tsundereism, and some talks

seharusnya saya istirahat.

tapi entah kenapa, keisengan kreativitas saya kayaknya sedang agak kumat, dan entah bagaimana akhirnya jadilah sebuah not-a-motivational-poster berikut. :mrgreen:

…and without further ado, here goes the not-a-motivational-poster. click on the image for original image resolution.

[tsundereism]

some FAQs:

Q: tsundereism? apa itu?
A: tsundereism, secara etimologi terdiri atas dua bagian, yaitu tsundere dan sufiks -ism. secara bebas, kata ini bisa diterjemahkan sebagai ‘tsundereisme’. silakan ikuti link di bawah kalau anda penasaran tsundere itu sebenarnya apa. :mrgreen:

Q: oh, begitu. lalu kenapa tsundere? bukankah ada yandere, megane, imouto…
A: sebenarnya sih tidak ada alasan khusus; saya sendiri memang cenderung tertarik dengan tipe-tipe tsundere. sayangnya trait seperti ini sangat langka di dunia nyata… oh well, tidak terlalu langka juga sih, saya pernah ketemu satu yah, tapi saya kira memang karakteristik seperti ini agak susah ditemukan.

Q: anda bilang begitu, tapi… memangnya apa sih yang menarik dari seorang tsundere?
A: begini. secara umum, sebenarnya itu bukanlah trait yang begitu ‘unik’ atau ‘ajaib’… hanya saja, ada hal-hal yang membuatnya istimewa. bagaimana seseorang yang awalnya dingin dan tidak bersahabat akhirnya memperlihatkan sisi lembutnya; selain itu ekspresi blushing ketika salah tingkah itu priceless, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata! tapi, yah, anda tahu, saya kira ini masalah preferensi saja, sih.

___

check the following links for definitions:

[1] Tsundere on English Wikipedia. general definition, nothing special… should suffice for general audience, though.

[2] Tsundere definition at TV Tropes. recommended for more comprehensive understanding. :mrgreen:

broken code of conduct

“when I was a child, I was taught about ethics. when I am an adult, I am told otherwise.”

___

years back, I was a child. believing in what was taught to me, while seeing those so-called adults as generous people whose steps I was to follow.

years then, I am (supposedly) an adult. believing in what was taught to me, broken one by one; ironically enough, throughout years of living in this very world I detest.

yeah, it’s not a perfect world. and stupidly enough, I refused to let go of them.

  1. be honest on your words and deeds
  2. be responsible on your own deeds
  3. respect other people
  4. keep your promise
  5. never cheat on other people
  6. never steal anything from anyone
  7. be kind and generous to others
  8. keep your friends close

4 items throughout those years… the world is surely a nice place to stay.

___

detesting the way the world works. what’s so good about it anyways? =P

orange is better than blue…

TWICE. 😎

[kuyt-toulalan]

blue? what blue? …oh, LES BLEUS.

[kuyt-goal]

but, but… ORANGE!! 😆

[sneijder-goal]

eh… what blue was it, again? IL AZZURRI?

[nistelrooy-mathijsen]

but, but… ORANGE!! the future refuses to change! 😆

well… I do believe that blue outfits are cool — but orange is also cute. that being said, I prefer orange anyways.[1] 😉

___

[1] unfortunately, I haven’t managed to find one particular girl wearing the orange-themed jersey. don’t get unnecessarily distracted, readers. :mrgreen:

[2] photographs courtesy of the EURO 2008 official homepage.

jadi programmer, kenapa…

—untuk rekan-rekan yang sedang memikirkan cita-cita sebagai programmer

___

rekan-rekan yang saya hormati,

dulu, sewaktu saya masih seusia anda, saya sering menemukan bahwa banyak rekan-rekan di sekitar saya menganggap bahwa menjadi programmer adalah sebuah pekerjaan yang keren. dan sejujurnya, saya juga berpikir demikian; saya berpikir bahwa bisa melakukan banyak hal dengan komputer adalah hal yang sangat hebat, dan saya cukup yakin bahwa sebagian (cukup besar?) dari kalian memiliki pemikiran yang serupa.

saya pertama kali mengenal komputer sejak kelas satu SD, dan dengan demikian saya mulai tertarik terhadap benda ‘ajaib’ ini — tapi ini cerita untuk saat lain. beberapa dari anda mungkin malah sudah mengenal komputer sejak usia yang lebih muda lagi, dan dengan demikian anda mungkin berpikir bahwa menjadi seorang yang bisa melakukan pemrograman terhadap komputer adalah hal yang keren. dan dengan demikian, beberapa dari anda mungkin memiliki cita-cita untuk menjadi seorang programmer. atau system analyst. atau technical support. atau sejenisnya, terserah anda.

saran saya, sebaiknya anda memikirkan kembali pandangan anda itu.

::

menjadi programmer itu bukanlah hal yang keren banget-banget. sungguh. mungkin kelihatannya begitu, tapi percayalah bahwa tidak demikian halnya; sesungguhnya, menjadi seorang programmer adalah area penuh resiko dan ujian mental. saat ini mungkin anda belum dapat membayangkan, tapi sudahlah. biarkan saya melanjutkan cerita ini dulu.

jadi, menurut anda menjadi programmer adalah sebuah pekerjaan yang keren. mungkin memang, tapi sesungguhnya tidak terlalu. anda mungkin pernah membayangkan akan bisa membuat game? memang bisa kok. anda mungkin pernah membayangkan akan bisa membuat halaman web seperti friendster? memang bisa kok.

kalau anda tanya saya, menjadi seorang programmer adalah area penuh resiko dan ujian mental. siap-siap capek, kurang tidur, dan dipanggil sewaktu-waktu. anda mungkin akan kekurangan hari libur. waktu pengembangan mungkin memang didesain pada hari kerja, tapi pada dasarnya anda akan merasa (atau ‘dibuat merasa’? entahlah) perlu dan ingin bekerja pada hari libur. dan percaya atau tidak, konon katanya pekerja-pekerja di bidang IT adalah orang-orang yang mengalami tekanan cukup tinggi dibandingkan dengan bidang lain — saya pernah baca artikelnya, tapi sayangnya saya lupa di mana.

…tidak percaya? silakan bertanya kepada kakak atau mungkin kerabat yang bekerja di bidang IT. atau lebih spesifik lagi, sebagai programmer.

::

menjadi programmer, berarti harus siap untuk di-assign ke dalam berbagai macam proyek terkait rekayasa perangkat lunak alias software engineering. maksudnya, anda membuatkan sesuatu untuk orang lain — aplikasi, program, website, apapun sejenisnya. dan dengan demikian, hal ini terkait dengan kebutuhan untuk berinteraksi secara intens dengan orang lain — supervisor, klien, dan mungkin juga yang lain. dan ‘orang-orang lain’ ini bisa bermacam-macam ‘bentuk’ dan ‘rupa’-nya, jadi anda harus siap-siap sedikit ‘kaget’ kalau tidak terbiasa soal ini.

ada yang berpikir bahwa menjadi programmer berarti cuma perlu berpikir logis dan analitis, serta sedikit cara berpikir ala matematika? sayangnya salah. software engineering adalah ilmu sosial. surprise. dan sebagaimana lazimnya konteks dalam ilmu sosial, anda bisa menemukan banyak ‘mahzab’; dari yang mengutamakan total-quality-management sampai serabutan-pokoknya-jadi. dan apa yang terjadi, anda jelas perlu punya kemampuan dan kepekaan sosial yang tinggi untuk bisa beradaptasi dengan keadaan yang kadang bisa serba-mengejutkan ini.

itu baru satu hal. kadang-kadang, anda mungkin harus memperbaiki hasil kerja programmer sebelum anda — yang sialnya, hasil kerjanya bisa jadi tidak sebagus harapan anda. alur program yang entah kemana, dan dokumentasi yang bahkan tidak memenuhi syarat… kalau ada. seringnya malah tidak ada, sih. jangan lupa bahwa anda biasanya akan dikejar tenggat waktu. sudahlah, hal ini susah diceritakan. mungkin memang harus dialami sendiri sih, entahlah.

ada lagi? ada! dengan menjadi programmer, anda harus siap dengan fluktuasi emosi dan sikap yang bisa jadi mempengaruhi orang-orang di sekitar anda. bukan hal yang aneh bahwa seorang programmer bisa diam lama ketika ngobrol dengan anda, sebelum kemudian berkata ‘oh iya!’ dan kembali ke depan komputer. bukan hal yang aneh pula bahwa anda bisa menemukan seorang programmer yang keluar ruangan dengan tampang penat setelah beberapa jam, dan kemudian sudah cerah-ceria lagi dalam beberapa jam setelahnya.

::

menjadi programmer juga berarti berkurangnya aktivitas fisik. jangan bandingkan dengan orang-orang geologi atau elektro yang sering ke lapangan kalau sedang di proyek — kadang-kadang mungkin sedikit membuat iri bahwa mereka bisa jalan-jalan di lapangan. menjadi programmer adalah duduk (hampir) seharian di depan komputer, biasanya dengan akses internet. dan akibatnya? programmer itu pekerjaan rawan obesitas! apalagi kalau di dekat anda ada kantong keripik atau kue kering. jangan lupa mata anda. sebagian besar programmer yang saya kenal menggunakan kacamata atau lensa kontak — saya sendiri sudah menggunakan kacamata sejak belasan tahun lalu, tapi apakah hal ini berhubungan dengan pekerjaan, entahlah.

salah satu hal yang mungkin akan menimpa anda dengan pekerjaan sebagai programmer adalah ‘stigma’ yang ada di masyarakat. di satu sisi, anda mungkin dianggap hebat karena punya skill apalah-itu (yang sebenarnya tidak hebat-hebat amat juga), namun di sisi lain, anda harus siap dengan pandangan ‘programmer == nerd’ yang sepertinya cukup umum. ya ampun.

pernah mendengar ungkapan tentang ‘tampang anak komputer’? ya, itu salah satunya. tidak semua seperti itu, tapi entah kenapa sepertinya pandangan ini cukup populer. anda bisa saja bersikap cool atau ramah dengan gaya yang relatif sesuai trend — dan dengan pekerjaan anda sebagai programmer. dan orang mungkin akan terkaget-kaget ketika anda mengatakan bahwa anda adalah seorang programmer. oh well… apakah ini berkah atau kutukan, entahlah.

…dan sebagai tambahannya, bukan hal yang aneh bahwa anda bisa menemukan seorang programmer yang tidak kunjung punya pasangan. bukan, biasanya bukan karena mereka ini tidak bisa bersosialisasi (percayalah, programmer tidak akan bisa hidup tanpa kemampuan sosial), tapi karena mereka (biasanya) memang punya kesibukan dan tekanan yang cukup tinggi — apalagi kalau sedang dalam masa pengembangan software!

::

tentu saja, bukan berarti semua hal tentang menjadi programmer itu tidak menyenangkan adanya. tergantung tawaran yang datang (dan mungkin kemampuan negosiasi anda), pekerjaan sebagai programmer bisa memberikan penghasilan yang lumayan bahkan sebelum anda lulus kuliah. menjadi seorang programmer juga bisa memberikan kepuasan untuk orang-orang yang memiliki minat dalam menganalisis dan membangun ide. juga hal-hal seperti kepuasan ketika sebuah komponen selesai dibangun, atau ketika berhasil melakukan optimasi program — hal-hal seperti ini yang sepertinya agak susah ditemukan di tempat lain.

saya panjang lebar menulis soal ini bukan karena saya tidak ingin anda menjadi programmer, sih. ada juga hal-hal yang menyenangkan, kok. anda mungkin berpikir bahwa menjadi programmer adalah hal yang keren, dan mungkin memang demikian halnya… mungkin saja, kalau mempertimbangkan apa-apa yang sempat saya tuliskan di paragraf sebelumnya. tapi entahlah, saya sendiri tidak terlalu memikirkan itu untuk saat ini, sih.

tapi kalau dipikir-pikir lagi, mungkin sebenarnya menjadi programmer itu bukanlah hal yang keren-keren amat… walaupun, yah, sewaktu seusia anda saya juga berpikir seperti itu, sih.

lag of update… due to bandwidth limit exceed

sebelumnya, saya hendak memohon maaf terlebih dahulu, pembaca.

kenapa begitu, anda yang mencoba untuk datang ke sini dalam dua hari terakhir terakhir ini mungkin telah menemukan alasannya; sejak hari Jumat (30/5) sampai Sabtu (31/5), akses ke alamat ini (dan alamat-alamat *.csui04.net ) hanya akan menemukan pesan singkat:

509 Bandwidth Limit Exceeded

The server is temporarily unable to service your request due to the site owner reaching his/her bandwidth limit. Please try again later.

pesannya cukup menjelaskan, bahwa ternyata jatah bandwidth bulanan saya csui04.net untuk bulan Mei ternyata sudah habis dipakai sebelum akhir bulan tersebut. :mrgreen:

bagusnya, pada saat ini csui04.net dan rumah maya saya yang sederhana ini sudah kembali online. direncanakan post berikut akan segera menyusul… dengan topik yang agak lebih bermutu dari post ini tentunya. terima kasih untuk beberapa pembaca yang sempat menanyakan soal ini kepada saya, dan dengan demikian diharapkan bahwa pertanyaan-pertanyaan terkait hal tersebut telah terjawab dengan post ini.

btw, agak bingung juga, sih. kok bandwidth-nya sampai habis begitu, ya? 🙄

…tapi, ‘teman’ itu apa sih?

“…it’s okay, but always keep in mind that the ones closest to you are the ones who would probably hurt you the worst way possible.”

___

gara-gara bongkar-bongkar arsip (dan sedikit kenangan) lama, tiba-tiba jadi kepikiran sesuatu. dan sambil iseng, jadi deh ditulis di sini… tapi mungkin ini bahasan yang cukup umum, sih.

oke, oke, disclaimer. tulisan ini adalah hasil dari pemikiran pribadi dan tidak memiliki tendensi negatif atau sejenisnya terhadap pihak tertentu. jangan melanjutkan membaca sebelum anda memahami dengan baik pernyataan tersebut.

…masih di sini? terserahlah. bukan urusan saya juga sih kalau anda masih mau terus membaca tulisan ini.

pembaca, pernahkah anda memiliki seorang (atau beberapa orang) ‘teman’?

mungkin pernah. kayaknya sih ini hal yang umum, yah. pada dasarnya, manusia memang punya kodrat untuk saling berbagi, kan? oke, ganti pertanyaan deh.

pembaca, pernahkah anda kehilangan seorang (atau beberapa orang) ‘teman’?

mungkin pernah. mungkin… tapi nggak tahu juga sih. memangnya ini fenomena yang cukup umum? :mrgreen:

::

dulu, saya punya seorang (eh… mungkin beberapa orang) teman. atau setidaknya, saya pikir seperti itu. nggak banyak hal yang istimewa sih, tapi setidaknya saya tidak punya masalah dengan hal tersebut, dan setidaknya kami bisa ngobrol dan menghabiskan waktu dengan cukup menyenangkan. atau setidaknya, saya pikir seperti itu.

mungkin, tapi saat-saat tersebut cukup menyenangkan… setidaknya untuk saya. entahlah, saya tidak bisa membaca pikiran orang lain juga, sih.

tapi, yah, setidaknya ada hal-hal yang menyenangkan, dan obrolan-obrolan yang nyambung. ada saat-saat menyenangkan, dan juga saat-saat bahwa saya berpikir — I have nice fellows and companions by my side.

mungkin… tapi entahlah, tampaknya dunia memang tidak seindah itu (haha), dan akhirnya terjadilah beberapa hal — dan segala sesuatu tidak akan pernah bisa kembali lagi seperti dulu. dan hal-hal yang tidak pernah benar-benar bisa saya pahami bahkan sampai lama kemudian, namun entahlah; mungkin hal-hal seperti itu memang tidak dimaksudkan untuk bisa saya mengerti.

…ya, dan akhirnya saya kehilangan teman yang saya anggap berharga. dan mungkin terlalu banyak hal yang tidak akan pernah kembali lagi. dan mungkin pertanyaan-pertanyaan yang terkubur di masa lalu — tapi entahlah; manusia tidak bisa memutar ulang waktu, dan begitulah adanya.

menyedihkan, dan menyakitkan. atau setidaknya, begitulah yang saya rasakan… atau mungkin saya saja yang terlalu cengeng, entahlah.

————sayangnya, segala sesuatu tidak akan pernah benar-benar bisa kembali lagi seperti dulu.

::

saya kadang bertanya-tanya juga, sih. sebenarnya, ‘teman’ atau ‘sahabat’ itu apa sih? dan seberapa berharganyakah sebuah ‘pertemanan’ atau ‘persahabatan’ itu untuk diperjuangkan?

…yah, begitulah. dan jawabannya? mana saya tahu! :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan melindungi kamu dari bahaya yang kamu hadapi!” 😀

“yeaa, dan setelah itu dia keluarin pisau, tusuk, mati deh.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan selalu ada buat kamu, di saat suka dan duka!” 😀

“ya, ya, kalau lagi ‘suka’ dateng minta traktiran, kalau lagi ‘duka’ silakan menelepon; mungkin bakal ada sih.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu akan selalu bersikap baik sama kamu!” 😀

“…dan mungkin di belakang ngomongin serta ngegosip, haha.” :mrgreen:

+ “seorang teman itu, pasti akan selalu mendengarkan keluh kesah kamu!” 😀

“dan besoknya mungkin banyak manusia mendadak tahu isi curhatnya, hebat deh.” :mrgreen:

…nah. jadi.

sekarang, ini adalah pertanyaan senilai satu milyar rupiah: sebenarnya, ‘teman’ itu apa sih? :mrgreen:

___

[1] ada yang merasa bahwa tulisan ini memiliki tendensi negatif? silakan baca disclaimer. silakan ulangi kembali apabila gejala tidak kunjung membaik.

[2] dialog sebelum paragraf terakhir di atas adalah FIKSI. harap jangan ke-GR-an yang tidak perlu, pembaca.

[3] pertanyaan senilai satu milyar rupiah… tapi memangnya ada jawaban yang benar? kenapa tanya. haha.

cara yang baik untuk mengawali hari

saya adalah orang yang berkeyakinan bahwa setiap hari adalah hari yang baik, dan harus diawali dengan baik pula. sedikit filosofis, haha. dan kali ini, saya akan sedikit berbagi cara yang baik dalam mengawali hari.

pertama, anda harus bangun jam 07:30, dan anda sebaiknya memiliki janji pertemuan pada pukul 10:00. tentu saja, tidak ada masalah kecuali bahwa perjalanan anda ke tempat pertemuan memakan waktu 1:40 sampai 1:55 (baca: jam:menit). oh, dan anda sebaiknya baru tidur pada pukul 04:00, dan anda masih harus mandi dan sarapan. hidup adalah perjuangan tanpa henti, bukan?

kedua, anda tentu masih mengantuk. sebagai penangkalnya, anda perlu sarapan yang enak. masak sendiri, karena tidak ada makanan… atau silakan bongkar-bongkar kulkas kalau ada makanan yang bisa dipanaskan. yeeeaaah. jangan lupa kopi hitam nyaris-tanpa-gula untuk menghilangkan rasa kantuk yang mungkin masih tersisa di kepala anda yang kemungkinan masih sedikit pusing.

…masih kurang? anda sebaiknya secara tidak sengaja menyiramkan air panas dari termos yang isinya baru mendidih kira-kira setengah jam sebelumnya ke tangan kanan anda. rasa sakitnya seharusnya cukup untuk membuat anda tetap terjaga dan waspada sampai dua jam setelahnya… tidak percaya? silakan dicoba sendiri.

tentu saja, kopi dan kue adalah sarapan yang tepat untuk pagi hari, dengan kepala yang masih berdenyut-denyut karena banyak hal lain yang masih perlu dipikirkan dan juga sebagai akibat dari tidur yang tidak lelap. jangan lupa juga bahwa anda masih harus mandi dan beres-beres barang bawaan anda dalam waktu 15 menit yang tersisa. jangan tanya bagaimana, pokoknya anda harus bisa. akhirnya, anda sebaiknya berangkat pada jam 08:05.

wah. seharusnya waktu anda masih cukup untuk janji pada jam 10:00. jangan lupa perjalanan 1:40 sampai 1:50 anda. dari sini, anda sebaiknya tidak membawa kendaraan dan memilih jalan yang merakyat dengan menggunakan angkutan umum dan bus kota. pada saat ini waktu anda sebaiknya masih cukup, jadi jangan terlalu kuatir.

sampai di terminal, anda sebaiknya menaiki bus kota yang tampaknya belum mau berangkat juga selewat jam 09:00. anda sebaiknya menunggu sampai beberapa(?) menit lagi sampai bus mulai berjalan, sementara perasaan ‘tidak biasa’ di tangan kanan anda seharusnya cukup membuat anda terjaga di antara serangan kantuk yang menggerilya. rasa sakit adalah stimulan yang efektif, kalau anda mau tahu.

setelah itu? anda sebaiknya turun dari bus di tempat pemberhentian, dan jalan kaki dengan sekuat tenaga untuk sampai ke tempat tujuan anda. anda juga sebaiknya menyelingi hal tersebut dengan sprint ringan, ketahuilah bahwa olahraga pagi itu baik adanya — selain karena anda sebaiknya sudah mulai kehabisan waktu pada saat-saat tersebut. mungkin juga anda akan sedikit capek dan tiba-tiba harus menghadapi serangan balik yang cukup mengganggu dari kantuk yang dari tadi ditahan-tahan dan sakit kepala yang dari tadi dicuek-cuekin, tapi tidak masalah.

dan tidak apa-apa, karena pada akhirnya, sebaiknya anda sampai di tempat tujuan dengan relatif tepat waktu dan segala sesuatunya berlangsung lancar. tidak ada masalah, dan anda sudah melewati awal hari dengan cara yang baik. entah apa yang akan terjadi pada sisa hari tersebut setelahnya, tapi semangat! anda tidak mungkin mau kalah setelah awal hari yang menyenangkan, bukan?

carpe diem. raihlah hari ini. dan anda mungkin akan belajar bahwa memandang hidup dengan optimisme tinggi kadang-kadang bisa jadi hal yang agak susah dilakukan. anda mungkin tidak akan terlalu peduli soal ini, tapi hal ini terserah anda saja sih.

salam hangat dari suatu hari yang cerah. dan jangan lupa; tetap semangat~!

a playlist on sunday afternoon

hari minggu siang, enaknya memang nggak ngapa-ngapain. menggeletak di kamar dan tidak memikirkan apa-apa adalah alternatif yang menyenangkan… yah, setidaknya buat saya.

Yahoo! Messenger… disconnected. Google Talk… disconnected. Mozilla Firefox… oh, jangan. masih perlu buat post entry ini. tweaking speaker dan setting soundcard sedikit, load playlist… maka saat-saat tidak produktif pun dimulai.

hari minggu siang, enaknya memang hard/soft/progressive rock. Queen, RHCP, Scorpions, Bon Jovi… berikut adalah beberapa di antaranya.

…apa, laporan Tugas Akhir? ah, itu kan bisa menunggu! :mrgreen:

  1. Bee Gees – To Love Somebody
  2. salah satu band lawas yang juga jadi favoritnya ibu saya. lagu ini pernah di-remake dan dibawakan ulang oleh Michael Bolton pada awal 1990an, tapi toh menurut saya kedua versi ini sama-sama enak didengar.

    baby, you don’t know what is life
    baby, you don’t know what is life
    to love somebody, to love somebody
    the way I love you…

    rada gombal. tapi terserahlah, bukan cuma lirik yang penting dari sebuah lagu, kan? :mrgreen:

  3. Red Hot Chili Peppers – Scar Tissue
  4. lagu ini sering terdengar terutama pada masa-masa SMP saya yang bahagia pada sekitar 1999. oke, dengan berat hati saya mengakui bahwa ternyata sudah hampir sepuluh tahun berlalu, dan dengan demikian saya sudah cukup tua. 😛

    tampil cukup catchy, lagu ini diperkuat terutama dengan kombinasi permainan gitarnya John Frusciante dan vokalnya Anthony Kiedis.

  5. Bon Jovi – You Give Love A Bad Name
  6. salah satu band favorit saya sepanjang masa. salah satu nomor klasik dari band yang masih eksis sampai sekarang, dengan gaya khas pada masa-masa awal ketenaran mereka sebagai superstar.

    shot through the heart, and you’re to blame
    you give love a bad name!

    gayanya agak berbeda dengan karya-karya mereka yang lebih baru pasca 2000… tapi apapun, ini salah satu lagu pertama yang mengantarkan mereka dikenal di seluruh dunia.

  7. Guns N’ Roses – Sweet Child O’ Mine
  8. beberapa orang mungkin mengetahui lagu ini dari versi cover yang dibawakan oleh Sheryl Crow, tapi saya pribadi lebih menyukai versi aslinya yang dibawakan oleh Guns N’ Roses.

    versi cover-nya juga cukup enak sih, tapi memang sentuhannya agak beda. lha, masanya sendiri memang sudah beda, kok. versi aslinya dirilis pada akhir 1980an, sementara cover oleh Sheryl Crow baru pada 1999.

  9. Scorpions – Wind of Change
  10. salah satu nomor yang nostalgic dari Scorpions. dirilis pada 1990 di tengah suasana Perang Dingin dan rencana reunifikasi Jerman, lagu ini konon ditulis untuk merepresentasikan pandangan politik dari Klaus Meine yang jadi vokalisnya.

    take me, to the magic of the moment
    on a glory night
    where the children of tomorrow dream away
    in the wind of change…

    nggak perlu banyak kata, lagu ini simply classic. sudah hampir 20 tahun sejak pertama kali dirilis, dan tampaknya lagu ini masih belum kehilangan kekuatannya. oh well… good song is good song nevertheless.

  11. Queen – Bohemian Rhapsody
  12. salah satu nomor legendaris dari Queen. tampil dengan struktur yang ‘absurd’ untuk sebuah lagu yang dirilis oleh sebuah band rock, lagu ini jadi contoh kreativitas yang ‘ajaib’ dan sukses diterima pasar.

    lagu ini dirilis pada 1975, jadi silakan dihitung sendiri berapa umurnya. konon dianggap sebagai salah satu lagu terpopuler sepanjang masa, klaim seperti ini kayaknya bukan nggak berdasar sih.

  13. Air Supply – Goodbye
  14. lagu yang cukup dekat ke arah balada dari sebuah kelompok yang bergenre soft rock. dan sepertinya, lagu ini cukup terkenal di antara para pendengar di Indonesia… anyone says it’s timeless? :mrgreen:

    you would never ask me why
    my heart is so disguised,
    I just can’t live a lie anymore…

    I would rather hurt myself
    than to ever make you cry,
    there’s nothing left to say, but goodbye…

    dirilis pada 1993, dan waktu itu saya masih SD. tampaknya bisa dibilang saya tumbuh bersama lagu ini (haha), dan lagu ini jadi salah satu lagu di genre ini yang masih sering saya dengarkan sampai sekarang.

  15. Kansas – Dust In The Wind
  16. lagu dari Kansas dengan kesan yang mendalam, dan salah satu nomor klasik dari band dengan genre progressive rock ini. kombinasi petikan gitar yang khas dan gesekan biola dari Robby Steinhardt menjadi nilai tambah dari lagu ini di telinga saya.

    same old song,
    just a drop of water in an endless sea
    all we do,
    crumbles to the ground though we refuse to see

    dust in the wind,
    all we are is dust in the wind…

    termasuk dalam salah satu komposisi rock dari era 1970an yang bisa dikatakan cukup memorable… nggak aneh juga sih, lagu ini sendiri bisa dibilang sudah jadi klasik dari band ini.

dan tahu-tahu, sekarang sudah minggu sore. duh.

tapi sudahlah, segala sesuatu juga akan harus berakhir, kan? tentu saja, besok waktunya untuk kembali kerja (haha), dan hari baru (seharusnya) adalah semangat baru.

ayo. semangat. masih ada kerjaan lain…

…tapi rasanya kok males begini ya? :mrgreen:

unlimited code/works

I am the bone of my code
bread is my meal and chips are my food
I have been drinking over a thousand cups of coffee
unknown to sleep, nor known to game

have withstood pain of hours with desktop and notebook
yet those hands would never allow any rest
so as I pray, unlimited code/works

___

[1] true story. believe it or not.
[2] don’t bother asking about the reference. seriously.