garo

GARO yang akan gw tulis di sini kali ini adalah salah satu serial jepang yang bergenre tokusatsu (=live action hero). ada yang pernah dengar? kalau nggak sih kayaknya wajar… =)

oh iya. buat yang belum tahu ‘tokusatsu’ itu apa, tokusatsu adalah salah satu genre dalam serial jepang yang intinya adalah live action hero, atau gampangnya ‘pahlawan berubah wujud’. bentuknya biasanya drama (bukan animasi atau kartun), dan biasanya temanya ‘jagoan vs monster’. kalau tahu Kamen Rider, kira-kira seperti itu-lah. sebenarnya gw nggak terlalu doyan genre kayak begini (karena biasanya target pemirsanya anak-anak, dan ceritanya gampang ditebak), tapi yang satu ini berbeda dari yang lain.

langsung saja deh. GARO adalah serial tokusatsu yang bercerita mengenai para Makai Knights (=underworld knights) yang bertugas membasmi Horror (=monster pengganggu hidup manusia, biasalah di serial kayak begini) secara rahasia. jadi intinya sih anggap saja ada Makai Knights (anggap saja ini jagoannya =) ) dan Horror (ini penjahatnya =) ). gampangnya sih begitu, walaupun plotnya juga sebenarnya tidak sesederhana itu. belakangan, plotnya memang berkembang ke arah agak tak terduga… begitulah pokoknya.

ceritanya berjalan di sekitar kehidupan Saejima Kouga sebagai seorang Makai Knight yang bertugas memburu Horror yang menjadikan manusia sebagai makanan. Kouga adalah seorang Makai Knight yang memiliki sebutan ‘Garo’, yaitu seorang Makai Knight first line (ada beberapa line Makai Knight di sini) yang berhak mengenakan Golden Armor dalam pertarungannya dalam membasmi Horror.

dalam salah satu pertempuran, Kouga bertemu dengan Mitsuki Kaoru, seorang gadis yang sepertinya memiliki ingatan aneh mengenai golden knights dari masa kecilnya. dalam pertempuran tersebut, Kaoru yang terkena semburan darah dari Horror yang dibunuh seharusnya dihabisi di tempat. meskipun demikian, Kouga akhirnya memutuskan untuk membiarkannya hidup, yang mengakibatkan berbagai pertentangan dari pihak Makai Knights tempatnya bekerja…

biasanya sih, tokusatsu itu untuk anak-anak. tidak untuk yang ini. ada agak banyak content yang menurut gw tidak sesuai untuk anak-anak. menurut gw sih ratingnya paling tidak 13+ atau T. kenapa begitu? well, ada kata-kata kasar, beberapa adegan kekerasan, perilaku menyimpang, dan dalam beberapa kasus, pertarungan yang agak berdarah-darah.

dari segi visual, serial ini membawa suasana yang agak gothic dan gelap, walaupun setting-nya di Jepang. yah, event-event yang ada memang kebanyakan menggunakan latar yang gelap, jadi suasananya bisa dibilang agak muram, walaupun tidak selalu demikian juga. desain latar dan karakternya agak-agak gothic. hal ini terlihat jelas dari desain pakaian beberapa karakter, misalnya Saejima Kouga dan Suzumura Rei. tempat-tempat berlangsungnya event juga cenderung bernuansa gelap dan muram. yah, pokoknya nuansanya agak ‘gelap’.

VFX? special effect jadi keunggulan utama serial ini. nggak usah ditanya, deh. penggunaan VFX, terutama dalam adegan battle, sukses menyajikan tontonan yang seru. bantuan CG untuk menyajikan beberapa dunia cukup sukses membawa suasana ‘dunia lain’. efek-efek yang ada dalam pertarungan pun mengalir mulus. top-lah pokoknya.

kelebihan lainnya ada di adegan battle. koreografi digarap dengan sangat baik, dan menumpukan sisi martial arts dari masing-masing karakter. gaya bertarung Saejima Kouga yang menggunakan katana atau Suzumura Rei yang menggunakan dual katana digarap dengan baik. monster yang ada juga berbentuk humanoid, memungkinkan penggarapan martial arts dalam pertarungan secara maksimal.

storyline… lumayan baik, tapi masih ada kekurangan. penyampaian cerita di beberapa poin terasa agak hambar dan tergesa-gesa, walaupun ada juga bagian-bagian yang digambarkan dengan baik. masa lalu dari karakter-karakter yang membentuk kepribadian mereka dijelaskan dengan baik, walaupun kadang terasa agak kurang pas dalam penyampaian. plot yang ada sebenarnya berpotensi untuk jadi ‘kompleks dan bagus’, tapi sayangnya dalam pengembangannya jadi terasa agak datar.

…apa lagi yah? sound… FX-nya sih lumayan. tapi soundtrack-nya biasa-biasa. tidak buruk, tapi tidak terlalu bagus juga. tidak istimewa. desain armor-nya lumayan keren, walaupun agak kurang sesuai dengan tren tokusatsu yang ada. bagus sih begitu.

yah. akhirnya. bila anda adalah penggemar tokusatsu dan menyukai action dan VFX yang keren, silakan menonton GARO. kemungkinan sih anda akan terpuaskan. tapi kalau anda mencari storyline yang kompleks, mungkin akan merasa agak-gimana-gitu ketika menyaksikan serial ini sampai akhir.

oh. iya. satu lagi, kalau anda agak kurang suka suasana yang muram, dan mungkin agak kurang suka dengan content yang agak angsty dan sedikit berat, sebaiknya anda jangan nonton. dan yang cukup penting: jangan biarkan adik atau saudara anda yang masih di bawah umur menonton ini. ada beberapa content yang bukan untuk anak-anak. termasuk, perilaku menyimpang, kekerasan, dan sedikit gore.

…well, mungkin beberapa orang akan mengatakan cukup bagus. tapi bukan untuk selera semua orang, sih.

wordpress feature

tahukah anda, bahwa dari segi feature, sebenarnya feature yang ada di engine WordPress itu bisa digunakan atau tidak digunakan, tergantung theme yang anda pakai? gw menyadari hal tersebut ketika mengutak-atik engine theme yang gw pakai, dan sedikit melihat-lihat (serta sedikit utak-atik) engine WordPress.

gw mencoba untuk menuliskan beberapa feature (yang ketemu dari hasil coba-coba dan utak-atik) di sini. oh, iya. perlu diperhatikan bahwa trik berikut ini hanya WordPress-compatible, dan bisa dilakukan dengan memodifikasi code PHP dari engine.

di sidebar ada sebuah kalender yang bisa digunakan untuk search post berdasarkan tanggal. yah, sebenarnya feature itu sudah ada di engine-nya WordPress, tapi gw baru tahu belakangan karena ada di theme yang gw pakai sekarang. kalau tertarik, silakan coba syntax get_calendar(). rather convenient, i think.

masih di sidebar, ada sebuah kategori ‘activity’ untuk menampilkan n post terakhir. gw sih menggunakan n = 10. sebenarnya bisa di-set sesuai kebutuhan. bisa dicoba dengan syntax

$posts=get_posts(‘numberpost=n’&offset=0’);

n-nya bisa didefinisikan sesuai keinginan. oh iya, $posts itu variabel yang dipakai untuk menampung semua post-nya. setelah itu, pakai foreach, dan pakai syntax the_permalink(). syntax yang terakhir itu me-reference ke permanent link post yang bersangkutan.

euh… sebenarnya sih ini akan lebih mudah dimengerti kalau anda sudah bongkar-bongkar code PHP-nya WordPress.

terakhir (dan agak kurang penting), sebenarnya kalau anda menyadari, WordPress bisa mengelola kategori ‘links’ secara berbeda, tergantung kebijakan yang digunakan pada theme yang anda pilih. salah satu versi tidak bisa mengelompokkan links berdasarkan kategori. tahu kan, misalnya ‘friends’, ‘sites’, atau ‘others’ dari link yang ada.

sebenarnya sih ada cara yang lebih efisien (dan gampang!) untuk melakukan hal tersebut, dan bisa dilakukan dengan syntax get_links_list(). tapi gw agak kurang suka aja, sih. masalahnya, walaupun bisa menampilkan link per kategori, tapi agak buggy: urutan yang ada di kategori bisa berubah setiap kali di-refresh. soal selera, sih. gw pribadi lebih suka menggunakan menu link standar (alias: tidak ada kategori link). but for the sake of neatness, silakan menggunakan code tersebut kalau theme yang anda pakai belum menggunakannya.

…hm. ada yang tahu hal-hal yang menarik lagi soal WordPress? sebenarnya, hal seperti inilah yang gw suka dari engine custom seperti WordPress. feature yang ada bisa dimodifikasi sesuka hati =)

‘shards of memories’ new look

akhirnya, setelah melakukan beberapa hal:

  1. ngubek-ngubek theme WordPress lama (yang tadinya nggak gw pakai karena gw anggap tidak terlalu bagus) yang ada di M-E-T-E-O-R-
  2. utak-atik code CSS dan PHP dari theme asli
  3. lihat-lihat dan sedikit utak-atik code PHP dari engine WordPress (kok… code-nya susah yah =P) buat penyesuaian feature ke theme baru
  4. edit image yang ada buat theme hasil modifikasi
  5. utak-atik code HTML buat finishing touch

…dan jadilah tampilan shards of memories versi baru. theme yang digunakan sebagai basis adalah Ocadia yang bisa ditemukan di website kreatornya di beccary.com. modifikasi yang dilakukan meliputi modifikasi code CSS, PHP, HTML, serta GIF image editing.

nuansanya kali ini didominasi warna abu-abu dan turqoise, dengan gaya simple and clean. sebenarnya sempat kepikiran untuk pakai warna biru atau biru tua dengan shade pastel, tapi berhubung warna yang disebutkan sudah banyak yang pakai, jadi batal deh =).

yah, begitulah. enjoy this new look. feel free to comment.

omong-omong piala dunia (terakhir)

akhirnya piala dunia 2006 usai juga. diakhiri dengan partai ‘hadiah hiburan’ perebutan juara ketiga pada 8 Juli dan final pada 9 Juli, kedua pertandingan menutup rangkaian piala dunia 2006. closing ceremony berlangsung apik, lengkap dengan konfeti dan kembang api yang menghiasi langit Berlin dari Olympiastadion.

Italia meraih piala dunia untuk keempat kalinya, menjadi negara Eropa yang memimpin perolehan Piala Dunia di bawah Brasil. Prancis di posisi runner-up dan bermain sangat baik. Jerman menghibur publiknya dengan tempat ketiga, dan Portugal mengakhiri turnamen sebagai semifinalis di tempat keempat.

berikut dua partai terakhir piala dunia 2006.

Jerman 3 – 1 Portugal

walaupun titelnya adalah ‘hadiah hiburan’, kedua tim memiliki alasan yang bagus untuk memenangkan pertandingan. Jerman sebagai tuan rumah menginginkan kemenangan untuk menghibur publiknya atas kekalahan di semifinal. sementara itu, generasi emas kedua Portugal menginginkan prestasi menyamai generasi emas pertama yang dipimpin Eusebio.

sayangnya, kedua tim tidak tampil secara full-team. Michael Ballack tidak bermain karena cedera. Oliver Kahn menggantikan Jens Lehmann untuk pertama dan terakhir kalinya di piala dunia 2006. Luis Figo duduk di bangku cadangan. posisinya sebagai kapten tim digantikan oleh Pauleta.

absennya beberapa pemain utama ternyata tidak membuat pertandingan menjadi tidak seru. kedua tim bermain terbuka dan saling menyerang sejak menit-menit awal. Jerman dengan pola 3-5-2 yang biasa, dengan Bastian Schweinsteiger dan Phillip Lahm di posisi sayap. di depan, duet Miroslav Klose dan Lukas Podolski masih menjadi starter. dari sisi Portugal, absennya Luis Figo dicoba dicover oleh Deco yang berperan sebagai jenderal lapangan tengah. sementara itu, penyerangan dari sisi diserahkan kepada Cristiano Ronaldo dan Simao Sabrosa. pola 4-5-1, dengan Pauleta sebagai penyerang tunggal.

babak pertama tidak menghasilkan gol. penyerangan Portugal cenderung terpusat pada pergerakan Cristiano Ronaldo. disebabkan oleh absennya Figo, serangan memang seolah menjadi Ronaldo-sentris. Deco lebih banyak berperan sebagai CMF yang mengalirkan bola ke depan dan ke sisi lapangan. penyerangan Portugal lebih banyak dilakukan melalui side-attack, terutama melalui pergerakan Ronaldo dan Simao.

sementara itu, Jerman mengkombinasikan pergerakan dari tengah lapangan dan serangan dari sisi. pergerakan Lukas Podolski beberapa kali mencoba menerobos dari tengah, sementara Lahm dan Schweinsteiger dari sayap. selain itu, terdapat juga beberapa peluang yang dihasilkan dari bola mati di sekitar gawang Portugal. dari sisi pertahanan, penjaga gawang Oliver Kahn bermain sangat baik. meskipun demikian, tidak terjadi gol pada 45 menit babak pertama.

babak kedua. pergerakan Jerman masih seperti babak pertama. namun, Portugal tampak menurunkan tempo permainan. di menit ke-56, pergerakan Schweinsteiger dari sisi kiri lapangan berhasil membuka ruang tembak. satu tembakan bersarang dengan manis di gawang Portugal. 1-0.

Portugal yang tertinggal mencoba melakukan serangan balik, dan kembali menaikkan tempo permainan. sebaliknya, Jerman malah berhasil menambah keunggulan melalui gol bunuh diri Petit yang salah mengantisipasi tendangan bebas Schweinsteiger. sementara itu, pelatih Luiz Felipe Scolari memasukkan Nuno Gomes untuk meningkatkan daya serang Portugal. belakangan, Pauleta digantikan oleh Luis Figo, yang kembali menjadi kapten tim.

meskipun demikian, Jerman akhirnya mencetak gol ketiganya, kembali melalui pergerakan Schweinsteiger yang melakukan tembakan jarak jauh setelah menusuk dari sayap. sebuah gol cantik sekali lagi bersarang gawang Portugal. baru mendekati akhir pertandingan, Nuno Gomes memperkecil ketinggalan dengan mencetak gol dari assist cantik Figo dan mengubah kedudukan menjadi 3-1. kedudukan tidak berubah sampai akhir pertandingan.

Schweinsteiger menjadi man of the match. publik Jerman senang. sebagai tuan rumah, pencapaian tersebut cukup baik sebagai penghibur atas kekalahan di semifinal. Portugal kalah, tetapi prestasi kali ini merupakan lompatan bagi reputasi underachiever mereka.

Italia 1 – 1 Prancis (adu PK: Italia)

Italia membalas dendam. dua kekalahan menyakitkan dari Prancis di Prancis 98 dan Belanda-Belgia 2000 dibalaskan dengan sukses di Berlin. piala dunia kembali ke Italia.

gol cepat Prancis di menit ke-7 yang dicetak oleh Zidane dari titik penalti setelah Florent Malouda diganjal di kotak penalti Italia membuat keunggulan yang bertahan hanya selama 12 menit. di menit ke-19, Marco Materazzi mencetak gol dengan sundulan dari tendangan pojok yang dilakukan Andrea Pirlo. setelah itu, tidak terjadi lagi gol yang mengakibatkan pertandingan terpaksa dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

bermain dengan pola 4-5-1 (yang lebih mendekati 4-4-1-1), Italia mengharapkan permainan yang inspiratif dari Francesco Totti yang dipasang di belakang Luca Toni. sayangnya, permainan lni tengah Italia tidak berkembang baik selama pertandingan. lini tengah Prancis yang dimotori oleh Zinedine Zidane lebih mendominasi lapangan tengah, dengan di-support oleh Frank Ribery dan Florent Malouda yang bermain menyerang. sementara itu, duet Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso di lini tengah Italia dengan usaha yang baik mencoba untuk mengalirkan bola, namun tidak menghasilkan pergerakan yang baik. peran Francesco Totti yang diharapkan menjadi motor serangan ternyata tidak berjalan sesuai harapan. praktis, lapangan tengah lebih banyak didominasi Prancis.

peluang Italia lebih banyak terjadi melalui set pieces tendangan pojok dan tendangan bebas. tercatat beberapa peluang yang cukup baik terjadi dari posisi bola mati. selain gol dari Materazzi, sempat terjadi peluang yang baik dari Luca Toni yang menyambut sepak pojok, di mana bola masih membentur mistar gawang. demikian juga gol dari Toni yang dianulir karena posisi offside diperoleh dari set piece tendangan bebas. suplai bola dari lini tengah dan tusukan dari Italia memang terasa minim dalam pertandingan kali ini.

di sisi lain, Prancis yang mendominasi lapangan tengah, terutama selepas babak pertama, terus mengambil inisiatif serangan ke daerah pertahanan Italia. meskipun demikian, pertahanan Italia yang dikomandoi oleh Fabio Cannavaro mampu menahan dengan baik serangan-serangan dari Prancis. Henry, Ribery, dan Zidane mencetak peluang yang sangat baik, namun tidak berhasil menjadi gol.

memasuki perpanjangan waktu, Prancis masih terus melakukan inisiatif serangan, sementara Italia tampak lebih mengandalkan counter-attack. peluang terbaik Prancis dalam dibuat oleh Zidane dengan kerjasama satu-dua yang cantik, dan diakhiri dengan sundulan terarah ke gawang Gianluigi Buffon. sayangnya, Buffon berhasil mematahkan bola kencang dan terarah tersebut. penyelamatan yang sangat baik dan luar biasa dari Buffon.

selanjutnya, mendekati akhir perpanjangan waktu, insiden Zidane-Materazzi akhirnya mengakibatkan Zidane diganjar dengan kartu merah. Zidane yang tampak frustrasi ‘menanduk’ Materazzi dalam keadaan off the ball. kartu merah merupakan hal yang layak untuk tindakan yang disesalkan dan tidak seharusnya dilakukan oleh sang maestro.

memasuki adu PK, tampak bahwa adu PK ini lebih ke arah adu piawai penendang dibandingkan adu penjaga gawang. Buffon, walaupun melakukan berbagai penyelamatan yang baik sepanjang piala dunia, bukanlah penjaga gawang yang istimewa untuk urusan tendangan penalti. demikian juga Fabien Barthez, tidak memiliki catatan yang baik dalam menghentikan tendangan penalti. hal ini akhirnya terbukti dengan minimnya jumlah PK yang dapat ditebak arahnya dengan baik oleh kedua penjaga gawang.

adu PK yang dilakukan akhirnya membuahkan skor akhir 5-3 untuk kemenangan Italia. David Trezeguet gagal mengeksekusi PK karena membentur mistar atas gawang. Fabio Grosso menjadi pahlawan dengan PK terakhir dalam pertandingan. piala dunia pun kembali ke Italia.

___

trivia:

tahukah anda, Bastian Schweinsteiger hampir saja menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick di piala dunia 2006? sayangnya, walaupun berperan besar dalam terjadinya ketiga gol Jerman, gol kedua Jerman dihitung sebagai gol bunuh diri. dengan demikian, sampai turnamen usai, tidak terjadi satupun hat-trick di piala dunia 2006.

tahukah anda, bahwa Zinedine Zidane menjadi satu-satunya pemain yang mengakhiri kariernya di kancah sepakbola dengan pertandingan final piala dunia? sayangnya akhir dari kariernya yang cemerlang dirusak oleh kartu merah yang diterimanya dalam pertandingan final.

tahukah anda, bahwa bagi publik Italia, keberhasilan menjuarai piala dunia 1982 dan 2006 memiliki sejarah yang mirip? pada 1982, di tengah kehebohan skandal suap, Paolo Rossi dan kawan-kawan menjadi juara dunia. pada 2006, di tengah skandal liga domestik, Fabio Cannavaro dan kawan-kawan sekali lagi menjuarai piala dunia.

___

see you on 2010. look forward to it.

omong-omong piala dunia (lagi-lagi…)

Jerman 0 – 2 Italia

Westfalenstadion punya aura magis buat Jerman? katanya sih begitu. tapi rekor tidak pernah kalah milik Jerman di Westfalen ternyata kandas di kaki Italia.

Italia tampil baik. Jerman tampil bagus. kedua tim sama-sama bermain keluar menyerang. dan kedua penjaga gawang tampil cemerlang. Gianluigi Buffon melakukan penyelamatan spektakuler di perpanjangan waktu. Jens Lehmann mematahkan middle shoot dari Andrea Pirlo dengan baik. sayangnya, tidak tercipta sebuahpun gol dalam 2×45 menit pertandingan yang berjalan cukup seru.

meskipun demikian, penyerangan Jerman yang lebih banyak menggunakan serangan dari sayap, dikombinasikan dengan terobosan tengah dari Michael Ballack dan dalam beberapa kesempatan oleh Lukas Podolski yang beberapa kali mencoba melakukan terobosan dari tengah.

di sisi Italia, penyerangan lebih banyak menggunakan terobosan tengah -Italia tidak banyak menggunakan pola serangan dari sisi lapangan, kecuali mungkin pergerakan dari Mauro Camoranesi di bagian kanan- yang dimotori oleh Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso. di barisan depan, Luca Toni yang akhirnya digantikan oleh Alberto Gilardino tercatat mencetak beberapa peluang yang sayangnya gagal menjadi gol.

kedudukan 0-0 hampir saja membawa pertandingan ke babak adu penalti, sebelum akhirnya Fabio Grosso memecahkan kebuntuan dengan sebuah gol ke tiang jauh sebelah kanan gawang Jerman. ketertinggalan satu gol membuat Jerman menaikkan tempo dan bermain semakin terbuka di akhir perpanjangan waktu. sayangnya, counter dari Italia sekali lagi membobol gawang Jerman berkat kerjasama yang baik dari Alberto Gilardino dan Alessandro del Piero. gol kedua Italia tercipta dalam selang waktu tidak sampai tiga menit. kedudukan 0-2 untuk keunggulan Italia bertahan sampai akhir pertandingan.

dengan demikian, Italia melangkah ke final piala dunia 2006, dan akan menghadapi pemenang dari pertandingan Prancis-Portugal di pertandingan semifinal lainnya.

Portugal 0 – 1 Prancis

c’est historie repete. sejarah berulang. masih ingat semifinal Euro 2000? enam tahun lalu, Portugal bertemu Prancis di semifinal. saat itu, kemenangan Prancis ditentukan oleh tendangan penalti Zinedine Zidane di babak perpanjangan waktu. kali ini, sejarah kembali berulang. tendangan penalti Zidane sekali lagi menghempaskan Portugal di semifinal piala dunia 2006.

sama-sama menggunakan pola 4-5-1, kedua tim menumpukan permainan di lini tengah. meskipun demikian, terlihat perbedaan yang jelas dalam permainan kedua tim: Prancis lebih banyak menggunakan terobosan dari tengah yang dimotori oleh Zidane, yang di-support oleh Patrick Vieira dan Frank Ribery. sementara itu, Portugal lebih banyak bermain dari sisi dengan Cristiano Ronaldo dan Luis Figo sebagai motornya.

pelanggaran terhadap Thierry Henry di menit ke-33 akhirnya menghasilkan penalti yang dieksekusi oleh Zidane. ditebak arahnya dengan sangat baik, namun tidak berhasil digagalkan oleh penjaga gawang Ricardo. satu gol hasil tendangan penalti Zidane bertahan sampai akhir pertandingan.

di babak pertama, pergerakan Cristiano Ronaldo yang menyisir lapangan dari sisi kiri (dan beberapa kali dari kanan) sempat beberapa kali membahayakan gawang Prancis, namun berhasil digagalkan berkat kerjasama yang baik dari DF Prancis yang dikomandoi oleh Lilian Thuram. tercatat juga beberapa kali Thuram melakukan intercept pada saat yang tepat sehingga tidak terjadi peluang yang berbahaya.

lini depan Portugal tampak tidak bisa mengembangkan permainan, dan lebih banyak mengandalkan middle shoot dari pemain MF-nya, terutama Maniche yang memang dikenal dengan akurasi middle shoot-nya. Cristiano Ronaldo dan Luis Figo, walaupun melakukan pergerakan yang cukup berbahaya, namun masih belum menghasilkan peluang yang cukup baik.

meskipun demikian, barisan DF Prancis bukannya tanpa cela. penjaga gawang Fabien Barthez beberapa kali melakukan kesalahan kecil, dan satu blunder yang nyaris berakibat terjadinya gol. beruntung bagi Prancis, tandukan Luis Figo masih melebar di atas mistar gawang.

secara umum pertandingan berjalan cukup imbang. di babak kedua, Prancis tampak lebih konsentrasi ke pertahanan dan menutup celah serangan dari sayap, mengakibatkan penguasaan bola lebih banyak dilakukan oleh Portugal. meskipun demikian, hanya sedikit peluang yang diperoleh Portugal. beberapa yang cukup baik mungkin tendangan jarak jauh Cristiano Ronaldo yang berhasil dipatahkan Barthez, dan sundulan Figo yang nyaris menjadi gol karena blunder penjaga gawang Prancis tersebut. di sisi lain, Prancis juga memiliki beberapa peluang, di mana salah satu yang cukup baik adalah middle shoot Frank Ribery yang berhasil digagalkan dengan baik oleh Ricardo.

keunggulan Prancis bertahan sampai akhir pertandingan. Prancis lolos ke final, dan akan berhadapan dengan Italia yang telah lebih dahulu mengantongi tiket final.

___

trivia:

tahukah anda, bahwa perjalanan Prancis kali ini mirip dengan perjalanan mereka ketika menjadi juara Euro 2000? Prancis mengalahkan Portugal di semifinal, kemudian mengalahkan Italia di final. apakah hal yang sama akan terjadi kali ini?

tahukah anda, partai semifinal Prancis-Portugal adalah partai perpisahan Luis Figo dan Zinedine Zidane? keduanya berencana pensiun dari tim nasional pasca piala dunia 2006.

tahukah anda, bahwa di Westfalenstadion, Dortmund, tim nasional Jerman tidak pernah mencatat kekalahan dalam 14 partai yang diadakan di sana? rekor tersebut kini kandas dengan kekalahan dari Italia.

___

look forward to July 9 on Berlin. enjoy this game. like many people does.

kono namida ga aru kara…

judul entry ini… adalah bahasa jepang yang artinya kurang lebih ‘because of these tears…’. sebenarnya sih itu potongan dari judul lagu yang akan gw tulis di sini. lengkapnya sih judul lagunya itu ‘kono namida ga aru kara tsugi no ippo to naru’. judulnya panjang? memang. artinya kira-kira ‘because these tears that i shed will become another step’.

untuk anda yang mengikuti serial anime School Rumble Nigakki (aka School Rumble 2nd Term), seharusnya sudah cukup familiar dengan lagu ini, yang jadi ED theme-nya. lagunya sih (menurut gw) cukup enak, dan ternyata ada cukup banyak yang sependapat dengan gw.

nah. berhubung ada beberapa rekan yang minta bantuan untuk mencari lirik lengkapnya (bukan yang TV-version), dan juga terjemahannya, maka gw mencoba menuliskannya di sini. masalahnya, lirik lengkapnya agak susah dicari (apalagi terjemahan lengkapnya, yang bisa dibilang sangat susah dicari -atau malah nggak ada?), jadi gw coba menuliskannya di sini.

liriknya di bagian atas, dan terjemahannya di bagian bawah. yang gw tulis di sini adalah versi lengkapnya (bukan TV-size), jadi ada beberapa bagian yang tidak ada di ED theme anime-nya. untuk terjemahannya, kali ini gw mencoba menerjemahkan sendiri, jadi mohon koreksi kalau ada yang salah-salah.

…here is the lyrics.

sore ga hetakuso de
nanka kuyashii kedo
mada akiramenai, ne

bonyari to shiteru
yume mo sono uchi ni
kiri ga hareta you ni shite miseru
kono ippo susumu made
tsugi no ippo made
jikkuri, yuku kara
mae ni susumu kara
jibun no PACE de

chiisana heya demo
yabou ga tsumatteru
ichi ichi iwanai ga
sorezore no jidai
sorezore no jinsei
dakedo tsunagatteru ningen mo yo

kono namida ga aru kara
tsugi no ippo to naru
hakkiri, wakaru yo
mae ni susunderutte
kagayaki no moto e

kono namida ga aru kara
tsugi no ippo to naru
hakkiri, wakaru yo
mae ni susunderutte
kagayaki no moto e

-Tokitou Ami-
-Kono Namida ga Aru kara Tsugi no Ippo to Naru-

…and the translations

it’s because i was clumsy
somehow, i have some regrets
but i’m not giving up yet

but i know that this haziness
within all these dreams
will clear like a lifting fog

until i take this step forward
and another step afterwards,
i will go on, carefully
i will keep going forward
at my own pace

it was a small room
where ambitions were stuck
one by one, they left unsaid
on each era,
on each life
but that’s what connected everyone back then

because these tears that i shed
will become another step
i will know, certainly
that i’m going forward
towards the shining light

because these tears that i shed
will become another step
i will know, certainly
that i’m going forward
towards the shining light…

-Tokitou Ami-
-Kono Namida ga Aru kara Tsugi no Ippo to Naru-

 

 

___

dedicated to: those who seek the lyrics + translations
message: go check it =)

omong-omong piala dunia (lagi)

yah. saat ini piala dunia telah menyelesaikan putaran perempat final, yang berarti perjalanan ke tangga juara akan ditentukan oleh tiga pertandingan lagi (dua semifinal dan final – juara ketiga? apa itu? =P ). dapat dipastikan tahun ini piala dunia kembali ke Eropa, sehubungan dengan hasil pertandingan di perempat final.

Jerman 1 – 1 Argentina (adu PK: Jerman)

Tim Tango terpaksa mengubur impian untuk menjadi juara dunia kali ketiga. gol dari Ayala dan Klose untuk kedua tim menghasilkan kedudukan imbang 1-1. adu penalti dimenangkan oleh Jerman. gw sudah memperkirakan seperti itu ketika pertandingan memasuki adu penalti. catatan kiper Jens Lehmann memang cukup baik kalau soal tendangan penalti.

akhirnya? begitulah. Lehmann ternyata bisa membuktikan diri sebagai pengganti Oliver Kahn.

…sayang juga sebenarnya. gw cukup suka melihat permainan Argentina. tapi Lionel Messi ternyata tidak diturunkan dalam pertandingan kemarin. yah, sudahlah. adios Argentina.

Italia 3 – 0 Ukraina

…kurang apa lagi? Gianluca Zambrotta dan Luca Toni menyumbangkan gol untuk kemenangan Italia. bisa dikatakan kedua tim memang beda kelas. well, Ukraina sudah berjuang dengan baik. sebagai tim debutan, sampai ke perempat final telah melewati target awal mereka, yaitu lolos penyisihan grup.

salah satu kekurangan Ukraina adalah tidak adanya motor serangan dari lini tengah. walaupun di depan ada Shevchenko, pasokan bola tidak mengalir dari lini tengah. yah, Ukraina memang tidak punya playmaker yang mumpuni.

Luca Toni akhirnya membuktikan diri bisa mencetak gol di piala dunia. Italia ternyata tidak terlalu ‘terganggu’ dengan skandal suap di liga domestiknya. yah. Italia lolos.

Inggris 0 – 0 Portugal (adu PK: Portugal)

buat penggemar Inggris: berita buruk. God didn’t save the queen this time. dalam adu PK, ternyata penjaga gawang Alexandre Ricardo masih terlalu tangguh untuk penendang PK Inggris. sebenarnya bukannya Inggris lemah dalam adu penalti (eh.. tapi sejarahnya begitu, sih =P ), tapi memang Ricardo sedang tampil sangat baik. semua PK pemain Inggris berhasil ditebak arahnya dengan baik – walaupun tidak semua berhasil dihalau. kegagalah dua kali PK Portugal ternyata tidak membuahkan kegagalan – Portugal layak berterima kasih kepada penjaga gawang yang satu ini.

kartu merah Wayne Rooney ikut mensukseskan kemenangan Portugal. kartu merah yang tidak perlu, sebenarnya. adalah wajar ketika kartu merah diberikan kepada pemain yang dengan jelas menginjak pemain lawan. anak ini masih perlu belajar mengontrol emosi, rupanya. mengingatkan pada pengalaman Inggris di Prancis 98. kartu merah David Beckham akhirnya mengantarkan Inggris kalah dalam adu penalti. sekarang? kasus yang mirip. tapi kali ini aktornya adalah Rooney.

Portugal lolos ke babak berikutnya – generasi emas kedua akhirnya kembali membawa Portugal ke semifinal.

Brasil 0 – 1 Prancis

Zidane belum habis. Ronaldinho kehilangan sihir. dan Henry mengubur Brasil. reuni final Prancis ’98 ternyata gagal membalaskan dendam Brasil. lagi-lagi, Brasil dipaksa keok di kaki Prancis. pressing yang diterapkan Prancis ternyata sangat efektif menahan pasokan bola Brasil. Ronaldinho hampir tidak pernah dibiarkan menerima bola dengan posisi enak – kalau tidak membelakangi gawang, hampir pasti dijaga oleh dua-tiga orang. praktis, tidak banyak peluang yang diperoleh Brasil.

Prancis kembali ke pola lama 4-5-1 (akhirnya pelatih Raymond Domenech sadar juga.. =P ) yang menumpukan permainan di lini tengah, meninggalkan Thierry Henry sebagai striker tunggal. Zidane masih sebagai playmaker, dan ternyata dia membuktikan diri belum habis. pass-pass yang mengalir dari kakinya berkali-kali membuka celah di pertahanan Brasil – hal yang tidak berhasil dilakukan oleh Ronaldinho. masih dengan teknik tinggi seperti delapan tahun lalu – man of the match seharusnya cukup layak untuknya.

dan puncaknya adalah tendangan bebas Zidane yang disambut dengan baik oleh Henry. 0-1 untuk keunggulan Prancis. dan Brasil pun terpaksa pulang.

be grateful with what you have

“cheer up. i’m sure that you have something that only you can do.”

-Karasuma Ouji-

seseorang pernah mengatakan kepada gw, betapa (kadang) ada rasa rendah hati muncul dalam diri manusia. maksudnya, perasaan ‘tidak bisa melakukan apa-apa’ atau ‘selalu kalah dalam segala bidang’. dan kadang, hal ini bisa menimbulkan perasaan ‘sedih-campur-minder-campur-tidak-berdaya’. ini hal yang normal dialami manusia, sih. maksud gw, tidak peduli betapapun baiknya seseorang, betapapun cerdasnya seseorang, betapapun jagonya seseorang, perasaan seperti itu pasti ada. ini menyangkut pribadi juga, sih.

ada sebuah contoh yang baik tentang potensi diri.

ada seorang anak yang tipe pekerja keras. dia selalu berusaha keras untuk mendapatkan nilai-nilai yang baik di sekolah, baik pelajaran maupun olahraga. sayangnya, kemauan dan kerja kerasnya ini tampaknya belum bisa terbayarkan dengan baik oleh hasil yang memuaskan. nilai-nilai yang diterimanya, walaupun tidak buruk, tidak bisa dikatakan istimewa. mungkin, bisa dikatakan sebagai rata-rata, dan kadang sedikit di atas. tapi ia memiliki sikap yang ramah, dan bisa dikatakan tidak ada orang yang membencinya di kelas.

hanya saja, anak ini memiliki minat dan kemampuan dalam membuat prakarya. meskipun demikian, nilai apa yang bisa disumbangkan ke buku rapornya dari minatnya itu? mungkin, yang bisa dipikirkannya adalah mengembangkan hobinya itu sebagai minat pribadi.

suatu hari, kelasnya mengadakan pertunjukan drama. sebagai salah seorang siswa, ia mencoba membantu. tidak di peran utama, sebab ia bukan pemain. ia membantu di bidang dekorasi dan perlengkapan. tapi ia mengerjakannya dengan baik. apa yang menjadi minat dan kemampuannya ia salurkan dengan baik, dan menghasilkan dekorasi dan perlengkapan yang ‘bagus dan memuaskan’ untuk drama tingkat kelas di SLTP.

berikutnya, ketika ada seseorang yang membutuhkan bantuan dalam pembuatan prakarya atau karya seni kerajinan tangan atau sejenisnya, maka nama si anak selalu ditunjuk oleh rekan-rekan sekelasnya. hal yang tidak salah, sebab ia telah membuktikan hasilnya.

dunia ini luas. terlalu luas untuk ditafsirkan hanya sebatas ‘nilai rapor dan kemampuan olahraga’ (ketika kita menjalani periode sekolah). demikian juga, dunia ini masih terlalu luas, jauh terlalu luas, ketika ditafsirkan hanya sebatas ‘indeks prestasi dan kemampuan berorganisasi’ ketika kita menjalani periode kuliah. ada banyak, banyak sekali hal yang jauh lebih berarti di dunia ini, yang seringkali tidak kita sadari karena kita hanya terpaku dengan masalah ‘rapor dan olahraga’ atau ‘akademis dan organisasi’.

oleh karena itu, ketika seseorang mengatakan bahwa ‘saya tidak bisa apa-apa’, maka mungkin ia salah besar. dan ketika kita melihat nilai-nilai yang ada di rapornya, atau catatan dari guru olahraganya, dan (mungkin setelah melihat hasil yang kurang memuaskan) kita ikut setuju dengan perkataannya, mungkin kita juga salah besar.

semua orang punya potensi. masalahnya, apakah mereka akan menemukannya atau tidak. dan yang jelas, ‘potensi’ tidak bisa dikotak-kotakkan sebatas ‘rapor dan olahraga’ atau ‘akademis dan organisasi’. Nobita Nobi dalam anime ‘Doraemon’ bisa dibilang ‘tidak bisa melakukan apa-apa’. nilainya buruk dan ia tidak bisa olahraga. tapi dia memiliki bakat yang besar dalam bidang menembak. Thomas Alva Edison dihina dan dianggap bodoh selama bertahun-tahun, tapi dia membangun Menlo Park dan menyumbang hal yang besar untuk kemajuan dunia. silakan cari contoh yang lain.

tentu saja, ketika kita mengatakan ‘saya tidak bisa apa-apa’, maka kita mungkin salah besar. mungkin? yah. sebab, keberhasilan itu soal sikap, bukan soal anugerah. kalau sudah bilang begitu, gagal saja! mungkin seseorang memiliki potensi tertentu. tapi ketika ia bahkan tidak mau berusaha untuk menemukannya (dengan perkataan ‘saya tidak bisa apa-apa’ yang tadi), ya begitulah adanya. kalau anda bilang begitu, maka anda memang seperti itu. pikiran menentukan sikap, dan sikap menentukan karakter.

dan yang paling penting: bersyukur. be grateful with what you have. bersyukur dengan apa yang kita miliki. dan ini soal sikap. mungkin kita tidak bisa mendapatkan nilai 9 di rapor kita untuk semua pelajaran, tapi itu tidak masalah, sejauh kita telah mengusahakannya sekuat tenaga. mungkin kita tidak bisa mendapatkan IPK mendekati 4.0, tapi itu tidak masalah. mungkin kita tidak bisa melakukan lay-up dengan baik di lapangan basket, atau catatan sprint kita masih di level belasan detik, tapi itu semua tidak masalah. satu catatan: hanya bilang seperti itu setelah kita berusaha sekuat tenaga!

semua orang punya potensi. beberapa mungkin menemukan dan mengembangkannya dengan baik. beberapa mungkin menemukannya, tetapi tidak mengembangkannya dengan baik. beberapa mungkin tidak bisa menemukannya. mungkin kita akan menemukan potensi kita di bidang yang tidak kita duga. tapi sekali lagi, dunia itu luas. jangan pernah memandang dunia hanya sebatas ‘rapor dan olahraga’, atau ‘akademis dan organisasi’.

bagaimanapun, bersyukurlah. tidak ada gunanya menyesali diri sendiri, apalagi sampai iri kepada orang lain. setiap kita adalah unik. dan tidak ada seorangpun yang lebih rendah daripada yang lain.

psikologi pemasaran

beberapa waktu yang lalu, gw pergi ke ke sebuah tempat di daerah Kemayoran. yah, tempat ini biasanya disebut oleh orang sebagai ‘Pekan Raya Jakarta’ atau ‘Jakarta Fair’ atau ‘PRJ’. sebenarnya tidak ada yang istimewa amat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (gw sudah beberapa kali datang ke PRJ dalam beberapa tahun terakhir), tapi ada hal yang menarik (yang sebenarnya terjadi setiap tahun), dan selalu menjadi pemikiran gw setiap kali pulang dari PRJ. yah, sekarang gw coba menuliskannya di sini.

ada yang pernah pergi ke PRJ? kalau anda pernah mendatangi Pekan Raya yang diadakan cuma sekali setahun ini, anda mungkin menyadari bahwa ketika anda membeli tiket masuk, anda tidak hanya akan menerima tiket, tetapi juga beberapa lembar potongan kupon untuk digunakan dalam pembelian beberapa item di arena PRJ. biasanya, kupon tersebut bertuliskan ‘tukarkan kupon ini di counter’ berikut harga barang-barang yang bisa ditukarkan dengan harga ‘spesial’ di counter-counter tersebut dengan menyerahkan potongan kupon yang kita miliki. contohnya misalnya ‘tukarkan kupon ini di counter kami, dan anda bisa mendapatkan dua buah minuman kotak dengan membayar hanya seharga Rp 3.000,-‘

…ada yang sudah menyadari triknya? kalau belum, silakan teruskan membaca.

sebenarnya, kupon itu bukanlah kupon bohongan. maksudnya, bila anda membeli tanpa menggunakan kupon, anda memang dikenai charge yang lebih besar. yah, jadi memang ada perbedaan antara ‘beli dengan kupon’ dan ‘beli tanpa kupon’. tapi ada beberapa poin yang penting di sini.

satu. harga yang ada di kupon tidak lebih rendah dari harga normal yang ada di pasar. biasanya sama, atau dalam beberapa kasus (yang jarang terjadi) sedikit lebih mahal. jadi, sebenarnya kupon tersebut tidak memberikan keuntungan yang signifikan dibandingkan ketika kita membeli item tersebut di luar arena.

misalnya begini. dalam salah satu kunjungan, gw menerima sebuah kupon seperti ini: ‘tukarkan kupon ini untuk mendapatkan 1 pc hamburger dan 2 botol jus dengan menambahkan rp 10.000,-‘. kalau dipikir-pikir, harga satu botol jus 500 ml paling mahal adalah rp 3.000,-. dan harga satu pc hamburger yang ‘seperti itu’ kira-kira rp 4.000,- kalau gw beli di dekat rumah. jadi? totalnya memang rp 10.000,-. sama sekali bukan penawaran yang ‘lebih murah’ atau ‘diskon’. walaupun demikian, kalau anda mencoba membeli tanpa kupon, charge-nya akan lebih tinggi. jadi memang kuponnya tidak bohong, sih.

dua. kalau anda berpikir bahwa ‘dengan menggunakan kupon, saya mendapatkan keuntungan dibandingkan orang lain karena bisa beli lebih murah’, anda salah besar. kenyataannya, setiap produsen yang memberikan kupon bisa dikatakan tidak mengharapkan ‘pembelian di luar kupon’.

tidak percaya? coba kita buktikan. setiap orang yang masuk ke arena harus memiliki tiket. dan kupon-kupon ‘spesial’ tersebut diberikan bersamaan dengan tiket. jadi? bisa dikatakan bahwa setiap orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan ‘harga spesial’. jadi, paradigmanya terbalik: bukannya orang-orang dengan kupon yang beruntung, tetapi justru orang-orang yang membeli tanpa kupon itu sial. kenapa begitu? sebab semua orang memiliki kesempatan untuk membeli dengan ‘harga spesial’. seluruh pengunjung yang ada di arena memiliki kupon. dan berapa orang sih yang mau membeli, misalnya, satu botol jus lagi untuk diminum di lokasi setelah mendapatkan tiga botol jus dengan ‘harga spesial’?

jadi, dalam kasus ini, produsen justru memperhitungkan pembelian dengan kupon sebagai ‘margin standar’, sementara adanya pembelian tanpa kupon sebagai ‘margin atas’. tentu saja, ini berarti pembelian tanpa kupon dianggap sebagai sesuatu yang ‘bagus kalau ada, tapi kalau tidak ya tidak apa-apa’.

tiga. item yang ada di kupon biasanya bisa ditukarkan dengan ‘harga spesial’ dengan jumlah tertentu (yang biasanya lumayan banyak). misalnya begini. tukarkan kupon dan rp 10.000,- untuk burger dan 3 botol jus 500 ml. atau tukarkan kupon dan rp 18.000 untuk 2 pcs burger ukuran besar dan 1 botol jus 500 ml.

jumlah demikian bukanlah untuk konsumsi satu orang. tujuannya? ketika kesan ‘harga spesial’ muncul di benak pengunjung, pada saat itu pula pembelian barang ‘dipaksa’ untuk terjadi dalam jumlah agak banyak. keuntungan produsen di sini. tentu saja, sebab dengan semakin banyaknya barang yang dibeli, keuntungan produsen akan semakin meningkat. dihubungkan ke poin kedua, maka hampir dapat dipastikan (kecuali mungkin beberapa outlier) bahwa pembelian tanpa kupon hampir tidak mungkin terjadi. apalagi dengan kenyataan bahwa pengunjung biasanya datang berombongan, mengakibatkan kemungkinan share barang hasil pembelian dengan kupon.

empat. strategi ‘beli dengan kupon’ adalah praktek pemasaran dengan pendekatan psikologis yang cerdas. pemberian kesan ‘harga spesial’ (padahal semua pengunjung bisa mendapatkannya) mengakibatkan calon pembeli merasa eksklusif (karena merasa mendapatkan keuntungan). demikian juga penggunaan kupon sebagai media promosi yang personal kepada calon pembeli merupakan suatu hal yang ‘menjamin tersampaikannya promosi’.

dan pendekatan personal ‘kupon dan harga spesial’ ini sebenarnya yang membedakan dengan pendekatan personal yang biasa (misalnya flyer atau leaflet). kenapa? karena kupon. ketika calon pembeli mengetahui (atau merasa) bahwa ada keuntungan yang akan diperolehnya, maka secara otomatis image dari produk akan tertanam dalam benak calon pembeli tersebut. hal ini yang membedakan dengan promosi personal yang biasa. adanya perasaan ‘ada keuntungan yang diraih dari produk yang dipromosikan’ akhirnya mengakibatkan promosi dengan konsep ‘kupon dan harga spesial’ lebih efektif.

kesimpulannya? yah, bisa dikatakan konsep pemasaran dengan ‘kupon harga spesial’ adalah praktek pemasaran yang menumpukan taktiknya pada aspek psikologis calon konsumen. dan kalau menurut gw sih, ini cara yang cerdas. apalagi ketika dihadapkan kepada kenyataan bahwa pengunjung umumnya sebagian besar adalah wanita (yang cenderung menggunakan ‘matematika keuntungan’ dalam keputusan membeli atau tidak membeli), maka taktik seperti ini dapat diharapkan untuk berjalan dengan efektif.

…gw bertanya-tanya, berapa besar anggaran dari departemen pemasaran perusahaan produsen yang dikeluarkan untuk membayar psikolog dan pengamat sosial. cara-cara seperti ini cukup cerdas juga, sebenarnya.

peraturan itu…

…untuk dipatuhi?

…untuk dilanggar?

…untuk dicari celahnya?

well, sebenarnya hal seperti ini sangat tergantung kepada masing-masing individu. maksudnya, kadang memang ada individu yang ‘selalu mencari keuntungan’, dan ada juga individu yang ‘komitmen dengan apa yang disetujui’. yah, ini tergantung orang, sih.

gw adalah orang yang goal-oriented. maksudnya, kadang gw agak kurang suka kalau ada terlalu banyak peraturan yang rasanya malah ‘menghalangi jalan gw dalam melakukan sesuatu’. bukan. mungkin lebih tepat kalau disebut sebagai ‘membuat susah hal yang sebenarnya gampang’. tapi nggak masalah, sih. gw cukup bisa menerima peraturan – sejauh gw anggap peraturan itu bukan sebagai sesuatu yang memberatkan. maksudnya? yah, kira-kira suatu keadaan di mana ‘ada keteraturan, tapi tidak sampai membatasi ruang gerak gw’. begitulah pokoknya.

dan kadang, sifat gw yang ‘agak semaunya’ dalam mengerjakan sesuatu (yang penting hasilnya, kan?) membuat gw agak ‘merasa gimana-gitu’ ketika dihadapkan pada peraturan yang prosedural dan protokoler. terlebih, ketika gw dihadapkan pada kenyataan bahwa gw harus menjadi ‘penegak peraturan’. waduh. padahal gw agak kurang suka dengan segala hal yang berbau protokoler, apalagi komando!

tapi dalam kasus ini, gw (untungnya) tidak harus sampai bertingkah sebagai seorang komandan yang strict dalam menegakkan peraturan – hal yang paling gw benci adalah ketika gw disuruh-suruh orang dan tidak boleh bertanya. apalagi kalau gw harus menjadi orang seperti itu!

OK, sebelum anda pembaca mungkin tambah bingung, mari kita perjelas dulu situasinya.

ini terjadi beberapa waktu yang lalu. jadi ceritanya, gw sedang dalam keadaan di mana sesuatu yang ‘penting’ sedang terjadi. pembuatan tata tertib. maksudnya, pembuatan peraturan yang akan disetujui dan dilaksanakan bersama. dan hal ini dilakukan secara demokratis – setiap peserta berhak mengajukan pendapat, dan setiap pendapat memiliki hak yang sama untuk dipertimbangkan.

sebenarnya, gw nggak masalah dengan adanya peraturan. menurut gw, itu adalah hal yang bagus. keteraturan itu perlu. tapi, ketika sampai ke bagian redaksional yang esensinya kayaknya di situ-situ saja (dan semakin berputar-putar nggak jelas!), gw mulai merasa bosan. kayaknya pembahasan nggak maju-maju, padahal menurut gw masalahnya sudah jelas sekali di depan gw. whatever, yang akhirnya bisa gw lakukan hanyalah berusaha supaya perdebatan tadi ‘tidak sampai berputar-putar nggak jelas dan cepat selesai’.

OK. akhirnya peraturan yang disepakati dan (seharusnya) ditaati bersama selesai. gw agak lega, walaupun gw tahu: peraturan seperti ini tidak akan ditaati oleh seluruh orang yang menyepakatinya. dan secara jujur, gw bahkan tidak yakin bahwa ada yang ingat isi pasal-per-pasalnya (duh…)

dan gong-nya adalah kenyataan bahwa gw ditunjuk sebagai salah satu ‘penegak peraturan’ yang harus memantau orang-orang yang menyepakati peraturan tersebut. maksudnya? yah, menyatakan pelanggaran, memberikan teguran, dan sebagainya. sebenarnya, ini bukanlah hal yang akan gw lakukan dengan senang hati. masalahnya, gw juga tidak merasa memiliki keberatan soal itu… yah, mungkin bisa dikatakan bahwa pada saat itu keadaan gw ‘tidak menolak’, bukannya ‘mau dengan senang hati’. yah, begitu deh.

jadi. akhirnya. seperti perkiraan gw semula. peraturan yang disepakati sendiri, akhirnya malah kebanyakan dilanggar sendiri. atau mungkin ‘tidak dilanggar, hanya menggunakan celah yang ada dari peraturan’. tuh kan. sejak awal gw sudah tahu bahwa hal seperti itu tidak ada gunanya diperjuangkan, apalagi sampai ada debat kusir yang berkepanjangan. toh akhirnya begitu juga.

tapi ada masalah kecil. gw sudah menyatakan komitmen sebagai salah satu ‘penegak peraturan’. jadi, dengan berat hati (walaupun mungkin beberapa orang tidak memandangnya demikian =P ), ada beberapa teguran atas pelanggaran yang dilakukan. yah, mohon maaf deh. gw juga bukannya suka hal yang protokoler seperti itu, tapi masalahnya, gw diberi tanggung jawab untuk melakukan itu. dan mungkin, walaupun gw tidak terlalu suka peraturan yang ‘strict dan mengikat’, setidaknya ada hal yang bisa gw katakan sebagai tanggapan terhadap keadaan tersebut: setidaknya, cobalah untuk mentaati hal yang sudah disepakati sendiri!

dan gw bertanya-tanya juga, sih. apa gunanya semua itu kalau begitu? buat apa segala debat kusir yang berkepanjangan dan sempat tidak jelas juntrungannya? apa gunanya peraturan yang telah disepakati kalau tidak ditaati oleh semua yang menyepakatinya?

nah. cukup ceritanya. apa hikmah dari pengalaman gw tersebut? setidaknya gw belajar beberapa hal.

satu. demokrasi kadang melahirkan inefisiensi yang dalam beberapa kasus malah tidak perlu terjadi. lihat contoh di atas. apa gunanya peraturan kalau cuma untuk dilanggar?

dua. ‘perasaan’ dan ‘komitmen’ adalah dua hal yang berbeda. dalam kasus kedua hal tersebut bertentangan, komitmen adalah prioritas utama.

tiga. selalu ada hal yang bisa dipelajari, bahkan dari keadaan yang mungkin ‘tidak sesuai harapan’. setidaknya, sesuatu tidak sia-sia.

___

pemikiran pribadi. silakan comment kalau ada tanggapan =)