`canaria` in the rain

if only it’s possible, I don’t really want to think about the sad things; not today, not tonight… perhaps, not even anytime when I don’t need to. not even when I don’t feel like walking through the drenching, pouring rain tonight.

really — if only it’s possible, I don’t want to think about it. and not here as well; while sitting on the concrete edge by the junction, looking only at the raindrops and drenched pavement, and not feeling like doing anything else.

…strange, I remember about `canaria`.

kanashii koto wa mou kieteru hazu
kimi ga mezameru asa ni wa
dakara yoake made sukoshi nemurou
daijoubu, soba ni iru yo

:: sorrowful things should have gone already
:: by the morning when you wake up
:: that’s why, until the dawn, just sleep a little longer;
:: it’s okay, I’m by your side

ah, semete ima dake wa
tanoshii yume wo
kimi ni hikari yo, watashi ni kinu yo
nozomu mono wa soredake

:: ah, at least for now
:: let us have a pleasant dream
:: (like) you’re in the light, and I’m with the silk
:: it would be all that I wish

what wishes are all about anyway; it’s only something people rely upon, something people need to keep walking. it’s fragile, yet people yearn for that something; be it broken or shattered, a wish is something people hold dear in their hearts — whether they are aware or not.

silently singing in the rain, around me there are people, saying and talking about things — strange, but I was alone.

yakusoku nante hoshikunai,
kowarete shimai sorede
daiji na mono wa, itsudatte,
katachi ga nai kara

:: I don’t want a promise,
:: it’s all broken already, that’s why
:: precious things are, always,
:: they don’t have figure to begin with

perhaps it would be easier if I just walk amidst the rain, letting go of these glasses, while looking up at the nightfall sky. wouldn’t be convenient, but at least it’s raining — so it would be all right anyways.

…but I end up not going anywhere.

mune no oku kakushita kono NAIFU wa
kizutsukeru tame janakute
hontou no jibun mutsuu shitatsu tame no,
taisetsu na katami datta

:: I tried to hide this naivete,
:: so that I wouldn’t be hurt from
:: it’s my will that this ought to be painless;
:: a precious memento, so it was

ah, tsuyoi hito da ne to
iware, yuka bii
kodoku ni natta, demo waratteta,
soshite, kimi ni deaetta

:: ah, to become a strong person
:: it was a reason to me, a token of gratitude
:: it became lonely, yet I laughed;
:: then I met you

why do I keep thinking about the sorrowful things, I wonder; if only I could just be there, at least smiling and all the things just like how it used to be. but it’s only yet another ‘if’ — and as if riding the uneasy crescendo, here I am; looking only at the raindrops and drenched pavement, silently reminiscing the continuation of `canaria`.

because kindness, can be really cruel sometimes.

itami wo shita,
hitotachi no kokoro ni sumu canaria
kagami ni utsuru aozora de,
utau yo, kimi no tameni

:: grieves, as I learned, are just
:: like canaria living in people’s heart
:: yet as the mirror reflects the blue sky,
:: I’ll sing (this), only for you

tonight, the blue sky is no longer; only grim nightfall awaits, as well as the last drops of the fading rain. but at the very least, I believe — maybe, probably… that around this time tomorrow, the rain will cease to follow, and things will fade into one more today.

for now, it’s still a sad song. but at least, only for this time, I hope that you would understand.

___

—written on Jan 31, 2009

pesan untuk seorang gadis kecil

—untuk seorang gadis kecil berusia lima tahun, dulu dan sekarang.

___

adik kecil yang kusayangi,

aku ingin sekali mengatakan bahwa kadang anak berusia lima tahun adalah salah satu dari sedikit, dan kadang mungkin sebaik-baik dari jenis manusia; yang bisa dengan jujur, bersedia berbagi, dan mau memahami dengan tulus.

yah, mungkin tidak selalu, sih. dan kukira mungkin hal ini tergantung pada banyak hal — mungkin kamu sendiri menemukan bahwa kadang ada beberapa teman sekelasmu yang mencontek, misalnya. tapi kamu adalah diri kamu sendiri, dan kamu tahu bahwa apa-apa yang diajarkan kepadamu adalah sesuatu yang akan menjadi hal yang berharga untuk kamu. mungkin kadang agak menyebalkan, tapi siapa yang peduli? kamu tahu bahwa kamu tidak perlu memikirkan orang lain untuk hal-hal seperti itu.

saat ini, kamu adalah seorang gadis kecil — yang kadang-kadang lebih suka main-main daripada mengerjakan PR, dan lebih senang diajak jalan-jalan daripada belajar kelompok. tidak masalah, yang penting kamu belajar dan PR-mu beres semua. kamu yang saat ini adalah seorang gadis kecil yang baik — kadang-kadang nggak nurut sih, tapi buatku itu juga bukan masalah, kok.

kamu akan menjadi seorang gadis yang cerdas. kamu akan menjadi seorang gadis yang mandiri dan bersahaja. kamu akan menjadi seorang gadis yang tangguh dan menghargai kehidupan. apapun itu, aku berharap bahwa kamu akan bisa menjalani kehidupanmu dengan bahagia dan apa adanya.

tapi, kalau aku boleh berharap, satu hal saja: aku tidak ingin kamu menjadi bagian dari orang-orang yang tertindas.

karena orang-orang yang tertindas bukan hanya orang-orang yang tidak bisa makan dua kali sehari, atau terpaksa hanya makan tahu dan tempe selama seminggu. karena orang-orang yang tertindas bukan hanya  fakir miskin dan anak-anak telantar yang seharusnya dipelihara oleh negara. karena orang-orang yang tertindas tidak selalu bisa kita lihat secara kasat mata di sekitar kita.

karena orang-orang yang tertindas adalah juga mereka yang tidak bisa bersikap jujur, serta mereka yang hidup dengan saling mencurigai dan membenci. karena orang-orang yang tertindas adalah juga mereka yang mencari keuntungan dari kerugian mereka lain. karena orang-orang yang tertindas adalah juga mereka yang gagal menemukan kebahagiaan mereka, dan terjebak dalam sudut pandang yang semu tentang kehidupan.

sekarang ini, kamu hidup dalam dunia kamu sebagai seorang gadis kecil berusia lima tahun. kamu belajar bahwa kejujuran adalah hal yang penting, dan kamu belajar bahwa tenggang rasa dan toleransi adalah bagian penting dari kehidupan. kamu mungkin juga belajar bahwa prasangka buruk adalah tindakan yang tidak sepatutnya, dan manusia seharusnya hidup dengan saling menghormati dan menghargai.

kamu mungkin saat ini bosan karena hal-hal tersebut sepertinya diulang-ulang terus di kelas, dan ujian PPKn rasanya gampang sekali (aku tahu nilai kamu bagus, jadi tenang saja) — tapi kalau boleh kukatakan, aku tidak ingin kamu melupakan apa-apa yang pernah kamu pelajari tersebut.

kadang manusia hidup dengan saling membenci. kadang-kadang orang dewasa juga bersikap tidak jujur. itu benar, dan bukan cuma ada di siaran TV. hei, aku bukannya nggak membolehkan kamu nonton TV, lho. tapi manusia kadang memang bisa bertingkah ajaib… kamu mungkin bingung, tapi begitulah keadaannya.

tapi kamu tahu, kebencian dan prasangka buruk tidak memberikan apa-apa untuk manusia. orang yang hidup dengan kebencian dan ketidakjujuran adalah juga orang-orang yang tertindas. dendam dan perselisihan tidak akan memberikan kebahagiaan untuk kamu; kamu tahu peribahasa ‘kalah jadi abu, menang jadi arang’? pada akhirnya, tidak ada yang dapat apa-apa. jangan hidup dengan dendam, karena tidak ada yang bisa kamu peroleh dari hal tersebut — hal-hal seperti itu hanya membatasi kamu dari kebahagiaan yang seharusnya kamu miliki.

mungkin kamu agak bingung, tapi kupikir saat ini kamu tidak perlu terlalu memikirkan itu. kamu akan menjadi gadis kecil yang baik, karena kamu bisa dan tidak ada yang berhak memaksa kamu sebaliknya. jangan lupakan apa-apa yang pernah diajarkan kepadamu, karena kamu tahu bahwa itu akan menjadi hal yang berharga untuk kamu.

pada saatnya nanti, kamu akan tumbuh menjadi seorang gadis yang kuat dan cerdas. mungkin kita akan bisa ketemu suatu saat nanti, tapi untukku kamu akan tetap menjadi gadis kecil yang kuingat — yang kadang-kadang nggak nurut, dan lebih suka diajak jalan-jalan daripada mengerjakan PR; tapi toh aku tahu kamu akan baik-baik saja di sekolah, dan tidak ada yang perlu dikuatirkan soal itu.

ya sudahlah, aku juga nggak akan bilang ‘belajar yang rajin’ atau ‘kamu harus dapat ranking satu’ (kamu sih nggak usah diomongin soal itu), tapi aku berharap bahwa kamu akan selalu bisa menjadi diri kamu sendiri — yang jujur, mau berbagi, dan bersedia memahami.

untuk saat ini, kukira pesan ini cukup sampai di sini. maaf kalau kepanjangan, anggap saja ini hadiah khusus buat kamu — mungkin kapan-kapan, kita akan bisa ngobrol soal ini.

salam untuk orangtuamu.

only a memory, only mine

see me off, dear sweet summer rain
so that we’ll keep walking even while crying
to the beginning that we trust

___

how long has it been ever since, I guess is only rhetorical question whose answer is also vague as well — probably years, and it should have been another distant period of time already. yes, it should; along with whatever may lie within, and that’s how it was supposed to be.

supposed. or so, but it’s never that simple after all.

it has been years already, or so as I remember it. fond memories, perhaps. but even memories are only fragile, and ephemeral; only as vague proof of someone living a life, residing only inside its very owner.

but is a memory precious, if it’s never of truth to begin with?

walking through the hallway, I stepped on the unchanging path I used to take on those years. no longer I will, but I guess it’s only nostalgic; the classroom that looked as if freezing in time. the leftmost seat on the second row I used to take. and everything else of the story that never was, standing in the hollow silence.

she used to be there. but then again, the whole situation was a mistake; everything was never of truth on the first place, and those moments were only facade. perhaps everything was wrong to begin with, and it was never supposed to be anything to me back then. perhaps not even to that girl, not even to anyone else.

because what was everything to me was never meant to be true to begin with.

the whole situation was a mistake. even if I were to wish, it’s only meaningless; if only things didn’t go this way, if only things didn’t go that way — in the end, it was never of truth to begin with.

but still, even if everything is only lie, only to that moment I want to believe. it’s only small and fragile as I recall, but I want to believe in that something I saw on that moment — even if it was only a little shard of truth, even if it was only that of an ephemeral moment.

perhaps it’s meaningless. but only for this time, only for that reason, I want to believe in her for whatever it was back then.

it was a memory only mine. to the others, it’s simply a mistake — or doesn’t even exist to begin with. no matter what, no matter how it was back then; in the end, that’s all there is to it.

the distant sunset in front of my eyes, faraway as those moments to me. grasping the suffocating reminiscence under the scenery of vermilion shades — there I was, realizing; it was never that simple, after all.

August, few years back. I met her. I learned of that something I used to have, as well as that something I wanted to discard later then.

August, this year. I learned that those memories are always there; along with the lingering traces of affection, and the vivid reminiscence that refused to let go.

as I think about it now, it has been a while; I guess that’s the way it is, but I don’t really mind anyway.

someday, I’ll probably forget about her. I’ll probably forget about her face, and I’ll probably forget about those memories as well. but I guess I’ll remember; how those things used to be on that moment, how she used to be there — and how I used to love her.

…yeah. I loved her.

a piece of an evening

there I met this girl,
wishing she would fall no more
along those lines she said,
‘is it being in love a curse for me?’

what love is all about anyway,
but forgotten things went awry;
be it intertwining feelings of solitude,
or fate that let us meet to begin with?

there I met this girl,
truth was told I never knew;
learning days of silent tears,
and despair within the silence of solitude

what mistakes are all about, I wonder
of those words of her saying,
‘it’s not falling for you is a mistake,
but this me who fall for you is mistake’

perhaps she would never know
that my heart was also breaking
when I told her I’m sorry;
that I can’t return her feeling


—June 30, 2008
—it’s almost July already…

___

[1] true story. don’t ask about the details.

[2] you know who you are; thanks for the Sara Teasdale’s piece. I’m keeping it.

unlimited code/works

I am the bone of my code
bread is my meal and chips are my food
I have been drinking over a thousand cups of coffee
unknown to sleep, nor known to game

have withstood pain of hours with desktop and notebook
yet those hands would never allow any rest
so as I pray, unlimited code/works

___

[1] true story. believe it or not.
[2] don’t bother asking about the reference. seriously.

a story of ephemeral moments

—August, few years back.
I met her.

 

/1

there was nothing special about that day on August. the new term was just started, leaving either sighs and boredom to a new starting-whatever for the autumn to come.

that being said, but there was not really autumn as I lived here — I’d like to see one though; falling leaves, reddish skies, and bustling wind through time… or whatever it might have, yet I never saw. an empty wish perhaps, but at least I’d still be able to look up the similarly red-dyed sky, and some falling leaves with some chances of luck of these time around.

it was nothing special, after all. again, August was only to be the beginning of another session of busy days leading to several months ahead; I wonder if I would ever treasure them though. it was only going to be a transient memory after all — running through classes and tasks, beating around assignments, and so on and so on.

but at least, I’d still be able to walk beneath that autumn-like red-dyed skies and falling leaves. nothing else matters enough, and life was just what happened.

[more…]

whatever, I don’t care

“as long as you don’t keep your hopes high, you can take on anything. you feel less pain.”

-Squall Leonhart-

___

I used to say those lines. ‘whatever’, ‘I don’t care’, or such in those kind of lines. to me in those days, it’s just trivial matter that I wouldn’t want to carry any people’s burden — nor would I want to be a burden for any people. it’s just fair and square, as long as neither side being hurt whatsoever.

on those days I learned not to trust, nor to wish upon anything. life was just what happened; if I mess up, I would have to make it up. if I got screwed, then it’s my fault. it’s just that simple that people are responsible for what they have; saying about ‘fate’, ‘bad luck’ or such things on the line are merely sugarcoating. in the end, what people call ‘victims’ are not necessarily innocent; the culprit is indeed at fault, but those ‘victims’ are also at fault for letting themselves being screwed.

…at least, that’s how it was in the past.

perhaps I have changed in some or other ways. bearing in mind that to care more might lead to get hurt more, I led my life as the way it has been. learned to listen and to share, et cetera et cetera, and perhaps some bit of ‘sweety-mooshy stuff’ along the way… while seeing how much of fake illusion it could be in the process.

when you start to care, you tend to get sore. you are prone to disappointment, and you start to think that ‘it’s better this way’, or ‘it’s better that way’ to those people (and their stuff and problems whatsoever) you care. all while bearing in mind that ‘you are doing this for their sake’, or ‘this is the way it should be’. you take the burden of those you care (or love), and then you have the justifications to be a ‘hero’.

and that’s the way it is: whether it is friends or lovers, comrades or buddies, and so forth. that’s what they call ‘friendship’. or ‘love’. or whatever you may want to call it. and what they say is true to some extent, yet not necessarily as it is in other ways.

yes, it definitely is nice to live in the world where caring and understanding come first. unfortunately, the world we live in is never, nor would it ever be that nice. good intentions are not always perceived as good; it was never utopia on the first place.

it was never utopia. people wish for utopia, but they are only contradicting themselves. people want to be understood, only in superficial manners. perhaps there was no understanding being needed; a mere act of comfort and conformity just would do in some or other ways.

and got dragged to burden of other people, cursed for caring, and worn out as it would be — it was never really nice to begin with.

perhaps it would have been easier if I said ‘whatever’ or ‘I don’t care’ on the first place.

…whatever.

iya, tapi nggak semua cowok itu goblok!

—untuk para wanita yang kebetulan dikaruniai penampilan yang menarik.

___

anda semua yang saya hormati,

saya baru menonton televisi tadi, dan tiba-tiba saya melihat sebuah iklan yang membuat saya gondok luar biasa. anda tentu mengerti, iklan-iklan tentang produk untuk mempercantik penampilan bangsa anda itu? tentu saja anda juga mungkin tahu tentang produk pemutih kulit, lalu parfum, lalu bling-bling-whatever di mana penampilan anda dijamin akan memikat hati banyak laki-laki yang melihat anda.

sekarang, anda tentu tahu iklan produk kecantikan dengan tema ‘penanaman sejuta pohon’ yang terkenal itu? bagus sekali. di sini, kita bisa melihat betapa ‘gak mutu’-nya seorang cowok yang tiba-tiba lebih mementingkan kegiatan menanam pohon hanya karena melihat cewek cantik yang menawarinya untuk melakukan hal tersebut. mau yang lain? ada juga iklan parfum ABG yang dengan tiba-tiba pemeran utamanya mendapatkan pernyataan cinta dari banyak cowok di sekitarnya…

…sisanya, anda mungkin lebih tahu daripada saya. lalu kenapa, tanya anda? tentu saja, anda mungkin berpikir bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar, dan mungkin juga anda sudah memiliki pengalaman sendiri sehubungan dengan karunia berupa kecantikan yang secara kebetulan anda miliki.

lalu anda mungkin berpikir bahwa semua cowok memang se-goblok tidak pintar itu, sehingga mau saja menuruti omongan apapun yang dikatakan oleh cewek cantik yang notabene berkulit-putih-berparfum-wangi dan tampaknya cuma modal penampilan itu. tidak sepenuhnya salah sih, banyak cowok memang goblok cenderung mudah tertarik oleh penampilan seorang cewek (yang katanya) cantik, kok.

lantas kenapa pula saya capek-capek menuliskan soal ini di sini? tentu saja, karena banyak, BANYAK SEKALI iklan-iklan yang merendahkan harga diri cowok semacam itu! jujur saja, saya sendiri sebagai seorang cowok, merasa gondok luar biasa melihat iklan jelek yang tidak mendidik itu. apa, memangnya kalau anda cantik, punya penampilan menarik-dan-sejenisnya, maka anda pasti akan disukai oleh cowok-cowok, begitu? tanya kenapa, sepertinya anda benar. haha.

iya, iya, saya tahu. banyak cowok yang memang gampang tertipu oleh penampilan. tapi, nggak semua cowok itu goblok!

saya sendiri bingung. memangnya anda, sebagai seorang cewek, apa sih yang anda inginkan dilihat oleh seorang cowok dari anda? memangnya anda mau disukai oleh cowok yang cuma kepengen mau menggandeng anda karena anda kebetulan cantik? memangnya anda mau jalan dengan seorang cowok yang cuma modal niat flirting dan mengharapkan hal-hal lain yang anda-tahu-sendiri?

terserah sih, toh bukan urusan saya juga. karena anda kebetulan cantik, mungkin anda tidak akan keberatan. toh anda bisa dengan mudah mencari cowok goblok yang lain kalau sudah bosan… tapi orang-orang yang bekerja untuk biro iklan dan stasiun TV dan membuat iklan seperti itu, jelas berbuat menyebalkan dengan melemparkan secara semena-mena benda-benda tersebut ke layar TV di rumah saya.

iya, iya. memang banyak cowok-cowok yang kurang bisa mengontrol diri soal ini. ketemu cewek cantik sedikit, pengen kenalan. dirayu sedikit, bisa lepas kontrol. iyalah, cewek-cewek cantik, kemana-mana harus selalu dikawal, senang diperlakukan ala tuan putri, nggak bisa apa-apa dan harus dilindungi… nah, bukankah tipe-tipe kayak begini yang disukai cowok-cowok? :mrgreen:

…walaupun tentu saja, saya sangat berharap bahwa anda tidak termasuk golongan yang saya sebutkan barusan. tapi terserahlah, bukan urusan saya juga sih. anda yang lebih bisa memutuskan soal ini, bukan? 😉

tentu saja, saya ngoceh menulis soal ini di sini bukan karena saya ini pembenci-wanita atau sejenisnya (walaupun kadang-kadang saya sebal sendiri bahwa sebagian dari golongan anda ternyata bisa begitu bangga dengan sesuatu yang cuma kebetulan anda miliki itu), tapi anggap saja bahwa saya tiba-tiba bosan berhadapan dengan keadaan dunia yang saya lihat dan alami. dan sebagai imbasnya, saya jadi sebal sendiri, karena saya ini juga seorang cowok!

tapi, terserahlah. saya sendiri selalu berpikir bahwa anda sebagai seorang wanita tentu memiliki jauh lebih banyak hal yang lebih penting daripada hal-hal superfisial tersebut atau sejenisnya… walaupun beberapa dari anda mungkin cukup senang dilirik dan diajak kenalan oleh cowok-cowok yang hanya memandang kecantikan anda itu. ya, ya, saya rasa anda seharusnya cukup tahu mengenai apa-apa yang ada di pikiran cowok-cowok ini ketika mereka mulai mendekati anda.

entahlah, mungkin memang banyak cowok yang goblok gampang terperdaya di dunia ini, dan tampaknya hal inilah yang (sialnya) dipotret oleh berbagai stasiun TV dan biro iklan.

…iya, tapi nggak semua cowok itu goblok! :mrgreen:

seven creeds of blogwalkership

1. I shalt blogwalketh to dost avail, be such in the realm haveth knowledge been offered, personal deeds been graced, ‘or thoughts been shared.

2. I shalt neither flame, nor asketh to dost bound to such attitude against ’tis creed; pertamax™, premium, avtur et cetera, to dost blogs I shalt visit; there shalt be no fire.

3. I shalt not asketh thee dost things beyond such I couldst comprehend, not either OOT, not either spam, not either shalt I say of thee kafir™, blasphemy™, konspirasi amerika™, kesesatan yang nyata™.

4. I shalt haveth my talks thru clearly and dear; all anime-ism, moe-ism, otaku-ism, haruhiism, yet shalt it let through – dost into divine truth shalt lead thee the way.

5. I shalt not expect thee wouldst replieth my talks; not would I say makan-makan™ ‘or hetrik™; for such as thee wouldst only will, then shalt I haveth thy reply.

6. I shalt come as thy wouldst summon™, as though thee haveth written ’tis deed of trekbek™ or ping™ to dost posts I haveth, I shalt be of thy side.

7. I shalt see thee as thee wouldst be; a fellow blogwalker o’ mine, no matter as if either thee a seleb blog™ or blogger nyubi™; I shalt haveth my talk thru, dear and polite.

mulai merasa tua ketika…

…melihat rekan-rekan saya mulai menikah dan berkeluarga. kemudian, giliran saya ditanya-tanya soal ini.

…menyadari bahwa mahasiswi penghuni kampus sebagian besar masih anak kecil lebih muda daripada saya.

…melihat anak-anak SMU yang pecicilan, dan sebal sendiri karena mereka bisa begitu berisik di angkutan kota.

…mulai berpikir bahwa makanan di kota ‘tidak terlalu mahal’ dibandingkan beberapa tahun lalu… padahal harganya sama. doh.

…mulai terbiasa membuka spreadsheet dan word processor tanpa jeda main game untuk waktu yang lama.

…mulai bosan main RPG dan Action Adventure. masih Winning Eleven, tambahkan juga Counter Strike dan mini game yang gampang-gampang.

…melihat pemain muda di liga Inggris yang ternyata seumuran dengan saya. lihat Cristiano Ronaldo, Pato, Lionel Messi, dan Cesc Fabregas.

…menonton reality show dan memperhatikan bahwa pesertanya berusia 18-20 tahun.

…menonton anime dan memperhatikan bahwa tokoh utamanya biasanya masih SMU atau menjelang lulus.

…melihat kembali bahwa ternyata Squall Leonhart berusia 17 tahun, Athrun Zala 18 tahun, dan Suzumiya Haruhi 16 tahun. untungnya, Cloud Strife 22 tahun.

…menonton 24 dan berpikir bahwa ternyata umur saya tidak berbeda jauh dengan Kim Bauer.

…menonton Nanny 911 dan tiba-tiba diwanti-wanti soal ‘nanti kalau punya anak jangan begitu’. halah.

…mulai jarang men-download sesuatu dari internet, kecuali urusan pekerjaan. manga apalagi anime, hampir nggak pernah download lagi.

…bisa dengan tenang membiarkan satu season anime dan satu season j-drama di nongkrong di harddisk sampai berbulan-bulan tanpa alasan yang jelas.

…menuliskan ini di blog, dan berpikir: apa-apaan sih, kayak anak kecil aja!