang serba tidak sempurna ini. mungkin benar, bahwa akan selalu ada pengorbanan untuk setiap sesuatu yang didapatkan. mungkin benar, bahwa kadang pengorbanan itu terlalu banyak, terlalu mahal — dan mungkin benar, bahwa sesal tak pernah datang di awal waktu.

apa artinya ini semua, saya bertanya-tanya. hal-hal yang hilang dari diri saya. hal-hal yang ingin saya lakukan dan tidak bisa. idealisme yang babak-belur di hadapan realita. kesempatan yang tiba-tiba menjadi tak teraih. rasa lelah yang melanda, dan membuat saya hanya bisa diam dan berpikir — sudahlah.

saat itu tidak ada kata-kata penghiburan. tidak perlu, mungkin. tidak ada tempat untuk benar-benar bersandar. juga tidak perlu, mungkin. hanya sebaris kata-kata yang terungkap pada saat yang lewat — ketika saya hanya bisa duduk dan mendengarkan, dengan pikiran yang letih dan tubuh yang lelah.

“sudahlah, yud. mungkin itu memang bukan buat kamu…”

saya hanya diam. dan hari ini, saya ingin sendirian saja.

ohshi—

hari ini saya ke kampus.

setelah sebelumnya mengumpulkan laporan tugas akhir pada 10 Juli lalu.

dan menikmati liburan singkat yang cuma tiga hari.

dan sekarang tanggal 15 Juli.

+ “jadwal sidang saya sudah ada?”

*beberapa pertanyaan administratif*

– “sebentar… oh, ada, ada!”

+ “kapan…”

– “hari Kamis! 17 Juli, yud!”

*siiiiiiii~~~~~~ngngng*

lolwut?

*omgwtfbbqlol*

saya…

saya termasuk orang yang meyakini bahwa peer review adalah salah satu mekanisme evaluasi diri yang baik. dan tentu saja, karena saya adalah manusia biasa yang punya banyak kekurangan, maka saya pun terikat ‘kewajiban’ untuk introspeksi diri, bukan? 😀

dan setelah sedikit blogwalking

Gw heran. Bagaimana mungkin seorang yud1 nggak punya cewek sekarang ini? Algoritma menanggapi curhat aja udah bisa dibikin kok sama dia; masa nggak satupun yang… 😆

sora-kun
–kenal di dunia nyata, ketemu di dunia maya

agonizingly true. oh well. setidaknya saya ini cukup pengertian dalam menghadapi wanita. :mrgreen:

kenapa kamu bersin? 😕 duh ni anak bedua sama aja. narsis!! 😈

chika
–‘kakak’ yang dengan memaksa menganggap saya sebagai adiknya

ah, salah ini. bukan ‘narsis’, tapi lebih tepatnya ‘percaya diri’. pasti itu! :mrgreen:

yud1 itu tidak setampan Christian Sugiono, tidak sepintar Nelson Tansu, dan banyak lagi tidak se- se- lainnya
he :mrgreen:
tulisan mu bagus juga loh..
coba deh merayu cewek pake’ ini tapi ga’ tanggung akibatnya loh..

lily
–ketemu di dunia maya, datang dan menghilang di tempat saya.

iya. saya tidak tampan. saya tidak pintar. saya juga tidak kaya banget-banget. oh well… 😐

Yup, kita harus berikan applause bagi Wartawan no 1 kita, yang lagi-lagi adalah bang yud1 yang sudah meningkatkan popularitas csui04.net dengan ilmu dan pengalamannya yang luar biasa.

cybill
–rekan seperjuangan di csui04

waks… bil, apa nggak terlalu berlebihan nih? xD

ckck, ga nyangka yud1 narsis abis!
*ngebayangin yud1 dgn gaya narsis biasanya*
😆

grace
–cewek yang menganggap saya narsis, offline dan online. duh.

heeeii! itu bukan narsis! itu percaya diri! :mrgreen:

[…] yud1, sosok misterius yang baik hati.. Smel, sosok manusia yang hangat dan dicintai banyak orang.. Arya, salah satu […]

ilman
–rekan di BEM, ketemu di dunia maya

…apa iya, saya semisterius itu? I’ll take this as compliment anyway. :mrgreen:

Tunggu saja pembalasannya, saat yud1 ujian dan saya sedang lapang-lapangnya… *membayangkan yud1 yang begitu tersiksa, mhuahahaa…*

jejakpena
–gadis tertindas yang enak dikerjain
xD

kayaknya anak ini punya dendam sama saya. bingung, saya punya salah apa ya sama dia? 🙄

bujubuneng… nih orang emang bener2 propokatip… 😆

rifu
–rekan SMU dulu, blogger part-time belakangan

saya ini cinta damai. sungguh. kecuali kalau lagi pengen ngerjain orang sih. :mrgreen:

[…] terima kasih sarannya. anda memang cocok dan berbakat jadi HR (loh !?)

apratz
–full-time fangirl, part-time junior analyst

…apa iya? mungkin bener juga, hoho! apa saya apply jadi HRD aja ya? 😀

[…] Yes, you’re kinda rude but also sweet in some levels. :’)

meltarisa
–rekan satu kampus yang nggak pernah ketemu

waks… hands down, I’m done for. xD

cara yang baik untuk mengawali hari

saya adalah orang yang berkeyakinan bahwa setiap hari adalah hari yang baik, dan harus diawali dengan baik pula. sedikit filosofis, haha. dan kali ini, saya akan sedikit berbagi cara yang baik dalam mengawali hari.

pertama, anda harus bangun jam 07:30, dan anda sebaiknya memiliki janji pertemuan pada pukul 10:00. tentu saja, tidak ada masalah kecuali bahwa perjalanan anda ke tempat pertemuan memakan waktu 1:40 sampai 1:55 (baca: jam:menit). oh, dan anda sebaiknya baru tidur pada pukul 04:00, dan anda masih harus mandi dan sarapan. hidup adalah perjuangan tanpa henti, bukan?

kedua, anda tentu masih mengantuk. sebagai penangkalnya, anda perlu sarapan yang enak. masak sendiri, karena tidak ada makanan… atau silakan bongkar-bongkar kulkas kalau ada makanan yang bisa dipanaskan. yeeeaaah. jangan lupa kopi hitam nyaris-tanpa-gula untuk menghilangkan rasa kantuk yang mungkin masih tersisa di kepala anda yang kemungkinan masih sedikit pusing.

…masih kurang? anda sebaiknya secara tidak sengaja menyiramkan air panas dari termos yang isinya baru mendidih kira-kira setengah jam sebelumnya ke tangan kanan anda. rasa sakitnya seharusnya cukup untuk membuat anda tetap terjaga dan waspada sampai dua jam setelahnya… tidak percaya? silakan dicoba sendiri.

tentu saja, kopi dan kue adalah sarapan yang tepat untuk pagi hari, dengan kepala yang masih berdenyut-denyut karena banyak hal lain yang masih perlu dipikirkan dan juga sebagai akibat dari tidur yang tidak lelap. jangan lupa juga bahwa anda masih harus mandi dan beres-beres barang bawaan anda dalam waktu 15 menit yang tersisa. jangan tanya bagaimana, pokoknya anda harus bisa. akhirnya, anda sebaiknya berangkat pada jam 08:05.

wah. seharusnya waktu anda masih cukup untuk janji pada jam 10:00. jangan lupa perjalanan 1:40 sampai 1:50 anda. dari sini, anda sebaiknya tidak membawa kendaraan dan memilih jalan yang merakyat dengan menggunakan angkutan umum dan bus kota. pada saat ini waktu anda sebaiknya masih cukup, jadi jangan terlalu kuatir.

sampai di terminal, anda sebaiknya menaiki bus kota yang tampaknya belum mau berangkat juga selewat jam 09:00. anda sebaiknya menunggu sampai beberapa(?) menit lagi sampai bus mulai berjalan, sementara perasaan ‘tidak biasa’ di tangan kanan anda seharusnya cukup membuat anda terjaga di antara serangan kantuk yang menggerilya. rasa sakit adalah stimulan yang efektif, kalau anda mau tahu.

setelah itu? anda sebaiknya turun dari bus di tempat pemberhentian, dan jalan kaki dengan sekuat tenaga untuk sampai ke tempat tujuan anda. anda juga sebaiknya menyelingi hal tersebut dengan sprint ringan, ketahuilah bahwa olahraga pagi itu baik adanya — selain karena anda sebaiknya sudah mulai kehabisan waktu pada saat-saat tersebut. mungkin juga anda akan sedikit capek dan tiba-tiba harus menghadapi serangan balik yang cukup mengganggu dari kantuk yang dari tadi ditahan-tahan dan sakit kepala yang dari tadi dicuek-cuekin, tapi tidak masalah.

dan tidak apa-apa, karena pada akhirnya, sebaiknya anda sampai di tempat tujuan dengan relatif tepat waktu dan segala sesuatunya berlangsung lancar. tidak ada masalah, dan anda sudah melewati awal hari dengan cara yang baik. entah apa yang akan terjadi pada sisa hari tersebut setelahnya, tapi semangat! anda tidak mungkin mau kalah setelah awal hari yang menyenangkan, bukan?

carpe diem. raihlah hari ini. dan anda mungkin akan belajar bahwa memandang hidup dengan optimisme tinggi kadang-kadang bisa jadi hal yang agak susah dilakukan. anda mungkin tidak akan terlalu peduli soal ini, tapi hal ini terserah anda saja sih.

salam hangat dari suatu hari yang cerah. dan jangan lupa; tetap semangat~!

a playlist on sunday afternoon

hari minggu siang, enaknya memang nggak ngapa-ngapain. menggeletak di kamar dan tidak memikirkan apa-apa adalah alternatif yang menyenangkan… yah, setidaknya buat saya.

Yahoo! Messenger… disconnected. Google Talk… disconnected. Mozilla Firefox… oh, jangan. masih perlu buat post entry ini. tweaking speaker dan setting soundcard sedikit, load playlist… maka saat-saat tidak produktif pun dimulai.

hari minggu siang, enaknya memang hard/soft/progressive rock. Queen, RHCP, Scorpions, Bon Jovi… berikut adalah beberapa di antaranya.

…apa, laporan Tugas Akhir? ah, itu kan bisa menunggu! :mrgreen:

  1. Bee Gees – To Love Somebody
  2. salah satu band lawas yang juga jadi favoritnya ibu saya. lagu ini pernah di-remake dan dibawakan ulang oleh Michael Bolton pada awal 1990an, tapi toh menurut saya kedua versi ini sama-sama enak didengar.

    baby, you don’t know what is life
    baby, you don’t know what is life
    to love somebody, to love somebody
    the way I love you…

    rada gombal. tapi terserahlah, bukan cuma lirik yang penting dari sebuah lagu, kan? :mrgreen:

  3. Red Hot Chili Peppers – Scar Tissue
  4. lagu ini sering terdengar terutama pada masa-masa SMP saya yang bahagia pada sekitar 1999. oke, dengan berat hati saya mengakui bahwa ternyata sudah hampir sepuluh tahun berlalu, dan dengan demikian saya sudah cukup tua. 😛

    tampil cukup catchy, lagu ini diperkuat terutama dengan kombinasi permainan gitarnya John Frusciante dan vokalnya Anthony Kiedis.

  5. Bon Jovi – You Give Love A Bad Name
  6. salah satu band favorit saya sepanjang masa. salah satu nomor klasik dari band yang masih eksis sampai sekarang, dengan gaya khas pada masa-masa awal ketenaran mereka sebagai superstar.

    shot through the heart, and you’re to blame
    you give love a bad name!

    gayanya agak berbeda dengan karya-karya mereka yang lebih baru pasca 2000… tapi apapun, ini salah satu lagu pertama yang mengantarkan mereka dikenal di seluruh dunia.

  7. Guns N’ Roses – Sweet Child O’ Mine
  8. beberapa orang mungkin mengetahui lagu ini dari versi cover yang dibawakan oleh Sheryl Crow, tapi saya pribadi lebih menyukai versi aslinya yang dibawakan oleh Guns N’ Roses.

    versi cover-nya juga cukup enak sih, tapi memang sentuhannya agak beda. lha, masanya sendiri memang sudah beda, kok. versi aslinya dirilis pada akhir 1980an, sementara cover oleh Sheryl Crow baru pada 1999.

  9. Scorpions – Wind of Change
  10. salah satu nomor yang nostalgic dari Scorpions. dirilis pada 1990 di tengah suasana Perang Dingin dan rencana reunifikasi Jerman, lagu ini konon ditulis untuk merepresentasikan pandangan politik dari Klaus Meine yang jadi vokalisnya.

    take me, to the magic of the moment
    on a glory night
    where the children of tomorrow dream away
    in the wind of change…

    nggak perlu banyak kata, lagu ini simply classic. sudah hampir 20 tahun sejak pertama kali dirilis, dan tampaknya lagu ini masih belum kehilangan kekuatannya. oh well… good song is good song nevertheless.

  11. Queen – Bohemian Rhapsody
  12. salah satu nomor legendaris dari Queen. tampil dengan struktur yang ‘absurd’ untuk sebuah lagu yang dirilis oleh sebuah band rock, lagu ini jadi contoh kreativitas yang ‘ajaib’ dan sukses diterima pasar.

    lagu ini dirilis pada 1975, jadi silakan dihitung sendiri berapa umurnya. konon dianggap sebagai salah satu lagu terpopuler sepanjang masa, klaim seperti ini kayaknya bukan nggak berdasar sih.

  13. Air Supply – Goodbye
  14. lagu yang cukup dekat ke arah balada dari sebuah kelompok yang bergenre soft rock. dan sepertinya, lagu ini cukup terkenal di antara para pendengar di Indonesia… anyone says it’s timeless? :mrgreen:

    you would never ask me why
    my heart is so disguised,
    I just can’t live a lie anymore…

    I would rather hurt myself
    than to ever make you cry,
    there’s nothing left to say, but goodbye…

    dirilis pada 1993, dan waktu itu saya masih SD. tampaknya bisa dibilang saya tumbuh bersama lagu ini (haha), dan lagu ini jadi salah satu lagu di genre ini yang masih sering saya dengarkan sampai sekarang.

  15. Kansas – Dust In The Wind
  16. lagu dari Kansas dengan kesan yang mendalam, dan salah satu nomor klasik dari band dengan genre progressive rock ini. kombinasi petikan gitar yang khas dan gesekan biola dari Robby Steinhardt menjadi nilai tambah dari lagu ini di telinga saya.

    same old song,
    just a drop of water in an endless sea
    all we do,
    crumbles to the ground though we refuse to see

    dust in the wind,
    all we are is dust in the wind…

    termasuk dalam salah satu komposisi rock dari era 1970an yang bisa dikatakan cukup memorable… nggak aneh juga sih, lagu ini sendiri bisa dibilang sudah jadi klasik dari band ini.

dan tahu-tahu, sekarang sudah minggu sore. duh.

tapi sudahlah, segala sesuatu juga akan harus berakhir, kan? tentu saja, besok waktunya untuk kembali kerja (haha), dan hari baru (seharusnya) adalah semangat baru.

ayo. semangat. masih ada kerjaan lain…

…tapi rasanya kok males begini ya? :mrgreen:

not a hero

“there is nothing really right or wrong. only people on different standpoints.”

___

I’m not a hero. nor did I ever be, nor do I want to be.

because it’s pathetic. about how people contradicting themselves, and how people would want to act so-high-and-almighty to be ‘righteous’. and how people could be really driven about such. and how people could end up fighting and quarreling about the ‘right’ and ‘wrong’.

of course, we have law and orders. we suggest that they represent justice and equality and so on.

…but there are also things that are not being covered in that so-called law (and orders). it is there, and too much. and what constitutes right or wrong about such matters then?

and given such, we then could not really define what is ‘right’ and what is ‘wrong’. and do we really need that kind of hero in such circumstances — hereafter referred as ‘hero’?

::

I never want to be a hero. not really, not a chance.

by being a hero, you have the privilege to judge the right and wrong. you get sore to situations, and you take actions accordingly. you see something you feel ‘not right’, and then acting on your own to fix and ‘make it right’.

…but how do you know that what you are doing is righteous?

unfortunately, there is no answer to that. should it be written in law or code of conduct, then we might be able to judge — truth is, it is not. for such things not constrained by law, how can one says something is ‘wrong’ while not having privilege to say something as right?

by self-acceptance? ego? praises and thanks?

::

being a hero means saving someone else. but saving someone else means not to save another people. and so it goes, again and again.

I was never interested to say what is right or what is wrong, when it comes outside laws and code of conducts. there is not really right or wrong in such circumstances; only people getting hurt and people getting advantages, if any.

you can say that robbery is wrong. it is there in the law that controls society. you can also say that killing is wrong. it is also there in the law, thus people have to obey.

but you can’t say that cheating on girlfriend is entirely wrong — or right. you can’t say that lying to someone is absolutely wrong — unless when it comes to be fraud. you can’t also say that anything is wrong only because you disagree to such.

by choosing to be a hero, you are prepared to have enemies. sometimes it’s worth. sometimes it’s not. you are probably prepared for the name of law and justice. if it’s not for such? that would be your call then.

::

in the end, it’s just pathetic. people are only contradicting themselves. they want a hero, obliviously. they never need a hero for such reasons — only the ones supporting them of what they are doing. ensuring that they are on the right side. thus given the praises and thanks and boastful ego, so can anyone be a hero.

…or maybe not. there is nothing really right or wrong outside those defined in that so-called law to begin with.

is it okay to hurt our own comrades? is it okay to break someone’s heartful trust? is it okay to betray people? is it okay to hate someone else? is it okay to deceive someone’s feeling? is it okay to lie to a friend? is it okay to badmouth people? is it okay to leave someone behind? is it okay to hurt our so-called friend?

unfortunately, there is no answer to that. even if there is, it’s only baseless; how do you know that something is right? and what if it is obliviously wrong?

because by being a hero who (is supposedly) does the ‘righteous’ thing, you decided to fight what is ‘wrong’. you have your enemies then, but then come the questions: is it worth doing? or is it only that you are fighting those who are not on your side?

in the end, it’s just people quarreling and fighting over what they think is ‘righteous’. oblivious as it is, and they start hating then fighting whatsoever. baseless assumption. baseless righteousness. baseless acts.

::

I’m not a hero.

but really, humans can be troublesome.